
"Ahhh,apakah tuhan tidak menyayangi aku lagi?
apakah aku tidak berhak mempunyai kaki?
kenapa harus aku yang cacat.....
apa jangan - jangan aku cacat karena laki laki kaya itu??" Teriak Merisa setelah mengetahui bahwa kakinya patah karena kecelakaan
"Kenapa kamu marah - marah sama aku?
kan salah kamu sendiri,ngapain kamu ngefitnah sahabat aku,jadinya kan kamu kena kutukan" ucap Dercy yang tiba - tiba muncul di kamar Merisa
"Kok kamu bisa ada di kamar ku sih, masa kucing dibilang sahabat,kamu tau ga gara gara kamu aku gak bisa jalan lagi,aku gak bisa kumpul sama teman - teman aku,kamu harus tangung jawab!!
balikin kaki aku" perintah Merisa kepada Dercy yang tidak lain adalah orang yang membuatnya kecelakaan
"Bukan urusan aku dong,bye anak gak tau diri"
ucap Dercy sambil melambaikan tangannya yang keluar dari kamar Merisa lewat jendela
"Ih kok malah pergi,
apa benar aku kena kutukan karna ngefitnah kucing anak itu, gimana kalau aku cacat seumur hidup,aku gak mau jadi cacat,gak mau" ucap merisa ketakutan dan menangis sendirian dikamarnya
"Hei emang ada yang mau cacat,gak ada kali " ucap seseorang yang berada di kamar Merisa
"Siapa itu?"tanya Merisa yang kaget sambil memasang wajah heran
"Aku adalah pelindungmu yang selama ini berada di cincin mu"ucap seseorang yang keluar dari cincin Merisa
__ADS_1
"cincin yang diberi alm mama ini?"tanya Merisa yang masih tidak percaya bahwa seseorang itu muncul dari dalam cincin
"Iya" jawab orang itu bangga
"Sekarang kamu pergi"ucap merisa dengan tegas dan kesal karena ia masih kecewa kakinya patah
"Aku tidak akan pergi" jawab orang itu sambil menatap mata Merisa
"Oh kamu gak mau pergi,yaudah akan aku pukul kamu"jawab Merisa sambil mengangkat tangannya karena ingin memukul
"Merisa!!! teman - teman kamu datang nih"ucap mama tiri Merisa yang teriak dari lantai 1
"Iya ma,ajak mereka ke kamar ku aja" jawab Merisa yang meminta mamanya agar mempersilahkan teman - teman nya ke kamar nya
"Halo merisa,bagaimana keadaanmu? nih kami bawain buah untuk kamu"ucap teman - teman Merisa sambil menyerahkan satu keranjang buah - buahan,buah - buahan nya tamoak segar dan seperti baru dipetik secara langsung
"Aku cacat"jawab Merisa sambil menunduk karena sedih
"Ih emang aku gak dengar apa mereka bilang apa" batin Merisa jengkel karena di jelek - jelekan dengan teman - temannya
"Yaudah deh sa kami pulang dulu ya,bye Merisa.."pamit teman - temannya yang segera pergi dari kamar Merisa
"ternyata teman - teman hanya mau manfaatin Merisa,sebenarnya mereka gak suka sama Merisa,padahal waktu pertama aku datang kesekolah aku disambut dengan riang" Merisa pun mengingat ketika ia baru pertama kali pindah sekolah
"Halo aku merisa,aku anak pindahan,rumah aku di ******** kalau mau mampir,mampir aja,pasti dilayani dengan baik"
"Seandainya aku menyadari bawah teman - teman itu tidak sebaik yang ku kira"ucap Merisa yang menangis sambil bergulung di dalam selimut,pada hari yang cerah
"Teman - teman mu ternyata jahat ya sa"ucap pelindung merisa yang mendengar percakapan Merisa
"Ih... kok kamu datang lagi sih,pergi kamu dari sini,aku gak mau diganggu pergi.."teriak merisa sambil menangis,perasaan Merisa bercampur aduk,ia kecewa,sedih,marah,dia tidak tahu mau membagi perasaan nya kepada siapa
__ADS_1
Tak lama kemudian...
"Merisa... sini kamu mama mau bilang sesuatu sama kamu" teriak mama tiri merisa dari lantai 1 dan dari bicara keliatan mau berbicara serius
" Gi - gimana mau tu - turun coba,ma - mama gak tau ya - a Merisa ca - cacat"ucap merisa tersedu - sedu karena habis menangis
"Yaudah,mama aja yang ke kamar kamu"jawab mama tiri Merisa sambil berjalan menuju lantai dua
"Nah - nah gi- gitu dong ma"jawab Merisa tersedu - sedu
"Memang apa yang mau mama omongin ke aku?"tanya Merisa kepada mama tiri nya
"Merisa kamu kan udah besar jadi gak usah mama urusin juga gak papa,jadi kamu cari aja tempat tinggal lain,di hotel atau di apartement atau dimana gitu"ucap mama tiri Merisa yang berniat mengusir Merisa
"Ma! kan aku tu lagi sakit,baru juga kemaren keluar dari rumah sakit masa udah di usir sih"jawab Merisa mengeluh
"Oh.... ternyata kamu mau ngebantah mama ya,sini kamu, nunduk!!!"ucap mama merisa marah,dan langsung mengambil tali pinggang
"Ampun ma..."ucap merisa ketakutan yang melihat tali pinggang
"tidak ada kata ampun untuk kamu"ucap mama merisa sambil mengarahkan tali pinggang ke arah Merisa
"P****LAK PLAK PLAK" suara cambukan
"Ampun maa..."ucap merisa menangis merintih kesakitan
"Cepat kemasi barang barang kamu,lalu pergi dari sini dan jangan kembali lagi!!"ucap mama merisa tegas!!
"Baik ma,aku akan pergi,tapi aku minta satu permintaan,mama jangan pernah panggil aku anak mama lagi"ucap merisa sambil menahan sakitnya
"Baik"ucap mama merisa,setuju dengan permintaan Merisa
__ADS_1
Merisa pun pergi membawa koper yang berisi baju dan kursi rodanya