
membuka tali yang mengikat kaki Merisa.
"Makasih sekali lagi ya Darchell udah mau nolong aku" ucap Merisa. "Iya sama-sama"jawab Darchell senang
"Ternyata benar, kamu sudah lepas tetapi untungnya aku cepat kesini jadi kamu tidak akan bisa kabur" ucap papa tiri Merisa yang tiba-tiba datang. "Iya dong aku bisa lepas, aku ini anaknya hebat masa dari ikatan gitu aja bisa lepas" jawab Merisa melawan.
Adu mulut pun dimulai
"Kamu ini ternyata memang hebat tetapi kamu tidak akan bisa sehebat anakku kelak" ucap papa Merisa berlagak sombong. "Anakmu, kamu yakin dia itu anakmu, bukan hasil dari orang lain?" Ucap Merisa yang memancing emosi papa tirinya. "Kamu ini memang pandai dalam memancing emosi ya" jawab papa tiri Merisa yang terpancing emosinya tapi berusaha menahan. "Kamu ini kayak nggak percaya aja deh, coba aja kamu tes DNA anak itu anakmu bukan" ucap Merisa yang belum putus asa memancing emosi papa tirinya.
"Dasar anak bajing***" ucap papa tiri Merisa yang sudah tidak sabar. "Apa kamu bilang, aku anak bajing***? Heh asal kamu tau ya aku ini anak suci, dasar pencuri, kamu itu perebut, perebut harta orang, hatimu itu yang tidak suci" jawab Merisa yang tak mau kalah.
"Mer sudah mer"ucap Darchell yang berada di samping Merisa
"Ka-kamu, bisa-bisanya kamu bicara begitu apa kamu mau aku buat kamu seperti papa dan mamamu?" Ucap papa tiri Merisa yang kehabisan ide menjawab Merisa.
"Heh ternyata benar kamu yang bersekongkol sama si nenek tua itu untuk membunuh papaku" ucap Merisa mengejek mama tirinya. "Apa katamu? Nenek sihir? kamu bilang mama tiri mu nenek sihir?" Ucap papa tiri Merisa marah mendengar ejekan dari Merisa. "Iya memang kenapa?" Ucap Merisa bertanya dengan sombong
"Dasar anak haram" ucap papa Merisa sambil mengambil beling. "Mati saja kamu" ucap papa tiri Merisa sambil menusukkan beling ke arah perut Merisa.
"Aaaaaaaaa" teriak Merisa seketika suara Merisa hilang
Lalu Merisa langsung pingsan. "Merisa! Merisa!, Dasar om om tua" ucap Darchell kesal
"Oh tidak, dia mati apa ya? Bahaya nih" ucap papa Merisa sedikit ketakutan
Lalu Darchell segera mengangkat Merisa
"Aaaaaa, k-kok Merisa bisa terbang" ucap papa tiri Merisa ketakutan lalu papa tiri nya kabur ketakutan
Lalu Darchell meteleport ke rumah Merisa
Sesampainya dirumah, Darchell langsung meletakkan Merisa di tempat tidur
"Sebentar ya Mer, aku mau ambilin kotak obat dulu" ucap Darchell berbicara sendiri seakan-akan berbicara kepada Merisa
Lalu Darchell segera mengambil kotak obat
"Merisa maaf ya, aku cuma mau ngobatin luka di perutmu, nggak ada maksud apa-apa" ucap Darchell sambil membuka setengah baju Merisa.
Darchell baru setengah selesai mengobati luka di perut Merisa
Merisa pun tersadar dan hanya bengong memperhatikan Darchell yang sedang mengobati perutnya. Darchell tak sadar kalau Merisa sudah sadar. Merisa terus melihat Darchell. Saat hampir selesai mengobati, Darchell tak sengaja memegang bekas luka Merisa lalu Merisa. "Aww" ucap Merisa. "Hah? Merisa kamu sudah sadar?" Ucap Darchell. "Iya" jawab Merisa.
Lalu Darchell segera berdiri karena ia tak mau Merisa tau bahwa ia sedang mengobati perut Merisa, tetapi ketika ia mau berdiri ternyata kakinya nyangkut di benang kasur, lalu Darchell hampir terjatuh dihadapan Merisa tetapi ia menahan dengan tangannya lalu mereka saling bertatapan
(Deg deg deg)
_"Kenapa jantungku berdetak kencang"_ batin Darchell
_"Kenapa rasanya dekat sekali"_ batin Merisa
5 menit kemudian
Mereka masih bertatapan
"Uhuk uhuk" batuk Merisa
"Eh maaf maaf tadi kakiku nyangkut, apa kamu mau kuambilkan minum?" tanya Darchell. "Nggak usah deh" jawab Merisa
"Maaf ya aku udah membuka bajumu dan memegang perut mu" ucap Darchell memohon maaf. "Iya tidak apa-apa lain kali jangan lagi ya, tapi kalau di waktu darurat dan membahayakan nyawaku terpaksa deh aku bilang iya" jawab Merisa
"Iya iya sekali lagi maaf, tapi Merisa kamu nggak lapar? Kan kamu belum makan" ucap Darchell. "Oh iya aku belum makan, tapi rasa laparku hilang karna kejadian tadi" jawab Merisa. "Jangan bicarakan soal itu lagi" ucap Darchell
Pipi Darchell pun memerah
"Iya iya" jawab Merisa
__ADS_1
"Ngomong-ngomong perutmu masih sakit?" tanya Darchell sedikit perhatian. "Nggak terlalu kok, hem hem perhatian nih ye" jawab Merisa. "Iya lah perhatian kamu itu kan tangung jawabku" ucap Darchell. "Hah? Tangung jawabmu?" tanya Merisa heran. "Iya tanggung jawabku, aku kan pelindungmu berarti kamu itu tanggung jawabku" jawab Darchell. "Oh iya ya" ucap Merisa. "Emang kamu pikir apa?" tanya Darchell. "Eh enggak kok" jawab Merisa
(Kruyuk kruyuk)
"Kayaknya aku udah mulai laper, tapi luka di perut ku belum sembuh" ucap Merisa. "Iya aku juga laper, apa aku masak aja ya?" tanya Darchell. "Emang kamu bisa?" tanya Merisa. "Bisa dong" jawab Darchell. "Ya udah masak sana" ucap Merisa. "Baik boss" jawab Darchell
Lalu Darchell pergi ke dapur
"Hah jantungku tadi mau copot" gumam Merisa
"Apa kamu bilang Merisa?" tanya Darchell sedikit teriak. "Nggak ada kok, aku lagi bicara sendiri" jawab Merisa. "Handphone ku mana ya?" ucap Merisa sambil mencari handphone nya sambil tiduran. "Nah ini dia, lah kok mati pasti habis baterai" ucap Merisa menemukan handphonenya. "Aku mau cas sih tapi apa tidak apa-apa? aku takut perutku sakit" ucap Merisa
"Nanti aku cas-in" teriak Darchell dari dapur. "Ok, makasih Darchell" jawab Merisa sedikit teriak
10 menit kemudian
"Ini makanan nya udah jadi" ucap Darchell. "Horeee" jawab Merisa. "Tapi kamu nggak boleh duduk Mer" ucap Darchell. "Terus aku makannya gimana?" tanya Merisa. "Hmmmm, aku suapin aja lah ya" jawab Darchell. "Ok" jawab Merisa
Lalu Merisa makan di suap Darchell
Selesai makan
"Ini minum pakai sedotan" ucap Darchell
Lalu setelah minum
"Mer ada nasi tuh di bibir kamu" ucap Darchell. Lalu Darchell mengambil nasi yang ada di bibir Merisa. Pipi Merisa pun langsung memerah
Di tempat papa tiri Merisa
"Kok Merisa bisa terbang gitu ya? Apa dia meninggal?" ucap papa tiri Merisa yang sedang menuju arah pulang
Tak lama kemudian
"Papa pulang" ucap papa tiri Merisa. "Gimana? Apa Merisa masih ada?" tanya mama tiri Merisa. "Kalau dihotel dia sudah tidak ada lagi, kalau di dunia kayaknya dia udah punah" ucap papa tiri Merisa sedikit gemetaran. "Apa dia sudah meninggal? kok papa gemetaran? Apa papa bunuh dia?" tanya mama tiri Merisa. "Aku nggak tau dia sudah meninggal atau belum, tetapi tadi aku menusuk dia menggunakan beling di perutnya" ucap papa tiri Merisa. "Lalu gimana? Terbunuh?" tanya mama tiri Merisa. "Nggak tau" balas papa tiri Merisa
"Sekarang dia dimana?" tanya mama tiri Merisa. "Tidak tau, tadi itu setelah aku menusuknya tiba-tiba dia terbang dan aku langsung kabur" jawab papa tiri Merisa. "Kayaknya kita harus cek dia sekarang gimana, kita harus balik lagi kesana" ucap mama tiri Merisa. "Nggak, papa nggak mau, papa nggak mau balik ke sana" jawab papa tiri Merisa. "Ya udah kalau gitu biar mama saja yang pergi ke sana, jagain bayi kita" ucap mama tiri Merisa nekat
Sesampainya di hotel ***
"Mana anak itu, yang disini cuma ada darah yang bertebaran, anak itu pergi ke mana ya?" tanya mama tiri Merisa. Mama tiri Merisa pun sudah mencari Merisa dan tidak menemukannya.
Ketika mama tiri Merisa ingin pulang
Mama tiri Merisa membalikkan badannya dan berjalan. "Auu, kok bisa ada air sih disini, aduh perutku, aduh perutku sakit sekali" ucap mama tiri Merisa terpeleset, lalu perut mama tiri Merisa sakit perut. "Aduh apa sudah mau melahirkan ya" ucap mama tiri Merisa sambil memegangi perutnya.
"Aduh gimana ini di hotel ini tidak ada orang sama sekali, masa aku melahirkan disini sih, aaaaauuu"vucap mama tiri Merisa kesakitan. "Oh iya hp, hp ku dimana ya" ucap mama tiri Merisa sambil mencari hp nya "aduh ternyata tinggal di rumah, aduh gimana ini" ucap mama tiri Merisa panik
"Aduh sakit, aaaaaaaaa, sakit sekali" ucap mama tiri Merisa merintih kesakitan "kayaknya bayi ini udah mau keluar" ucap mama tiri Merisa
Tak lama kemudian
(Hoek hoek hoek) tangisan bayi
"Huh huh huh, cape banget ngelahirin ba-yi sendirian" ucap mama tiri Merisa. Tak lama kemudian mama tiri Merisa pingsan
(Hoek hoek hoek) tangisan bayi mama tiri Merisa.
Di rumah papa tiri Merisa
"Aduhh, ini mama kemana lagi lama banget" ucap papa tiri Merisa yang sedang menggendong anaknya. "Ya udah deh coba kutelpon aja" ucap papa tiri Merisa.
Papa tiri Merisa pun menelpon ke handphone mama tiri Merisa
(Kringg kringg kringg) suara handphone mama tiri Merisa.
"Loh kok suaranya ada di dekat sini ya? Apa mama sudah pulang? Coba kulihat diluar dulu" ucap papa tiri Merisa berusaha menelpon mama tiri Merisa. Papa tiri Merisa pun keluar dan ternyata suara hp-nya tidak berasal dari luar.
Papa Merisa mencoba pergi ke dapur dan ternyata handphone mama tiri Merisa ada disitu. "Ya ampun ternyata hp mama ketinggalan. Aduh gimana ini, mama belum pulang. Mana kata dokter sebentar lagi mama bakalan melahirkan, aduh gimana ya" ucap papa tiri Merisa panik. "Ya udah deh aku pergi langsung saja ke hotel ***" ucap papa tiri Merisa mengambil keputusan. Papa Merisa pun mengambil kunci mobil dan pergi ke hotel *** sambil menggendong anak pertamanya.
__ADS_1
Papa tiri Merisa pun pergi ke hotel ***
Saat sampai papa tiri Merisa mendengar tangisan bayi (hoeekk hoekk). Lalu dia pun langsung menuju ke arah suara itu. Di tempat itu papa tiri Merisa melihat darah bercucuran, mama tiri Merisa yang pingsan dan seorang bayi laki-laki yang sedang menangis.
"Ya ampun!!! Ternyata mama sudah melahirkan dan dia melahirkan disini sendirii!!! Pantas dia lama pulangnya" Ucap papa tiri Merisa sangat panik. "Aku harus segera menelpon rumah sakit" ucap papa tiri Merisa sambil menekan nomor ambulance. "Selamat sore pak, tolong bapak segera bawa ambulance ke hotel ***. Istriku melahirkan sendiri di sini!!!" Suara papa tiri Merisa yang menelpon rumah sakit. "Baik pak kami akan segera ke sana" ucap penjawab telpon
Papa tiri Merisa pun meletakkan anak pertamanya di lantai. Papa tiri Merisa membuka bajunya dan mensobekkan bajunya menjadi 2. Ia mengangkat bayinya dan mengambil satu sobekkan bajunya dan mengelap darah yang ada di tubuh bayi itu. Lalu papa tiri Merisa mengambil sobekkan kedua dan membedong anaknya menggunakan sobekkan itu.
Lalu papa tiri Merisa melihat anak pertamanya. Papa tiri Meeisa melihat anak pertamanya sedang mengobrol dan tertawa padahal tidak ada siapa-siapa disana. Papa tiri Merisa pun ketakutan lalu meletakkan anak keduanya di lantai dan menggendong anak pertamanya.
(Hoekkkk hoekk hoekk) suara tangisan bayi
Anak kedua papa tiri Merisa menangis karena diletakkan di lantai. Lalu papa tiri Merisa menurunkan anak pertamanya dari gendongannya. Lalu papa tiri Merisa menggendong anak keduanya dan menggandeng anak pertamanya
(Ninu ninu ninu ninu) suara ambulance
"Hah itu ambulance sudah datang" ucap papa tiri Merisa
Lalu para petugas rumah sakit segera masuk ke dalam hotel dan segera menaikan mama tiri Merisa ke dalam ambulance
Sesampainya di rumah sakit
Mama tiri Merisa segera dimasukkan ke ruang ICU
Dan anak nya segera dibawa ke ruang anak
Lau ada salah satu petugas rumah sakit datang ke arah papa tiri Merisa
"Maaf pak, di rumah sakit tidak boleh membawa anak kecil" ucap petugas itu. "Tetapi ia tidak bisa ditinggalkan di rumah, tidak ada yang menjaganya" jawab papa tiri Merisa. "Tapi pak jika dia disini dia akan terkena penyakit dari pasien-pasien lain" ucap petugas
Tak lama kemudian
"Maaf pak, istri bapak kekurangan darah, darah istri bapak adalah AB, stok darah itu dirumah sakit telah habis karena darah AB sangat langka, bapak harus mencari darah nya" ucap petugas yang merawat mama tiri Merisa. "Celaka harus bagaimana ini?" ucap papa tiri Merisa
Di rumah Merisa
"Merisa, gimana? Udah sembuh belum luka di perutmu"tanya Darchell. "Ini masih sakit sih, tapi lukanya sudah mengecil" jawab Merisa. "Ohhh sudah mengecil ya? Bagaimana kalau aku sembuhkan saja pakai kekuatanku?" Ucap Darchell menawarkan. "Aku setujuu. Tapi aku mau tanya. kalo kamu bisa sembuhin luka aku, kenapa nggak sembuhin dari awal?" Tanya Merisa penasaran. "Karena waktu itu lukamu terlalu besar, jadinya kekuatanku tidak akan cukup untuk menyembuhkannya" jawab Darchell
Lalu Merisa pun disembuhkan Darchell
Di rumah sakit
"Aku harus buru-buru cari darah untuk menyelamatkan mama, tapi anak ini? Aku mau taruh dia dimana? Nggak mungkin aku tinggalin dia" ucap papa tiri Merisa yang sedang khawatir sekaligus bingung. "Aduhhh, atau titip saja ke orang yah? Tapi ke siapa?" Ucap papa tiri Merisa bertanya pada dirinya sendiri. "Apa aku coba.... minta tolong Merisa?" Ucap papa tiri Merisa yang hanya terpikir ide itu.
Lalu papa tiri Merisa pun menelpon Merisa
Papa tiri Merisa : halo
Merisa : Ya? Ada apa pa? apa masih mau nyakitin aku?
Papa tiri Merisa : nggak papa mau nanya alamat rumah mu sekarang dimana?
Merisa: emangnya kenapa pa?
Papa tiri Merisa : papa mau berkunjung
Merisa : Ya udah aku kirim lokasinya
Papa tiri Merisa : oke
Lalu Merisa mengirim lokasinya ke papanya
"Papamu kenapa?" tanya Darchell. "Nggak tau tuh katanya dia mau berkunjung ke sini" jawab Merisa. "Ohhh, berarti dia udah tau kalau kamu masih hidup?" tanya Darchell. "Kayaknya udah tau, dari nada suaranya kayaknya dia panik deh" ucap Merisa. "Kok dia panik sih?" tanya Darchell. "Nggak tau tuh" jawab Merisa.
"Sebelum papa kamu datang, aku sembuhin dulu perut kamu" ucap Darchell. "Emang bisa?" tanya Merisa. "Bisa dong" balas Darchell. "Terus kenapa nggak dari awal disembuhin?" Tanya Merisa. "Karena itu lukanya baru, aku agak takut mengobati luka baru" jawab Darchell. Lalu Darchell menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan luka di perut Merisa
"Wah seperti sihir, jadi sembuh bahkan tidak ada bekas lukanya lagi" ucap Merisa kagum. "Iya dong Darchell" jawab Darchell bangga
10 menit kemudian
__ADS_1
(Tok tok tok)
Lalu Merisa membukakan pintu