Suami Vampirku

Suami Vampirku
27. Masa Lalu (ll)


__ADS_3

1 Abad Kemudian...


Usia Olivia sudah beranjak 15 tahun ia masih tetap sama selalu mencoba untuk kabur dari kastil namun terus tertangkap oleh beberapa pengawal, karena Olivia orang yang sangat keras kepala akhirnya ayahnya mengizinkannya untuk pergi ditemani oleh beberapa pengawal.


Saat Olivia sudah keluar dari kawasan kastil semua orang menatapnya aneh, bahkan ada yang berbisik seperti heran melihat putri dari raja vampir karena ia tidak menua padahal ini sudah satu abad.


'putri dari raja vampir masih terlihat muda?'


'aneh sekali dia, apakah dia manusia sungguhan?'


'dengar dengar putri white ini manusia yang sangat istimewa'


'pantas saja tidak menua'


'sudah sudah kau ingin dipenggal oleh raja vampir karena menggosipkan putri white?'


'tidak'


Bagaimana tidak jadi bahan gosip Olivia satu-satunya manusia di dunia ini, dan lagi mengapa ia tidak menua bukan karena ia adalah gadis suci tapi didalam tubuhnya mengalir darah sang ayah yang bisa membuatnya abadi selama berabad-abad.


"Ck, mereka terus saja membicarakan aku" gumamnya yang sedang memperhatikan orang-orang dari dalam mobil.


"Putri White, setelah ini ingin kemana? Yang mulia memberiku waktu 15 menit untuk menemani putri jalan-jalan" ucap supir sambil melihat kaca spionnya.


"15 menit? Sungguh kejam sekali pak tua itu" makinya didepan supir.


"Sekarang kita mau kemana putri? masih ada waktu 10 menit lagi" ujar si supir sambil melihat jam tangannya.


Idenya lagi lagi adalah melarikan diri, entah sampai kapan Olivia dan ayahnya bermain kejar-kejaran begini bahkan diusianya yang sudah beranjak remaja, ia masih ingat bagaimana dulu melarikan diri bersama pria asing itu.


"Aku.. ingin ke pasar untuk mencari sesuatu" bohongnya sambil cengengesan.


"Baiklah putri" ucapnya lalu menyalakan mesin mobil.


Mana puas aku hanya keluar kastil 15 menit? Kali ini aku harus benar-benar lari dari kastil jelek itu. batin Olivia.


Sesampainya dipasar Olivia terus diikuti oleh beberapa pengawal yang mengikutinya dari belakang, ia mencoba untuk berpergian ke toko mana pun mereka terus mengikutinya dan akhirnya Olivia menghentikan mereka untuk tidak mengikutinya lagi.


"Kalian bisa tidak jangan mengikutiku? Aku bisa jaga diriku sendiri!" kesalnya.


"Maaf putri tapi ini perintah yang mulia" jawab salah satu pengawal itu diikuti oleh Olivia yang meledeknya.


"Pak tua lagi pak tua lagi, aku ingin ke toilet apa kalian benar-benar akan mengikutiku?" ucap Olivia menatap tajam mereka.


"Tidak putri ampun, kami akan pergi dan menunggu" mereka segera pergi meninggalkan Olivia.

__ADS_1


"Menunggulah sampai kalian bertumbuh uban!" gumamnya.


Kali ini Olivia berhasil lolos dari para pengawal itu dan ini saatnya ia mencari jalan keluar untuk pergi mencari seseorang yang dulu pernah menemaninya melihat bintang bersama di bukit tinggi. Namun sialnya Olivia malah terjebak didalam hutan terlarang yang dihuni oleh manusia serigala.


Benar saja baru ingin berbalik mencari jalan keluar, jalannya sudah dihalangi oleh satu serigala yang entah munculnya darimana.


"Serigala? Pergi sana!" ucapnya sambil mengibaskan tangannya.


--Aauuwww--


Serigala itu malah melolong untuk memanggil teman-temannya, ia buru-buru lari mencari jalan keluar secepatnya jika tidak habis sudah Olivia disini dimakan oleh mereka.


Sudah berlari sejauh ini ia masih saja belum menemukan sebuah jalan yang ada hanya pepohonan tinggi yang mengelilingi kanan kirinya. Hampir saja jatuh ke jurang Olivia segera menyeimbangkan tubuhnya dengan merentangkan kedua tangannya.


"Tenang.. tenang tidak boleh panik.." gumamnya.


Tapi Serigala itu dengan cepat menyeruduknya sehingga terjatuh kedalam jurang, tubuhnya berguling-guling sampai dirinya tertusuk ranting pohon yang lumayan tebal.


"Ah!"


Wujud serigala tadi tiba-tiba berubah menjadi seperti manusia normal pada umumnya, serigala itu melompat kedalam jurang untuk melihat keadaan gadis yang ia seruduk tadi.


"Darah.. suci.. kau tidak boleh mati, kau harus tetap hidup" ucapnya sambil meraih tangannya Olivia dan menciumnya.


Para pengawal dan si supir kehilangan jejak putri White, mereka yang telah mencari ke seluruh toko dipasar namun tidak ada satupun sosok putri yang mereka cari. Akhirnya mereka kembali dan melaporkan bahwa putri White kabur lagi.


"Apa!? Kenapa kalian selalu tidak becus menjaga putriku? Apa kalian bosan hidup?" kesalnya dengan para pengawal dan supir itu.


"Ampun yang mulia, kami benar-benar salah" ucapnya sambil bersujud.


"Darah suci White tumpah!! Kalian benar-benar!! Kenzo.. bunuh mereka!" perintah Vernon yang tidak bisa dibantah.


"Baik ayah" jawabnya lalu menghampiri mereka.


Kenzo dengan tangan kosongnya merobek mulut si pengawal itu sampai kepalanya pun ikut terputus, dan untuk yang terakhir Kenzo dengan kejinya membelah tubuh si supir itu menggunakan samurai.


Setelah itu Amor datang untuk memberikan surat dari seseorang yang katanya dari raja serigala.


"Yang mulia ini ada surat dari raja serigala" ujarnya sambil memberikan sepucuk surat.


"Putriku ada di kediaman Anderson? Bagaimana bisa?" tanya Vernon.


"Putri White jatuh ke jurang dan.. terkena ranting sampai menembus jantungnya sekarang putri sedang dirawat oleh pangeran serigala" jelasnya.


"Sampaikan pada raja serigala aku akan kesana untuk menjemput putriku" ujarnya dengan wajah datar.

__ADS_1


"Baik yang mulia" jawab Amor sambil membungkukkan tubuhnya.


*********


Kediaman Keluarga Anderson.


Mereka merawat Olivia dengan baik disini walaupun raja serigala tahu bahwa ia adalah putri dari raja vampir tapi masih tetap menerimanya dikediaman Anderson, karena baginya menolong orang tidak perlu memandang siapapun meskipun bangsa vampir dan bangsa serigala adalah musuh bebuyutan.


"Bagaimana keadaannya?" tanya sang raja.


"Ayah sepertinya lukanya sudah lumayan membaik, tapi jantungnya agak lemah" jawabnya.


"Berikan pil ini untuk menyembuhkan jantungnya" ujar raja sambil memberikan pil kepada putranya.


"Baiklah ayah" ucapnya lalu menyuapkan pil kedalam mulut Olivia.


Pria itu terus mengusap kepala Olivia karena masih merasa bersalah atas kejadian dihutan tadi.


"Ansel, rawatlah dia dengan baik ayahnya malam ini akan datang untuk menjemputnya" ujarnya setelah itu pergi meninggalkan anaknya.


Tak butuh waktu lama Olivia membuka matanya dan pertama yang ia lihat adalah seorang pria yang sedang menatapnya, ia pun bangkit dari tidurnya lalu melihat sekelilingnya.


"Hati-hati kau baru sadar dari pingsan" ujarnya membantu Olivia untuk duduk.


"Pingsan? Aku kenapa?" jawabnya masih tidak paham dengan apa yang dikatakan Ansel.


"Haha, kau jatuh dari jurang maaf ya aku tidak bermaksud untuk menyerudukmu, aku hanya ingin main-main denganmu" ujarnya sambil mencubit pipi Olivia.


"Jadi.. serigala itu kau? Kau.. yang menyerudukku seperti banteng?" kesalnya yang membuang muka.


"Aku bukan banteng, aku ini pangeran serigala kau pasti putri dari raja vampir kan?" tanya Ansel.


"Oh pak tua itu? Ya, aku putrinya, yang selalu dikurung dalam kastil, tidak boleh keluar dari area kastil dan selalu mengaturku" kesal Olivia jika mengingat sang ayah.


Ansel terkekeh geli melihat tingkah laku putri White yang sebenarnya, Ansel mengira bahwa putri dari raja vampir ini adalah gadis yang mengerikan ternyata selucu ini.


"Tidak boleh seperti itu, bagaimana pun kau adalah putrinya lagipula.. apa salahnya menuruti ayahmu, jika putri boleh mengizinkan aku untuk membawamu bermain bolehkah?" jelasnya lalu menjulurkan tangannya.


"Tentu saja" jawabnya sambil tersenyum dan memegang tangan Ansel.


Di sinilah kisah mereka dimulai ayahnya tidak perlu cemas lagi jika Olivia keluar kastil, karena Vernon sudah membiarkan putri kecilnya untuk bebas ditemani oleh Ansel serigala dari keluarga Anderson.


Raja vampir merasa hutang budi dengan Ansel karena telah merawat dan menjaga putrinya dengan baik, raja vampir dan raja serigala dulunya adalah musuh bebuyutan akibat menyukai wanita yang sama yaitu Sonya White.


Namun kini keduanya adalah teman Vernon dan Jores sudah berjanji tidak akan ada permusuhan diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2