
"Apakah kamu tau kenapa kamu di namakan Merisa?" ucap mama angkat Merisa yang sedang bercerita tentang asal usul Merisa sebenarnya
"Aku sebenarnya tau apa arti nama ku karena
papa (di dunia asli) pernah cerita ke aku tapi gak tau sama apa ga artinya di dunia novel"
gumam Merisa
"Kok kamu bengong,kamu tau apa ga arti nama kamu"ucap mama Merisa sambil mengelus kepala Merisa
"Hm...... aku ga tau ma apa arti nama ku"ucap Merisa,Merisa berbohong kepada mama nya karena ia takut nanti arti namanya berbeda dari dunia aslinya
"Arti nama kamu itu intuitif,idealis,dan pemimpin"ucap mama Merisa yang menjelaskan kepada Merisa
"Ooooo jadi arti nama ku itu ya"ucap Merisa
"ternyata berbeda artinya kalau di duniaku asli ku arti nama Merisa adalah cerdas dan setia kepada teman" gumam Merisa
"Yang memberi nama Merisa ke aku siapa ma?"lanjut Merisa
"Yang beri nama Merisa itu adalah raja dan ratu kerajaan ini"jawab mama Merisa
"Raja yang kemarin itu?"
"Iya"
"kalau Ratunya mama?"
"Tidak,Ratunya itu mama kamu,mama kandung kamu"jelas mama Merisa
"Kok papa ga ingat sama aku padahal dia yang memberi nama aku"ucap Merisa dengan wajah kesal
"Karena waktu perang papa kamu terbentur lalu hilang ingatan"jawab mama Merisa
__ADS_1
"Apa ingatan papa ga bisa balik lagi?"tanya Merisa yang berharap ingatan papa nya kembali
"Mungkin bisa,tapi di kerajaan ini belum ada yang pernah hilang ingatan jadi ga tau bisa apa ga"ucap mama Merisa
"Masa belum ada yang pernah hilang ingatan,di dunia ku mah banyak yang hilang ingatan,tapi aku gak tau obatnya apa" gumam Merisa sambil memikir obat untuk papanya yang hilang ingatan
"Ris,kok kamu bengong lagi"ucap mama Merisa sambil melambaikan tangan nya di depan wajah Merisa
" Ga kok ma,kayaknya ada obatnya,nanti aku cari tau ya ma,semoga obatnya ketemu biar papa bisa cepat - cepat ingat sama risa lagi"ucap Merisa dengan semangat
"Oh iya,kalau ga salah mama,mama ada nyimpan buku tentang obat - obatan nanti mama cari lagi"ucap mama Merisa sambil mengingat tempat bukunya
"Papa kamu juga nitip alat pembantu untuk jalan,kata papa kamu biar pas kamu udah besar bisa merasakan berjalan seperti anak lainnya,coba kamu pakai ini"ucap mama Merisa sambil menyodorkan alat pembantu untuk jalan kepada Merisa
"Iya nanti aku pakai ketika mau ke kamar,Ma aku mau tanya aku cacat dari lahir ya?"ucap Merisa
"Ga sayang,kamu cacat karena perang,ketika kamu mau di selamatkan kaki kamu terkilir karena cara mengendong kamu yang tidak benar"jelas mama Merisa
"Siapa yang menyelamatkan aku ketika perang?"
"Merisa kamu mulai sekarang belajar mengontrol emosi ya,mama lihat kalau sama orang lain kamu suka marah marah,kamu juga belajar sopan santun ya"ucap mama Merisa yang memberi nasihat kepada Merisa
"Iya ma,aku akan berusaha berubah"jawab Merisa
"Baguslah kalau kamu mau berusaha"ucap mama Merisa
"Ya udah aku balik ke kamar dulu ya ma"ucap Merisa yang pamit untuk ke kamar
"Iya,alat nya jangan lupa dipakai"jawab mama Merisa sambil mengingatkan
"Iya ma"ucap Merisa
Merisa memasang alat itu dibantu oleh mama nya,ia sangat senang bisa merasakan berjalan lagi,tetapi ia juga sedih karena papa nya hilang ingatan,Merisa pergi ke kamar untuk mengganti pakaian nya,lalu ia pergi ke perpustakaan khusus kerajaan,ternyata di perpustakaan khusus kerajaan banyak anak yang seumuran dengan nya
"Halo,kamu tuan putri kerajaan disini ya?"ucap salah satu anak di perpustakaan itu
__ADS_1
"Iya aku putri kerajaan disini,kamu siapa?"ucap Merisa dengan sopan,karena teringat nasihat mama nya tadi
"Aku putri dari kerajaan seberang, nama ku Auristela"ucap anak itu yang memperkenal kan dirinya
"Kalau nama putri siapa?"tanya Auristela
"Nama ku Merisa"jawab Merisa
"Putri Merisa juga suka baca buku?"tanya Auristela kepada Merisa yang sedang mencari - cari buku tentang obat - obatan
"Tidak juga,kalau kamu?"ucap Merisa yang balik bertanya kepada Putri Auristela
"Aku suka baca buku,tapi buku cerita bukan buku tentang pelajaran"ucap Putri Auriestela
"Ooo gitu,hmmm Putri Auriestela aku mau baca buku dulu ya,nanti lanjut ngobrol lagi"ucap Merisa sambil memegang buku tentang obat - obatan
"Iya silahkan Putri Merisa"jawab Putri Auriestela yang mempersilahkan Merisa membaca buku
Merisa membaca dan mempelajari buku obat - obatan itu di ruang baca perpustakaan,ternyata di dunia novel obat - obatan itu tidak ada yang jual melainkan dibuat sendiri,tanpa sengaja Merisa menemukan cara untuk menyembuhkan kaki yang cacat,Merisa mempelajari cara agar bisa menyembuhkan kaki yang cacat,Merisa menyalin cara menyembuhkan kaki yang cacat dari buku tersebut ke selembar kertas yang telah disiapkan di ruang membaca perpustakaan,tetapi Merisa tidak mendapatkan cara mengobati untuk orang yang hilang ingatan,Merisa langsung pergi kembali ke kamar nya untuk membuat obat penyembuh kaki nya.
yang bisa menyembuhkan cacat Merisa adalah terapi,Merisa memulai terapi fisik,terapi fisik mengutamakan peningkatan kemampuan motorik dan keseimbangan motorik,Merisa belajar dari keterampilan motorik kasar yaitu mencangkup aktivitas
yang menggunakan otot besar seperti merangkak,berjalan,berlari,Merisa terus berlatih mulai dari merangkak kemudian berjalan lalu berlari lari kecil,ia setiap hari latihan agar bisa sembuh dari cacat dan dibantu oleh mama nya,ternyata usaha nya tidak sia - sia,ia sekarang sudah bisa berjalan tanpa alat bantu yang diberi papa nya,tetapi untuk berjalan belum terlalu lancar,tapi ia sudah senang karena dengan usahanya yang dibantu oleh mamanya ia bisa kembali berjalan walau tidak terlalu lancar
"Terima kasih ya ma sudah mendukung dan membantu aku untuk belajar berjalan,aku sangat senang sekali,sekarang aku bisa berjalan tanpa harus memakai alat bantu"ucap Merisa yang kegirangan karena sudah bisa berjalan tanpa alat bantu
"Iya mama juga turut senang,tapi kamu masih harus rajin latihan berjalan supaya jalannya bisa lancar"ucap mama Merisa
"Iya ma,jika nanti aku telah lancar berjalan aku ingin mencari obat untuk papa,supaya papa bisa ingat lagi sama aku"ucap Merisa
"Semangat ya sayang,semoga keinginan kamu tercapai"ucap mama Merisa yang mendukung niat baik Merisa untuk membantu papa nya
"Ma,bantu aku berdiri aku mau latihan lagi"ucap Merisa dengan semangat
"Iya sini mama bantu"jawab mama Merisa
__ADS_1