
"Huhhh kenapa sih Merisa mengusirku, tapi benar juga sih yang dia bilang kalau perempuan sama laki-laki nggak boleh berdua-duaan" gumam Darchell kesal
Tak lama kemudian..
Papa tiri Merisa keluar dari kamar Merisa sambil mengendong anaknya
20 menit kemudian
"Nih pa makanannya, silahkan dinikmati" ucap Merisa sambil menyajikan makanan di meja. "Oh iya, makasih ya" jawab papa tiri Merisa seolah sopan
Lalu Merisa menaruh makanan ke kamarnya
"Kenapa kamu meletakkan makanan di kamarmu?" tanya papa Merisa sambil menyuap makanan nya. "Itu-itu itu.. buat cadangan pa" jawab Merisa sedikit gagap. "Cadangan? Tumben kamu banyak makannya, kalau di rumah kamu sering nggak makan" ucap papa tiri Merisa heran. "Ya itu karena lauk nya nggak enak pa" jawab Merisa dengan sedikit kesal. "Ups keceplosan" batin Merisa sambil menutup mulutnya.
"Apa kata mu?" Kata papa Merisa yang ternyata tidak terlalu mendengar perkataan Merisa. "Eh bukan apa-apa kok pa, lupain aja" Ucap Merisa. Lalu Merisa meletakkan makanan di kamar dan segera makan di ruang tamu bersama papa tirinya
Sesudah makan
"Yaudah pa, aku ke kamar dulu ya" Ucap Merisa.
Lalu Merisa masuk ke kamar dan mendorong pintu sampai tertutup
"Merisa, kenapa sih papa tirimu harus datang. Jadinya kan kita gak bisa makan bareng" Ucap Darchell ngomel-ngomel. "Dia kan mau jemput anak nya, gimana sih kamu. Dengan begini kan kita gak ada beban lagi, kamu juga bisa ikut aku kesekolah lagi" Ucap Merisa menjelaskan. "Oh iya juga ya" Ucap Darchell
"Merisaa..." terdengar teriakan papa tiri Merisa dari ruang tamu
"Sebentar ya chell mau liat dulu kenapa papa memanggil aku" ucap Merisa sambil meninggalkan kamarnya dan segera berjalan ke ruang tamu
"Ya, ada apa pa?" tanya Merisa. "Papa mau pulang" ucap papa tiri Merisa sambil mengendong anak keduanya
"Oh baiklah, aku siapkan peralatan anak pertama papa" ucap Merisa
Lalu Merisa segera menyiapkan peralatan anak papa tiri Merisa dan memasukkan nya ke dalam kantung plastik
__ADS_1
"Nih pa, udah aku siapin" ucap Merisa sambil memberikan kantung plastiknya. "Oh iya, terimakasih ya, papa pergi dulu" ucap papa tiri Merisa sambil berjalan ke luar rumah dan mengendong ke dua anaknya
Lalu papa tiri Merisa meletakkan anak-anaknya di mobil
"Papa bisa menjaganya sampai rumah?" tanya Merisa. "Bisa, papa udah cari pengasuh anak-anak papa, dia sekarang udah sampe rumah papa, oh iya sertifikat sahamnya papa berikan besok, kamu datang aja ke kantor papa" ucap papa tiri Merisa
Lalu papa tiri Merisa pergi
"Rumah dia katanya, cih padahal kan itu rumahku, memang ya kalau pencuri itu tidak mau mengakui barang yang dia curi" ucap Merisa
Lalu Merisa masuk dan menutup pintu rumahnya
Keesokan harinya
"Darchell... udah siap belum sih kok lama banget, nanti aku keburu telat nih" teriak Merisa dari luar kamar
Lalu Darchell keluar dari kamar
"Iya iya aku udah siap" ucap Darchell sambil merapikan rambutnya
Setelah Merisa mengunci pintunya, tiba-tiba sopir Dercy datang menghampiri Merisa
"Dek, tuan Dercy lagi sakit, jadi dia enggak kesekolah, jadi adek berangkat sendiri ya" ucap supir Dercy. Lalu supir Dercy pun pergi dan Merisa berangkat jalan kaki
Di perjalanan menuju sekolah...
Ada seseorang yang menarik baju Merisa dari belakang, lalu Merisa menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang menarik bajunya, ternyata yang menarik bajunya seorang anak kecil yang memakai pakaian serba hitam dan dia hanya menunduk sambil menyerahkan secarik kertas kepada Merisa, hati Merisa pun bertanya-tanya "mengapa ia memberikanku surat" lalu Merisa mengambil surat itu, lalu anak itu bilang kepada Merisa, surat itu untuk pelindungnya, dan jangan tanyakan siapa dia, lalu anak itu berbalik dan seketika menghilang dari pandangan Merisa
"Merisa,dia memberikan apa kepadamu?" tanya Darchell sambil memegang pundak Merisa
Seketika wajah Merisa pucat dan kaget
"Dia memberikanku surat, katanya surat ini untuk kamu, apakah dia anak iblis?" tanya Merisa yang masih kaget
__ADS_1
Lalu Darchell segera merampas surat itu dari tangan Merisa
"Kok dia tau padaku ya, kok wajahmu pucat sekali, apa kamu sakit juga?" tanya Darchell sambil memandangi wajah Merisa. "Tidak, aku hanya kaget melihat anak kecil tadi" jawab Merisa. "Oh yaudah, ayo cepat kesekolah nanti telat" Ucap Darchell sambil menarik tangan Merisa.
Sesampainya di sekolah
"Cepat masuk Mer, keburu bel nanti" Ucap Darchell.
"Eh iya, aku masuk dulu ya" Ucap Merisa sambil berjalan ke kelas nya
Saat jam pelajaran
"Kok aku masih kepikiran sama anak berbaju hitam tadi ya, apa dia iblis? Apa yang ada di surat itu, apa isi surat itu, ada apa dengan Darchell, ada apa dengan dunia ini" Batin Merisa sampai tidak fokus ke pelajaran
"Baiklah anak-anak, sekarang kerjakan soal di halaman buku sebelahnya ya" Ucap pak guru yang menyadarkan Merisa dalam lamunannya. "Aduh, aku sampai gak fokus kan. Lebih baik aku nanti segera menanyakannya ke Darchell" Ucap Merisa sambil membuka buku latihannya, tanpa sadar Merisa hanya mengisi jawaban yang tidak penting
"Merisa, kok kamu jawabnya itu sih" tanya teman Merisa yang sedang melihat jawaban Merisa. "Kok kamu nggak fokus sih Mer? Apa karena nggak ada Dercy?" tanya teman yang lain. "Ah nggak kok, aku sedang ada masalah, aku bukan memikirkan Dercy" jawab Merisa yang tersadar dari lamunannya
Lalu Merisa segera menghapus jawaban yang salah tadi
"Ayo Merisa harus fokus" batin Merisa yang berusaha untuk fokus
1 jam kemudian..
Bel istirahat pun berbunyi dan Merisa segera berlari pergi dari kelas sambil memegangi cincinnya, rambutnya yang panjang itupun tergurai dan kakinya pun mampu berlari secepat mungkin
Lalu tibalah Merisa di depan gudang. Merisa merasa lelah tapi juga penasaran. Ia pun langsung memanggil Darchell agar keluar dari cincin dan Darchell pun keluar.
"Kamu kenapa Mer? Kok kamu kayak habis lari gitu? Ada apa?" tanya Darchell. "Aku ma-mau (hos) tau i (hos) isi suratnya apa (hos)" ucap Merisa yang kecapean karena habis berlari. "Oh iya, isinya itu petunjuk supaya ingatanku kembali" jawab Darchell. "Berarti bagus dong, jadinya kamu tau masa lalu kamu, kita ikutin aja" balas Merisa senang. "Tapi aku takut kalo ini hanya jebakan, dan anak kecil itu juga aneh" ucap Darchell ragu
(Kruyukkk) bunyi perut lapar
"Pffffttt, kalau kamu lapar makan dulu aja kali" ucap Darchell menertawakan Merisa. "Ya udah deh aku makan dulu nanti aja kita bicarain lagi" balas Merisa seketika pipinya memerah karna malu
__ADS_1
Lalu Darchell masuk ke dalam cincin dan Merisa pergi ke kantin, kali ini dia hanya berjalan dengan santai karena ia tidak mau kelelahan