Suami Vampirku

Suami Vampirku
38. Cinta Terlarang


__ADS_3

Di pertengahan hutan Pricilla meminta Jane untuk meninggalkannya sendirian karena ia tahu malam ini akan terjadi bulan purnama, ia takut keluarga Haris akan tahu siapa sekarang dirinya sebenarnya. Namun Jane menolak dengan tegas tapi sekali lagi ia memaksa sepupunya itu pergi membiarkannya sendirian.


"Jane, tinggalkan aku disini.. aku ingin sendiri," pintanya.


"Apa kau yakin? Tapi aku--"


"Jane... Aku mohon.." ucap Olivia yang memohon.


Jane tidak bisa berbuat apa-apa jika Pricilla sudah memohon padanya akhirnya Jane pergi meninggalkannya sendirian ditengah hutan.


Seseorang datang dan memakaikannya jubah hitam untuk menutupi Olivia yang akan menghadapi bulan purnama, sentuhan lembut di kepalanya terasa ia tahu siapa yang memberikan jubah itu padanya.


"Kau.. Bagaimana kau bisa tahu aku disini?" tanya Olivia.


"Hatiku," dia tersenyum simpul.


Degg


Ini pertama kalinya Olivia mendapatkan gombalan dari Rendra, ia hanya tersenyum mendengar jawaban dari Rendra.


"Jika nanti perang akan terjadi.. apa yang akan kau lakukan?" tanya Rendra menoleh kearah Olivia.


Tidak ada apapun yang ingin ia lakukan sebenarnya namun Olivia hanya ingin menyelamatkan orang-orang terdekatnya, agar tidak terlibat dalam peperangan yang akan memakan banyak korban.


"Ayo bereinkarnasi bersama, dimasa depan aku akan memberikan kehidupan yang layak untukmu" lanjutnya.


Olivia hanya tertawa mendengarnya.


"Haha, Rendra.. aku ini sudah bereinkarnasi mana mungkin akan hidup kembali dimasa depan? Kalau nanti aku tidak berhasil menyelamatkan ayahku dan kak K2, aku akan menyerahkan diriku untuk dibunuh oleh mereka yang merasa terancam."


Air mata Olivia lagi-lagi menetes ketika mengatakan akan menyelamatkan ayahnya, karena merindukan sosok ayah sekaligus ibunya.


Dengan cepat Rendra menghapus air matanya.


"Tidak akan ku izinkan kau pergi tanpa aku, kalau kau mati... aku juga akan mati ikut denganmu."


Tangannya gemetar saat hendak menyentuh pipi Rendra, tapi dengan sigapnya ia segera meraih tangan Olivia lalu diletakkan di pipinya.


"Apa kau tidak peduli pada ibumu?"


Rendra seperti enggan untuk membahas ibunya ia lebih memilih untuk memeluk Olivia dan mengusap kepala wanitanya.


"Jangan bicara aku hanya ingin seperti ini" ia mulai menyandarkan kepalanya di pundak Olivia sambil menghadap ke kiri "Aku bersumpah tidak akan pernah menyakitimu lagi, kalau aku melanggar sumpah ini.. kau bisa membunuhku."


Tiba-tiba Olivia merasa kehausan sambil memegangi lehernya, Rendra yang menyadari hal itu segera melepaskan pelukannya lalu menyuruh wanitanya untuk menghisap tangannya.


"Kau haus?"


Olivia hanya mengangguk dengan cepat.


"Ini, kau bisa hisap darahku apa kau ingin disini?"

__ADS_1


Dengan kuku tajamnya ia menggoreskan sayatan berbentuk garis lurus di lehernya, sehingga mengalirlah darah yang membuat Olivia hanya bisa menelan ludahnya.


Gleekk


"Tidak apa-apa, hisaplah kau juga perlu makan kan?"


Rendra langsung menarik Olivia kedalam pelukannya dan menyuruh Olivia untuk menghisap lehernya.


"Aku tidak akan mengulangi perkataanku, gigitlah tidak apa-apa."


Tertancaplah taring mungil Olivia namun terlihat tajam, Rendra hanya mengusap kepala gadis itu dengan penuh kasih sayang.


Setelah ini Olivia harus menjadi vampir vegetarian yaitu hanya menghisap darah hewan dan tidak darah manusia. Sebisa mungkin Rendra akan melatih Olivia agar dapat mengendalikan dirinya sendiri dari darah manusia.


Olivia ingat sebentar lagi bulan purnama akan muncul, ia segera melepaskan gigitannya.


"Kenapa?" tanya Rendra yang masih menatap Olivia.


"Aku harus pergi, Aku tidak ingin menyakitimu." ucap Olivia yang hendak pergi namun ditahan oleh Rendra.


"Tidak! Kau harus terus berada di sisiku, jangan membuatku Khawatir." ucapnya sambil memegang tangan Olivia.


Yang Olivia takutkan adalah malapetaka besar jika ia masih berhubungan dengan Rendra, ditambah lagi dirinya yang sudah menjadi manusia serigala setengah vampir atau bangsa genetik.


"Rendra! Ini salah.. ini cinta terlarang namanya aku dan kau sekarang berbeda, awalnya aku ingin diam-diam menjalin hubungan denganmu tapi setelah aku pikir-pikir kagi, demi keselamatanmu jauhi aku"


"Keselamatanku tidak penting, hei! Dari awal prinsipku hanya kau, kau dan kau selalu KAU!!"


"Dengar.. Mereka semua akan mengepungku Rendra kau jangan egois, ini permintaanku.. kau harus hidup apapun yang terjadi"


"Berjanjilah, kalau kau berhasil selamat.. temui aku"


"Ya, itu pasti"


Sejujurnya mereka benci dengan keadaan yang seperti ini, membuat mereka menjauh dan masalah selalu menjadi konflik utama mereka untuk memisahkan keduanya.


Hubungan mereka sebenarnya baik-baik saja jika tidak adanya masalah, tapi karena dendam diantara kedua keluarga mereka yang masih belum mereda hingga akhirnya hubungan mereka menjadi korban dan berakhir seperti ini.


Kalau kau mati, lihat saja nanti aku akan menyusulmu ke alam baka.


***


"Aarrgghhh!! Kenapa dunia tidak adil? Aku ingin terlahir normal, seperti manusia biasa"


Bulan purnama datang disaat yang bersamaan, tubuhnya mulai terasa sangat sakit begitu juga dengan perubahan setengah wajahnya berubah menjadi serigala, sedang setengah wajahnya lagi masih utuh namun hanya mata merah gelapnya seperti vampir.


"Keluarga Albert.. Target utama!!"


Ia berencana untuk membunuh keluarga Albert namun sayangnya ia tersadar jika dirinya hanya membuat masalah semakin rumit, rumit karena Olivia akan dianggap sebagai monster yang akan melenyapkan seluruh bangsa manapun.


"Jangan.. tahan, aarrghhh!!"

__ADS_1


Aauuuwww


Lolongan serigala mulai terdengar itu artinya ia akan dikepung oleh beberapa serigala, meskipun Olivia juga sebangsa dengan mereka tapi ia memiliki darah campuran vampir yang dibenci oleh para serigala.


"Bangsa genetik, kau harus dimusnahkan"


"Aku ratu disini!! Jadi kalian harus tunduk padaku!!"


"Tapi kau memiliki darah vampir yang tidak akan diterima oleh bangsa serigala"


Olivia menatap mereka dengan tajam menggunakan mata berkilauan itu, tidak disangka mereka akan kesakitan setelah ditatap olehnya.


"Argh!"


"Death"


Serigala yang di tatapnya langsung menjadi abu, sedangkan yang lainnya masih berusaha untuk menyerangnya. Olivia membuat serangan balik dengan tatapan pedihnya itu.


"Your time has come (ajal kalian telah tiba)"


Saat hendak mematahkan kaki para serigala yang terkapar itu, tiba-tiba datang Ansel menghentikan niatnya.


"Berhenti!! Kau sudah membunuh bangsamu sendiri!"


"Does my face look like I care? (apa wajahku terlihat peduli?)"


"Ini sama saja kau berkhianat!! Kalau kau bukan pengecut lawan aku"


"If you lose, you must become my slave (Jika kau kalah, kau harus menjadi budakku)"


"Deal"


Ansel tidak mengetahui siapa yang ia tantang untuk bertarung dengannya, meski begitu mereka tetap bertarung dihutan yang luas tepatnya didekat jurang.


Olivia sangat agresif saat menyerang Ansel sampai ia kewalahan menghadapinya.


Bugh


Bugh


Braakk


Bruukk


Dengan serangan terakhirnya ia terhempas ke tanah lalu Olivia menghampirinya dan hendak menginjak Ansel yang masih terkapar lemas, secepatnya ia menahan kaki Olivia agar tidak menghabisi nyawanya. Ia mengibaskan tangannya yang membuat gadis itu terhempas ke pohon dan tidak sadarkan diri.


Bugh


Melihat siapa yang bertarung dengannya tadi ia langsung terkejut bukan main saat yang menyerangnya tadi adalah Pricilla. Ansel sangat amat menyesal karena telah menantangnya.


"Pricilla?!!"

__ADS_1


__ADS_2