Surprising Change

Surprising Change
Apakah terbongkar?


__ADS_3

Darchell menjawab "Sampai jumpa juga"



Setelah itu Merisa membaringkan tubuhnya di kasur dan berpikir " _Ada benarnya juga sih, istana kan begitu besar pasti sulit untuk mengurusnya. Aku sebagai anak yang baik seharusnya tidak boleh memaksakan kehendak ku, baiklah aku akan bersabar sampai mama nanti ada waktu untuk menemaniku ke istana putri Auristela._ " batin Merisa. "Merisa, ayo makan siang nak" terdengar suara mama Merisa memanggil Merisa untuk makan siang. "Baiklah ma" sahut Merisa.


Merisa pun beranjak dari kasur nya dan segera menghampiri mamanya di ruang makan untuk makan siang. "Nak, sini duduk disebelah mama" ucap mama Merisa. "Baiklah ma" jawab Merisa. Ditengah tengah makan siang Merisa memulai pembicaraan dengan mamanya. "Ma" ucap Merisa. "Ya?" Jawab mama Merisa. "Maaf ya jika selama ini Merisa suka ngerepotin mama, Merisa baru sadar kalau pekerjaan di istana itu banyak sekali, dan Merisa malah menambah pekerjaan mama." Ucap Merisa. Mama Merisa kemudian mengelus kepala Merisa dan berkata "Hei, kenapa kamu minta maaf? Kamu gak salah kok. Udah kewajiban seorang ibu untuk memenuhi keinginan putrinya selama keinginan itu bertujuan untuk hal yang positif" jawab mama Merisa. "Iya ma, aku juga akan bersabar menunggu sampai mama ada waktu untuk menemaniku berkunjung ke istana putri Auristela" ucap Merisa. "I-iya" jawab mama Merisa agak gugup. "Kenapa mama jawab nya agak gugup?" tanya Merisa. "Ng-nggak papa kok nak, mama ke kamar mama dulu ya. Kamu habisin makananya" jawab mama Merisa yang masih agak gugup. Mama Merisa pun meninggal kan Merisa di ruang Makan. " _Kenapa ketika aku membicarakan tentang kerajaan putri Auristela mama agak gugup? Apakah mama ada masalah dengan kerajaan putri Auristela? Hmmm. Ah, lebih baik jangan berpikir negatif dulu, mungkin mama cuma kurang istirahat? Ya sudahlah tidak usah kupikirkan, nanti jika mama ada waktu pasti kami akan berkunjung ke istana putri Auristela_ " batin Merisa


▪︎¤▪︎¤▪︎ Beberapa menit kemudian Di kamar Merisa▪︎¤▪︎¤▪︎

__ADS_1


"Uh aku bosan, mau ngapain ya" keluh Merisa. "Hai Merisa" ucap Darchell yang tiba-tiba muncul. "Darchell.... Kamu bikin aku kaget aja, untung aku gak teriak" ucap Merisa sambil memegang dada nya. "Hehe maaf" ucap Darchell. "Ngomong ngomong Darchell, kenapa kamu keluar dari cincin?" tanya Merisa. "Yah karena aku bosan di dalam cincin, gak ada yang bisa aku lakuin. Mending aku nemenin kamu" jawab Darchell. "Kebetulan juga sih, aku lagi bosan. Mau main, tapi gak tau mau main sama siapa. Untung kamu muncul, jadinya aku bisa main sama kamu" ucap Merisa. "Darchell selalu datang tepat waktu UwU" ucap Darchell yang menyombongkan dirinya. "Iyain aja deh, kasian" jawab Merisa. "Eh, aku gak perlu dikasihani ya" jawab Darchell. "Ah masa?" jawab Merisa lagi. Dan perdebatan mereka pun berlangsung lama, yang membuat kebosanan Merisa hilang.


Setelah perdebatan itu selesai. "Darchell.. aku mau cerita deh sama kamu." Ucap Merisa. "Apaan?" Jawab Darchell. Merisa pun bercerita "Jadi tadi saat aku makan siang, aku minta maaf sama mama karena aku sering ngeropotin mama, terus ya mama maafin. Setelah itu aku ada bicarain tentang istana Auristela, pas aku bicarain tentang istana Auristela, mama itu jawabnya selalu gugup. Kira-kira kenapa ya? Apa mungkin mama sakit karena kurang istirahat?" "Ya mungkin saja mama kamu sakit karena ngurusin istana yang besar ini. Bagaimana kalau kita cari saja obat untuk mama kamu di buku obat-obatan di perpustakaan kerajaan?" "Ide bagus Darchell!!! Ayo kita ke perpustakaan kerajaan untuk mengambil buku obat-obatan" jawab Merisa. Darchell menjawab "Ayo!"


▪︎¤▪︎¤▪︎Di perpustakaan kerajaan▪︎¤▪︎¤▪︎


Saat Merisa sudah di depan pintu kamar mamanya untuk mengantarkan obat yang sudah Merisa racik, Merisa terhenti karena Merisa mendengar mamanya bicara sendiri. Mama Merisa mengatakan." Semoga saja Merisa tidak curiga padaku karena percakapan kami tadi siang. Tapi, Apakah aku akan terus menyembunyikan kenyataan bahwa sebenarnya istana temannya Merisa adalah istana musuh. Apakah aku memberinya harapan palsu dengan tidak memberi tahu hal sebenarnya kepada nya? Aku takut jika nanti dia tahu dia akan kecewa dan bersedih. Aku sangat bingung"gumam mama Merisa


Halo pembaca setia Surprising Change

__ADS_1


mohon dukungannya agar Surprising Change bisa menang


Terima kasih telah setia membaca novel kami


Surprising Change


CANDS


salam dari author

__ADS_1


__ADS_2