Surprising Change

Surprising Change
bayinya dibawa pulang?


__ADS_3

"Ada di dalam, silahkan masuk pa" ucap Merisa mempersilahkan masuk


Lalu papa tiri Merisa masuk


"Kamu disini sendirian?" tanya papa tiri Merisa. "Iya pa" jawab Merisa


"Aku nggak dianggap nih ceritanya" ucap Darchell yang sedang menjaga bayi di kamar


"Hari ini kamu nggak sekolah?" tanya papa tiri Merisa. "Sekolah kok pa" jawab Merisa. "Lalu yang menjaga anak papa siapa?" tanya papa tiri Merisa. "Aduh aku bilang siapa ya,masa aku bilang Darchell sih" batin Merisa. "Apa aku jawab nitip sama pembantu Dercy aja ya? Yaudah deh itu aja" batin Merisa lagi.


"Aku nitip sama pembantu teman aku pa" ucap Merisa menjawab pertanyaan dari papa tirinya. "Pembantunya nggak kerja?" tanya papa tiri Merisa. "Hmmm jawab apa ya? Ah aku tau" Batin Merisa. "Pembantu temenku banyak pa, jadi bagi yg udah menyelesaikan pekerjaannya dia yang menjaga bayi papa" Ucap Merisa. "Oh gitu ya" jawab papa tiri Merisa. "Iya pa" jawab Merisa. "Papa disini dulu deh, aku mau buatin minum dulu" ucap Merisa


Lalu Merisa pergi ke dapur untuk membuatkan minum


"Sejak kapan anak itu bisa sopan" batin papa tiri Merisa


Tak lama kemudian


"Ini pa minumnya" ucap Merisa


Lalu Merisa ke kamar untuk mengambilkan bantal


"Ditidurin di bantal ini saja pa anaknya" ucap Merisa


Lalu anak kedua papa tiri Merisa ditidurkan di bantal


"Merisa walau kamu pura-pura baik sama papa, papa nggak akan mau kamu tinggal di rumah papa" ucap papa tiri Merisa yang salah kira. Papa tiri Merisa mengira bahwa Merisa baik karena ia ingin tinggal bersama papa nya. "Maksud papa apa ya?" tanya Merisa. "Kamu ini pura-pura ga tau ya?kamu pasti berpura-pura baik kan supaya kamu bisa tinggal lagi di rumah papa" ucap papa tiri Merisa


Lalu emosi Merisa meledak karena kebaikannya telah di sia-siakan


"Heh papa, rumah itu sebenarnya kan rumahku, kalo aku baik ya itu karena aku sekarang telah berubah, kok papa ini kayak ga mau kalo aku jadi baik, tadinya aku nggak mau nagih janji papa karena kasihan liat papa, tapi aku berubah fikiran karena papa berburuk sangka kepadaku, mana pa sertifikat saham nya?" tanya Merisa dengan kesal. "Kamu ini ya ternyata memang enggak ikhlas nolongin papa" jawab papa tiri Merisa


Lalu Merisa pergi ke dapur dengan kesal. Ia pun memasak dengan kesal

__ADS_1


"Ih pria tua itu berburuk sangka terus sih, harusnya bersyukur dilayani dengan baik eh dia nya malah berburuk sangka" batin Darchell kesal


"Kok anakku nggak nangis-nangis ya, padahal di rumah dia sering menangis" gumam papa tiri Merisa


"Mer Mer, papa boleh ke kamar kamu nggak?" tanya papa tiri Merisa. "Papa mau ngapain ke kamarku?" tanya Merisa. "Papa mau ngeliat anak papa" jawab papa tiri Merisa. "Ooh ya udah liat aja pa, tapi papa jangan liat-liat yang lain ya" ucap Merisa. "Kamu tolong jagain dulu anak kedua papa" ucap papa tiri Merisa. "Baik pa" jawab Merisa sambil mematikan kompor dan segera mencuci tangan


Lalu Merisa datang dan papa tiri Merisa meninggalkan anak keduanya di pangkuan Merisa dan masuk ke kamar Merisa


"Kok anakku tidur aja ya,apa jangan jangan dia telah..." gumam papa tiri Merisa sambil melihat ke arah anak pertamanya. Papa Merisa berburuk sangka dan berpikur bahwa anaknya sudah meninggal karena Merisa yang merawatnya. "Yaudah deh aku cek aja" gumam papa tiri Merisa lagi. Papa Merisa pun meletakkan tangannya di bawah lubang hidung anak pertamanya dan ternyata masih bernafas. Lalu papa tiri Merisa melihat perut anaknya dan ternyata perutnya masih bergerak. "huh, untung saja" ucap papa tiri Merisa lega.


"Kok bisa ya anak ini tidur dengan tenang disini, biasanya dia kalau di rumah selalu berisik dan susah kali untuk menidurkannya" ucap papa tiri Merisa berbicara sendiri. Papa tiri Merisa pun menggendong anak pertamanya, dan seketika anak itu bangun dan langsung menangis sangat kencang. Merisa yang mendengar tangisan anak pertama papa tirinya segera menyusul ke kamar.


Lalu Merisa pun meletakkan anak kedua papa tirinya di kasur dan mengambil anak pertama dari gendongan papa tiri Merisa. Dan ajaibnya seketika anak itu langsung berhenti menangis dan terdiam


"Kok bisa gitu sih,apa Merisa menggunakan sihir?"batin papa tiri Merisa yang bertanya - tanya


"nih pa anak papa udah nggak nangis lagi,papa gendong lagi ya pa,aku soalnya belum selesai masak,papa gendong anak pertama papa dikamar aja sekalian liatin anak kedua papa,oh iya papa mau makan malam disini nggak,kebetulan aku lagi masak steak"ucap Merisa


lalu Merisa kembali ke dapur


"tinggal sedikit lagi selesai deh,hari ini papa mau makan disini ya,aku potong semangkanya separuh yang aku beli aja deh"batin Merisa sambil memotong semangka


setelah memotong semangka


"wah steak nya udah jadi,nasinya juga udah matang,tinggal masak air deh"ucap Merisa


lalu Merisa memasukkan air ke dalam pemasak air,dan meletakkan ke kompor,


"aku siapin piring nya dulu deh,mau makan dimana ya,oh iya Darchell pasti juga mau makan,aku letakkan makanan Darchell di dalam kamar aja deh,sementara aku makan di ruang tamu sama papa"ucap Merisa


10 menit kemudian...


"wah airnya udah masak,masukkin ke termos dulu deh,yang di dalam termos aku masukkin ke dalam teko"gumam Merisa

__ADS_1


lalu Merisa menyalin air termos ke dalam teko dan menyalin air yang baru matang ke dalam termos


"aku mandi dulu deh,setelah itu baru menyajikan makanannya"ucap Merisa


lalu Merisa ke kamar untuk mengambil baju


"Kamu mau ngapain Mer buka lemari?"tanya papa tiri Merisa


"aku mau mengambil bajuku,soalnya aku mau mandi"balas Merisa


"Ooooh, ya udah deh mandi aja,ganti bajunya jangan dikamar ya,di kamar mandi aja"ucap papa Merisa


"aku memang mau mengganti baju di kamar mandi"jawab Merisa


lalu Merisa pergi ke kamar mandi


di dalam kamar mandi


tiba tiba Darchell keluar dari cincin


"Mer,maaf kalo aku nggak sopan karna tiba - tiba keluar,tapi kamu yakin mau tinggalin papa kamu di kamar?"tanya Darchell


"Kamu ini bikin kaget aja,untung aku belum buka pakaian"jawab Merisa


"Oii Mer jawab kenapa"balas Darchell


"aku itu yakin,lagian kan dia papa tiri ku kayaknya dia nggak bakal macem - macem,lagian dia juga lagi gendong anak pertamanya"ucap Merisa


"tapi Mer..."jawab Darchell


"udah ah,mending kamu keluar aja,ga baik tau kalo perempuan dan laki laki berdua duaan dikamar mandi"balas Merisa


lalu Darchell menyerah dan masuk ke dalam cincin

__ADS_1


__ADS_2