Surprising Change

Surprising Change
jalan - jalan bersama Darchell


__ADS_3

Lalu mereka pamit pulang kepada pak kepala sekolah



Sesampainya di rumah Merisa.


"Terimakasih ya om, Dercy, sudah mengantarkanku pulang" ucap Merisa.


"Iya, sama-sama kami pulang dulu ya" ucap papa Dercy.


Merisa lalu masuk ke dalam rumahnya, dan berbaring di kasur.


Lalu Darchell keluar dari cincin.


"Emmm, Merisa. Soal pertanyaan mu tadi" ucap Darchell.


"Pertanyaan apa?" Potong Merisa.


"Ternyata Merisa lupa" batin Darchell.


"Ah, tidak jadi" jawab Darchell.


"Yayaya, sekarang kamu jangan ganggu aku, aku pengen istirahat dulu sambil main hp, aku pusing mengerjakan soal yang diberikan kepsek tadi" ucap Merisa. "Gak mandi dulu?" Tanya Darchell.


"Nanti aja ah, aku malas" jawab Merisa.


"Oh ok" ucap Darchell


♤lalu Merisa tertidur♤


"Sepertinya dia terlalu lelah, aku akan meringankan beban dia" ucap Darchell sambil mengusap kepala Merisa


Lalu Darchell meringankan beban Merisa dengan kekuatan ajaib, Merisa akan merasa tubuh nya menjadi lebih ringan


"Jika Merisa ingat pertanyaan nya yang tadi aku mau jawab apa ya" ucap Darchell sambil berfikir


Lalu Darchell melihat KTP Merisa (Disini dari bayi harus punya KTP)


"Hah? ternyata besok Merisa ulang tahun" ucap Darchell kaget. "sepertinya dia lupa ulang tahunnya karna terlalu sibuk rebahan" sambung Darchell

__ADS_1


Lalu Dercy numpang mandi di kamar mandi Merisa


Tak lama kemudian Merisa terbangun


"Lalala lililili lululu" ucap Darchell menyanyi di kamar mandi


"Huahhh, hah suara siapa itu dikamar mandi" ucap Merisa kaget. Lalu Merisa ingin mencari tau siapa yang ada di kamar mandi. Merisa berjalan pelan-pelan ke kamar mandi. Saat Merisa sampai di depan pintu, Merisa memegang gagang pintu dan ingin membuka pintu. Di saat bersamaan Darchell juga sudah selesai mandi dan ingin membuka pintu. Saat pintu terbuka. "AAAAAAAAAA" teriak Mereka berdua karena terkejut.


"Ah ternyata kamu Darchell, kok kamu ada di sini sih?" Tanya Merisa. "Aku penasaran gimana mandi di kamar mandimu, jadi kupikir sekali-sekali aku coba mandi di sini. Lagian tadi kamu lagi tidur, kok kamu tiba-tiba ada di depan pintu sih?" Ucap Darchell. "Ya kamu sih, tadi pas aku baru bangun tidur aku dengar ada suara seseorang sedang menyanyi dan suara itu berasal dari kamar mandi. Ya aku kaget dong, aku pikir siapa coba yang mau mandi di rumah aku. Terus aku penasaran jadinya aku ke kamar mandi. Pas aku buka pintunya bersamaan kamu buka jadinya aku kaget" Ucap Merisa menjelaskan kepada Darchell. "Owh gitu" jawab Darchell "yaudah deh pakai baju sana, nanti masuk angin loh" ucap Merisa. "Siap bos" jawab Darchell, lalu Darchell pergi ke dalam cincin. "Ya ampuuuunnn. Darchell ganteng banget kalo abis mandi gituuu. Coba aja Darchell itu manusia"batin Merisa. Tanpa disadari Merisa pun mimisan karena melihat kegantengan Darchell


Tak lama kemudian Darchell keluar dari cincin


"Merisa.. hidung kamu keluar darah, sebentar sebentar aku ambilin tisu" ucap Darchell panik. "Ah iya hidungku keluar darah, tolong-tolong" ucap Merisa panik karena baru menyadari hidungnya keluar darah


Lalu Darchell memberi Merisa tisu


"Syukur keburu" ucap Darchell sedikit lega. "Iya, makasih Darchell" ucap Merisa. "Iya sama-sama" jawab Darchell. "ngomong-ngomong kamu kenapa bisa mimisan?" tanya Darchell


"Mungkin aku kepanasan nungguin papanya Dercy ngobrol, tapi efeknya baru sekarang" jawab Merisa.


"Merisa" terdengar suara Dercy memanggil Merisa.


"Merisa. Eh kamu kok mimisan?" Tanya Dercy panik.


Lalu Dercy membantu Merisa membersihkan darah.


Darchell yang melihat nya sedikit cemburu.


"Ih kok anak ini deket banget sih sama Merisa, aku kan cemburu. Gimana kalau aku kerjain aja, hehehe" batin Darchell.


Pertama Darchell menyentuh Dercy, Dercy tidak menghiraukan karena pikirnya hanya perasaan ny saja. Lalu Darchell mengangkat barang, di mata Dercy barang itu seolah melayang. "Aaaaaaaa, ada hantuuuuuu. Aaaaaaaaa" ucap Dercy berteriak sambil keluar dari rumah Merisa. "Ha? Hantu?" Ucap Merisa bingung. Lalu Merisa melihat ke belakang. "Ternyata kamu ya Darchell? Kamu gak boleh ngejahilin orang kayak gitu" ucap Merisa sedikit marah. "Ya maaf" ucap Darchell meminta maaf. "Yaudah deh ga papa, soalnya tadi agak lucu sih, hihihi" ucap Merisa sedikit tertawa. "Lain kali kita ngerjain orang lagi ya" ucap Merisa berencana jahil. "oke Merisa" jawab Darchell setuju dengan ide Merisa. "Darchell kita pergi jalan-jalan yuk, mimisan ku udah berenti nih" ucap Merisa. "Oke deh, tapi kamu nggak mau mandi dulu?" tanya Darchell. "Nggak usah deh pulang dari sana aja mandinya" ucap Merisa


Lalu Merisa pergi bersama Darchell


Lalu dijalan semua laki-laki memperhatikannya


Lalu ada preman yang menghampiri Merisa


"Cantik, ayo sini ikut aku" ajak preman itu.

__ADS_1


"Merisa hati-hati kayaknya orang ini ada niat buruk sama kamu" bisik Darchell. "Iya, aku juga rasa dia ini penjahat" bisik Merisa


"Kalau aku nggak mau gimana?" Tanya Merisa berani (padahal di dalam hati Merisa, aduh tolong aku, kalau minta bantuan Darchell juga percuma dia kan nggak bisa berantem sama penjahat ini).


Orang-orang terpukau melihat keberanian Merisa


"Kamu terlalu dingin ya, dan kamu juga berani, cantik lagi, siapa coba yang nggak tergoda sama kamu" ucap Preman sedikit menggoda. "aku harus tolong Merisa" batin Darchell.


Lalu Darchell memukul-mukul kepala penjahat itu, orang-orang hanya menertawai penjahat itu, karena dia kesakitan tanpa ada orang yang memukulnya


"Kamu beruntung gadis kecil, lain kali aku tidak akan melepaskanmu" ucap penjahat berlari pergi


(Prok prok prok) suara tepuk tangan semua orang karena Merisa telah bisa membuat Preman kabur ketakutan


"Terimakasih Darchell" ucap Merisa berbisik. "Iya sama-sama" jawab Darchell bangga. Lalu Merisa dan Darchell lanjut jalan jalan. "Wiiih udah sore niiih, gimana kalau kita liat sunset aja?" Saran Merisa. "Emang dimana?" Tanya Darchell. "Gimana kalau taman aja?" Merisa memberikan saran lagi "Boleh tuh" jawab Darchell


Merisa dan Darchell melihat sunset ,Merisa fokus melihat sunset. Sedangkan Darchell memandangi Merisa dari sebelem sunset sampai sesudah sunset. "Waaah, sunset nya indah sekali ya" ucap Merisa. "Ya, seindah dirimu Merisa" ucap Darchell pelan. "Ha?" Jawab Merisa kaget. "Ah bukan apa apa kok" jawab Darchell berbohong. "Oh baiklah" jawab Merisa. "Udah malam nih,aku juga udah lapar kita cari makan dulu yuk"ucap Merisa. "Ayuk,aku juga udah lapar"jawab Darchell. "Lalu mereka mencari makan,wah ada warung tu kita makan disana aja yuk"ajak Darchell


Lalu mereka pergi ke warung itu,Merisa memesan nasi goreng,lalu Darchell juga mau nasi goreng,Merisa memesan 2 porsi nasi goreng,lalu pak penjual segera membuatkan nasi gorengnya


"Anak ini banyak sekali makannya 2 porsi,dan lagi sepertinya dia anak orang kaya kok makan di warung biasa seperti ini ya"gumam pak penjual


"Ini dek nasi goreng nya udah siap"ucap Pak penjual sambil memberikan nasi gorengnya. "Iya terimakasih pak"jawab Merisa


Lalu mereka berdua makan dengan lahap


Lalu pak penjual melihat sendok makan yang punya Darchell tiba tiba terbang lalu pak penjual kaget


"K-ke-kenapa sendok nya bergerak sendiri"ucap pak penjual


"Darchell turunin sendok makan kamu nanti dikira orang aku membawa makhluk gaib lagi"ucap Merisa.lalu Darchell segera menurunkan sendok makannya


"Hmm dimana pak ada sendok melayang?"tanya Merisa pura-pura tidak tau. "Disampingmu tadi ada sendok melayang"ucap pak penjual." Masa sih pak,kok nggak ada ya,kali bapak berhayal"jawab Merisa. "Mungkin iya"jawab pak penjual


Lalu mereka berdua segera menghabiskan makanan mereka,lalu Merisa membayar makanannya dan pulang


¤▪︎¤ Diperjalanan pulang ¤▪︎¤


"Huhh kamu ini ada - ada aja sih,untuk pak penjual itu tadi percaya sama tipuanku"ucap Merisa sedikit marah. "Maaf ya Merisa tadi aku terlalu lapar"jawab Darchell. "Iya deh aku maafin"ucap Merisa

__ADS_1


__ADS_2