
Sesampainya di kantin, Merisa segera memesan makanannya
Setelah memesan makanan ia segera berjalan ke arah kursi di kantin
"Wah ada Merisa, mer kamu duduk disini aja, sebelah kami ini" ajak Cerry mempersilahkan Merisa duduk disebelahnya dan teman-temannya. "Tidak perlu deh, aku udah punya kursi sendiri" jawab Merisa menolak tawaran Cerry. Lalu Merisa berjalan ke kursi nya. "Cih, sombong sekali sih. Liat aja nanti" Ucap Cerry sedikit kesal.
Beberapa menit kemudian
"Duh, aku mau ke toilet. Tapi makananku belum habis, aduuuh. Ku tinggal sebentar aja deh" gumam Merisa langsung bergegas ke toilet. Cerry yang melihat Merisa pergi meninggalkan makanannya lagsung pergi ke tempat duduk Merisa. "Rasain kamu nanti waktu kamu makan kamu akan merasa kepedasan, dan ketika kamu mau minum malah merasa keasinan. Hahaha" Ucap Cerry sambil nenabur bubuk cabai ke makanan Merisa dan menabur garam ke minuman Merisa
Tak lama kemudian Merisa kembali ke tempat duduknya
Dan Merisa melanjutkan makanannya
Ketika Merisa menyuap
Merisa langsung menyemburkan makanan nya dan segera meminum air, lalu Merisa juga menyemburkan air minumnya dan Merisa segera ke meja Cerry. "Cerry kamu apain makanan sama minumanku?" tanya Merisa kesal. "Maksud kamu apa?" tanya Cerry berlagak tidak tahu.
"kriiiing" Bunyi bel yang menandakan masuk kelas. "Cih" Ucap Merisa yang berjalan meninggalkan Cerry dan teman-temannya. "Hahahaha, rasain kamu. Akhirnya bisa juga aku menjahilimu" Ucap Cerry dan teman-teman Cerry sambil tertawa.
Di tempat Merisa
"Awas, aja ya kamu Cerry. Akan ku balas kamu" Ucap Merisa dengan sadis
"Mana lagi tadi makanannya enak banget. Jadi tambah kesal" Batin Merisa
"Sudah masuk kelas semua?" tanya bu guru yang mau mengajar. "Belum bu,Cerry dan teman-temannya belum masuk" ucap salah satu murid
Tak lama kemudian
Cerry bersama teman-temannya masuk kelas
Merisa yang duduknya di dekat pintu kelaspun segera menjulurkan kakinya agar Cerry terjatuh. Cerry tak sadar Merisa menjulurkan kakinya, lalu kaki Cerry tersangkut dan terjatuh. Teman Cerry pun ikut terjatuh ke atas tubuh Cerry karena Cerry berehenti secara tiba-tiba
__ADS_1
Teman-teman yang menyaksikan pun tertawa
"Berhenti tertawa!" ucap Cerry marah, "Cerry cepat duduk ke bangkumu" perintah bu guru tegas
{Sepulang sekolah}
"Akhirnya pulang, aku ke kantor papa dulu apa aku ke rumah dulu baru ke kantor papa ya?" batin Merisa
Pada akhirnya Merisa ke kantor papanya terlebih dahulu, lalu ia memesan taksi online
Tak lama kemudian
"Merisa itu taksi online-nya" ucap Darchell sambil menunjuk ke arah taksi online. "Oke ayo kita naik" ajak Merisa
Lalu Merisa masuk dan duduk di bangku belakang
"Tidak di depan dek?" tanya supir taksi. "Ga ah pak" jawab Merisa
20 menit kemudian
Lalu Merisa segera masuk ke kantor papanya dan segera menuju ruangan papanya
Sesampainya di ruangan papanya
(Tok tok tok)
"Ya masuk" ucap papa Merisa mempersilahkan masuk. "Papa, mana sertifikatnya?" ucap Merisa sambil membuka pintu. "Oh kamu Merisa, tenang ini udah ada silahkan kamu baca dulu" jawab papa tiri Merisa
Lalu Merisa segera membacanya dengan teliti ia takut nanti ada kecurangan dan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh papanya
1 jam kemudian
"Pa, yang kemaren dijanjikan bukannya 50% saham? Disini kok 60% saham?" tanya Merisa sambil menunjukkan selembar kertas. "Oh yang itu, papa menambahkannya untuk kamu papa juga mentransfer duit sebesar 16 juta ke kamu, sebagai tanda ucapan maaf karna dulu papa sering memukulmu dan mendukung kejahatan mamamu" jawab papa tiri Merisa. "Papa yakin mau beri semua itu ke aku?" tanya merisa yang tidak yakin.
__ADS_1
"Pasti ada tipu muslihat dibalik semua ini" batin Merisa.
"Iya, papa yakin mau beri semua itu ke kamu. Karena papa yakin kamu bisa mengurusnya karena kamu sekarang mandiri dan karena kamu sudah baik ke papa" Jawab papa Merisa. "Oh, yaudah. Aku pulang ya pa" Ucap Merisa
Diperjalan menuju rumah
"Eh Mer, kamu ngerasa kalau papamu itu ada maksud lain gak tadi?" Tanya Darchell. "Iya sih, aku juga ngerasa ada yang aneh. Aku ngerasa pasti ada yang papa rencanain" Jawab Merisa yakin.
Sesampainya di rumah
"Chell gimana dengan surat yang anak kecil itu berikan tadi?" tanya Merisa. "Oh iya, jadi tuh kan gini" balas Darchell. Belum selesai Darchell berbicara Merisa memotong pembicaraan. "Tunggu sebentar aku ganti baju dulu" ucap Merisa
Setelah Merisa ganti baju
"Ayo cerita" ucap Merisa tak sabar. "Jadi tuh kan gini, setelah aku lihat-lihat kayaknya bohong deh, mungkin anak itu hanya mau menjebak kita" jawab Darchell. "Masa sih Chell aku penasaran deh sama masa lalu kamu, memangnya kamu ga penasaran?" tanya Merisa. "Penasaran sih, tapi aku yakin 100% kalau itu hanya tipuan" jawab Darchell. "Terus kok anak itu bisa menghilang begitu saja?" tanya Merisa. "Mungkin dia hanyalah anak yang meninggal, dan mungkin dia hanya arwah yang nakal" jawab Darchell.
"Maksud kamu arwah nakal?" tanya Merisa. "Sini aku jelaskan ya Mer, arwah nakal itu adalah orang yang telah mati tapi dia tidak mau ikut malaikat maut untuk kembali ke alam sana" jelas Darchell. "Owhh... kalau kamu ini udah mati atau belum? Kamu arwah nakal juga ya chell?" tanya Merisa. "Aku kan pelindung, lagian aku juga ga tahu aku udah mati apa belum, kalau soal arwah sih aku baca buku jadi aku tau deh" jawab Darchell bangga. "Hmm iya iya" balas Merisa
"Ngomong-ngomong aku mau jenguk Dercy ah. Dercy kan lagi sakit" Ucap Merisa. "Ngapain sih di jenguk. Paling dia cuma kecapean. Dia kan lemah" Ucap Darchell sedikit mengejek "Ya walaupun dia hanya kecapean kan harus aku jenguk, kalau gak aku jenguk gak enak dong sama Dercy dan keluarganya. Mereka kan udah banyak banget bantu aku. Lagian jarak nya juga dekat kan" Ucap Merisa. "Yaudah deh, sana pergi" Jawab Darchell. "Iya iya" Ucap Merisa. "Kamu ga mau ikut chell" tanya Merisa. "Ga ah" jawab Darchell,lalu Merisa ambil satu keranjang buah,Lalu Merisa pergi
(Tok Tok Tok) "permisi" ucap Merisa mengetuk pintu,tak lama kemudian para pelayang Dercy pun membukakan pintu,dan mempersilahkan Merisa masuk
"halo,kamu Merisa ya?" tanya seorang perempuan yang cantik,yang sedang menyambut Merisa,"Iya aku Merisa,maaf mengganggu tante malam - malam,aku kesini mau jenguk Dercy,ini ada sedikit buah - buahan untuk Dercy"ucap Merisa dengan sopan,Lalu Merisa menyodorkan keranjang buah - buahan itu ke seseorang yang cantik itu, "Terimakasih ya,Dercy ada di kamar nya,pelayan!! antarkan anak cantik ini ke kamar Dercy ya!"ucap seseorang yang cantik itu,ia pun menerima keranjang buah yanh telah dibawakan oleh Merisa
♡Dikamar Dercy♡
"sejak kapan aku merasa Merisa itu sangat penting dihidupku ya,aku merasa ada yang hilang jika tidak ada Merisa,apa aku jatuh cinta dengan Merisa,tapi kenapa,apa selama ini aku terlalu membawa oerasaan ketika dekat dengan dia"gumam Dercy yang bingung dengan apa yang dia rasakan,dia pun berguling - guling di tempat tidur,dia bergulung di dalam selimut,hingga wajah nya memerah
(krekkk)⅓
"Dercy aku datang,kamu ngapain di dalam situ"tanya Merisa yang heran,karena Dercy berguling guling,"haaaa,merisa datang,aku tidak mimpi kan" batin Dercy termenung melihat Merisa,wajahnya memerah karena malu,lalu ia segera keluar dari selimut,dan duduk manis di tepi tempat tidur,matanya bersinar - sinar seperti habis melihat bidadari turun dari alam sana,"Der kamu gapapa kan?"tanya Merisa sambil melambai - lambaikan tangannya,"eeeehh aku gapapa kok!"ucap Dercy sedikit gugup,"yakin gapapa wajahmu merah banget loh" ucap Merisa khawatir,"Iya gapapa kok,sibuk banget sih"jawab Dercy,"btw gimana kabar kamu? udah sehat belum? para fans kamu disekolah sibuk tuh nanyain kamu" ucap Merisa bercanda,"fans? fans dari mana sih,mana ada yang suka sama aku,jangan bohong kamu"balas Dercy tersenyum,"eehh aku ketahuan bohong ya"jawab Merisa tertawa,"cantik banget kalau ngeliat dia dari dekat kayak gini" gumam Dercy terpesona,"hah, kamu bilang apa tadi aku ga dengar"ucap Merisa,"aku ga ada bilang apa - apa tuh,mungkin kamu salah dengar"balas Dercy berbohong
[setelah lama berbincang]
__ADS_1
"Der aku pulang ya! bye ganteng cepat sembuh ya!!>_<" ucap Merisa sambil pergi dari kamar Dercy,wajah Dercy memerah seketika "ya aku akan cepat sembuh putriku!"gumam Dercy terpesona