
Merisa dan Dercy hanya mengabaikan

"Tunggu pembalasanku Merisa" dendam Cerry
¤▪︎¤ Di luar kelas ¤▪︎¤
"Merisa kamu dulu pernah satu sekolah sama Cerry ya?" tanya Dercy. "Iya pernah dulu kami satu tim untuk membully anak-anak yang tidak mau mengikuti perintah aku" ucap Merisa. "Ohh gitu" jawab Dercy
Lalu Darchell muncul
"Merisa coba kamu tanya ke Dercy kenapa sekarang ini dia jadi baik sama kamu" ucap Darchell sedikit memohon. "Oke oke" jawab Merisa setuju
"Apa yang oke?" tanya Dercy. "Nggak kok, aku lagi ngomong sendiri" ucap Merisa. "oooh" jawab Dercy. "Dercy aku mau tanya kenapa kamu sekarang baik sama aku?" Tanya Merisa.
"aduh aku jawab apa nih, kenapa dia tiba-tiba nanya gini, aku kabur aja deh" batin Dercy. "Dercy kok bengong?" tanya Merisa memperhatikan Dercy. "Aduh.... aw sakit" ucap Dercy berpura-pura
"Eh eh kamu kenapa" tanya Merisa panik. "Kayaknya aku harus ke Toilet dulu nih" alasan Dercy untuk kabur. "Oh oke oke" jawab Merisa
Lalu Dercy segera pergi,
"Cepat banget perginya" ucap Merisa
"Darchell aku belum tau jawabannya, Dercy nya sakit perut lalu pergi ke Toilet" ucap Merisa. "Nggak usah diceritain, aku juga ngelihat, aku kan dari tadi disini" jawab Darchell. "Oh iya ya" jawab Merisa
__ADS_1
Lalu Cerry melihat Merisa berbicara sendiri
"Kenapa anak itu berbicara sendiri, sampai senyum-senyum lagi, apa sekarang ini otaknya agak terganggu ya" ucap Cerry berbicara sendiri. "Udah deh aku samperin aja tuh anak gila" ucap Cerry lagi.
Cerry pun ke tempat Merisa. "Merisa, kamu beneran udah gila ya? Kenapa kamu nggak masuk rumah sakit jiwa aja? Semenjak di usir dari rumahmu otak kamu sudah bergeser dari tempatnya?" Ucap Cerry mengejek Merisa. Lalu salah satu siswi bertanya "Hah? Apa katamu Cerry? Merisa pernah di usir dari rumah? Menyedihkan sekali anak ini" lalu Cerry pun menjawab "iya menyedihkan sekali"
Lalu Darchell yang sangat marah mendengar perkataan Cerry pun langsung bertanya kepada Merisa. "MERISA, APA PERLU AKU MEMBERI MEREKA PELAJARAN?" "Darchell sabar dulu, aku punya rencana" ucap Merisa menenangkan Darchell. Lalu Merisa membisikkan rencananya. "Cih, dasar orang gila" ucap Cerry yang melihat Merisa.
Cerry pun ingin pergi dari tempat Merisa. Lalu Merisa tiba-tiba bicara "Cerry sebentar" lalu Cerry terhenti. "Aku cuman mau ngingatin ke kamu, hati-hati aja kamu sebentar lagi jatuh" ucap Merisa mengingatkan. "Cih" jawab Cerry cuek. Lalu Darchell mendorong Cerry dan Cerry terjatuh.
"Hiyaaa hahahahahaa" ketawa seluruh siswa siswi sekolahan yang melihat kejadian tadi. "Ih kok ketawain aku sih, bantuin cepat bantuin, ishhhh" ucap Cerry kesal
{Kriiiinngg kriiiiiiiiiinngg} bunyi bel masuk
Di tempat Dercy
Lalu Dercy mengelilingi gudang. Di dekat gudang, ada pak satpam yang sedang mengelilingi sekolah memastikan tidak ada lagi anak murid yang belum masuk kelas. Lalu pak satpam melihat pintu gudang terbuka. Lalu pak satpam pun mengunci pintu gudang. Dercy dari jauh melihat pintu tertutup pun terkejut. Dercy sudah berusaha memanggil pak satpam tapi pak satpam sudah terlanjur jauh
Di kelas Merisa
"kok tumben ya Dercy belum masuk kelas, biasanya dia udah masuk kelas duluan sebelum aku" batin Merisa. Karena khawatir pun Merisa memanggil Darchell. "Darchell kamu coba cari tau deh Dercy di mana, dari tadi dia belum masuk kelas" ucap Merisa memerintah. "Iya deh iya" ucap Darchell jengkel dan tak rela. Darchell pun mengelilingi sekolah mencari Dercy
Saat Darchell lewat di depan gudang, iya mendengar ada seseorang meminta tolong sambil menangis. Darchell pun berhenti mencari Dercy. Ia ingin menyelamatkan anak yang ada di dalam gudang. Darchell pun membuka kunci gudang dan membuka pintu. Dercy yang melihat pintu terbuka pun senang, ia menghapus air matanya dan keluar. "Terima kasih ya"ucap Dercy. Ia ingin berterima kasih kepada orang yang menyelamatkannya tapi ia tidak melihat orang satu pun. "Cih ternyata anak yang sedang menangis di dalam gudang itu Dercy. Dasar anak cengeng " batin Darchell.
Dercy bingung bagaimana cara ia sampai ke kelas karena dia bisa sampai ke gudang itu tidak sengaja. Dercy pun menutup mata dan berdoa kepada tuhan karena benar-benar bingung harus melakukan apa. Darchell pun mendapat kesempatan untuk memberi Dercy petunjuk untuk bisa ke kelasnya. Darchell pun meletakkan batuan-batuan kecil sepanjang jalan. Ketika Dercy selesa berdoa dan membuka mata. Ia melihat batuan yang Darchell letak, ia pun langsung mengikuti batu-batu itu sampai ke kelas.
__ADS_1
"kamu berhutang budi padaku Dercy" ucap Darchell yang mengikuti Dercy ke kelas.
Di kelas Merisa
Di kelas sudah ada pak guru yang sedang mengajar. Ia melihat Dercy yang berada di depan kelas. Pak guru pun sangat marah kepada Dercy karena Dercy sudah sangat telat. "Dercy, kamu kemana aja?! Kamu itu udah telat banget" ucap pak guru marah. "Anu pak itu" ucap Dercy gagap. "Pokoknya bapak nggak mau tau, kamu harus kena hukum" bentak pak guru memarahi Dercy. Lalu Merisa tiba-tiba berbicara "maaf pak. Dercy itu telat karena dia sakit perut pak. Sampai-sampai dia susah sekali berbicara karena itu dia berbicara gagap. Tadi dia udah pesan sama aku untuk bilang ke bapak tapi aku lupa. Maaf pak" ucap Merisa. "Oh seperti itu. Ya udah Dercy kamu silahkan duduk" ucap pak guru mempersilahkan. Pelajaran pun dilanjutkan
"Merisa, makasih ya udah nyelamatin aku" bisik Dercy. "Iya sama-sama" jawab Merisa
(Kringg.... kringg..... waktu pulang telah tiba, silahkan siswa dan siswi bersiap untuk pulang)
"Anak-anak pelajaran kita sampai sini dulu, dan bapak memberi kalian sedikit pekerjaan rumah, silahkan kalian cari informasi tentang sejarah penemu lampu" ucap Pak Guru. "Baik pak" jawab para siswa dan siswi bersamaan
Lalu semua siswa dan siswi bersiap untuk pulang
(Pengumuman pengumuman kepada Merisa dan Dercy diharap ke ruang kepsek segera)
"Sepertinya kita dipanggil ke ruang kepsek deh, kita langsung ke sana aja" ajak Merisa. "Oke" jawab Dercy
Lalu mereka pergi ke ruang kepala sekolah
Cerry penasaran kenapa Merisa dan Dercy ke ruang kepala sekolah jadi cerry mengikuti Merisa dan Dercy ke ruang kepsek
{Sesampainya di ruang kepala sekolah}
Merisa dan Dercy segera masuk sementara Cerry hanya mengintip lewat jendela
__ADS_1
"Ada apa ya pak kami dipanggil ke sini" tanya Merisa. "Jadi begini, kamu kemaren kan hilang karena hanyut di sungai, jadinya kamu ketinggalan pelajaran, untuk mengejar kembali pelajaran bapak menyarankan agar kamu belajar bersama Dercy untuk mengejar kembali pelajaran yang tertinggal" ucap Pak kepala sekolah menjelaskan. "Oh begitu ya pak baiklah pak" ucap Merisa."Dercy kamu bersediakan membantu Merisa?" tanya pak kepala sekolah. "Setuju banget pak" jawab Dercy
Lalu Cerry yang mendengar percakapan itu pun langsung membuat rencana untuk menjahili Merisa