Surprising Change

Surprising Change
mau tamat?


__ADS_3

"O-orang itu, tadi aku melihatnya sudah meninggal"ucap Auristela



"Apa katamu meninggal?" tanya Dercy heran. "Iya meninggal kamu tadi terbaring di tengah tengah mayat, wajahmu juga pucat apa jangan jangan kamu adalah mayat yang hidup kembali ya?" ucap Auristela menjelaskan kepada Dercy. "Nggak kok aku bukan mayat hidup, tadi aku pingsan karena temanku tiba-tiba hilang, jadinya aku tinggal sendiri di antara mayat mayat ini, itu sangat menyeramkan!!!" cerita Dercy (mungkin cerita dercy terlalu berlebihan)


"Oh gitu ya" ucap Auristela


"Anak ini tidak akan pernah aku jodohkan dengan Auristela, gimana mau lindungin Auristela anaknya aja penakut" gumam papa Auristela sambil memperhatikan gaya bicara dan penampilan Dercy. "papa bilang apa tadi pa?" tanya Auristela. "bukan urusan kamu, lebih baik kamu jangan terlalu dekat dengan anak ini" jawab papa Auristela dingin. "baik pa" jawab Auristela patuh. "Sungguh mengerikan jika aku lama-lama disini mungkin aku akan dibunuh oleh papanya" batin Dercy


"Hmmmm aku pergi dulu ya, aku akan mencari temanku" pamit Dercy ketakutan


"Eh cepat sekali, ya udah deh silahkan" jawab Auristela. Lalu papa Auristela mendekati Dercy, "kamu pergi jangan kembali lagi" perintah papa Auristela kepada Dercy sambil berbisik. "s-si-siap" jawab Dercy gemetaran


Lalu Auristela memberi Dercy 3 buah berlian, Dercy berterimakasih kepada Auristela


Lalu Dercy pergi dibekali buah berlian yang diberi oleh Auristela. "Sekarang aku mau kemana coba? Merisa pakek ngilang pula, mana lagi banyak mayat. Aaaaaa pengen ke dunia asli, tapi Merisa? Masa aku tinggalin dia di dunia novel sendiri" keluh Dercy. "Eh, untuk apa aku peduli kepadanya? Apa jangan jangan.. ah tidak mungkin, Merisa begini karena aku, jadi aku harus menolongnya" ucap banci eh Dercy maksudnya


Lalu Dercy mulai mencari Merisa, Dercy berusaha berpikir kemana Merisa pergi, ia menggunakan logika untuk mengetahui dimana keberadaan Merisa.tetapi tiba tiba Dercy ingat sesuatu


"Ah aku baru ingat waktu itu kan aku ada bangun istana untuk Merisa apakah hancur ya, aku mau pergi lihat aja deh" ucap Dercy lalu Dercy berlari mencari istana untuk Merisa yang sedang dibangun


Lalu Dercy sampai dilokasi yang ia tuju ia langsung menangis


"Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa rugi banget, hancur semua, berdarah darah semua, hiks hiks kemungkinan aku jadi pengemis lalu mati kelaparan" keluh Dercy sambil menangis


¤**▪︎¤ Di tempat papa Merisa berada ¤▪︎¤**

__ADS_1


"Ah apa ini? kenapa rasanya ada yang menindihku? kok banyah darah, kok semuanya hancur?" ucap Papa Merisa sambil membersihkan pakaian nya dari runtuhan bangunan dan melihat sekitarnya. Papa Merisa kaget melihat sekitarnya yang sudah hancur tak bersisa. "Ini pasti ulah ratu Isabela, karna hanya ratu Isabela yang mampu melakukan ini" ucap papa Merisa. "Sekarang aku harus apa? Lebih baik aku mencari makanan terlebih dahulu" ucap papa Merisa.


Di tengah perjalanan


"Ha? Siapa itu? Seperti anak laki laki yang sedang menangis" ucap papa Merisa. Papa Merisa melihat Dercy yang sedang menangis, lalu papa Merisa menghampirinya. "Hei kamu, mengapa kamu menangis" tanya papa Merisa. "Aaaaa, kamu siapa?" Ucap Dercy sambil berteriak. "Tenanglah aku bukan orang jahat, aku hanya sedang mencari makanan, lalu aku melihatmu. kenapa kamu menangis?" Ucap papa Merisa. "Istana yang aku buat untuk teman ku sudah hancur" jawab Dercy sedih. "Kalau boleh tau, siapa nama teman mu?" Tanya papa Merisa. "Namanya Merisa, tapi dia sudah hilang. Menurutku mungkin dia diculik ratu Isabela, tapi aku tidak bisa membantunya, karena aku tak punya apa-apa" jawab Dercy. "Merisa!? Merisa itu anakku, bagaimana dia bisa diculik oleh ratu kejam itu?" Ucap papa Merisa. "Aku juga tidak tau, saat itu dia sedang menemani mama tiri nya yang sekarat, lalu aku tinggal sebentar. Saat aku kembali mama tiri nya sudah meninggal dan Merisa sudah tidak ada" jawab Dercy. "Eh tunggu dulu, kamu papanya?". Lanjut Dercy. "Ya, aku papa nya" jawab papa Merisa. "kamu tau nggak Merisa ada dimana?" tanya Dercy. "Aku tau" jawab papa Merisa "ayo beri tau aku dimana Merisa" ucap Dercy bersemangat.


"Tunggu dulu kamu sejak kapan jadi teman Merisa" jawab papa Merisa. "sejak Merisa menerima aku menjadi temannya" ucap Dercy. "hmmm jadi dimana Merisa?" tanya Dercy. "kamu mau ikut aku nyelamatin Merisa?" tanya papa Merisa."Iya" jawab Dercy semangat. "sebaiknya nggak usah deh kayaknya kamu nggak guna" ucap papa Merisa. "Aku ada gunanya kok, aku mohon ajak aku ya" ucap Dercy memohon. "Yasudah tetapi jika terjadi apa apa jangan salahin aku ya" jawab papa Merisa


Dercy mengangguk tandanya setuju


Lalu mereka pergi menuju istana ratu Isabela, sepanjang jalan mereka hanya melihat mayat yang berlumur darah


"Kemana sih papa Merisa mengajakku kok tambah lama semakin seram saja" batin Dercy. Lalu Dercy terus mengikuti kemana perginya papa Merisa "Kapan sih sampai nya aku capek banget nih" ucap Dercy mengeluh "Kita sudah sampai kok" jawab papa Merisa


"Akhirnya sampai" ucap Dercy dengan senang


"Jika kita ingin menyelamatkan merisa maka kita harus membuat rencana terlebih dahulu" saran papa Merisa. "oke" jawab Dercy singkat


Lalu mereka membuat rencana untuk menyelamatkan Merisa


¤▪︎¤ Di dalam istana ¤▪︎¤


"Ternyata mereka akan menyelamatkan Merisa, baiklah aku tidak akan mengganggu mereka dalam membuat rencana untuk menyelamatkan Merisa, karena aku ingin tau seberapa pintar papa Merisa" ucap Ratu Isabela dengan wajah yang jahat


¤▪︎¤ Di Luar Istana ¤▪︎¤


"Jadi kita langsung saja jalankan rencana nya" ucap papa Merisa

__ADS_1


"Baik, lagian aku juga penasaran dengan wajah Merisa yang sekarang pasti dia sedang ketakutan" ucap Dercy menebak


¤▪︎¤ Sementara di dalam ruangan Merisa ¤▪︎¤


"Kamu ketakutan ya nak?" tanya Deolinda


"Nggak kok ma, aku malahan tenang dan nyaman karena selalu dekat dengan mama" ucap Merisa


{ Beberapa menit kemudian }


Saat ingin berdiri, cincin Merisa terjatuh ke lantai dan memantul ke jendela dan cincin itu terjatuh keluar tanpa Merisa sadari.


▪︎¤▪︎¤▪︎¤▪︎Di luar▪︎¤▪︎¤▪︎¤▪︎


Saat itu Dercy ingin melaksanakan rencananya untuk menyelamatkan Merisa. Lalu tiba-tiba ada yang terjatuh ke hadapan Dercy. Itu adalah cincin Merisa yang terjatuh keluar. Tapi Dercy menyangka itu ulat sedangkan Dercy benar-benar takut dengan ulat. "Aaaaaaaaaaaaaaaaaa"teriak Dercy sangat kuat karena ketakutan. Dercy berteriak sangat kuat sehingga binatang-binatang di istana ratu Isabela keluar dan Dercy jadi tambah takut. Dercy langsung kabur dari istana ratu Isabela.


Karena ulah Dercy. Rencana yang dibuat oleh papa Merisa kacau balau. Tapi karena papa Merisa memiliki tekad yang kuat, akhirnya ia ingin menyelamatkan Merisa sendirian tanpa bantuan Dercy.


Lalu papa Merisa memanjat jendela secara diam - diam entah kebetulan atau keberuntungan papa Merisa sampai di tempat Merisa terkurung


Lalu disana Papa Merisa melihat Deolinda dan Merisa


Papa Merisa masuk ke tempat terkurungnya Merisa


Papa Merisa hanya termenung melihat Deolinda


¤▪︎¤ Di waktu yang sama ¤▪︎¤

__ADS_1


"Walau aku tidak mengacau tetapi tetap saja rencana Papa Merisa gagal"ucap Ratu Isabela dengan sangat puas


__ADS_2