Surprising Change

Surprising Change
Membujuk Merisa


__ADS_3

"Heyyy kamu apakan anakku, cepat lepasin dia" ucap Deolinda yang terkurung dalam sangkar ayam



"Diam kamu pengkhianat!"ucap Ratu Isabela dengan nada tinggi. Lalu ratu Isabela membawa Merisa ke sebuah kamar yg sangat luas dan bagus. " Hmmm, anak ini kelihatannya mempunyai kekuatan yang lebih sakti dari Auristela. Bagaimana jika aku mengambil kekuatan dari anak ini saja? aku harus membuat anak ini santai, agar kekuatannya kembali dan aku bisa mengambilnya hahahahaha" batin ratu Isabela.


"Aku akan mengurung anak ini di ruangan itu sampai dia santai " ucap ratu Isabela.


Setelah Merisa dimasukkan ke ruangan, Merisa terlihat bingung "kenapa aku merasa badanku lebih kuat dr biasanya ya? Walaupun lemas badan ku terasa berbeda, seperti ada yang aneh. Apa aku tanya Darchell aja ya? Hmmm...." batin Merisa. Merisa pun memutuskan untuk bertanya pada Darchell. Lalu Merisa berbicara sambil melihat ke cincin "Darchell, keluar dong... aku ingin tanya sesuatu sama kamu nih." Darchell pun keluar dari cincin walau dirinya masih sakit. "Ya Merisa ada apa?" Tanya Darchell. "Aku ingin tanya deh sama kamu, kok kekuatanku lebih kuat dari biasanya?" Tanya Merisa. "Ohh... itu karena aku sangat lelah, aku takut nanti kekuatanku akan hilang. Jadi aku sementara memindahkan kekuatanku ke kamu" jawab Darchell. "Ooohhhh jadi gitu" ucap Merisa. "Ya udah deh, aku mau istirahat dulu" ucap Darchell. "Iya" jawab Merisa. Lalu Darchell masuk ke dalam cincin


¤**▪︎¤ Di tempat di kurungnya Deolinda ¤▪︎¤**


"Kamu apakan anakku? kenapa kamu mengurungnya?" tanya Deolinda dengan wajah yang menakutkan


"Aku tidak menyakiti anakmu, aku menculiknya karena ia mempunyai kekuatan yang lebih kuat dari Auristela" jelas Ratu Isabela." kekuatan? Kamu pasti salah! Anakku tidak mungkin memiliki kekuatan. Dan lagipula dia lahir di hari dan tanggal yang buruk" balas Deolinda. "Deolindaaa kau mulai meragukan ku? Coba kau jawab, kapan aku pernah salah. Perkiraan ku selalu benar, jadi aku yakin pasti anak mu memiliki kekuatan yang besar dan cara agar kekuatan itu kembali dia harus santai. Maka dari itu, apakah kau mau membantu ku Deolinda?" ucap ratu Isabela. "apa? Membantu mu? Aku tidak akan pernah membantu mu lagi untuk selama lamanya" tegas Deolinda. "hahahahah, apakah kamu yakin tidak mau membantuku? Jika kau tidak mau membantuku, akan ku bunuh anakmu seperti aku membunuh yang lainnya" ancaman ratu Isabela."memangnya mau bantu apa, sampai kamu mau membunuh anak ku? "tanya Deolinda sedikit tidak ikhlas. "aku mau kamu membuat Merisa merasa nyaman di ruangan yang aku telah sediakan" jawab Ratu Isabela. "apa untungnya bagi kamu jika Merisa merasa nyaman di ruangan itu?" tanya Deolinda."kamu tidak berhak tau soal itu, jika kamu tidak ingin aku benar-benar akan membunuh Merisa" ucap Ratu Isabela. "baik aku akan menuruti keinginanmu" jawab Deolinda


Lalu Deolinda dibebaskan oleh Ratu Isabela, lalu Ratu Isabela mengantar Deolinda sampai di depan pintu ruangan Merisa


"Masuk, aku akan tunggu di depan pintu" perintah Ratu Isabela


Deolinda hanya diam lalu masuk ke ruangan Merisa, ia berjaga-jaga karena ia takut dijebak oleh Ratu Isabela, lalu ia melihat Merisa sedang tidur di atas kasur


"Ternyata aku tidak dijebak oleh Ratu Isabela" batin Deolinda


Lalu Deolinda segera menghampiri Merisa yang telah tertidur


"Anakku apa kamu baik-baik saja, apa yang terjadi dengan kamu, wajahmu juga terlihat sedih" batin Deolinda


Tak lama kemudian...


"Aaaaa mama" teriak Merisa.


Merisa langsung duduk di atas kasur

__ADS_1


"Kamu kenapa nak?" tanya Deolinda khawatir


"M- ma-mama meninggal" ucap Merisa sambil menangis


"Ternyata mama tirinya sudah meninggal" ucap Deolinda turut bersedih


"Kamu yang sabar ya Merisa"bujuk Deolinda


¤▪︎¤ Di tempat Dercy berada ¤▪︎¤


"Hah? kok merisa nggak ada ya? mama nya Merisa pakek tidur lagi, aduh gimana dong" ucap Dercy panik


Lalu Dercy berusaha membangunkan mama Merisa lalu tangan Dercy lewat di depan hidung mama Merisa, lalu Dercy memeriksa apakah mama Merisa masih hidup


"Oh tidakkkk, ternyata dari tadi aku memegang mayat, aduh mengerikan, lagian Merisa dimana sih" ucap Dercy dengan wajah yang pucat


Lalu Dercy berusaha mencari keberadaan Merisa tapi tiba tiba


Dercy melihat hanya wajah seseorang tiada satu pun tubuh nya


¤▪︎¤ Di suatu goa ¤▪︎¤


"Papa apakah keadaan diluar masih sangat kacau?aku takut sekali"ucap Auristela


"Tidak,hanya saja diluar berbahaya karena bangunan banyak yang runtuh,dan banyak mayat"jawab papa Auristela dengan wajah dingin dan biasa saja


Tak lama kemudian


"Papa aku lapar" ucap Auristela mengeluh


"Ya udah kita keluar aja nyari makan, mungkin masih ada yang tersisa" ucap papa Auristela


Lalu mereka berdua keluar dari goa

__ADS_1


Lalu Auristela melewati Dercy yang sedang pingsan, Auristela mengira Dercy adalah mayat, jadi Auristela hanya melewati Dercy


▪︎¤▪︎Di ruangan tempat Merisa di kurung▪︎¤▪︎


"Merisa..... kamu jangan sedih² terus ya. Nanti mama kamu di surga sana nggak tenang loh" Bujuk Deolinda agar Merisa tidak bersedih. Tapi hanya hening. Merisa hanya diam dan tidak menjawab apa-apa. Beberapa menit hanya hening. Tidak ada lagi yang berbicara. Lalu Merisa pun tiba-tiba bicara "Aku sedih bukan karena itu, tapi aku sedih karena mamaku meminta permintaan terakhirnya dan aku belum bisa melaksanakannya karena aku terkurung di sini. Boleh tolongin aku biar bisa bebas dari sini nggak?" Minta Merisa. "Hmmm mama juga gak tau nak. Kamu kan tau bagaimana ratu Isabela, dia sangat kejam. Dunia saja dihancurkannya apalagi kita?" Jawab Deolinda. "Baiklah" jawab Merisa sedih.


¤**▪︎¤ Di tempat Auristela berada ¤▪︎¤**


"Hah apa ini? kok seperti buku diary, kayaknya penting aku pungut dulu aja deh" ucap Auristela, Auristela menemukan buku diary mama tiri Merisa


"Apa yang kamu pungut itu?" tanya papa Auristela dengan wajah yang dingin


"Tidak kok pa, hanya buku pelajaran" alasan Auristela


Tak lama Kemudian


"Auristela cari batu" ucap papa Auristela


"Baik" jawab Auristela patuh


Lalu Auristela memberi batu itu kepada papa nya


Lalu papanya melempar batu itu ke buah pohon berlian


♧pohon berlian adalah pohon yang wajib ditanami oleh seluruh masyarakat di dunia novel, pohon berlian juga membawa kan kebaikan ♧


"Yuhuuu tepat sasaran, ayo kita memakannya" ucap Auristela semangat


Papanya hanya diam tidak menanggapi


Lalu Auristela makan dengan lahap sementara papa Auristela makan dengan santai.


Dercy yang mencium aroma dari buah berlian yang di makan Auristela pun terbangun dari pingsannya. Lalu Dercy menghampiri papa Auristela untuk meminta buah berlian. "Bolehkah saya makan? Saya sangat lapar" ucap Dercy dengan sopan. Auristela tidak memperhatikan Dercy dan masih sibuk makan karena kelaparan. Papa Auristela pun mempersilahkan Dercy untuk memakan buah berlian. Karena Auristela penasaran siapa yang meminta buah berlian, ia pun melihat ke arah Dercy. Lalu Auristela terkejut dan berteriak "Aaaaaaaaaaaaaaaaaa" papa Auristela yang bingung pun menanyakan kepada Auristela kenapa ia berteriak. Auristela menunjuk Dercy sambil menjawab "O-orang itu, tadi aku melihatnya sudah meninggal"

__ADS_1


__ADS_2