
Rendra terus menatapnya tanpa henti ia bisa bernafas lega karena wanitanya masih hidup, namun Rendra merasa ada yang mengganjal dengan sifat Olivia sekarang tidak seperti biasanya walaupun dingin tapi tetap kalem.
"Olivia"
"Kau siapa??"
Terlihat tidak senang dari wajah gadis itu saat Rendra memanggilnya 'olivia'.
"Apa kau masih benar-benar istriku? Olivia?"
"Jangan sembarangan!! Aku bukan orang yang kau maksud"
Gadis itu beranjak dari motornya lalu pergi meninggalkan Rendra yang masih mematung di tempatnya, ia menahannya agar memberinya penjelasan tentang sikapnya yang tiba-tiba berubah.
"Tunggu!!! Semenjak kau keluar dari rumah sakit kenapa gayamu jadi aneh begini dan sikapmu pun ikut berubah"
Ia berhasil menahan tangan si gadis.
"Kau ini kenapa sih? Aku bukan dia!! Aku Pricilla!! Sky Pricilla.. apa kau mengerti sekarang?"
Pricilla menghempaskan tangan Rendra dari lengannya kemudian pergi.
"Sky Pricilla??"
gumamnya sambil melamun.
Ternyata kau bukan Olivia ya?
Wajah murungnya mulai terpancar ketika mengetahui kenyataan bahwa gadis tadi bukanlah wanitanya, Rendra pun pergi karena ingin menenangkan dirinya mungkin hari ini ia akan bolos sekolah untuk sehari.
Terungkaplah nama gadis yang mirip sekali dengan Olivia, gadis tadi bernama Sky Pricilla putri satu-satunya keluarga Haris ia sekarang sedang bersekolah, walaupun terpaksa hanya karena seleksi ratu serigala. Jika bukan karena seleksi mana mungkin ia mau bersekolah apalagi berdampingan dengan manusia.
Kepribadiannya memang terbalik dengan Olivia kalau Pricilla yang selalu menyukai hutan namun lain dengan Olivia yang selalu menyukai dunia manusia lantaran ibunya adalah manusia.
Dan lagi-lagi ia harus berhadapan dengan orang-orang terdekat Olivia, mau tidak mau ia harus meladeni mereka.
"Olivia, apa ini benar kau?"
"Maaf, sepertinya.. anda salah orang saya buk--"
"Tidak mungkin aku salah, kau ini Olivia kenapa aku harus salah orang?"
Siapa lagi ini? Kenapa banyak yang menganggapku Olivia?
"Pricilla!! Ternyata kau disini, aku mencarimu"
Sekarang ia bisa bernafas lega karena Jane selaku temannya datang diwaktu yang tepat.
"Pricilla? Tapi.. wajahmu.."
"Maaf bu, ini teman saya namanya Sky Pricilla bukan orang yang ibu maksud"
Pandangan Viona yang penuh arti membuat Pricilla tertegun seperti ia mengenalinya tapi baginya itu tidak mungkin, Pricilla baru saja menginjakkan kakinya di High School College.
"Jika begitu maafkan aku sudah bersikap tidak sopan, aku permisi"
Ketika punggung wanita itu menjauh dada Pricilla terasa sesak.
"Kau kenapa? Eh omong-omong paman sudah mendaftarkanmu di kelas sejarah"
"Mengapa harus kelas sejarah?"
Pricilla nampak tidak menyukai kelas sejarah dan sedangkan Olivia sangat menyukai kelas sejarah.
"Tanyakan pada ayahmu mengapa harus di kelas sejarah"
Aku lebih menyukai hutan dibandingkan disekolah. gerutunya.
"Ganti bajumu dengan seragam sana, tugasku disini untuk mendidikmu eh maksudku memberi semangat"
__ADS_1
"Ya ya, terserah"
****
Kelas Sejarah.
Ansel dan K2 merasa kehilangan sekali sampai-sampai mereka sama-sama duduk dibelakang karena tidak mau berlarut larut dalam kesedihan atas kematian Olivia.
Gavriel yang melihat mereka bertiga diam tanpa suara, mata lurus kedepan dengan tatapan kosong, merasa mereka merusak pemandangannya Gavriel mengeluarkan suara emasnya.
"OMG HELLO!!!!" teriaknya dengan keras.
Mereka langsung terkejut ketika mendengar suara berisik Gavriel.
"Berisik!!" lagi-lagi mereka kompak sekali seperti grup boyband.
Mata Gavriel teralihkan oleh kursi kosong disebelahnya yang biasanya Olivia selalu duduk disana dan menjadi teman sebangkunya namun kini kosong tak berpenghuni.
Olivia.. sedang apa kau sekarang? Aku merindukanmu. gumam Gavriel dalam hati.
"Permisi apa ada kursi kosong?"
Segera ia membulatkan matanya dan menoleh kearah sumber suara yang sangat dekat sekali dengannya.
"Olivia!? Ini kau kan? Kau masih hidup?"
Rasanya hari ini ingin cepat berlalu karena terlalu pusing dikelilingi oleh orang-orang yang selalu menganggapnya Olivia.
"Bukan.. aku Pricilla, apa ada bangku kosong?" lalu matanya beralih kepada ketiga orang itu.
K2 benar-benar tidak menyangka bisa melihat adiknya kembali, namun mereka tidak bisa memeluk adik kecil mereka karena Vernon sudah berpesan agar tidak membuatnya tersinggung.
Benar kata ayah dia mirip sekali dengan White. batin Kenzo.
White ini benar kau? adikku? batin Kelvin.
Sebelum K2 berangkat sekolah...
Ia tahu mereka sangat mirip sekali namun kepribadian mereka berbeda, Olivia yang ia tahu betul bagaimana watak putrinya itu selalu keras kepala, tidak menuruti perintahnya, selalu lari dari kenyataan apalagi menerima takdirnya sebagai calon ratu vampir.
Dan untuk Pricilla malah sebaliknya, menyukai hutan dimana ia selalu beradaptasi dengan lingkungannya sebagai serigala, tidak menyukai manusia atau dunianya bersekolah pun tidak mau yang Pricilla inginkan adalah menjadi ratu serigala.
"Ternyata White berhasil bereinkarnasi"
"Bagaimana ayah tahu?"
"Ayah melihatnya sendiri, benar-benar mirip dengan White tapi... kepribadian mereka juga berbeda yang perlu kalian tahu dia adalah serigala"
Sulit bagi mereka untuk menerima jika reinkarnasi adiknya adalah serigala.
"Sial! Mengapa harus serigala?"
Dahi Kelvin mengernyit heran saat tahu adiknya adalah serigala musuhnya sendiri.
"Itu saja yang ayah ingin katakan dan satu lagi, jangan membuatnya merasa tidak nyaman jika kalian bertemu dengan dia"
"Kami mengerti ayah"
Apa karena kalung takdir? Apakah dia sudah menerima salah satu suaminya? Bangsa serigala?
*****
Begitu pun Ansel ia tahu Pricilla adalah reinkarnasi Olivia namun belum mengetahui indentitasnya sama sekali yang ia ketahui bahwa Pricilla adalah gadis yang disukainya.
"Hello? Sepertinya tidak ada kursi kosong ya? Yasudah aku duduk dibawah saja"
"JANGAN!!"
Ketiga orang itu kompak menghentikan niat Pricilla agar tidak duduk dibawah kursi.
__ADS_1
"Kau bisa duduk disana" ucap Kelvin menunjuk kursi bekas ia duduki dulu.
Tidak menjawab Pricilla langsung duduk di kursi yang ditunjukkan oleh Kelvin. Kemudian Pricilla melirik mereka sebentar dan tersenyum tipis.
Viona datang dengan membawa buku-bukunya seperti biasa, ia juga menyadari bahwa Pricilla sudah mendapatkan tempat duduknya.
"Pricilla, apa kau sudah memperkenalkan dirimu?"
Pricilla bangkit dari duduknya lalu berdiri dan memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan namaku.. Sky Pricilla aku harap kita bisa berteman dengan baik, dan untuk kalian yang mengenal Olivia aku minta maaf tapi sekali lagi aku bukan dia" jelasnya.
Viona tersenyum melihat Pricilla begitu percaya diri.
Bagiku kau tetap Olivia walaupun kau bukan dia. batin Viona.
Pricilla benar-benar bosan karena pelajaran yang disampaikan oleh Viona, belum lagi Angel dan murid yang lain terus meliriknya sekilas ia merasa seperti sedang dicurigai jika begini terus. Merasa tidak nyaman dengan situasi kelas yang seperti ini Pricilla tanpa meminta izin pergi meninggalkan kelas.
"Pricilla kau mau kemana? Hei! Ini masih jam pelajaran!" panggil Viona namun ia tidak mendengarnya.
"Pulang!" kesalnya.
Setelah melihat bagaimana sikapnya tadi Ansel ragu jika ia ada Olivia.
Ternyata sikapnya diluar dugaanku.
Hari ini ia benar-benar pusing sekali karena banyak sekali orang-orang mengira bahwa dirinya ada Olivia, baru saja seleksi ratu dimulai ia sudah ingin mundur begitu saja. Pricilla sedikit enggan untuk membicarakan gadis yang begitu mirip dengannya tapi ia penasaran dengan sosok Olivia.
Siapa Olivia? Sebegitu mirip kah?
Sedang asyik melamun Jane datang dengan wajah panik.
"Sky! Gawat! Kediamanmu di serang!! Sekarang kita harus ke sana"
"Siapa yang menyerang kediamanku?" tanyanya dengan panik.
"Tidak tahu, ayo kita melihatnya langsung"
Mereka pun akhirnya meninggalkan sekolah dan pergi ke hutan karena kediamannya diserang oleh seseorang yang entah itu siapa.
****
Hutan Kediaman Pricilla.
Tidak ada siapapun disana selain pria terkapar di tanah tidak sadarkan diri, Pricilla mencoba mendekati pria itu kemudian memeriksanya.
"Bukankah itu.. pria tadi? Yang selalu menganggap aku sebagai Olivia?"
Pricilla masih kebingungan dengan keberadaan Rendra yang tiba-tiba muncul.
"Kau bawalah manusia ini, aku akan memeriksa sekitar sini"
Jane pergi meninggalkannya bersama Rendra yang masih terkapar.
"Jangan sampai ayah dan ibu tahu jika aku membawa manusia"
Lalu Pricilla memapah Rendra masuk kedalam rumahnya dan membaringkannya di kamar tamu.
Ia takut jika ketahuan oleh orang tuanya karena telah membawa masuk pria apalagi manusia, bisa-bisa Pricilla dimarahi habis-habisan hanya karena satu manusia.
Kamar Sky Pricilla.
Pricilla membanting tubuh Rendra lalu meluruskan kakinya dan menyelimuti seluruh tubuhnya, tanpa sadar ia sudah memperlakukan manusia ini seperti suaminya. Tapi jika di lihat-lihat ia merasa tidak asing dengan sosok pria berbaju hitam ini.
Wajahnya mulai menyiratkan kesedihan ketika menatap wajah Rendra yang masih memejamkan matanya itu. Sangat penasaran sekali dengan apa yang ia rasakan tadi, kini jari-jemarinya memegang dada lebar milik Rendra sambil berbaring di sampingnya.
"Kau ini sebenarnya siapa? Apa benar aku mirip sekali seperti wanita yang kau maksud?" ucapnya matanya masih melihat wajah Rendra.
Aku merasakan sesuatu.. tapi apa?
__ADS_1
"Apa kau sudah puas memandangiku nona?"