
Lalu tak lama kemudian Merisa tertidur
Keesokan paginya
"Merisa... Merisa.... bangun" ucap Darchell membangunkan Merisa. Lalu Merisa membuka matanya "Ya? Ada apa Darchell?" tanya Merisa masih setengah sadar. "Gimana kemarin jadi kamu tanya ke Dercy?" tanya Darchell penasaran. "Oh iya aku lupa karena ke asikan main" ucap Merisa
Lalu Merisa duduk berjalan mengambil handuk dan pakaian lalu ia masuk ke kamar mandi
"Yahh langsung aja masuk ke kamar mandi" ucap Darchell kecewa
Lalu Darchell pergi keluar
"Aaaaaaa a-ada mayat" ucap Darchell kaget melihat Cerry
Lalu Darchell memperhatikan wajah Cerry
"Kayaknya aku kenal anak ini" ucap Darchell sambil mengingat-ngingat. "Oh iya ini kan si pembully Merisa, tapi nggak berhasil-berhasil" sambung Darchell
Lalu Merisa selesai mandi, ia langsung keluar
"Eh Darchell, ngapain kamu keluar?" tanya Merisa. "Aku mau cari udara segar eh malah ngelihat mayat di depan pintu" ucap Darchell santaiii... "mayat? Sebentar.... Jangan-jangan kamu kira Cerry ini mayat ya?" tanya Merisa. "Iya" balas Darchell
Lalu tak lama kemudian Cerry terbangun dari tidurnya
"Hacih.. hacih... dingin banget, jam berapa sih?" tanya Cerry tidak sadarkan diri. "Sekarang ini jam 07.00" balas Merisa. "Ooooh" jawab Cerry santai
Lalu Cerry melanjutkan tidurnya
Lalu Dercy datang
"Merisa udah siap berangkat sekolah?" tanya Dercy. "Udah kok tinggal ambil tas" jawab Merisa
__ADS_1
Lalu Dercy memperhatikan wajah Cerry
"Ini Cerry kan Merisa?" tanya Dercy sedikit teriak. "Iya" balas Merisa.
Lalu Merisa dan Dercy pun berangkat
"Tadi kok Cerry ada di teras rumah mu?" tanya Dercy. "Nggak tau dia menginap di depan teras ku" jawab Merisa. "Oooh, dia nggak pergi sekolah?" tanya Dercy. "Oh iya dia nggak pergi sekolah ya, aduh aku lupa kalau dia juga sekolah" ucap Merisa sedikit panik. "Terus gimana?" tanya Dercy. "Ah aku tau gini aja, pertama kamu telpon pelayan mu minta tolong bangunin Cerry, sekalian antar dia pulang, supaya dia siap-siap" ucap Merisa menjelaskan. "Baiklah" balas Dercy setuju
Lalu Dercy menelepon telepon rumahnya, dan yang mengangkat salah satu pelayannya, lalu Dercy minta tolong untuk membangunkan Cerry, dan mengantarkan ia pulang
Sesampainya di sekolah
"Untung nggak telat" ucap Merisa
Lalu mereka masuk ke kelas setibanya mereka di kelas, bel masuk langsung berbunyi
"Halo anak-anak, Ibu absen dulu ya" ucap bu guru
Di rumah Dercy
Lalu Cerry terbangun dan langsung diantarkan pulang, untungnya ia masih ingat jalan pulang ke rumahnya, ia mengetuk pintu. Lalu mama Cerry pun mebukakan pintu "Cerryyyy, bandel kamu ya. Kamu dari mana aja semalaman nggak pulang?!" Ucap mama Cerry. "Ya maaf sih ma, aku ketiduran" jawab Cerry masih mengantuk. "Huh anak ini, ya sudah cepat masuk lalu bersiap-siap pergi ke sekolah" perintah mama Cerry. Cerry pun langsung masuk ke kamar dan pelayan Dercy pamit ingin pergi.
"Aduhhh kayaknya aku masuk angin deh karena semalaman tidur di luar. Aku izin aja lah hari ini sekolahnya" ucap Cerry lemas
Belum sempat mengakatan kepada ibunya bahwa Cerry ingin izin karena masuk angin, Cerry sudah tertidur.
"CERRY ayo cepat turun kita berangkat" ucap mama Cerry. "CERRYYYY" teriak mama Cerry. "Huh anak ini menyusahkan saja, coba aku lihat aja dia di kamarnya" ucap mama Cerry sambil berjalan menuju kamar Cerry.
Saat sampai di kamar Cerry, mama Cerry melihat Cerry yang belum siap dan masih dalam keadaan tidur. Mama Cerry pun berusaha membangungkan Cerry, ia pun menggoyangkan tubuh Cerry dan ternyata tubuh Cerry panas. "Ohhh ternyata anak ini masuk angin, ya udah deh dia nggak usah sekolah, aku akan menuliskan surat izin dan mengantarkannya ke sekolah" ucap mama Cerry berbicara sendiri
Di sekolah
"Berarti yang tidak hadir hanya Cerry" ucap Ibu guru. "Iya bu" jawab para murid. "Ada yang tau Cerry kenapa tidak hadir?" tanya Ibu guru lagi. "lah Cerry ke manaa? kok belum datang sih? kan tadi kamu sudah suruh pelayan kamu bangunin sama antarin dia pulang" bisik Merisa. "ya mana aku tauu" balas Dercy berbisik juga.
__ADS_1
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya ibu guru ketika melihat Dercy dan Merisa berbisik. "Anu bu Itu, kemarin malam aku dan Dercy pergi ke mall, saat pulang aku melihat Cerry tertidur di depan rumahku. Karena tak tega membangunkannya aku hanya meletakkan kardus saja di atas tubuhnya. Saat aku ingin berangkat pagi ini, ternyata Cerry masih di depan rumahku dan masih tertidur, jadi aku minta pelayan Dercy mengantarkan Cerry ke rumahnya" ucap Merisa menjelaskan kepada bu guru.
Lalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kelas. Bu guru membukakannya dan ternyata itu adalah pak satpam. "Bu, ini ada surat dari mamanya Cerry" ucap pak satpam sambil memberikan surat dari mama Cerry. "Baiklah" jawab bu guru menerima surat dari pak satpam. Pak satpam pun pergi dan bu guru menutup pintu.
Lalu bu guru membaca surat yang diberikan mama Cerry. "Cerry kenapa bu?" Ucap salah satu teman Cerry yang penasaran. "Cerry hanya masuk angin, mungkin karena dia tidur di depan rumah Merisa" ucap bu guru. "Oke anak-anak sekarang kita lanjutkan pelajarannya" ucap bu guru.
(Kriiingg kringg kriiiingggg) bel pulang
"Merisa, kamu pergi ke rumah aku lagi kan hari ini untuk belajar sama-sama?" Tanya Dercy. "iya iya" jawab Merisa. "Eh Dercy, kita jenguk Cerry dulu yuk sebelum belajar bersama" ajak Merisa. "ya aku ikut-ikut aja sih" jawab Dercy.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing untuk mengganti baju. Lalu mereka membeli buah-buahan untuk Cerry. Karena Dercy kaya, mereka membeli banyak sekali buah-buahan. Bahkan tidak hanya buah-buahan, mereka membeli banyak roti-rotian dan sebagainya.
Sesampainya di rumah Cerry
Di rumah Cerry ternyata teman-teman Cerry juga mengunjungi Cerry. Lalu Merisa dan Dercy pergi ke kamar Cerry dengan membawa buah-buahan dan sebagainya. "Hai Cerry, apa kabarmu?" Tanya Merisa. "Baik" jawab Cerry cuek.
"Kalian pokoknya harus bisa menjahili atau mengganggu Merisa, dia telah membuat aku jadi begini" bisik Cerry kepada teman-temannya. "Merisa, aku rasa mereka membicarakan mu" ucap Dercy bisik ke Merisa. "Ya, rasanya kamu benar" balas Merisa.
"Cerry, ini ada oleh-oleh dari aku dan Dercy. Dimakan ya, semoga kamu cepat sembuh. Aku dan Dercy sepertinya tidak bisa lama-lama deh. Soalnya kami mau belajar. Kami duluan ya" ucap Merisa ke Cerry. "Ya, terimakasih" jawab Cerry cuek. Lalu Merisa dan Dercy keluar dari kamar Cerry. "Merisa pasti hanya pura-pura baik di hadapan Dercy. Aku tau sebenarnya dia masih seperti dulu. Dia saja masih menjailiku kemarin sampai aku jadi begini" ucap Cerry ke teman temannya. "Tenang saja kami akan menjahili Merisa" ucap salah satu teman Cerry. "Ya memang harus begitu" balas Cerry.
"Ternyata benar, mereka membicarakan aku" ucap Merisa yg ternyata masih ada di depan kamar Cerry. "Merisa, bagaimana ini? Mereka mau menjahili mu" tanya Dercy. "tak apa, aku bisa kok melawan mereka" ucap Merisa santai.
Lalu mereka pergi dari rumah Cerry.
"Kita mau belajar di rumah siapa?" Tanya Dercy. "Dirumah kamu ajalah, biar dapat banyak cemilan. Hahaha" ucap Merisa tertawa. "hahaha oke oke" jawab Dercy ikut tertawa
Sesampainya di rumah Dercy
"Tolong bikinin cemilan dan minuman ya" ucap Dercy ke pelayan. "Baik" jawab pelayan Dercy. Lalu pelayan Dercy pergi ke dapur. "Hari ini kita belajar apa Der? Tanya Merisa. "kita belajar pelajaran matematika lagi soalnya matematika itu materinya susah" jawab Dercy. Lalu mereka belajar matematika.
Tak lama kemudian.
"Ini cemilan dan minumannya" ucap pelayan Dercy sambil meletakkan cemilan dan minuman ke meja. "Ya, kamu boleh pergi" ucap Dercy.
__ADS_1
Lalu pelayan Dercy pergi