Surprising Change

Surprising Change
Diculik


__ADS_3

Hahahaha" ucap papa tiri Merisa tertawa.



"Sungguh mata duitan, warisan ini membawa keberuntungan sepertinya" ucap Mama tiri Merisa kegirangan. "Iya ma, ini sangat menguntungkan, rencana yang sangat bagus dan menguntungkan" balas papa tiri Merisa kegirangan


"Iya dong, ide mama" ucap mama tiri Merisa dengan bangganya


Lalu Merisa dilemparkan ke ruang paling angker yang berada di hotel itu, ruang itu adalah bekas dari orang yang gantung diri. Merisa dilemparkan dalam keadaan terikat dan mulut ditutup oleh kain


Di tempat Dercy berada


"Jadi ini anak bapak ya pak" ucap teman papa Dercy yang memiliki P.T terkenal


"Iya, dia yang akan jadi penerus perusahaanku" balas papa Dercy sambil membanggakan Dercy.


"Anak bapak ini kelihatannya pintar cocok sekali dengan putri saya, nama anak bapak siapa?" tanya teman papa Dercy. "Namanya Dercy, anak saya ini memang pintar, jika cocok dengan putri anda, berarti kapan-kapan bisa dong pertemukan Dercy dengan putri bapak" ucap papa Dercy


"Oh bisa-bisa, kayaknya Dercy belum punya orang yang disukai ya?" tanya teman papa Dercy kepada Dercy. "Sudah dong om, dia dekat banget dengaku dan lagi" ucap Dercy terpotong karena mulutnya ditutup oleh papanya.


"Dia belum punya kekasih dihatinya, dia ini memang suka mangada ngada" ucap papa Dercy sambil menutup mulut Dercy. "Ohhh begitu, nanti aku atur jadwal anakku untuk bertemu dengan Dercy" ucap teman papa Dercy.


"Aku tidak mau, aku maunya sama Merisa" batin Dercy


"Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu" pamit papa Dercy


"Iya silahkan, besok saya akan datang ke kantor bapak untuk menandatangani kontrak" ucap teman papa Dercy


Lalu Dercy dan papanya pergi


Di mobil


"Pa!! Aku tuh nggak mau ketemu sama anak teman papa, aku mau nya tuh sama Merisa aja" ucap Dercy membantah. "Kamu ini gimana sih, kalau kamu bisa jadi menantu keluarga teman papa jadinya kan keluarga kita juga yang terbantu kamu juga nggak boleh egois gitu dong, kamu juga harus kenal dengan cewek lain, jangan Merisa aja, siapa tau cocok" jawab papa Dercy. "Pokoknya aku nggak mau, titik gak pakai koma" ucap Dercy sedikit teriak


Lalu papa Dercy hanya diam


5 menit kemudian


"Aku mau ke rumah Merisa dulu, papa pulang duluan saja" ucap Dercy. "Baiklah, jangan pulang malam-malam" jawab papa Dercy


"Kok pintunya ditutup ya?" batin Dercy


Lalu Dercy mengetuk pintu rumah Merisa

__ADS_1


(Tok tok tok) "Ada orang di dalam?" tanya Dercy sedikit teriak


"Merisa ke mana ya? Apa dia lagi pergi beli makanan" gumam Dercy


Lalu Dercy kembali ke rumah


"Eh kok cepat sekali pulangnya, biasanya kamu lama pulangnya kalau ke rumah Merisa" ucap papa Dercy. "Merisa nya nggak ada di rumah, aku mau ke kamar aja" ucap Dercy sambil menaiki tangga rumahnya


Di hotel ***


"Dimana aku ini, aduh tubuhku sakit semua..." batin Merisa


Lalu Merisa berusaha membuka ikatan tetapi tidak berhasil


"Kok aku bisa ada disini ya? Oh iya warisan, ini pasti karena warisan" batin Merisa


Di kamar Merisa


Darchell ke luar dari cincin


"Merisa ke mana ya? Kok nggak bawa aku sih" ucap Darchell heran.


Lalu cincin yang berada di sebelah Darchell, berbunyi dan mengeluarkan cahaya. _"Cincinnya berbunyi dan bercahaya? Aku lupa ini tanda apa. Sebentar, ini kan tandanya bahaya"_ batin Darchell. "HAH? MERISA? MERISA DALAM BAHAYA?" Teriak Darchell karena kaget.


Lalu Darchell mondar-mandir di kamar Merisa untuk mencari solusi.


"Ah iyaaa, Little eyes!" Ucap Darchell saat menemukan ide.


Lalu Darchell segera menghidupkan dan mengaktifkan Little eyes-nya untuk mencari Merisa


"Tolong ya kamu cari keberadaan Merisa" ucap Darchell kepada Little eyes


Lalu Little eyes segera pergi mencari keberadaan Merisa


"Aku mau siap-siap dulu, aku harus bisa menyelamatkan Merisa" ucap Darchell lalu Darchell masuk ke dalam cincin untuk bersiap-siap


Di rumah Dercy


"Kenapa sih Merisa, aku chat tapi nggak dibalas, jadi bete deh, padahal kan aku mau curhat kalau aku mau ditemuin sama anak teman papa" gumam Dercy


(Tok tok tok)


"Ya masuk"vucap Dercy

__ADS_1


"Dercy,vmama dengar kamu mau ditemuin sama anak teman papa ya?" tanya mama Dercy. "Iya ma, tapi aku nggak mau" jawab Dercy. "Loh kok nggak mau, harusnya kamu senang, kamu kan jadi dapat teman baru" ucap mama Dercy dengan lembut. "Iya sih ma,tapi nanti kalau aku dijodohin sama anak teman papa itu gimana?"tanya Dercy khawatir. "Nggak akan,soalnya kalau urusan hati papa dan mama menyerahkan nya padamu Dercy"ucap mama Dercy menenangkan Dercy.


"Gitu ya ma, oke deh aku mau ketemu sama anak teman papa" jawab Dercy. "Nah gitu dong, oh iya tumben kamu nggak main sama Merisa?" tanya mama Dercy. "Merisa nggak ada di rumah, mungkin dia sedang belanja" ucap Dercy.


"Oh gitu ya, ya udah deh mama ke dapur dulu ya, mau minta pelayan memasak makanan untuk nanti malam" ucap Mama Dercy. "Iya ma" jawab Dercy


Lalu mama Dercy pergi


Di waktu yang bersamaan


"Ma apa tidak apa-apa jika Merisa dibiarkan disana?" tanya papa tiri Merisa. "Ya nggak apa-apalah" ucap mama tiri Merisa santai. "Kalau dia mati gimana?" tanya papa tiri Merisa. "Bagus dong kalau begitu" jawab mama tiri Merisa


Tak lama kemudian


(Hoek hoek hoek hoek)


"Ma, anak kita nangis tuh, gendong cepat" ucap papa tiri Merisa. "Nggak ah pa, papa aja yang gendong, mama lagi malas diganggu sama bayi itu" ucap mama tiri Merisa. "Oke deh" jawab papa tiri Merisa


_"Kok istriku begini ya, dia nggak pernah tulus untuk menyayangi anaknya, padahal kan ini anaknya sendiri"_ batin papa tiri Merisa


Lalu papa tiri Merisa mengendong anaknya dan segera menenangkannya dengan susu


"Cup cup anak manis, jangan menangis" ucap papa tiri Merisa menenangkan bayinya


"Akhirnya kamu nggak menangis lagi" ucap papa tiri Merisa lega


Di tempat Merisa


_"Aduh sakit sekali, Darchell kamu dimana selamatkan aku"_ batin Merisa sambil meneteskan air matanya. Tiba-tiba Merisa melihat sebuah benda. Benda itu melayang dan seperti inging mendekat ke Merisa. Setelah Merisa lihat lagi ternyata itu adalah Little eyes milik Darchell. "Hmmmpphhh-hmmphh" ucap Merisa berusaha meminta pertolongan saat melihat Little eyes.


Di tempat Darchell


"Hah? MERISAAAA?!?! Akhirnya kamu ketemu jugaa" ucap Darchell senang. _"Aku harus buru-buru teleportasi ke tempat Merisa sebelum Merisa diapa-apain"_ batin Darchell.


Darchell pun menteleportasikan dirinya ke tempat Merisa berada.


"MERISAA" teriak Darchell senang karena menemukan Merisa.


Di tempat ayah dan ibu tiri Merisa


"Papa, aku punya firasat buruk deh. Aku takut anak itu kabur lagi. Dia kan nakal, coba deh papa cek aja" ucap mama tiri Merisa. "Ya udah iya, nih ambil dulu bayi ini" ucap papa Merisa sambil menyerahkan bayinya ke mama Merisa.


Di tempat Merisa

__ADS_1


Darchell langsung membuka kain yang menutup mulut Merisa agar Merisa bisa berbicara. "Hah.... terima kasih Darchell udah tolong aku" ucap Merisa. "Aku kan pelindung kamu jadi wajar aja aku tolongin kamu" ucap Darchell sambil membuka tali yang mengikat tangan Merisa. Darchell pun juga membuka tali yang mengikat kaki Merisa.


__ADS_2