Surprising Change

Surprising Change
Dihukum lagi


__ADS_3

Di tempat Merisa


"Huffft akhirnya kamu keluar juga dari kamar mandi" ucap Darchell. "Iya maaf, lama ya kamu nungguin nya?" tanya Merisa. "Iya lama banget" jawab Darchell. "Kok kamu nungguin nya di depan wc sih?" tanya Merisa. "Biar aku tau kamu ngelamunin apa di kamar mandi" balas Darchell. "Nggak bakalan tau" ucap Merisa. "Iya aku juga nggak tau, percuma deh aku di depan wc nungguin kamu" jawab Darchell. "Dimana bayinya?" tanya Merisa. "Tuh lagi tidur di tempat tidurmu" jawab Darchell. "Owh okelah" balas Merisa


(Tok tok tok)


"Merisaaaa kamu udah pulang belum?" tanya Dercy yang sedang teriak di depan pintu rumah Merisa. "Siapa tuh Merisa?" tanya Darchell. "Nggak tau, kayaknya Dercy, sebentar ya aku mau bukakan pintu" ucap Merisa. "Oke" balas Darchell


Lalu Merisa membukakan pintu


"Ya ada apa Der?" tanya Merisa. "Kamu tadi kemana?" tanya Dercy. "Kamu ini ditanyain malah balik nanya, aku tadi habis ketemu sama papaku" ucap Merisa. "Oooh gitu ya, ngapain kamu ketemu sama papa kamu?" tanya Dercy. "Aduh kepo banget sih, udah ah aku mau mandi sore, besok aja ketemuan lagi di sekolah" ucap Merisa. "Jadi ceritanya aku diusir nih, ya udah deh, sampai jumpa Merisa" pamit Dercy sambil melangkahkan kaki nya ke arah pulang


Lalu Merisa langsung menutup pintu


"Kenapa dia di usir?" tanya Darchell. "Nggak apa-apa malas aja gitu di gangguin sama Dercy, aku kan lagi mau main sama kamu chell" ucap Merisa. "Ohhh gitu. Yaudah, kan kamu udah ngusir Dercy jadi kita main aja, enaknya main apa ya?" tanya Darchell. "Hmmmmm, nggak tau, ada permainan seru nggak chell?" tanya Merisa. "Ada nih, kita main mata-matain orang aja" ucap Darchell. "Ihhh kamu ini nggak boleh tau main gitu. Tapi kayaknya seru, kita mata-matain mama dan papa tiri ku aja" ucap Merisa yang berubah pikiran. "Oke deh, sebentar ya aku kirim dulu Little eyes nya ke rumah sakit tempat mama tiri kamu dirawat" ucap Darchell. "Baiklah, aku mandi dulu aja ya" jawab Merisa. "Iya mandi aja dulu" balas Darchell


Lalu Darchell menyiapkan Little eyes sementara Merisa mandi sore


Tak lama kemudian


"Chell aku mau ganti baju nih" ucap Merisa. "Ganti aja, tapi kamu gantinya di wc" jawab Darchell. "Ya udah deh" balas Merisa


Lalu Merisa mengambil pakaian nya dan memakai pakaian di wc


_"Darchell gak seru, nggak mau mengalah sama perempuan padahal kan biasanya cowok itu mau mengalah, tapi apa Darchell bisa disebut sebagai cowok, ya bisa lah ya Darchell kan ganteng banget, pasti kalau dia bisa dilihat dengan orang-orang, dia langsung menjadi populer dikalangan para wanita, beruntung banget sih aku bisa melihat orang setampan itu, tapi Dercy itu juga tampan sih, tapi dia nggak sebaik Darchell kayaknya, tapi dia juga termasuk baik sih"_ batin Merisa tanpa sadar pakaian Merisa telah terpasang


Lalu Merisa keluar dari wc


"Udah siap belum?" tanya Merisa. "Udah nih, ini aku lagi cari keberadaan papa tiri kamu" ucap Darchell. "Oke, cari yang rajin ya, kalau udah dapat bilang ke aku, aku mau masak makan malam dulu" ucap Merisa. "Oh ok" jawab Darchell


Tak lama kemudian


"Merisa.... ketemu nih, tapi cuma ketemu papa tiri kamu, mama tiri kamu sih ga ada" ucap Darchell sedikit teriak. "Iya aku segera ke sana" balas Merisa sedikit teriak juga


Lalu Merisa pergi menemui Darchell


"Mana chell?" tanya Merisa. "Ini, tapi mama tiri mu nggak kelihatan, yang kelihatan cuma papa tiri kamu, papa tiri mu lagi di ruang anak" ucap Darchell. "Iya ya, tapi kok papa nangis-nangis gitu sih?" tanya Merisa. "Nggak tau tuh" jawab Darchell. "Apa jangan-jangan..." ucap Merisa dan Darchell bersamaan. "Mama tiri ku telah meninggal" sambung Merisa. "Kayaknya iya deh, coba aku periksa di ruang mayat ya Mer" ucap Darchell. "Ok ok" jawab Merisa


Lalu Little eyes diarahkan menuju ruang mayat


"Mana mama tiriku, semua mayat tubuh nya ditutupi kain putih" Ucap Merisa bingung.


"Aku juga gak tau. Gimana kita lihat di kartu yang terpasang di kaki setiap mayat itu, disana kan ada nama mayat nya" Saran Darchell. "Oh iya, ayo cepat lihat" Ucap Merisa.


Lalu Darchell mengarahkan ke arah mayat yang pertama.


"Bukan ini" ucap Merisa


Lalu Darchell mengarahkan ke mayat yang kedua


"Juga bukan" ucap Merisa


Dan pada akhirnya sampailah di mayat kedua paling terakhir


"Nah ketemu, berarti benar bahwa mama tiriku telah meninggal" ucap Merisa. "Iya, pantas saja papa tiri mu menangis tadi" balas Darchell. "Iya ya" jawab Merisa


(Hoek hoek hoek hoek hoek)


"Wah dia bangun tuh, sebentar ya chell aku mau gendong dia dan memberinya susu dulu" ucap Merisa. "Iya, aku matikan dulu aja ya Little eyes nya" ucap Darchell sambil menekan tombol untuk mengarahkan Little eyes kembali ke rumah. "Iya matikan saja dulu, tunggu nanti malam aja deh, oh iya aku ada pekerjaan rumah, nanti kamu pegangin dulu bayi ini, setelah aku mengerjakan pekerjaan rumah aku lagi yang menjaganya" ucap Merisa. "Okelah" jawab Darchell.


Merisa pun menitipkan anak papa tirinya ke Darchell dan mengerjakan pekerjaan rumahnya


"Kenapa sih yang selalu ada pr itu pelajaran yang sulit, kan aku jadi susah ngerjainnya" ucap Merisa yang kesusahan mengerjakan tugasnya.


Di tempat Darchell


"Bayi nya gak tidur tidur ku ajak main aja" Ucap Darchell.


Lalu Darchell meletakkan bayi nya di kasur dan mengambil gantungan kunci.


Lalu Darchell memainkan gantungan kunci sambil berbicara kepada bayi tersebut.


Bayi tersebut senang hingga tertawa tawa


"Darchell... kamu mau bantu aku nggak?"tanya Merisa


"Mau sih tapi kayaknya nggak bisa soalnya bayi ini tidak tidur dia hanya bermain bersamaku"jawab Darchell

__ADS_1


"Oh iya udah deh,ga apa - apa"balas Merisa.


" Harus cepat nih, biar bisa main sama bayi" Batin Merisa.


Beberapa menit kemudian


"Akhirnya selesai juga, saat nya main sama bayi" Ucap Merisa sambil merapikan buku nya.


Lalu Merisa pergi ke kamar.


"Hei, aku mau ikutan main dong" Ucap Merisa.


"Yaudah ayo sini" Ucap Darchell.


Lalu mereka bermain bersama


Beberapa menit kemudian


"Bayi nya udah tidur tuh" Ucap Darchell.


"Aku juga mau tidur ah". Ucap Merisa yang langsung tertidur di samping bayi.


" Aku juga ngantuk sih" Ucap Darchell yang tak lama tertidur juga di samping bayi


Keesokan harinya


"Mer, bangun. Kamu kan sekolah" Ucap Darchell yang membangunkan Merisa.


"Eh iya iya" Ucap Merisa yang terbangun.


Lalu Merisa langsung mandi dan mengganti bajunya.


"Bayinya kamu yang jaga ya" Ucap Merisa sambil memasukkan buku ke dalam tas.


"Iya, tapi nanti jika ada yang jailin kamu gimana?" Tanya Darchell.


"Tenang, aku bisa kok mengatasi nya" Ucap Merisa.


"Oh, baiklah" Jawab Darchell.


"Iya, sebentar" Jawab Merisa.


"Aku pergi dulu ya, kamu tau kan cara buat susu?" Ucap Merisa.


"Iya, tenang aja deh. Udah sana pergi sekolah" Ucap Darchell.


Lalu Merisa pergi ke sekolah


"Hai Dercy, ayo kita pergi sekolah" ucap Merisa menyapa Dercy. "Hai Merisa, ayo lah, langsung masuk mobil aja" balas Dercy


Lalu Merisa masuk ke dalam mobil Dercy


"Merisa kamu kenapa kemaren aku panggilin kamu gak jawab? Kamu pergi kemana? Belanja ya?" Tanya Darchell. "Duh kayaknya itu waktu aku diculik deh" Batin Merisa. "Mer? Jawab dong" Ucap Dercy. "Eh iya, kemaren aku lagi beli cemilan" Ucap Merisa. "Ooo" Jawab Dercy.


Sesampainya di sekolah


Mereka langsung pergi ke kelas. "Merisa, kamu bisa gak ngerjain PR nya? PR nya lumayan susah loh" Ucap Dercy.


"Iya, susah banget. Tapi bisa ku kerjain kok, tenang aja" Ucap Merisa bangga.


(Kring kring) Bunyi bel masuk


Lalu guru pun masuk ke dalam kelas.


"Pagi anak-anak" Ucap bu guru. "Pagi bu" Jawab anak-anak. "Sebelum mulai pelajaran, absen dulu" Ucap bu guru. "Baik bu" ucap anak-anak


Setelah absen


"Baiklah, sekarang kumpulin PR kalian ya" Ucap bu guru. Lalu mereka mengumpulkan PR mereka. "Baiklah ayo kita mulai pelajaran hari ini" Ucap bu guru sambil. Lalu bu guru menjelaskan pelajaran


Beberapa jam kemudian.


(Kring kring) Bunyi bel istirahat


"Baiklah anak-anak, kalian boleh istirahat" Ucap bu guru sambil keluar dari kelas. "Dercy, ke kantin yuk" Ajak Merisa. "Yuk, aku udah laper" Jawab Dercy.


Lalu mereka berdua pergi kantin. "Kesempatan bagus nih buat jailin Merisa "ucap Cerry. "Eh, sekarang kamu tulis ya tulisan apa aja deh, pokoknya menghina pak guru" Ucap Cerry ke Fifi. "Siap boss" Ucap Fifi.

__ADS_1


Lalu Fifi menulis tulisan yang mengejek pak guru. "Lalu Cerry, kita apain kertas ini?" Tanya Fifi. "Sekarang kamu taruh kertas yang berisi ejekan itu di dalam tas nya Merisa" Perintah Cerry. "Baik bos" Jawab Fifi. Lalu Fifi menaruh kertas tersebut kedalam tas Merisa.


Beberapa menit kemudian


"Aku kenyang banget deh Dercy" Ucap Merisa ke Dercy sambil berjalan ke tempat duduk. " Iya, aku juga kenyang" Jawab Dercy. Lalu mereka duduk di tempat duduk mereka.


(Kring kring) Bunyi bel masuk.


Pak guru pun masuk ke kelas. "Baiklah anak-anak hari ini kita akan membahas pelajaran" Ucap pak guru menjelaskan. "Eh, buku catatanku belum ku keluarin, keluarin dulu ah"Batin Merisa. Lalu Merisa menemukan sebuah kertas. "Eh ini kertas apa?" Batin Merisa. Lalu Merisa membaca tulisan tersebut. Tanpa sadar, pak guru melihat Merisa yang sedang membaca kertas tersebut.


"Kertas apa itu Merisa?" Tanya pak guru sambil mendekat ke arah Merisa. "Eh ini pak" Ucap Merisa. Pak guru langsung mengambil kertas tersebut dari tangan Merisa. Pak guru pun membacanya. "Merisa, apa maksud dari kertas ini ha?" Ucap pak guru sedikit marah. "Itu bukan aku yang nulis pak, tiba-tiba kertas itu ada didalam tas ku" Ucap Merisa. "Jangan bohong kamu Merisa" Ucap pak guru tak percaya. "Aku beneran pak. Coba bapak liat deh tulisannya, gak sama dengan tulisanku kan" Ucap Merisa sambil menunjukkan tulisannya di buku catatannya. "Iya juga ya, tulisannya beda. Dan kalau dipikir-pikir Merisa gak mungkin ngelakuin ini" Batin pak guru.


"Baiklah, kalau begitu bapak ingin kalian semua mengumpulkan buku catatan kalian, bapak ingin melihat siapa yang tulisannya sama dengan tulisan di kertas ini" Ucap pak guru. "Mati aku, kena hukum lagi pasti nih" Batin Fifi. Lalu semua murid mengumpulkan buku catatannya.


"Berikan bapak waktu sebentar, sambil menunggu kalian boleh ngobrol. Tapi jangan terlalu keras suaranya" Ucap pak guru. "Der, aku yakin pasti ulah si Cerry lagi" Ucap Merisa. "Iya, aku juga berpikir kayak gitu" Ucap Dercy.


Di tempat Cerry dan Fifi


"Duh, Cerry gimana nih? Nanti pasti aku dihukum lagi" Ucap Fifi panik. "Iya, kayaknya kamu bakal dihukum. Tapi inget ya, jangan sampai kamu bilang lagi kalau aku nyuruh kamu. Kamu masih beruntung karena aku mau maafin kamu soal yang kemaren. Tapi jangan harap aku maafin kamu jika kamu ngulangin lagi" Ucap Cerry mengancam. "Iya" Ucap Fifi pasrah.


Beberapa menit kemudian


"Fifi, kedepan" Ucap pak guru.


Lalu Fifi segera ke depan kelas dan bertanya "ada apa pak?" "Gak usah pura-pura gak tau kamu, sekarang kamu pergi ke ruang guru bk" Ucap pak guru. "Tapi pak" Ucap Fifi. "Gak ada tapi tapi, pergi sekarang" Ucap pak guru sedikit berteriak. Lalu Fifi langsung pergi ke ruang bk


"Sekarang buka buku nya halaman 31" perintah pak guru


Di ruang bk


(Tok tok tok) suara ketukan pintu


"Ya masuk" ucap guru bk. "permisi" ucap Fifi. "Fifi, kamu lagi? kenapa kamu kesini? Apa kamu ada masalah?" Tanya guru bk. Fifi pun menceritakan masalahnya panjang lebar dengan perasaan gugup dan takut di beri hukuman yang berat. "Fifi, kamu kebiasaan banget sih. Kamu itu paling sering membuat masalah di sekolah ini. Nggak habis pikir saya. Kamu tuh udah keterlaluan. Pokoknya saya ingin kamu dihukum dengan berat agar kamu tidak mengulanginya lagi" ucap guru bk marah kepada Fifi.


Pak guru yang tadi mengajar Fifi pun datang. "Serahkan saja Fifi kepada saya, biar saya yang akan memberikan dia hukuman" ucap pak guru berbicara kepada guru bk.


Pak guru pun mengambil alat kebersihan dan mengajak Fifi kedepan WC


"Ok Fifi, kamu akan bapak hukum membersihkan WC selama satu minggu dan hukuman itu akan dimulai dari hari ini" ucap pak guru. "Tapi kan pak" ucap Fifi. "Kamu nggak usah banyak tapi-tapi, kamu dengar sendiri kan apa yang dibilang guru bk tadi? Dia ingin memberikanmu hukuman yang berat, jadi kamu harus nenerima hukuman ini" ucap pak guru tegas. "Tapi pak" ucap Fifi. Tapi pak guru hanya membiarkan Fifi dan berjalan pergi dari sana.


"Duh.... semua ini karena Merisa" ucap Fifi. "Coba aku bilang kalau Cerry yang menyuruhku" sambung Fifi sambil menyiram wc


Di dalam kelas


"Kamu bisa ga Mer ngerjain tugas nya" tanya Dercy. "Bisa kok, soal-soal nya lumayan gampang" jawab Merisa


"Dih Merisa genit banget" batin Cerry yang melihat Dercy dan Merisa mengobrol


Lalu pak guru kembali ke kelas


"Ada yang sudah tugasnya?" tanya pak guru. "Saya tinggal dikit lagi pak" ucap Merisa. "Silahkan dilanjutkan" balas pak guru. "Baik pak"jawab Merisa


Lalu Merisa cepat-cepat menyelesaikan tugas nya supaya ia mendapatkan jam kosong


"Merisa kok kamu cepat cepat sih nulisnya?" tanya Dercy. "Supaya aku mendapatkan jam kosong" jawab Merisa. "Ohh gitu, ya udah deh aku cepat cepat juga selesaiin tugas nya" balas Dercy


5 menit kemudian....


"Pak aku telah selesai. Apa harus dikumpul ke depan?" tanya Merisa. "Iya silahkan kumpulkan ke depan" ucap pak guru


Tak lama kemudian.....


"Pak aku juga telah selesai" ucap Dercy. "Ya, silahkan kumpulkan ke meja bapak" jawab pak guru


Lalu Dercy juga mengumpulkan ke meja pak guru


"Yeay kita berdua dapat jam kosong" ucap Merisa. "Iya ya" jawab Dercy


Lalu Merisa menulis di buku nya


Merisa ♡ Darchell


Lalu Dercy mengintip,Merisa sadar kalau Dercy mengintip Merisa langsung menutup bukunya


"Merisa love siapa tuh ya.." ucap Dercy. "Nggak ada apa-apa kok" jawab Merisa. "Huruf awalnya D. Siapa itu ya.." ucap Dercy


"Apa jangan-jangan itu aku ya, huruf awalnya kan D namaku kan Dercy" batin Dercy

__ADS_1


__ADS_2