
"Ya ada apa pa?" tanya Merisa
"Hah? Kamu udah sembuh ya? Kok cepat banget sih?" tanya papa tiri Merisa. "Itu bukan urusan papa, yang penting sekarang kenapa papa ada disini" tanya Merisa. "Itu.. itu... jadi papa mau minta tolong nitip anak papa ke kamu, kamu bisa ga?" tanya papa tiri Merisa. "Ga bisa, aku terlalu sibuk untuk 1 anak kecil" jawab Merisa tidak mau. "Ayolah Merisa, hanya kamu yang bisa membantu papa" ucap papa tiri Merisa
"Kenapa nggak di titip ke mama saja?" tanya Merisa sedikit tidak rela memanggil mama. "Itu... mama mu hari ini melahirkan jadi dibawa ke rumah sakit, dan anak kecil nggak boleh dibawa ke rumah sakit, papa tidak tau mau menitip sama siapa lagi, yang papa terpikir hanya kamu Merisa" ucap papa tiri Merisa
"Cih ketika susah baru cari aku, ketika senang mau menyingkirkan aku" jawab Merisa. "Soal itu ya, papa minta maaf ya Mer" ucap papa nya berlagak minta maaf. "Aku mau aja sih maafin, tapi papa mau nggak 50% saham keluargaku dikembalikan ke aku" ucap Merisa. "Tapi ya mer, 50% itu banyak nggak mungkin papa mau membaginya ke kamu" ucap papa tiri Merisa.
"Oh kalau gitu, sampai jumpa kita tidak perlu bertemu lagi" ucap Merisa. "Jangan, jangan begitu dong mer, gini aja deh, papa bagi ke kamu 25% saham" ucap papa Merisa. "Nggak mau aku maunya 50%" ucap Merisa. "Ya udah deh deal, 50%" jawab papa tiri Merisa menyerah.
"Baiklah, setelah istri kamu keluar dari rumah sakit berikan sertifikatnya kepadaku, kalau kamu berbohong anakmu akan hilang dari dunia selamanya" ucap Merisa mengancam. "Tidak akan, papa tidak akan berbohong" jawab papa tiri Merisa. Lalu papa tiri Merisa memberikan anak pertamanya ke Merisa lalu ia pergi untuk mencari darah. Lalu Merisa menutup dan mengunci pintu
"Kenapa ada bayi?" tanya Darchell. "Itu anak papaku" jawab Merisa. "Oh, jadi papa mu kesini cuma mau nitip anaknya" ucap Darchell. "Iya" jawab Merisa. "Kok kamu mau sih?" tanya Darchell. "Aku mau karena aku diberi 50% saham milik keluargaku" ucap Merisa semangat. "Oh gitu ya? Kalau dia bohong gimana?" tanya Darchell. "Tinggal ambil anaknya aja, kan gampang" ucap Merisa santai. "Oh okelah" jawab Darchell.
Lalu Merisa meletakkan bayi nya di kasur. Merisa pun memainkan handphone nya.
Beberapa menit kemudian
"Hoek hoek" Tangis bayi orang tua tiri Merisa. Merisa langsung menggendong bayi tersebut. "Cup cup cup, jangan menangis" Ucap Merisa menenangkan.
Darchell pun datang. "Kenapa bayi nya nangis?" Tanya Darchell. "Mungkin ingin susu" Ucap Merisa. "Yaudah, kasih aja susu" Ucap Darchell. "Tapi aku gak punya susu bayi" Jawab Merisa. "Yaudah, sana beli" Ucap Darchell. "Bayi nya gimana?" Tanya Merisa. "Biar aku yang gendong" Ucap Darchell sambil mengambil bayi.
"Tapi bukannya dia tambah nangis karena ketakutan?" Tanya Merisa. "Dia masih kecil Mer, dia bisa melihat makhluk yang tidak bisa dilihat manusia pada umumnya" Ucap Darchell menjelaskan. "Oh, baiklah. Aku pergi dulu kalau begitu, titip dia ya" Ucap Merisa. "Iya iya" jawab Darchell
Lalu Merisa pergi ke toko untuk membeli susu bayi.
"Beli susu yang ini saja deh, sekalian beli botol susunya" ucap Merisa sambil mengambil susu dan botol susu
Lalu Merisa membayar susu dan botolnya
"Disuruh mamanya ya dek?" tanya seseorang yang menjaga kasir. "Nggak om, disuruh sama teman" jawab Merisa. "Kamu lagi di rumah teman ya dek?" tanya penjaga kasir. "Nggak om, teman aku yang tinggal di rumahku, om ini kepo deh" ucap Merisa sedikit kesal. "Maaf dek, satu pertanyaan lagi kok
Teman adek perempuan atau laki-laki?" tanya penjaga kasir lagi. "Laki-laki, udah ah capek jawab terus, sini kembaliannya" ucap Merisa kesal sambil meminta uang kembaliannya. "Kalian sudah menikah ya? Kok masih dibilang teman?" tanya penjaga kasir sekali lagi sambil memberikan kembalian. "Aduh... kepo banget sih, aku mau pulang" ucap Merisa sambil berjalan ke arah pulang. "Aduh anak zaman sekarang ini menikahnya cepat cepat semua bahkan sepertinya mereka mempunyai bayi. Generasi sekarang sudah kacau" gumam penjaga kasir
Lalu Merisa pergi dari sana
"Pantas mini marketnya sepi ternyata penjaga kasirnya kepo, suka nanya-nanya" batin Merisa masih kesal
Sesampainya di rumah
Merisa langsung masuk dan langsung mengunci pintu
"Hai Darchell, aku sudah kembali" ucap Merisa. "Hai juga Merisa" jawab Darchell. "Loh kok bayinya udah tidur?" tanya Merisa. "Iya dong, hebat kan aku?" jawab Darchell bangga. "Loh kok bisa sih padahal tadi dia nangis mau susu" ucap Merisa. "Ternyata dia menangis cuma karna ngantuk, jadi tinggal di nina boboin aja deh dia" jawab Darchell
"Terus gimana dong? Aku udah beli susu sama botol untuk dia" ucap Merisa. "Dia kan tinggal disini sampai mama nya kembali ke rumah, itu artinya kemungkinan lumayan lama, nanti juga kalau dia bangun dia juga langsung haus dan segera minum susu" ucap Darchell sedikit menjelaskan. "Okelah kalau begitu" jawab Merisa
Lalu Merisa dan Darchell tertidur disamping bayi orang tua tiri Merisa
2 jam kemudian
Bayi orang tua tiri Merisa bangun, lalu ia melihat kesamping, lalu ia memegang pipi Darchell dengan menyebut papa, lalu ia memegang pipi Merisa dan menyebut mama
Lalu Darchell dan Merisa pun terbangun, dan bayi orang tua tiri Merisa masih menyebut papa dan mama ke arah Darchell dan Merisa
__ADS_1
"Hah? Dia memanggil kita papa dan mama?" tanya Darchell. "Kayaknya iya, dia mengucapkan papa dan mama ke arah kita berdua" ucap Merisa
"Apa jangan-jangan bayi ini mengira kita mama dan papanya?" ucap Merisa dan Darchell bersamaan
(Hoek hoek hoek hoek) tiba-tiba bayi orang tua tiri Merisa pun menangis
"Loh kok dia tiba-tiba nangis sih" tanya Merisa. "Mer, cepat buatin dia susu" ucap Darchell. Lalu Merisa segera mengambil belanjaannya tadi dan segera ke dapur untuk membuatkan susu
Tak lama kemudian
"Nih nih susunya" ucap Merisa
Lalu Darchell mengendong bayi orang tua tiri Merisa dan segera memberikannya susu
"Benar kan yang aku bilang, dia haus ingin susu" ucap Darchell. "Iya iya kamu benar, papa muda" ucap Merisa sedikit iseng memanggil Darchell papa muda
Muka Darchell pun langsung memerah
"Kamu bilang apa tadi? Papa muda? Siapa itu?" tanya Darchell pura-pura tidak tau. "Kamu lah, kan disini yang laki-laki cuma kamu, kamu itu papanya dan aku itu mamanya" ucap Merisa sedikit bercanda. "Okelah mama mudaku sayang" ucap Darchell bercanda
Wajah Merisa memerah
"Ih wajahnya merah banget, iya kan anakku" ucap Darchell. berlagak menjadi papa dari bayi orang tua tiri Merisa
"Hah? Apa katamu anakku? Kamu mau jadi papa dari bayi ini? Kalau aku sih nggak mau" jawab Merisa mengalihkan topik. "Enggak sih, tapi seru aja gitu bercanda sama kamu" ucap Darchell. "Masa iya sih" jawab Merisa. "Iya dong" balas Darchell. "Udah ah aku mau ke wc" ucap Merisa. "Ya udah, bye mama muda" ucap Darchell bercanda lagi
Lalu merisa pergi ke wc
Di dalam wc
Tok tok tok
"Merisaa..... kok kamu lama sekali sih di WC?" tanya Darchell sedikit teriak. "Iya sebentar lagi aku keluar" jawab Merisa. "Oh oke" jawab Darchell
Di tempat papa tiri Merisa
"Aku mencari darah tambahan dimana ya" ucap papa tiri Merisa
Lalu papa tiri Merisa teringat teman-teman arisan mama tiri Merisa, tetapi papa tiri Merisa tidak mengetahui alamat-alamat teman arisan mama tiri Merisa, lalu papa tiri Merisa teringat bahwa di buku arisan ada alamat teman-teman mama tiri Merisa, lalu papa tiri Merisa pergi ke rumah nya untuk mengambil buku arisan.
Papa tiri Merisa pun sudah mengetahui alamat-alamat teman arisan mama tiri Merisa. Ia pun berangkat untuk pergi ke rumah teman arisan mama tiri Merisa
Di rumah teman arisan mama tiri Merisa yang pertama
(Tok tok tok) suara ketukan pintu.
"Permisii" ucap papa tiri Merisa sambil mengetuk pintu. "Permisii" ucap papa Merisa lg. Lalu pintu rumah pun terbuka. Yang membukakan pintu rumah adalah seorang laki-laki.
"Ya pak ada apa?" Ucap laki-laki itu. "Saya kesini ingin mencari teman arisan istri saya" ucap papa tiri Merisa. "Oh istri saya? Sebentar ya saya panggilkan" ucap seorang laki-laki itu. Dia pun ke dalam untuk memanggil istrinya.
Lalu seorang perempuan keluar. "Ya ada apa pak? Kenapa bapak mencari saya?" Ucap teman arisan mama tiri Merisa. Papa tiri Merisa pun menceritakan kejadian yang di alaminya dengan sangat detail. "Darah saya AB pak. Tapi maaf banget ya pak, saya tidak bisa mendonorkan darah. bukannya saya tidak mau membantu, tapi saya punya penyakit darah tinggi jadi tidak bisa mendonorkan darah." ucap teman arisan mama tiri Merisa. "Oh baiklah kalau begitu, saya pamit dulu" ucap papa tiri Merisa. Papa tiri Merisa pun pergi
Di rumah teman arisan mama tiri Merisa yang kedua
__ADS_1
(Tok tok tok) suara ketukan pintu
"Permisiii" ucap papa tiri Merisa. Lalu pintu pun langsung terbuka. Yang membukakan pinu itu adalah seorang anak kecil. "Ya ada apa paman?" Ucap anak kecil itu. "Paman cari mama kamu. Mamanya ada nggak?" Tanya papa tiri Merisa. "Ada. Tunggu sebentar ya aku panggilin" ucap anak kecil itu. Lalu anak itu pun berlari ke dalam rumahnya.
Beberapa menit kemudian seorang perempuan keluar. "Ehh kamu suaminya teman arisanku itu ya?" Ucap teman mama tiri Merisa. "Iya" ucap papa tiri Merisa singkat. "Mau ngapain ke sini?" Ucap teman mama tiri Merisa. Dan papa tiri Merisa menjelaskan lagi kejadiannya secara detail
"Yang bener pak? Duhhh kasian banget.... aku pengen banget bantu pak. Tapi sayang banget darah aku O bkn AB. Maaf banget sekali lagi, aku pengen banget bantu tapi gak bisa" ucap teman mama tiri Merisa meminta maaf. "Ya udah deh, aku pergi lagi, masih mau cari darah" ucap papa tiri Merisa. Lalu papa tiri Merisa pergi.
Di rumah teman arisan mama tiri Merisa yang ketiga
(Tok tok tok) suara ketukan pintu. "Permisiii" ucap papa tiri Merisa. Tapi tidak ada jawaban "Permisiii" ucap papa tiri Merisa lagi. Tapi tetap saja tidak ada jawaban. Papa Merisa masih berusaha memanggil tapi tetap saja tidak ada yang menjawab. Papa Merisa oun ingin pergi dari sana. Tapi tiba-tiba ada suara pintu terbuka
"Ehh maaf pak saya tadi lagi masak di dapur, jadi suara bapak nggak kedengaran" ucap teman mama tiri Merisa. Dan seperti yang tadi papa tiri Merisa menjelaskan alasannya datang ke situ dan menceritakan kejadian istrinya secara detail. "Aku minta maaf banget pak, aku nggak bisa bantu karena darahku itu A bkn AB, maaf banget pak" ucap teman mama tiri Merisa meminta maaf. "Yaudah nggak apa-apa, saya masih mau mencari darah lagi untuk istri saya jadi saya pamit dulu ya" ucap papa tiri Merisa. Lalu papa tiri Merisa pergi dan beristirahat di sebuah taman
"Aduh aduh, kenapa nggak ada yang bisa bantu sih" ucap papa tiri Merisa
Lalu papa tiri Merisa hanya termenung
Tak lama kemudian ada seorang wanita yang menghampiri Papa tiri Merisa
"Halo pak" ucap wanita itu. "Halo juga, maaf anda siapa ya?" tanya papa tiri Merisa. "Oh aku cuma orang lewat aja yang nggak sengaja ngeliat bapak lagi termenung" ucap wanita itu. "Oh gitu ya" jawab papa tiri Merisa. "Iya pak" ucap wanita itu.
"Ngomong-ngomong bapak kenapa termenung?" tanya wanita itu. "Saya lagi banyak masalah, istri saya kekurangan darah di rumah sakit dia habis melahirkan" ucap papa tiri Merisa sedikit menjelaskan. "Oh gitu ya pak, golongan darah istri bapak apa ya?" tanya wanita itu. "Golongan darah nya AB, stok di rumah sakit udah habis" balas papa tiri Merisa. "Wah kebetulan sekali, darah saya juga AB dan saya tidak punya penyakit apa pun" ucap wanita itu.
"Wah apa bisa kamu bantu istri saya?" tanya papa tiri Merisa. "Bisa aja sih pak, tapi apa bapak mau memberikan 2 miliyar dan menceraikan istri bapak" tanya wanita itu. "Maaf deh kalau soal itu aku tidak bisa, maaf ya aku cerita urusan pribadiku, aku mau ke rumah sakit aja deh, soal tawarannya makasih ya, tapi aku nggak mau" jawab papa tiri Merisa sambil berjalan ke arah mobilnya
Wanita itu hanya diam dan pergi dari taman itu, lalu wanita itu mencari pria lain
"Ternyata wanita nakal, untung aku tidak tergoda dan setia pada istriku" ucap papa tiri Merisa sambil menghidupkan mesin mobilnya
Lalu papa tiri Merisa pergi ke rumah sakit
Sesampainya di rumah sakit ia langsung ke ruang ICU
"Kok kamu pucat sekali sayang"ucap papa tiri Merisa sambil memegang tangan mama tiri Merisa
Lalu papa tiri Merisa melihat ke arah alat Elektrokardiograf (Elektrokardiograf adalah alat yang biasanya ada saat kondisi seseorang sedang kritis, alat ini berfungsi untuk melihat aktivitas elektrik di dalam jantung atau lebih mudah di sebut detak jantung)
"Hah kok alat itu menunjukkan..." ucap papa tiri Merisa sambil menutup mulutnya
Alat itu menunjukkan bahwa istri papa tiri Merisa telah meninggal
"Dokter Dokter, cepat kalian kemari, Dokter..." teriak papa tiri Merisa histeris
Lalu dokter segera datang
"Ya ada apa pak"tanya dokter sedikit panik
"Istri saya,istri saya pak,alatnya menunjukkan bahwa dia telah meninggal,alatnya pasti rusak iya kan pak? Cepat pak periksa istri saya"ucap papa tiri Merisa histeris
Lalu Dokter segera memeriksa mama tiri Merisa
"Maaf pak sepertinya istri bapak telah meninggal dunia" ucap Dokter. "Tidak mungkin, istri saya tidak mungkin meninggal, tidak mungkin" ucap papa tiri Merisa sambil menangis histeris.
__ADS_1
Lalu mayat mama tiri Merisa segera digabungkan ke tempat mayat. Lalu papa tiri Merisa segera diantar kan ke ruang bayi untuk menjaga anak kedua nya
"Nak, hiks hiks, mamamu nak, hiks hiks, mama mu telah meninggal" ucap papa tiri Merisa