
Tanpa sadar Dercy pun tertidur

Tengah malam terdengar suara kegaduhan di luar istana yang membuat Dercy, Merisa, dan Deolinda terbangun. Mereka melihat keluar jendela dan ada ratu Isabela serta banyak orang yang telah dihipnotis nya untuk menyerang kerajaan Dercy. Pasukan ratu Isabela berhasil mengalahkan prajurit penjaga pintu gerbang dan langsung masuk ke dalam istana Dercy. Mereka membunuh semua prajurit dan pelayan yang ada di istana Dercy. "Aduh, bagaimana ini? Mereka terlalu banyak. Dan prajurit prajurit di istana ini telah dibunuhnya" ucap Deolinda. "Dercy bagaimana ini?" ucap Merisa. "Eeeh aku aku..." jawab Dercy gugup. Tanpa pikir panjang Dercy langsung mengembalikan Merisa dan dirinya ke dunia asli.
▪︎¤▪︎¤▪︎¤▪︎Di Dunia Asli▪︎¤▪︎¤▪︎¤▪︎
"Hufft" suara Dercy mengembuskan nafas. "Dercy, kok kamu bawa aku kembali ke dunia asli sih, lagi kacau begini seharusnya kita tuh bantuin mereka, eh malah kabur, mana Deolinda masih di sana lagi, dasar kamu pengecut, balikin aku ke dunia novel lagi!" ucap Merisa ngomel ngomel. Maaf, tadi aku panik. Jadinya, aku hanya terpikir untuk kembali ke sini" ucap Dercy memohon maaf. Tiba-tiba ada seseorang yang melihat Merisa dan Dercy. "Hai, wah lagi berantem ya? Eh, kamu Merisa kan? Udah lama nggak ketemu" ucap seseorang tadi yang ternyata teman Merisa yang bernama Zanna
"Eh ada kamu,lama nggak ketemu ya" ucap Merisa. "Iya, kamu apa kabar Sa?" Tanya Zanna. "Baik kok, kalau kamu?" Ucap Merisa. "Baik juga kok. Ngomong-ngomong, siapa yang disebelah kamu? Pacar kamu kah? " tanya Zanna." Apa? Ya nggak dong" ucap Merisa dan Dercy dengan tegas. "Iya deh, maaf" ucap Zanna dengan nada pelan. "Oh iya, kamu kemana aja? Udah lama gak keliatan, juga kamu gak pernah sekolah lagi" tanya Zanna. "Oh itu eeeh" ucap Merisa sambil memikirkan jawaban. "Aduh maaf ya, kayaknya aku harus pergi daah" ucap Zanna sambil melihat arloji nya. "oh oke daah" jawab Merisa.
Beberapa menit kemudian
"Oh iya, kamu bilang kalau aku udah masuk dunia novel gak bisa masuk dunia asli lagi. Lah kok sekarang kita di dunia asli? " tanya Merisa. "Oh itu, aku hanya menakut nakuti mu saja" jawab Dercy dengan santay. "Hadeuh. Yaudah, dari pada kita gak tau mau ngapain disini, mending kita kembali ke dunia novel" ucap Merisa. "Baiklah" jawab Dercy.
▪︎¤▪︎¤▪︎¤▪︎Di Dunia Novel▪︎¤▪︎¤▪︎¤▪︎
Terlihat semua bangunan runtuh, banyak mayat tergeletak, taman-taman hancur semua. "Bagaimana ini bisa terjadi?" ucap Merisa kaget. "Ini pasti karena ratu Isabela" jawab Dercy. "Lebih baik kita sekarang mencari seseorang yang masih hidup di dunia ini" ajak Dercy. "Oke, aku setuju" jawab Merisa. Merisa tiba-tiba teringat Darchell. "Bagaimana ya keadaan Darchell? Lebih baik aku mencarinya dulu" batin Merisa. "Dercy, kita cari di istanaku dulu yuk" ajak Merisa. "Baiklah, aku ikut aja" jawab Dercy
__ADS_1
{ Beberapa menit kemudian }
"Eh itu Darchell, kok kayaknya udah mati ya, coba aku liat dulu deh" ucap Merisa
Lalu Merisa membantu Darchell untuk mengeluarkan Darchell dari runtuhan bangunan
"Darchell kamu masih hidupkan" ucap Merisa panik
"Iya aku baik baik saja, Merisa tolong ambilkan cincin dekat runtuhan itu "pinta Darchell
"Ok, ini" ucap Merisa sambil menyodorkan cincin kepada Darchell
"Darchell kamu masuk ke dalam cincin aja dulu, kayaknya kamu kelelahan, kamu masuk ke dalam cincin lalu istirahat biar bisa ngembaliin tenaga kamu" ucap Merisa meminta Darchell istirahat
◇lalu Darchell masuk ke dalam cincin, tak lama kemudian Dercy datang◇
"Merisa aku udah cari, tapi kayaknya nggak ada lagi yang hidup" ucap Dercy
"Mama ku gimana ya?" ucap Merisa khawatir sekaligus panik" "Yaudah deh gimana kalo sekarang kita cari mama kamu, mungkin aja tadi aku nggak teliti jadinya nggak ketemu" ucap Dercy "Yaudah, yuk" jawab Merisa "Yuk" jawab Dercy.
__ADS_1
{ Beberapa menit kemudian }
"Dercy sini deh, sepertinya aku melihat sesuatu" ucap Merisa. "Sesuatu apa sih Mer?" Tanya Dercy. "Aku nggak tau, seperti ada yang berkilau-kilau. makanya kita ke sana, lihat itu apaan" jawab Merisa. Setelah Merisa mendekat, Merisa melihat sebuah tangan. Ternyata kilauan yang Merisa lihat tadi adalah gelang yang terletak di tangan itu. Tapi Merisa seperti mengenali tangan itu. Merisa sudah punya firasat buruk. Merisa lalu memindahkan reruntuhan yang menimpa seseorang itu. Dan Merisa pun terkejut. Seperti dugaanya itu adalah mamanya. Wajah mamanya pucat dan tangan mamanya mulai mendingin. Lalu Merisa pun Menangis sambil berteriak "Mamaaa". Dercy yang melihat tidak tahu harus berbuat apa. "Kok aku nangis sih? Padahal dia hanya menjadi ibuku di dunia novel" gumam Merisa mengeluarkan air mata.
Lalu mama Merisa tiba-tiba bicara "Me-me-merisaa" lalu Merisa menjawab sambil menghapus air mata "Iya Ma ada apa?" "Se-sepertinya waktu ma-mama di dunia i-ni tidak lama la-lagi. Ap-apakah boleh mama me-meminta permin-taan terakhir?" ucap mama Merisa "Iya ma, pasti boleh". Dan tanpa mereka sadari ternyata ratu Isabela melihat Mereka. "P-permintaan m-ama a-ada tiga, yang p-pertama k-kamu harus menjaga b-buka diary yang a-ada di sana" ucap mama Merisa sambil menunjuk ke arah buku diary. " Y-yang kedua m-mama mau k-kamu menyimpan b-benda sakti y-ang masih a-ada di reruntuhan i-istana ini, tetapi m-mama gak t-tahu b-enda sakti i-tu berada, j-adi k-amu cari s-sendiri ya nak " ucap mama Merisa. " yang ketiga k-amu h-arus mengurus k-erajaan ini h-hingga seperti d-dulu lagi" ucap mama Merisa. " Baiklah ma, aku akan berusaha dengan sungguh sunggu untuk memenuhi permintaan mama " ucap Merisa sambil menahan air mata. Setelah itu mama Merisa pun menghembuskan napas terakhirnya. "Ma, mama! Mama kenapa!? Ma, bangun ma, bangun!! Ucap Merisa sambil menangis. Dercy yang berdiri disitu hanya diam tak tahu mau berbuat apa. Tampak Dercy ingin menangis, tapi dia tak mau kelihatan menangis oleh Merisa. " Merisa, aku pergi dulu ya aku ingin mencari lagi jika ada seseorang yang masih hidup " ucap Dercy yang hanya mencari alasan, padahal ia ingin menangis. Merisa tak menjawab dia masih sedih atas kepergian mamanya. Dercy pun pergi. " bocah laki laki itu sudah pergi, saatnya aku menculik si Merisa itu " batin ratu Isabela.
Lalu Ratu Isabela pergi ke belakang Merisa diam-diam, merisa masih bersedih, lalu Merisa ingat apa yang diminta oleh mamanya, ketika ia mau menangkap Merisa, Merisa berjalan mencari benda sakti yang dimaksud mamanya
"Dimana sih, mama nggak bilang bentuknya gimana,ahhh silau apa itu jangan - jangan" ucap Merisa sambil mengambil benda berkilau itu
"Wahhh aku yakin ini yang mama maksud benda sakti ini, tinggal satu lagi deh" ucap Merisa semangat sambil menyimpan benda sakti itu
Lalu tiba - tiba
"Akhirnya kamu ketangkap Merisa, hahahahaha" ketawa jahat Isabela
"Lepasin lepasin aku,lalu Merisa menggigit tangan Isabela tetapi ia malah tesentrum"
Lalu Merisa dibawa ke istana Ratu Isabela
__ADS_1
Deolinda ternyata juga diculik oleh Ratu Isabela
"Heyyy kamu apakan anakku, cepat lepasin dia" ucap Deolinda yang terkurung dalam sangkar ayam