
Lalu pelayan Dercy pergi

"Kepala ku pusing melihat rumus-rumus ini" ucap Merisa. "Iya, aku juga pusing melihatnya" balas Dercy. "Lalu waktu belajar ini kamu jawabnya gimana?" tanya Merisa. "Aku buat sesuai yang bu guru ajarkan" jawab Dercy. "Lalu kamu ngajarinnya gimana ini?" tanya Merisa. "Aku ajarkan yang aku tau aja" jawab Dercy "Oke,selain itu gimana?" tanya Merisa lagi. "Tulis setau kamu aja, kalau salah bilang aja kamu nggak ngerti kalau aku yang ajarin" jawab Dercy
Lalu Merisa setuju
Lalu Merisa melanjutkan membuat tugas matematika
Keesokan harinya
"Huahhhh, udah jam 06.10, harus cepat-cepat mandi nih" ucap Merisa sambil melihat ke arah jam. Lalu Merisa segera bersiap-siap berangkat sekolah.
"Merisaaaa udah siap belum??" teriak Dercy dari luar rumah. "Udah, tinggal pake sepatu" jawab Merisa teriak
Lalu Merisa segera mengambil tas dan memakai sepatu
"Ayo berangkat" ajak Dercy. "Tunggu sebentar aku kunci pintu dulu" balas Merisa
Lalu Merisa segera mengunci pintu.
Dan mereka berangkat
Di perjalanan
Ketika Merisa lagi melihat ke arah toko-toko, Merisa melihat salah satu teman Cerry
"Dercy itu teman Cerry kan? Kanapa dia pergi ke toko lem?" tanya Merisa. "Iya ya, mungkin dia mau menggunakan lem untuk menjahili kamu Merisa" jawab Dercy
Lalu Merisa mempunyai ide yang bagus
{Sesampainya disekolah}
"Merisa lihat, Cerry sudah masuk sekolah dan teman Cerry yang di toko lem tadi juga udah sampai disekolah" bisik Dercy. "Iya Dercy" bisik Merisa
Lalu Dercy berjalan ke arah Cerry. "Cerry kamu mau nggak tukaran tempat duduk sama Merisa?" Tanya Dercy dengan wajah memaksa
Karena Cerry suka sama Dercy jadi ia setuju
"Oke deh Der" jawab Cerry
Lalu Merisa dipersilahkan duduk di kursi Cerry
"Aku tahu disini ada lem aku tukar aja deh kursinya sama kursi pak guru" batin Cerry
__ADS_1
"Kursinya goyang nih, aku tukar sama kursi pak guru aja deh" ucap Cerry berbohong
Lalu Cerry menukar kursinya dengan kursi pak guru
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi
"Selamat pagi anak-anak" sapa pak guru "Selamat pagi pak" jawab murid-murid
Lalu pak guru duduk di kursi
"Merisa kumpulkan tugas Metematikamu" perintah pak guru. "Baik pak" jawab Merisa
Lalu Merisa mengambil dan mengumbulkan tugas Matematikanya kepada pak guru
"Aduh gimana ini yang bagian terakhir aku jawab sembarangan" batin Merisa
"Bagus Merisa, kamu benar semua" ucap pak guru
"Hah benar semua" ucap Merisa heran
Lalu Darchell tiba-tiba muncul
"Aku yang bantu Mer" ucap Darchell. "Ooooh makasih ya Darchell" bisik Merisa
Lalu pak guru berdiri, tiba-tiba
"Hahahahaha" ketawa semua murid
Lalu pak guru melihat kebelakang, ternyata celana sobek
"Murid-murid bapak harap kalian diam terlebih dahulu" ucap pak guru tegas
Lalu semua murid terdiam
"Siapa yang menaruh lem dikursi bapak?" tanya pak guru dengan nada yang kencang "Merisa pak Merisa" ucap teman Cerry menuduh
"Merisa kamu bapak hukum" ucap pak guru "Pak, bukan Merisa yang menaruh lem disana tetapi Fifi" ucap si anak culun yang ada di kelas Merisa.
"Apa benar begitu Fifi?" tanya pak guru tegas. "Enggak pak" ucap Fifi. "Ngaku aja deh kamu fi pakai nuduh orang segala" ucap Merisa. "Merisa kamu diam dulu, Fifi jawab yang jujur" ucap pak guru. "Nggak pak, aku jujur" ucap Fifi berbohong. "Fifi, bapak tanya sekali lagi. Apakah kamu yang melakukan nya. Jawab jujur" ucap pak guru sedikit berteriak.
Fifi pun terdiam
"Fifi, jika kamu jujur bapak gak akan hukum kamu" ucap pak guru kembali tenang.
"Benarkah pak? Jika iya. Memang saya yang melakukannya" ucap Fifi senang. "Baiklah, kamu bapak hukum hormat ke tiang bendera sampai jam istirahat" ucap pak guru. "Lah, kok gitu pak? Kan kata bapak tadi bapak gak bakal hukum saya" tanya Fifi protes.
__ADS_1
"Kamu bapak hukum karena kamu sudah tidak jujur dengan bapak. Bukan karena kamu melakukan hal itu. Kamu tau kan, bapak sangat tidak suka dengan orang yg tidak jujur" ucap pak guru.
Lalu Fifi berjalan keluar dari kelas sambil menatap sinis Merisa
"Aduh gagal lagi"batin Cerry
"Kasian gagal ngejahilin aku"batin Merisa
"Anak - anak bapak mau pulang sebentar,kalian kerjakan tugas yang kemaren belum selesai"pamit pak guru.
"Baik pak"ucap semua murid
"Bapak mau ganti celana ya pak?"tanya salah satu murid
"Diam kamu"ucap pak guru tegas
Lalu murid itu pun terdiam.
Lalu pak guru keluar dari kelas dan semua murid mengerjakan tugas.
Ditempat Fifi
"Ini semua gara gara Merisa, awas aja kamu Merisa ya. Oh iya, kayaknya nanti aku harus bully juga tuh sih anak culun" batin Fifi.
Dikelas
"Aku harus membuat rencana menjaili Merisa" batin Cerry. "Hei kamu" ucap Merisa memanggil anak culun yg membantunya tadi. "Ya, ada apa?" Tanya anak Culun. "Terimakasih ya udah nolong aku tadi" ucap Merisa. "Ya, lagipula kan kamu gak salah" ucap anak culun. "Iya, sekali lagi terimakasih" ucap Merisa. Lalu mereka mengerjakan tugas mereka kembali.
"Aduh kau pengen ke toilet" batin Merisa. "Der, aku ke toilet dulu ya" ucap Merisa ke Dercy. "Baiklah" jawab Dercy.
Lalu Merisa pergi.
Tak lama kemudian
"Panggilan kepada Dercy, diharap segera ke kantor kepala sekolah" suara pengumuman dari speaker. Dercy pun langsung pergi ke ruang kepala sekolah.
"Kesempatan bagus nih, aku bisa jailin Merisa" ucap Cerry. Lalu Cerry mendekat ke meja Merisa dan mendorong kotak pensil Merisa. Tetapi kotak pensil pensil Merisa tak jatuh terbanting ke lantai karena ditangkap oleh Darchell. "Aaaaaaaaah, hantuuuu" teriak Cerry. "Hantu? Mana hantu?" Ucap salah satu murid di kelas. Darchell lalu cepat cepat meletakkan kotak pensil Merisa ke lantai, seolah olah kotak pensilnya baru jatuh. "Eeeh ini, tadi aku gak sengaja dorong kotak pensil Merisa. Tapi ketika dia hampir jatuh ke lantai kotak pensil nya berhenti seolah melayang" ucap Cerry ketakutan. "ah masa? Iiih, kamu berkhayal ya? Ini kotak pensil nya di lantai" ucap teman yg berada di dekat Cerry. "eh, tapi tapi" ucap Cerry. "Udah deh Cer, mending sekarang kamu selesaikan tugas mu" jawab murid lain
Lalu Merisa kembali dari toilet
"Dercy mana?" Tanya Merisa bicara sendiri.
"Tadi dia di panggil ke ruang kepsek" ucap salah satu murid yang berada di dekat Merisa dan tidak sengaja mendengar perkataan Merisa. "Ooh, jawab Merisa"
Tak lama Dercy pun datang
__ADS_1
"Der, kamu kenapa dipanggil ke ruang kepsek? Tanya Merisa. "ooh, pak kepsek nanya kenapa pak guru tadi pulang" jawab Dercy.
"Oooh" balas Merisa