
ucap Merisa tetap dengan suara yang pelan

"Merisa kamu berbicara sama siapa sih, padahal nggak ada orang loh di sebelah kamu" tegur Dercy. "oh aku bicara sendiri kok, oh iya Dercy aku berubah pikiran, aku mau ikut kamu pergi ke sekolah" ucap Merisa. "Nah gitu dong dari tadi, nanti papa ku daftarin kita berdua kamu nanti ikut sama aku dan papa kesekolah itu" ucap Dercy. "kok aku ikut sih?" tanya Merisa. "soalnya aku nggak tau biodata kamu, kan yang tau tentang informasi kamu itu cuma kamu" ucap Dercy sedikit menjelaskan. "Oh iya ya, ya udah deh nanti aku ikut, aku ke dalam dulu ya Dercy, bye Dercy" ucap Merisa sambil menutup pintu. "bye juga" jawab Dercy
"cepat sekali sih nutup pintunya kayak ngusir"batin Dercy sedikit kesal
"Darchell lain kali jangan muncul sembarangan lagi ya" ucap Merisa. "Oke Merisa" jawab Darchell
"Darchell ini sebenernya ganteng tapi sayang ia bukan manusia"batin Merisa. "Merisa ini cantik tapi sayang aku terlalu jelek untuk Merisa yang begitu waw"batin Darchell
Lalu mereka berdua saling menatap, lalu Merisa segera mengalihkan pandangannya karena malu dilihat terus oleh Darchell
"Hm hm Darchell sebaiknya kamu siap-siap untuk pergi nanti ke sekolah baru ku" ucap Merisa mencari cari topik
"Aku nggak perlu siap-siap, sebaiknya kamu saja yang siap-siap" ucap Darchell tersenyum
"Oh oke, kalau begitu kamu masuk ke cincin aku mau ganti baju" perintah Merisa
"Oke Merisa" jawab Darchell
Lalu Darchell masuk ke dalam cincin
(Deg Deg Deg)
"Huhh kok jantungku berdetak sekencang ini sih" ucap Merisa sambil memegang dadanya
◇Didalam cincin◇
"Aduuh kok jantungku berdetak dengan sangat kuat sih, dan lagi kayaknya aku sudah ketemu sama Merisa sejak kami masih kecil kenapa begitu ya" ucap Darchell heran
Merisa sudah selesai bersiap-siap dan ingin menunggu Dercy. Lalu Merisa teringat bahwa ia belum memakai cincinnya. "Oh iya, aku belum pakai cincin ya. Aduhhh cincin-nya di mana ya?"batin Merisa sambil sibuk mencari cincinnya. "Nah ini diaa" ucap Merisa ketika sudah menemukan cincinnya. Merisa pun memakai cincin itu.
Tiba-tiba Merisa penasaran akan suatu hal. "Hmmmm. Darchell itu kenapa bukan manusia ya? Kenapa dia jadi pelindungku? Aku penasaran deh gimana cerita masa lalu Darchell. Apa aku tanyain aja ya" batin Merisa. Karena Merisa sangat penasaran akhirnya Merisa pun bertekad untuk bertanya kepada Darchell. "Darchell keluar dong" teriak Merisa yang sedang menghadap cincin. Darchell pun keluar dari cincin. "Ada apa sih Mer? Kok teriak-teriak?" Ucap Darchell sedikit kesal. "Ya maaf, aku teriak agar kamu dengar dan langsung keluar" ucap Merisa meminta maaf. "Oh iya, kamu ngapain manggil-manggil aku? Kamu rindu ya?" Ucap Darchell sambil tertawa. "Ya nggak lah" jawab Merisa ketus. "Ya udah iya maaf. Ngapain kamu manggil aku?" Tanya Darchell. "Aku tuh penasaran tadi sama masa lalu kamu, jadi aku mau tanya." ucap Merisa menjelaskan ke Darchell. "Masa lalu kamu tuh gimana sih?" Tanya Merisa. "Ohhh, itu. Jadi tuh.." ucap Darchell yang ingin menjelaskan.
__ADS_1
(Tok tok tok) suara ketukan pintu. Perkataan Darchell pun terpotong dan Darchell masuk ke cincin. Merisa memakai cincin lalu membukakan pintu. Ternyata itu adalah Dercy. Dercy pun bertanya kepada Merisa "kamu sama siapa Mer? Kok aku dengar tadi kamu lagi ngobrol sama seseorang?" Merisa menjawab "mana ada aku ngobrol sama orang, tadi tuh aku lagi nyanyi" ucap Merisa berbohong. "Ohhhh gitu. Ya udah yuk kita berangkat" ucap Dercy. "Yuk" jawab Merisa.
Sesampainya di Sekolah
Ketika Merisa berjalan menuju ruang Kepsek ditemani Dercy dan papa Dercy banyak siswa laki-laki yang memandang Merisa, Merisa hanya tersenyum kepada siswa laki-laki yang memandang Merisa.
"Dercy, kenapa siswa laki-laki pada memandangku sih?" Tanya Merisa ke Dercy
"Ah masa sih? Oh iya mending kamu nundukin kepalamu aja" jawab Dercy
"Eh tapi" ucap Merisa.
"Gak ada tapi-tapi, tundukin aja kepalamu" ucap Dercy memotong pembicaraan Merisa dan menundukkan kepala Merisa.
"Aduh Dercy sakit" ucap Merisa kesakitan.
"Anak-anak kalian kenapa? Kita udah sampai ruang kepsek nih" ucap papa Dercy.
"Ah iya pa, kami gak papa kok" jawab Dercy.
"Ah iya om, yang dikatakan Dercy betul" jawab Merisa.
"Oh, baiklah papa masuk dulu ya,kalian tunggu disini saja" ucap papa Dercy
Lalu papa Dercy masuk ke ruang kepsek,sementara Merisa dan Dercy menunggu di luar
"Silahkan duduk pak"ucap kepala sekolah
Lalu papa Dercy duduk di kursi depan kepala sekolah
"Apa benar yang akan masuk ke sekolah ini 2 orang anak?"tanya pak kepala sekolah."Iya pak 2 orang anak,satu laki - laki dan satu lagi perempuan"jawab papa Dercy."anaknya kembar ya pak?"tanya pak kepala sekolah ketika mendengar papa Dercy mengatakan,satu laki - laki dan satu perempuan
"Nggak kok mereka nggak kembar"ucap papa Dercy."Oh gitu"jawab kepala sekolah
°•°•° 1 jam kemudian °•°•°
__ADS_1
"Eh Dercy papamu ngapain sih di dalam kok lama banget ngobrolnya kita nggak disuruh masuk nih?"tanya Merisa bosan."Maaf ya Mer papa ku itu seperti ibu - ibu kalau ketemu teman yang bisa diajak ngobrol,ngobrolnya lama banget malahan bisa keluar dari topik yang lagi di bahas"jawab Dercy memohon maaf
Lalu mereka kembali bersabar
°•°•° Beberapa menit kemudian°•°•°
"Dercy, Merisa ayo masuk ke dalam"ajak papa Dercy menghampiri Dercy dan Merisa."baik pa"."baik om" ucap mereka barengan
Lalu mereka masuk
"Ini anak - anak saya yang akan di tes kemampuan berfikirnya"ucap papa Merisa
Lalu pak kepala sekolah mempersilahkan Dercy dan Merisa duduk dan pak sekolah memberi masing masing 2 lembaran kertas,kertas yang satu berisi tentang biodata,kertas yg satu lagi berisi soal - soal
"Silahkan di isi biodata dan soal soal nya,jika kalian benar semua,kalian akan langsung mendapatkan julukan sebagai orang terpintar di sekolah ini,karna tidak ada satu pun orang yang berhasil menjawab soal - soal ini dengan benar"ucap pak kepala sekolah,menjelaskan
"Kami diberi waktu berapa jam untuk mengerjakan ini"tanya Merisa serius."kalian diberi waktu 1 jam untuk menyelesaikan soal - soal ini"jawab pak kepala sekolah
"Silahkan dikerjakan waktu dimulai dari sekarang"ucap pak kepala sekolah
"Waduh aku nggak belajar gimana mau jawab" batin Merisa. "parah nih soalnya banyak sekali,masa baru masuk langsung diberi 200 soal sih "batin Dercy
Lalu mereka berusaha mengerjakan ujian semampu mereka
°•°•° 1 jam kemudian °•°•°
"Waktu habis,silahkan dikumpulkan,dan lanjutkan mengisi Biodata"perintah pak kepala sekolah."Baik pak"ucap Merisa dan Dercy barengan
Lalu mereka mengumpulkan dan melanjutkan mengisi biodata
°•°•° 5 menit kemudian °•°•°
"Ini pak biodata saya"ucap Dercy sambil menyerahkan kertas berisi informasi tentang diri Dercy."Ini pak yang punya saya"ucap Merisa sambil menyerahkan kertas biodata
Pak kepala sekolah mengatakan pengumuman lulus masuk sekolah itu adalah besok
__ADS_1
Lalu mereka pamit pulang kepada pak kepala sekolah