Surprising Change

Surprising Change
Hanphone


__ADS_3

Lalu Dercy pergi mencari sopirnya



"Heran deh kenapa Dercy mau bantu aku padahal dulu dia yang mengutukku" ucap Merisa bingung


Lalu Darchell keluar dari cincin Merisa


"Dari yang aku selidiki kayaknya kamu lagi bingung ya Merisa" ucap Darchell sampil menepuk pundak Merisa. "Eh ada Darchell ya" ucap Merisa. "Iya nih aku lagi bingung" lanjut Merisa. "kamu bingung kenapa sih" tanya Darchell. Itu tuh si Dercy orang yang mengutukku kemaren, akhir-akhir ini dia kok jadi baik ya sama aku" jawab Merisa. "Merisa, kamu jangan percaya banget sama dia. Siapa tau dia baik sama kamu ada keinginannya. Mungkin aja dia baik sama kamu karena dia ingin memanfaatkan kamu. Jadi hati-hati aja" ucap Darchell. "masa sih, tapi ya Darchell" ucap Merisa. "kok kamu nggak percaya sih Merisa?" potong Darchell. "Soalnya ya Darchell, Dercy itu kayak suka sama aku gitu" ucap Merisa sambil senyum-senyum. "berharap kamu ya, nggak mungkin lah Dercy suka sama kamu, kalau dia suka sama kamu pasti dia nggak akan ngutuk kamu" jawab Darchell. "Oh gitu ya" ucap Merisa mendengarkan penjelasan Darchell.


Tok tok tok, terdengar suara ketukan pintu. "Permisi" terdengar suara dari depan pintu rumah. "Ah iya, sebentar" ucap Merisa sedikit berteriak. Lalu Merisa membukakan pintu.


"Dengan nona Merisa?" Tanya supir Dercy. "Ya saya sendiri" jawab Merisa. "Ini ada barang belajaan nona, mau ditaruh dimana?" Tanya supir Dercy. "Oh, taruh aja disana pak" ucap Merisa sambil menunjuk ke sofa ruang tamu.


Supir Dercy lalu meletakkan barang belanjaan Merisa dan pamit pulang. Lalu Merisa menutup pintu, dan mengecek barang-barang yang dibeli nya


"Darchell oh Darchell keluar dong" ucap Merisa sedikit teriak ke arah cincin. "kenapa sih manggil-manggil" jawab Darchell. "Bantuin aku dong, rapiin belanjaan ini di lemari" pinta Merisa. "Siap Bos" jawab Darchell sedikit bercanda


Lalu Darchell merapikan barang-barang Merisa ke tempat yang telah disediakan


"Chell chell, coba kamu lihat Handphone ini bagus nggak?" tanya Merisa sambil menyerahkan handphone nya. "bagus banget loh, tapi kok aku kayak pernah lihat benda semacam ini ya" ucap Darchell. "Ya mana aku tahu lah" jawab Merisa. "Kamu dapat benda ini darimana?" Tanya Darchell. "Tadi aku beli di Mall. Satu lagi, ini namanya Handphone, jadi kamu harus menyebut benda ini dengan nama Handphone" jawab Merisa sambil sedikit menjelaskan. "Iya deh iya" jawab Darchell. "Eh Darchell, gimana kalau kita coba Handphone ini" ucap Merisa. "Ya udah ayo" jawab Darchell lagi. Mereka pun bermain Handphone bersama-sama. Tiba-tiba Merisa berbicara "Darchell, kita foto yuk" Darchell pun bertanya "foto apaan sih Mer?" Merisa pun menjawab "ikut aja deh, nanti kamu tau sendiri" lalu Merisa menarik tangan Darchell dan berlari, Merisa berlari keluar untuk mencari spot foto/tempat foto yang bagus. Darchell dan Merisa pun berfoto-foto berdua. Ketika melihat foto mereka melihat ada sosok hitam dibelakang mereka. "Eh Darchell itu apa?" Ucap Merisa. "Hmmm gak tau, coba kita foto sekali lagi" saran Darchell. Lalu mereka memutuskan untuk berfoto sekali lagi, ketika melihat foto mereka. Tiba-tiba Merisa kaget hingga pingsan. Ternyata foto yang dilihat Merisa ada seorang kuntilanak yang sedang memeluk Merisa


Lalu Darchell mengangkat Merisa ke dalam hingga ke kasur


"Duh Merisa ini merepotkan ya, untung nggak berat, tapi kok aku lelah sekali ya" ucap Darchell


Karena kelelahan Darchell pun tertidur di samping Merisa


°•°•°Keesokan paginya°•°•°


"Ahh kok rasanya tubuhku pegal-pegal ya" ucap Merisa heran.


Lalu Merisa melihat ke samping


"AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH........................................." teriak Merisa kaget karena disebelahnya ada Darchell. "hei kenapa sih teriak-teriak, nggak tau apa aku lagi mimpi indah" ucap Darchell kesal. "k-ko-kok k-ka-kamu a-ada disini?" tanya Merisa gugup. "lah iya ya kenapa aku ada disini" ucap Darchell bertanya kepada diri nya sendiri

__ADS_1


Lalu mereka berdua mengingat apa yang terjadi kemarin malam


"Aku rasa kemaren aku terkejut karena difoto kita ada kuntilanak" ucap Merisa


"Iya lalu kamu pingsan, setelah itu aku mengangkat kamu ke dalam sampai ke tempat tidur, lalu sepertinya aku kelelahan hinggat aku sempat masuk ke dalam cincin akhirnya aku tertidur disebelah kamu" jelas Darchell sembari mengingat


"Jadi kesimpulannya kemaren itu tidak terjadi apa-apa, kita hanya tidur bareng" ucap Merisa lega


"Iya, yaudah deh Mer aku ke dalam cincin dulu ya mau mandi dulu soalnya" ucap Darchell


"Iya, aku juga mau mandi" ucap Merisa


Lalu Darchell masuk ke dalam cincin


"Fiuuhh untung nggak terjadi apa-apa, tapi kok aku rasanya senang sekali ya bisa tidur bersama Darchell" ucap Merisa sambil mengambil handuk dan melepas cincin


Lalu Merisa selesai mandi dan memakai baju uang baru di belinya kemarin


Lalu Darchell keluar dari cincin


"Hai Merisa" sapa Darchell kepada Merisa yang lagi di depan cermin. "Hai juga, Darchell Darchell bagus nggak baju baru ku ini?" tanya Merisa sambil menghadap ke Darchell


_"Waah merisa cantik sekali kayak peri yang turun dari langit"_ batin Darchell


"Darchell Darchell kok kamu nggak jawab sih? nggak bagus ya?" tanya Merisa sedikit bersedih


"Nggak kok, baju ini bagus banget dipakai sama kamu cocok jadi tambah cantik" jawab Darchell


"Waah makasih ya, kamu juga ganteng kok walaupun bajunya itu-itu terus" ucap Merisa sedikit memuji


"Oh begitu ya" ucap Darchell sedikit tidak puas


Lalu Darchell hanya duduk duduk saja tidak diajak berbicara oleh Merisa, sementara Merisa sibuk main hanphone


"Kenapa Merisa sibuk sendiri sih aku dicuekin, apa ini azab karena kemaren aku mendukung Merisa untuk mencuekin Dercy ya" batin Darchell sedih

__ADS_1


Lalu Merisa mendengarkan lagu, Merisa pun ikut menyanyi


"Lalalalala Lililililili Rurururu" nyanyian Merisa


"Hei Merisa kamu bilang apa sih? Lalala lilili rururu bahasa mana itu aku nggak ngerti tau" ucap Darchell


"Aku itu nyanyi tau, aku nggak tau liriknya jadi aku cuma ikutin irama nya aja" ucap Merisa sedikit menjelaskan


"Ooouuuhh gitu ya" jawab Darchell


Lalu Merisa memutar lagu yang ia suka


"Aku sungguh menyukaimu, wahai pangeranku" nyanyian Merisa


"Ha? Apa? Merisa menyukaiku?" Batin Darchell.


"Merisa, apa yang kau katakan tadi?" Tanya Darchell memastikan.


"Ih, kan udah ku bilang tadi. Aku lagi nyanyi" ucap Merisa.


"Ooohhh" ucap Darchell.


"Ternyata aku terlalu berharap" ucap Darchell


"Hah? Apa katamu? berharap?" ucap Merisa yang tidak sengaja mendengar Darchell berbicara sendiri


"Oh nggak kok, aku tadi lagi bicara sendiri" jawab Darchell


"Oooh" ucap Merisa


Lalu Merisa lanjut mendengarkan lagu


Lalu Dercy datang ia memanggil Merisa, mendengar panggilan dari Dercy Merisa segera keluar dan Darchell segera masuk ke cincin


"Kenapa kamu kesini Dercy?" tanya Merisa. "Papa ku bilang aku harus lanjut sekolah" jawab Dercy. "Ya udah lanjut sekolah aja, lalu apa hubungannya dengaku?" tanya Merisa. "aku meminta papa untuk memasukkan aku ke sekolah no 1 yang ada di kota ini dan aku juga meminta izin ke papa supaya kamu bisa ikut aku sekolah, kamu pasti mau" ucap Dercy semangat. "kamu mau aku kesekolah lagi ya, kok rasanya aku malas ya" jawab Merisa

__ADS_1


Lalu Darchell keluar dari cincin


"Merisa Merisa kamu ikuti aja kemauan Dercy, itu kesempatan bagus loh bisa lanjutin pendidikan" ucap Darchell. "nggak ah aku nggak mau" ucap Merisa dengan suara yang pelan. "ayolah Merisa ini bisa menjadi kesempatan kamu untuk memperbaiki diri" ucap Darchell berusaha membujuk. "Betul juga ya. ya udah deh aku terima" ucap Merisa tetap dengan suara yang pelan


__ADS_2