Surprising Change

Surprising Change
hotel ***


__ADS_3

"Baik pak" jawab Cerry



Lalu Cerry keluar dan memanggil Fifi


"Fifi,kamu dipanggil tuh sama pak guru,nanti sesudah menemui pak guru kamu pergi ke kantin temui aku"perintah Cerry. "Baik bos"balas Fifi


Lalu Fifi pergi ke kelas untuk menemui pak guru. "Pak, ada apa memanggil saya?" Tanya Fifi. "Bapak mau bertanya, apa maksud sebenarnya kamu menaruh lem di kursi itu. Bapak harap kamu berkata jujur" tanya pak guru tegas. "Eeeh, sebenarnya saya mau menjaili Merisa pak. Saya menaruh lem pada tempat duduk Merisa, tapi Dercy meminta Merisa dan Cerry bertukar kursi. Setelah mereka berdua bertukar kursi Cerry malah mengganti kursi nya dengan kursi pak guru. Jadinya yang terkena kejahilanku itu pak guru" ucap Fifi menjelaskan.


"Mengapa kamu ingin menjaili Merisa?" Tanya pak guru. "Duh gimana nih, aku jawab apa. Apa aku jujur aja" batin Fifi. "Saya disuruh oleh Cerry pak" ucap Fifi. "Hmmm, baiklah. Kamu boleh pergi" ucap pak guru


Lalu Fifi pergi dari kelas dan menemui Cerry di kantin


"Akhirnya datang juga kamu" ucap Cerry. "Iya bos" jawab Fifi sambil menunduk. "Pak guru bilang apa sama kamu?" tanya Cerry. "Pak guru bertanya kenapa aku menaruh lem di bangku itu, lalu aku terpaksa jawab jujur" jawab Fifi sedikit takut. "Apa???? Kamu jujur, berarti kamu bilang aku yang menyuruhmu!?" ucap Cerry sedikit teriak. "Ma-af bos, aku terpaksa" jawab Fifi ketakutan. "Sekarang kamu pergi dari hadapan ku, dasar pengkhianat" ucap Cerry membentak


Lalu Fifi pergi dan dia duduk di taman


"Cerry selalu begitu seenaknya sendiri" gumam Fifi


Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Semua murid segera masuk ke kelas nya masing-masing


"Hi students good afternoon, how are you today?" sapa bu guru yang mengajar bahasa inggris. "Hi also teacher, today we are fine" ucap para murid


"Today we will learn about future past tense"ucap bu guru


10 Menit kemudian


"Sesudah ini pelajaran apa lagi?" tanya Merisa. "Fisika" balas Dercy. "Ok" jawab Merisa


Lalu Merisa mengeluarkan buku Fisika nya


(Panggilan kepada Cerry diharap ke ruang Kepala Sekolah) suara panggilan dari ruang pak kepala sekolah


"Kenapa Cerry dipanggil ya mer?" tanya Dercy. "Nggak tau tuh, kayaknya karena ngejahilin pak guru" jawab Merisa


Lalu Cerry segera pergi ke ruang kepala sekolah


Sesampainya di ruang kepala sekolah


Tok tok tok

__ADS_1


"Ya silahkan masuk" ucap pak kepala sekolah


Lalu Cerry pun masuk ke ruang kepsek


"Ya? Ada apa pak? Kenapa memanggilku ke ruang kepsek, apa ada masalah?" tanya Cerry bagaikan tidak bersalah. "Ya ada masalah, mengapa kamu ingin mengerjai Merisa hingga yang terkena imbasnya adalah pak guru" ucap pak kepala sekolah sedikit memarahi. "Jadi begini pak, kemaren saya menunggu Merisa hingga pulang ke rumah, tetapi ternyata ia tak kunjung pulang, saya menunggunya dengan baju yang basah, hingga malam pun tiba Merisa belum datang ke rumahnya, hingga saya tertidur di depan terasnya, waktu di pagi hari saya dibangunkan oleh pelayan Dercy, dan sudah ada kardus yang menyelimuti saya pak, lalu saya diantar pulang ke rumah oleh pelayan Dercy, sesampainya di rumah saya masuk angin, pasti itu ulah Merisa pak, jadi aku ingin membalas dendam kepada Merisa dengan menggunakan Fifi" jelas Cerry.


"Apa benar begitu? Kenapa kamu bajumu basah dan kamu tetap di depan rumah Merisa? Kenapa kamu tidak langsung pulang saja?" tanya pak kepala sekolah. "Karena saya ingin memarahi Merisa pak, saya telah dijebak oleh Merisa, waktu itu saya sedang sakit perut lalu saya meminta jalan ke wc, lalu Merisa menunjukkan jalannya, tetapi ia memberitahuku jalan ke wc yang salah, wc yang aku masuki air nya tidak bisa hidup karena rusak, baju saya basah karena saya meminta air kepada pelayang Dercy, ia memberikan airnya melalui selang, tapi ketika ia memberikan ke aku, aku malah basah karena selangnya muncrat ke wajah ku hingga bajuku" ucap Cerry menjelaskan. "Ternyata Merisa begitu nakal ya" ucap pak kepala sekolah


Lalu pak kepala sekolah mengizinkan Cerry kembali ke kelas


"Aku apakan Merisa, dia adalah murid terpintar di sekolah ini, aku sedikit tidak percaya sama cerita Cerry, apa dia mengarang?" gumam pak kepala sekolah


3 jam kemudian


Kringg .... bunyi bel pulang telah berbunyi


"Ayo kita pulang" ajak Dercy. "Ayo" jawab Merisa. "Merisa kamu siap-siap untuk di skors ya" ucap Cerry. "Maksud kamu apa?" tanya Dercy. "Bukan urusan kamu ganteng" ucap Cerry sedikit merayu


Lalu mereka dijemput seperti biasa


Sesampainya di rumah


"Huftt, maksud perkataan Cerry tadi apa ya?" tanya Merisa berbicara sendiri. "Dia berbicara yang buruk tentang kamu Merisa kepada pak kepala sekolah" ucap Darchell yang tiba-tiba datang. "Kamu ini bikin kaget aja, masa iya sih?" tanya Merisa tidak percaya. "Iya Merisa, percaya deh sama aku. Aku melihatnya pakai mata kepalaku sendiri" ucap Darchell


"Memangnya dia bilang apa tentang aku?" tanya Merisa


Lalu Dercy menceritakan semua yang dikatakan oleh Cerry kepada pak kepala sekolah


"Pantas Cerry bilang begitu tadi ke aku, ternyata dia memang licik, nanti aku akan membalasnya dengan caraku sendiri" ucap Merisa dengan sangat keren. "Mau aku bantu ga?" tanya Darchell. "Untuk sementara ini nggak perlu tapi kalau aku dalam bahaya kamu segera bantu aku" ucap Merisa


"Baik bidadari cantik Merisa" ucap Darchell sedikit memuji


"Ah kamu ini terlalu memuji, baru sadar ya aku cantik" ucap Merisa percaya diri


"Nggak jadi ah bilang kamu cantik, kamu terlalu kepedean" ucap Dercy. "Ahhh nggak seru" jawab Merisa


Lalu tiba-tiba mereka tertawa bersama


_"Entah mengapa jika aku bersama Darchell bawaannya pengen ketawa mulu"_ batin Merisa


_"Kamu tetaplah bidadari cantikku Merisa"_ batin Darchell

__ADS_1


Lalu mereka berdua saling bertatapan


Lalu tiba-tiba wajah Darchell dan Merisa memerah karena malu dan mereka langsung mengalihkan pandangan mereka


"Nggak disangka kita bisa bertatapan ya Darchell" ucap Merisa sedikut malu. "Iya ya Mer" balas Darchell dengan wajah yang memerah karena malu


"Deg deg deg deg" suara jantung Merisa dan Darchell.


"Merisa" ucap Dercy yang memanggil Merisa dari depan pintu. "Ya, masuk aja" ucap Merisa. "Kita lanjutin belajar yuk, kali ini adalah pelajaran kimia" ucap Dercy. "Ya udah aku ambil dulu aja bukunya" ucap Merisa. Sesudah mengambil buku mereka pun belajar bersama.


Beberapa menit kemudian


"Aiyaya" suara dering handphone Merisa


"Sebentar, aku mau angkat telfon dulu" ucap Merisa.


Lalu Merisa mengambil handphone nya.


"Siapa Mer yg nelpon?" Tanya Dercy. "Nomor yang gak dikenal" jawab Merisa.


"Dercy" suara papa Dercy dari luar rumah.


"Mer, aku keluar dulu ya" ucap Dercy. "Ya" jawab Merisa


Merisa: Halo


Orang tak dikenal: Kalau kamu mau warisan orang tua mu datang lah ke hotel *** di kamar nomor 15


Merisa: Hotel yang sudah lama itu?


Orang tak dikenal: Ya, kutunggu sekarang


Merisa: Baik, aku akan segera kesana.


Lalu Merisa mematikan telfon nya


"Aku harus merebut warisan itu, karena warisan itu adalah hakku. Bukan hak orang tua tiri itu yang gak tau diri" batin Merisa. Lalu Merisa langsung pergi ke hotel ***.


Sesampainya di hotel.


"Hotelnya mengerikan sekali" ucap Merisa. "Aduh, cincinku mana? Pakek ketinggalan segala" ucap Merisa agak panik

__ADS_1


Lalu Merisa merasa ada seseorang yang sedang berjalan di belakangnya. Merisa belum sempat berbalik. "Mmmmmmmmm" teriak Merisa mencoba teriak. Lalu Merisa pingsan. "Dasar anak bodoh. Mudah sekali dijebak. Hahahaha" ucap papa tiri Merisa tertawa.


__ADS_2