
ucap Merisa

"Terimakasih ya sudah menyimpannya" ucap Merisa.
"Iya" jawab Dercy.
Sesampainya di Mall
"Eh Dercy, kesitu yuk" ucap Merisa sambil berlari menuju toko perlengkapan anak gadis.
"Eh, tungguin dong" ucap Dercy.
Merisa menghabiskan banyak waktu untuk memilih-milih barangnya, sampai-sampai Dercy tertidur. Di toko tersebut terdapat seluruh kebutuhan anak gadis, mulai dari baju, perhiasan, sepatu dan lain lain. Termasuk perlengkapan sekolah anak gadis.
Merisa mengambil banyak sekali barang.
Lalu Merisa membangunkan Dercy dan langsung ke kasir.
"Saya bayar pake kartu ATM" ucap Merisa sambil menyerahkan kartu ATM nya ke mbak kasir.
"Maaf dek, saldo tidak mencukupi" kata pelayan penunggu kasir.
"Duh, gimana dong Dercy" ucap Merisa panik sambil memasang muka memohon seolah-olah memohon belanjaanya dibayarkan.
"Huh, iya deh biar aku aja yang bayarin" ucap Dercy pasrah.
"Yey makasih" ucap Merisa sambil memeluk Dercy.
Seketika wajah Dercy memerah karena malu.
"Yaudah sana bayar" ucap Merisa.
"Iya iya" jawab Dercy
"Hahh jantungku berdebar sangat kencang" batin Dercy
Setelah banyak berbelanja mereka pergi mencari makan
"Hei Merisa, kamu mau makan apa?" tanya Dercy sambil berjalan mencari makan
"Aku ingin yang hangat-hangat" ucap Merisa
"Hmmm yang hangat ya, gimana kalau kita makan bakso aja" saran Dercy
"Boleh juga tuh, aku juga udah lama nggak makan bakso, ayo kita cari aku udah lapar banget nih" ajak Merisa semangat
"Ya udah ayok" jawab Dercy
Setelah lama mencari
"Dercy Dercy, itu ada orang yang menjual bakso" ucap Merisa
"Iya, kesana yuk" ajak Dercy
"Iya" jawab Merisa
Merisa segera berlari ke tempat penjual bakso
"Pak, saya beli bakso 2 porsi makan disini ya" ucap Merisa yang sedang memesan bakso
"Iya dek, ditunggu dulu ya" ucap penjual bakso
"Iya. Dercy kita duduk disana yuk, sambil menunggu bakso disiapkan" ajak Merisa
"Iya iya" ucap Dercy
Lalu pesanan mereka datang
"Merisa aku mau tanya" ucap Dercy
"Tanya aja" jawab Merisa sambil memakan bakso
"Kamu sering ya peluk laki-laki?" tanya Dercy
"Uhuk uhuk, apa katamu? peluk?"ucap Merisa tersedak
"Iya, soalnya tadi kamu tiba-tiba memeluk aku" ucap Dercy
__ADS_1
"Oh aku memelukmu tadi sebagai ucapan terima kasih saja nggak ada maksud lain kok" ucap Merisa menjelaskan
"Oh gitu ya" jawab Dercy
"Jangan jangan kamu pikir aku memeluk mu karena..." ucap Merisa
"Nggak kok, aku kira kamu tadi kesambet apa, tiba-tiba memelukku" ucap Dercy sedikit berbohong.
Selesai makan bakso
"Aku mau bayar dulu deh" ucap Merisa. "Eehhh nggak usah biar aku aja" jawab Dercy. "Ya udah deh" ucap Merisa lagi. "Yes, Dercy yang bayarin. Uangku nggak berkurang deh" batin Merisa.
Tiba-tiba Dercy datang. "Merisa, pulang yuk. Udah malam ini" ucap Dercy. "Ya udah ayo" jawab Merisa.
Di perjalanan pulang
"Dercy, di lapangan itu kenapa ada rame-rame?" Tanya Merisa. "Ohh, itu ada pasar malam" jawab Dercy. "Dercy..... kesana yukk" ucap Merisa memohon. "Nggak usah lah Mer, udah malam ini" jawab Dercy. Merisa pun memohon lagi "Ayolah Der. Please....." karena Dercy tidak kuat melihat Merisa memohon, akhirnya mereka pergi ke pasar malam itu.
Lalu Merisa berlari ke arah wahana kuda kuda.
"Der, naik ini yuk" ucap Merisa.
"Aku ikut ikut aja" jawab Dercy.
Setelah bermain wahana kuda-kuda Merisa mengajak Dercy bermain bom-bom car. Merisa selalu menabrak mobil Dercy sementara Dercy sangat sulit bergerak menggunakan mobilnya.
Setelah main bom-bom car
"Mer, pulang yuk. Udah capek nih". Ucap Dercy.
"Kamu lemah banget sih, masa cuma segitu aja udah capek" Ucap Merisa.
"Ih, kamu kan gak tau gimana rasanya nungguin kamu belanja di Mall tadi" ucap Dercy.
"Yaudah deh satu wahana lagi aja ya" ucap Merisa memohon.
"Iya deh iya" ucap Dercy pasrah.
"Ayo kita ke bagian belakang lapangan, katanya disana ada kano kita naik itu aja yuk" ajak Merisa
"Yahh... berarti aku dong yang ngedayung?" Tanya Dercy. "Ya iya lah, masa aku?" Jawab Merisa. "Ya udah deh" ucap Dercy pasrah.
"Nahhh ini nih danaunya" ucap Merisa. "Dercy ayo kamu naik duluan. kamu duduk di belakang ya" ucap Merisa lagi. "Iya iya" ucap Dercy sedikit tak rela. Mereka pun menaiki kano mengelilingi danau. _"Merisa kalau dilihat-lihat cantik dan manis ya"_ batin Dercy. "kamu kenapa? kok ngeliatin aku sambil senyum senyum?" tanya Merisa. "Si-siapa yang ngeliatin kamu aku ngeliatin pemandangan kok" alasan Dercy, Dercy pun salah tingkah(salting)dihadapan Merisa
"Kamu nggak bilang apa-apa ya" ucap Merisa ragu. "Iya" jawab Dercy
"Eh Merisa kita pulang yuk" ajak Dercy
"Ya udah deh kita pulang" jawab Merisa
Lalu mereka berdua turun dari kano
"Khusus malam ini, gratis!! bagi yang naik Biang lala dengan pasangannya" teriak salah satu bapak biang lala
"Aku pasti tidak akan mau walaupun gratis" ucap Dercy
"Wah gratis!! Ayo Dercy kita naik" ucap Merisa sambil menyeret Dercy menaiki biang lala
"Pak ini pasanganku, kami mau naik, gratis kan?" tanya Merisa
"Iya gratis, silahkan naik dek" ucap pak biang lala ramah
Lalu Merisa segera menyeret Dercy ke bangku biang lala
"Aku nggak mau naik Merisa, aku takut ketinggian" ucap Dercy ketakutan
"Masa takut sih nggak apa-apa tau nikmatin aja, lagian ini juga gratis jadi kamu nggak perlu keluarin uang" ucap Merisa sambil menjelaskan
"Tapi kan kita bukan pasangan" ucap Dercy
Dercy berbicara barengan dengan biang lala sampai di puncak
"Wahh keren sekali!!!" ucap Merisa tidak mendengarkan yang di ucapkan Dercy
"Hei kamu dengar nggak sih apa yang aku bilang?" ucap Dercy
"Nggak" jawab Merisa sambil melihat pemandangan
"Kamu itu harus nya dengarin apa yang orang lain bilang ke kamu, kamu harus menghargai orang lain berbicara" ucap Dercy sedikit ngomel-ngomel
__ADS_1
Sementara Merisa tetap tidak mendengarkan
{Sementara Darchell di dalam cincin}
"Iya begitu terus Merisa, kacangin terus dia, aku mendukungmu" ucap Darchell mendukung
Setelah beberapa lama akhirnya mereka turun
"Gimana? seru nggak naik biang lala, nggak menakutkan bukan" ucap Merisa
"Iya nggak menakutkan, tapi gak seru" ucap Dercy tidak bersemangat
"Kenapa nggak seru" tanya Merisa
"Karna kamu ngacangin aku berbicara" ucap Dercy kesal
"Apa benar begitu?" tanya Merisa
"Iya benar" jawab Dercy
"Kalau begitu maaf ya, aku sudah lama nggak menaiki biang lala, terakhir aku naik di umur 6 tahun, aku sangat suka melihat pemandangan dari biang lala" ucap Merisa
"Oh gitu ya" jawab Dercy
"Ya udah kali ini kita akan pulang" ucap Dercy
"Iya iya" jawab Merisa
Sepanjang jalan pulang mereka hanya diam
"Kok Merisa diam gini sih, kan rasanya jadi ga enak" batin Dercy
"Kalau papa masih ada pasti sekarang aku lagi sama papa bukan sama Dercy" batin Merisa
1 menit kemudian
"Aduh dia masih diam" batin Dercy
2 menit kemudian
"Kok kamu diam aja sih Merisa" batin Dercy gelisah
10 menit kemudian
"Aku harus memulai pembicaraan" batin Dercy
"Hmm Merisa" ucap Dercy
"Yeayy akhirnya kita sampai" potong Merisa
"Eh iya ya kita udah sampai" jawab Dercy
"Padahal aku baru mau memulai pembicaraan ternyata udah sampai" batin Dercy
"Terimakasih ya Der besok besok kita jalan-jalan lagi ya" ucap Merisa
"Iya sama-sama" jawab Dercy
"Tapi kayaknya ada yang aneh deh Mer, tapi apa ya??" ucap Dercy sambil mengingat
"Eh apa ya yang aneh" ucap Merisa
"Oh iya belanjaan kamu kemana?" tanya Dercy
"Oh iya ya belanjaanku dimana ya" Ucap Merisa tanya balik
Sebelum masuk ke pasar malam
"Nona silahkan letakkan barang anda di sini nanti setelah bermain anda bisa mengambilnya kembali" ucap salah satu pelayan penitip barang
"Oh baiklah" jawab Meisa
Lalu Merisa meletakkan belanjaannya di tempat penitipan barang
"Oh iya tadi aku menitipnya di penitipan barang pasar malam" ucap Merisa
"Ya udah deh nanti aku minta tolong sama supirku untuk menjemput belanjaan mu" ucap Dercy
"Oke makasih ya Der, oh iya, jemputnya sekarang aja soalnya baju aku yang untuk malam ini ada di sana" ucap Merisa
__ADS_1
"Ya udah aku pergi dulu minta tolong ke sopirku ya" jawab Dercy
Lalu Dercy pergi mencari sopirnya