Suami Vampirku

Suami Vampirku
Hapus promosi


__ADS_3


Abelle Madeleine adalah gadis vampir sekaligus putri Raja Vampir bernama Charles Madeleine. Dylan merupakan satu-satunya kakak laki-laki Abelle, sayangnya hubungan mereka sedikit renggang semenjak sang ibu meninggal dunia. Abelle tak pernah tahu fakta dibalik kematian ibunya, dia hanya mengetahui bahwa Dylan lah penyebab kematian sang ibu.


Setiap kali mereka bertemu atau Dylan ingin memulai obrolan, Abelle selalu menghindar karena terus teringat akan wajah mendiang sang ibu.


Charles terlalu menyayangi Abelle sehingga ikut campur dalam urusan percintaannya. Dia dengan tiba-tiba memaksa Abelle untuk segera menikah karena selalu berpacaran dengan lelaki brengsek. Abelle dilarang menolak dan harus menerima lelaki pilihan ayahnya. Itulah sebabnya mengapa dia tak bisa membantah perkataan Charles.


"Kali ini kau tidak boleh mengecewakan ayah, Ini demi masa depanmu," ucap Raja Charles.


"Aku ... mengerti, Ayah."


Abelle menghadiri pesta yang diadakan sang Ayah untuk mencarikannya calon pasangan ideal. Sebenarnya dia enggan menerima perjodohan ini, impiannya menikah dengan lelaki pilihannya bukan lelaki yang dipilih Charles ayahnya. Keterpaksaan yang membuatnya berada di sini.


Abelle berjalan mengikuti Charles dan Dylan di belakang, jika bukan karena sepatu hak tinggi yang menempel di kakinya mungkin langkahnya sudah sejajar dengan ayahnya. Alunan musik mulai terdengar, kedua prajurit yang berjaga di pintu masuk memberi salam kepada mereka.


Para tamu undangan yang tadinya sedang menikmati segelas darah yang berjejer rapi di atas meja, segera memperbaiki posisinya masing-masing.


Mereka membungkukkan badannya. "Salam kami kepada Yang Mulia Raja, Yang Mulia Putri dan Yang Mulia Pangeran."


"Kalian lihat itu? Putri Abelle menjaga jarak dengan Pangeran."


"Jangan bergosip nanti kedengaran."


Semua mata tertuju pada mereka bertiga terutama Abelle dan Dylan. Menjadi pusat perhatian sudah biasa baginya, para bangsawan berbisik membicarakan adik kakak itu. Seluruh negara pun tahu keretakan hubungan keduanya, tetapi tidak dengan fakta yang sebenarnya.


Lalu, Charles mempersilahkan Abelle bergabung dengan sekelompok gadis-gadis bangsawan sosialita yang hadir seraya menunggu kedatangan besan. Namun, sebelum menyambut calonnya Abelle mencari celah untuk melarikan diri dari aula pesta.


Abelle memutar pelipisnya sembari berpikir selagi dirinya masih mempunyai banyak waktu.


"Yang Mulia Putri, ada apa? Bukankah seharusnya Anda senang akan bertemu calon suami Anda?" tanya seorang gadis dari kelompok sosialita yang menyadari kegelisahan Abelle. Abelle menyunggingkan senyumannya.


Apakah aku sejelas itu?


Seketika sebuah ide muncul dipikirannya.

__ADS_1


Abelle memegangi pergelangan kakinya. "Aku hanya tidak terbiasa mengenakan sepatu hak tinggi, ini... sungguh mengganggu."


"Saya menyarankan Anda untuk mengganti sepatu sebelum calon Anda datang."


Dengan begitu aku bisa keluar dari tempat menyebalkan ini, kan?


"Baiklah, terima kasih atas saranmu. Aku akan segera kembali."


Dari awal Abelle memang sengaja menggunakan sepatu hak tinggi. Berpura-pura kesulitan berjalan dan melambatkan langkahnya, supaya Charles tidak mencurigainya yang berjalan di belakang. Jika tadi Abelle tidak berpura-pura Charles akan sadar bahwa dirinya ingin menghindari pesta.


Sementara, Charles dan Dylan sedang menikmati suasana pesta bersama para bangsawan. Abelle melangkah menuju pintu keluar, sialnya, kedua prajurit yang berjaga mencegahnya dari dalam.


"Maaf Yang Mulia Putri, ini perintah dari Raja Charles. Tolong jangan menyulitkan kami."


"Tsk, kalian benar-benar, ya. Sekarang kalian tidak akan bisa melihatku!" kesal Abelle. Dia menghipnotis mereka.


Benar saja, kedua prajurit itu langsung bersikap seolah-olah tidak melihat Abelle.


Keluarga Madeleine merupakan vampir terkuat di negara Letopiea, itu sebabnya mengapa Abelle bisa mempunyai kemampuan menghipnotis bahkan melemahkan musuhnya dalam satu kali tatap. Dia dan sekeluarga sangat disegani oleh warga kompleks maupun bangsawan.


*****


Saat ini pukul 23.30, Abelle masih mempunyai waktu 30 menit lagi sebelum Charles dan Dylan menyadari kepergiannya. Dia bergegas menuju kamarnya, mengambil secarik kertas di atas meja tulisnya dan pena berbulu. Dia menuliskan beberapa kalimat selamat tinggal untuk ayahnya, tak lupa dia menaruh selembar surat itu di atas ranjangnya.


Abelle membuka lemari pakaiannya dan mengambil jubah bertudung merah. "Tersisa 27 menit lagi, aku harus cepat."


Abelle memakai jubah tersebut untuk menghindari warga pejalan kaki. Akan memakan waktu bila keluar melalui pintu kamarnya. Abelle melompat keluar dari jendela ke halaman bawah kastil, beberapa prajurit memergokinya sebagai penyusup yang menyelinap masuk.


"Tangkap penyusup itu!" mereka berlari mengepung Abelle yang hanya seorang diri. Dengan santainya dia menyeringai melihat kegigihan mereka.


Para prajurit itu mulai mengeluarkan pedang dari sarungnya. Kemudian menyerang, Abelle memelintirkan tangan kedua prajurit itu, lalu menendangnya ke belakang. Satunya lagi dia banting ke tanah. Sebuah pedang melayang hampir mengenai punggungnya, Abelle mengambilnya dan menusukkannya ke dada prajurit yang dibantingnya itu.


Jleb!


Abelle beralih pada mereka yang masih menunggu giliran untuk menyerang. Dia menunjukkan wajahnya kepada para prajurit, mereka bertekuk lutut di hadapannya dengan memohon ampun. Dia mendelik tajam ke arah salah satu dari mereka, cahaya merah muncul di kedua bola mata birunya.

__ADS_1


"Aaarghhh!" ketua prajurit Madeleine terduduk di tanah, berteriak kesakitan. Sekujur tubuhnya terasa seperti dikuliti hidup-hidup.


Abelle menghampirinya dan langsung mencekik ketua prajurit itu sampai kepalanya terpisah dari badannya.


Abelle menghela napas. "Dengar ya! Sekarang juga kalian harus saling membunuh satu sama lain, jika perlu habisi seluruh prajurit yang ada di kastil!"


"Baik!"


Ditengah-tengah pertempuran para prajurit, Abelle membuka gerbang utama dan keluar dari kastil membiarkan mereka saling membunuh. Dia berjalan sambil menarik tudungnya, angin malam berhembus kencang menyapu tudungnya terbang ke belakang, wajahnya terlihat oleh warga pejalan kaki.


"Ibu! Lihat! Bukankah itu Yang Mulia Putri?" seorang anak kecil menarik-narik pakaian ibunya dan menunjukkan jarinya ke arah Abelle.


Abelle membelalakkan matanya. Cepat-cepat dia merapikan rambutnya yang berwarna blonde itu, lalu menarik kembali tudungnya.


"Heh! Jangan sembarangan menunjuk!" ibu itu memukul kepala anaknya atas tindakan lancangnya. "Maafkan saya telah salah mendidik anak, Yang Mulia Putri."


Melihat ibu itu dan anaknya, Abelle jadi merindukan sosok seorang ibu yang selalu menjaga sikap sopan santunnya. Rasanya dia ingin mengusap kepala anak itu, tetapi waktu yang dimilikinya terbatas.


Abelle tersenyum lembut, "Tidak apa-apa." setelah itu dia pergi secepat kilat karena sudah ada yang mengenali wajahnya.


*****


Sesaat kemudian, Abelle telah memasuki kawasan hutan terlarang. Hutan yang tidak boleh didatangi ketika malam hari. Dia memutar arah mencari jalan keluar, tetapi dia malah berlarian tanpa arah dan semakin dalam menelusuri kawasan tersebut. Abelle berhenti berlari, mengingat jalan yang dia ambil barusan.


"Ayo ingat Abelle!"


Tidak, Abelle tidak mengingat jalan yang barusan dilaluinya. Terpaksa dia harus berlari lagi demi menemukan jalan keluar. Namun, sebuah kabut tebal menghalangi pandangannya, sekarang dia tidak bisa melihat apapun. Ketika memundurkan langkah Abelle terjatuh ke tebing curam yang di bawahnya terdapat lautan.


Byur!


Tubuhnya menjauh dari atas permukaan air. Meskipun dia kuat dan kejam, Abelle mempunyai ketakutan terhadap kedalaman laut yang dipercayainya sebagai sarang ikan predator pemakan daging.


Kelopak matanya terpejam menikmati dinginnya air laut, Abelle merentangkan kedua tangannya. Dalam hitungan detik kesadarannya mulai menghilang karena sudah terlalu banyak air yang dia hirup melalui hidung mancungnya.


Note: Assalamualaikum readers, maaf novel ini ga di lanjut lagi soalnya udah stuck bgt dan tanpa persiapan. Nah kali ini aku udah bikin novel baru dengan tema yang sama kalian bisa cari di kolom pencarian Vampire Princess And Wolf Prince

__ADS_1


Kalian bisa lanjutin kisah Olivia dan Rendra melalui kisah mereka, Abelle dan Sagara. Dan buat kalian yang kecewa maaf banget maaf yang sebesar-besarnya.


__ADS_2