
Ratu Isabela yang menyamar menjadi mama Merisa
Merisa duduk terdiam di kamarnya. "Kasihan sekali putri Auristela" ucap Merisa. "Tapi kok aku merasa aneh ya sama mama, kemarin ketika aku bilang bahwa temanku adalah putri Auristela mama tidak tahu yang mana putri Auristela. Tadi ketika mama memperlihatkan ku foto itu jelas jelas mama sangat kenal kepada putri Auristela. Hmmm." Ucap Merisa sambil berpikir. "Ah lupakan, mungkin mama kemarin hanya berpura pura tidak tahu" lanjut Merisa.
"Yo yo yo i'm back" ucap Darchell yang tiba tiba datang. "Eh astoge ada monyet" ucap Merisa yang terkejut. "Eh mana, mana monyet nya? " ucap Darchell kebingungan. "Noh, didepanku" jawab Merisa dengan santay. Darchell hanya diam dengan menahan amarah. "Ah sudahlah lupakan, ada hal penting yang ingin ku ceritakan nih" ucap Merisa. "Apa itu?" tanya Darchell. Merisa pun menceritakan kejadian tadi.
"Ha! Putri Auristela punya kekuatan? Setauku putri Auristela gak punya kekuatan "ucap Darchell yang kaget. "Ya iyalah. Setauku setauku, emang kamu tau apa? Kerjaan mu cuma rebahan di cincin doang kok" ucap Merisa dengan sedikit mengejek. "Ih gak usah ngejek juga, kamu gak tau ya aku tuh suka berjelajah dan nguping diam diam pembicaraan orang" ucap Darchell. "Oh ya? Kok aku baru tau. Dan juga kamu gak takut tersesat? Dunia novel ini kan lumayan besar" tanya Merisa. "Merisa Merisa.... kamu gimana sih, aku kan bisa teleport. Kamu gak ingat bagaimana kau bisa ada di istana putri Auristela?" Jawab Darchell. "Oh iya ya, kok aku bisa lupa "ucap Merisa. Darchell hanya diam menghadapi keanehan Merisa.
__ADS_1
¤▪︎¤▪︎Beberapa menit kemudian▪︎¤▪︎¤
"Eh Darchell kata kamu kamu suka nguping pembicaraan orang, apakah kamu tau sesuatu tentang ayah putri Auristela? " tanya Merisa. "Nggak, gak tau" jawab Darchell. "Hmmmm" gumam Merisa. "Darchell, aku minta tolong ya sama kamu. Boleh nggak?" Tanya Merisa. "Minta tolong apaan tuh?" Jawab Darchell. "Kamu teleport ke istana Auristela lalu cari tahu tentang istana itu." Ucap Merisa. "Siap laksanakan" jawab Darchell
•°•°•°•Darchell menteleportasikan dirinya ke kerajaan Auristela•°•°•°•
Di saat sampai di istana Auristela, Darchell melihat Auristela. Auristela begumam "kenapa Merisa tidak pernah datang ke sini lagi ya? Padahal kan aku ingin mencari tahu informasi tentang Merisa. Kenapa papa bisa perhatian padanya" "Apa aku datang ke perpustakaan khusus kerajaab saja ya? Siapa tahu di situ aku bertemu Merisa lagi." Ucap Auristela. Lalu Auristela masuk ke dalam istana. "Yahh Auristela sudah masuk ke dalam istana tapi aku belum mendapatkan informasi apa-apa."
¤▪︎¤▪︎Beberapa menit kemudian▪︎¤▪︎¤
__ADS_1
¤▪︎¤ Disaat yang sama dikerajaan putri Auristela ¤▪︎¤
Lalu Ratu Isabela dan Fajira datang ke istana Putri Auristela
"Kenapa kamu datang lagi ke istanaku,apa kamu mau menculik anak ku"ucap Papa Auristela dengan wajah yang waspada
"Iya tetapi aku akan meminta izin kepada mu terlebih dahulu"jawab Ratu Isabela dengan wajah yang jahat
"Hmmm ya sudah kamu mau izin apa?"tanya Papa Auristela
__ADS_1
"Saya mempunyai permintaan saya mempunyai 2 pilihan, aku ingin kamu meminjamkan sebentar Auristela kepada ku,setelah itu aku tidak akan mencari gara gara kepada mu dan anakmu lagi,tetapi aku akan menyedot seluruh kekuatan anakmu yang nanti akan berakibat fatal bagi anakmu,tetapi jika kamu tidak mau juga tidak apa - apa tetapi jangan salahkan aku jika aku bertindak kejam kepada rakyatmu,kamu tinggal pilih mau yang mana"ujar Ratu Isabela sekaligus mengancam Papa Auristela
"Hmm jika tidak ada yang aku pilih diantara 2 itu?"tanya Papa Auristela