Surprising Change

Surprising Change
Tamat


__ADS_3

rencana Papa Merisa gaga


"Tetapi aku yakin papa Merisa tidak akan mudah menyerah begitu saja atau sebenarnya ia telah menyelamatkan Merisa?" tanya Ratu Isabela


"Benar Isabela aku telah menyelamatkan anakku Merisa ingatan ku juga telah kembali dan sekarang aku tantang kamu untuk melawanku" ucap papa Merisa


"Ternyata kamu bergerak lebih cepat daripada mataku, aku terima tantangan mu" ucap Ratu Isabela dengan wajah yang kesal dan percaya diri bahwa dirinya akan menang


♤ Sebelumnya♤


"Mama bukannya yang di sudut itu papa?" tanya Merisa sambil menunjuk ke arah sudut ruangan


Deolinda hanya terdiam


Lalu papa Merisa menghampiri Deolinda


"Ternyata kamu masih hidup" ucap papa Merisa


"Bagaimana kamu bisa mengenali aku?" tanya Deolinda


"Aku tidak tau tetapi aku yakin itu kamu Deolinda" ucap papa Merisa


Merisa hanya ketakutan di kasur


Ia takut karena dulu papanya ingin membunuhnya


"Merisa ayo sini dekat sama papa" ucap Deolinda


"Tidak ma, aku tidak mau dekat-dekat sama papa" jawab Merisa mebantah


"Kenapa sayang?" tanya mama Merisa


Lalu papa Merisa mendekati Merisa


"Kamu jangan takut sama papa, papa tidak akan membunuhmu" bujuk papanya


"Sebaiknya kita membuat rencana untuk membunuh Isabela" ucap papa Merisa


"Baiklah" jawab mama Merisa


Lalu mereka mengatur strategi untuk membunuh Ratu Isabela


♡kembali ke waktu sebenarnya♡


Lalu papa Merisa berperang dengan Ratu Isabela 1 lawan 1 menggunakan pedang


Setelah lama berperang


Lalu tangan papa Merisa tergores terkena pedang Ratu Isabela


Lalu pedang papa Merisa langsung menuju jantung Isabela


Isabela langsung terjatuh


"Aku akan membunuh mu Evander" ucap Ratu Isabela


Lalu Ratu Isabela mati


"Tetapi aku lebih cepat membunuhmu Isabela" ucap Papa Merisa yang tidak lain adalah Evander


Lalu Deolinda dan Merisa menyusul Evander yang telah membunuh Ratu Isabela. Merisa langsung memeluk papanya, Deolinda melihat tangan Evander.

__ADS_1


"Ada apa dengan tanganmu? " tanya Deolinda.


"Tadi tergores pedang Isabela" jawab Evander. Lalu Deolinda mengobati tangan Evander.


Ketika malam mereka keluar dari istana Ratu Isabela dengan berpegangan tangan, Merisa berada di tengah. Ternyata malam itu lah bintang dak bulan bersinar terang, lalu wajah, suara, dan penampilan Deolinda kembali seperti dulu lagi. Merisa dan papanya tampak senang.


Lalu papa Merisa merasa menginjak sesuatu, ternyata itu cincin Merisa.


"Nak, ini cincin mu kan" tanya Evander.


"Wah iya pa, makasih pa" Ucap Merisa.


"Iya" balas papanya.


Dercy yang baru kembali ke istana ratu Isabela hanya menyaksikan kejadian tadi.


Setelah sekian lama dunia novel telah membuat hidup baru,bangun bangunan yang telah runtuh kembali seperti semula,sekarang semuanya hidup damai


Dan 3 permintaan mama Merisa telah dilaksanakan,buku Diary mamanya telah diberikan ke Merisa


Dan tanggal Merisa lahir menjadi tanggal terbaik di dunia novel,semuanya menjadi bahagia


Auristela menjadi sahabat terbaik Merisa


lalu Merisa ke kamar nya untuk rebahan ia menutup mata ketika ia membuka mata tiba-tiba Merisa keluar dari dunia novel bersama Dercy dan Darchell lalu disebelah mereka tergeletak sebuah buku novel ternyata buku novel itulah yang dijalani oleh mereka bertiga


Kisah di dunia novel telah tamat Merisa akan memulai lembaran baru


"Buku apa ini?" tanya Merisa sambil mengambil buku novel yang sudah ia jelajahi


"Apa? Ternyata aku masuk ke dalam novel, dan novel itu juga udah tamat, baiklah aku akan semangat untuk memulai lembaran baru, semoga aku bisa berubah menjadi lebih baik" ucap Merisa semangat


"Hahhh akhirnya cerita novelnya udah kelar" ucap Dercy senang


"Udah dong" jawab Dercy


"Ihh kok kamu nggak bilang sih" ucap Merisa sambil memukul mukul Dercy


"Nggak apa-apa biar seru, tapi sakit tau ih sakit" ucap Dercy kesakitan karna dipukul oleh Merisa.


"Hmmm Merisa, dia siapa?" Tanya Darchell.


"Oh iya kamu belum tau. Dia Dercy, yang udah ngutuk aku" jawab Merisa.


"Ooh jadi dia yang ngutuk kamu? Sini biar aku kasih pelajaran dia" ucap Darchell.


"Eh gak usah gak usah, dia udah jadi teman kok" ucap Merisa yang menenangkan Darchell.


Dercy hanya diam melihat Merisa bicara sendiri, sampai dia bertanya


"Merisa kamu ngomong sama siapa?" Tanya Dercy


"Eee, gak sama siapa siapa kok" ucap Merisa gugup, Merisa lupa bahwa Darchell hanya bisa dilihat olehnya.


"Ih dasar aneh" ejek Dercy.


"Eh, tunggu dulu. Kok kaki aku terasa ringan?" Tanya Merisa kaget.


"Oooh, itu karena sifatmu sudah berubah, jadi kutukan itu akan hilang" jawab Dercy.


"Oooh. Ngomong-ngomong setelah ini kita mau kemana?" Tanya Merisa.

__ADS_1


"Tenang aja, kamu tinggal di salah satu rumah kontrakkan keluarga aku aja" ucap Dercy.


"Tapi, aku gak punya uang?" Tanya Merisa.


"Ihhh ,kayak sama siapa aja, buat kamu gratis" jawab Dercy dengan sombongnya.


"Eh,kamu beneran? " tanya Merisa.


"Iyaa" jawab Dercy.


Beberapa menit kemudian


"Waaaah, ini rumah kamu Dercy? Besar banget" ucap Merisa kagum.


"Iya, kamu tunggu diluar dulu. Aku pengen ambil kunci kontrakkannya" ucap Dercy.


"Baiklah"jawab Merisa


Beberapa menit kemudian


Dercy keluar dari rumahnya


"Merisa, ini kunci nya" ucap Dercy


"Oke, makasih" jawab Merisa


"Ayo, sekarang kita jalan ke kontrakkan mu" ajak Dercy sambil berjalan.


"Eh, beneran jalan? Gak capek apa? Kamu kan kaya, kok gak naik kendaraan aja? "Ucap Merisa sambil menyusul Dercy.


"Ih, kamu diam aja deh. Ikutin aja aku" ucap Dercy.


"Iya iya" ucap Merisa.


"Nah, ini rumahnya" ucap Dercy tak lama kemudian sambil menunjuk rumah.


"Eh kok cepet banget nyampenya, perasaan belum lima belas menit" tanya Merisa


"Maka dari itu aku nyuruh kita jalan, karena tempatnya deket" ucap Dercy menjelaskan.


"Oh iya, di dalam rumah itu udah ada baju, walau sedikit sih. Nanti jika ada waktu kita pergi belanja baju dan keperluan kamu. Sekarang gak bisa, soalnya aku ada urusan. Jaga diri baik baik ya, semoga kamu betah" ucap Dercy.


"Oke" jawab Merisa


lalu Dercy pergi


"Hahhh akhirnya aku bergantung kepada Dercy, oh iya aku tetap sekolah apa nggak ya?" ucap Merisa


lalu Merisa memanggil Darchell, lalu Darchell pun keluar dari cincin


"kenapa Merisa?" tanya Darchell


"aku mau tanya kamu bisa apa nggak bantu aku mencari tau apa yang terjadi disaat aku masih ada di dunia novel" tanya Merisa kepada Darchell dengan heran


"aku mengetahuinya, waktu sebelum kita pergi dari rumah, aku memasang mata-mata perekam, mata-mata perekam bisa merekam suatu kejadian atau kegiatan sampai beribu tahun" jelas Darchell


"Oh gitu, gimana cara ngeliatnya kamu pasang nya dimana?" tanya Merisa


Lalu Darchell mengeluarkan alat yang berbentuk bulat.


"Itu apa Darchell?" Tanya Merisa.

__ADS_1


"Ini adalah alat untuk melihat rekaman yang di rekam Little eyes. Little eyes adalah alat merekam yang aku bilang tadi, ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat. Alat ini juga bisa terbang ke mana mana, jadi kita bisa mengetahui kejadian di banyak tempat." Jelas Darchell.


"Ooooh" ucap Merisa.


__ADS_2