Surprising Change

Surprising Change
selamat


__ADS_3

Mereka pergi dari sana, mereka berjalan tanpa arah



{Kembali ke cerita Dercy}


"Bagaimana ini, sampai sekarang belum ada kabar tentang Merisa, aku sudah berusaha sejak setelah aku sembuh tapi Merisa belum ketemu juga" ucap Dercy cemas. "Apa mungkin aku harus menyewa tim SAR untuk mencari Merisa? Apa aku juga harus melapor ke polisi?" ucap Dercy ketika mempertanyakan idenya. Dercy lalu pergi keruangan tempat papanya berada. "Pa, sepertinya kita harus menyewa tim SAR untuk mencari Merisa. Kita juga harus melaporkan kehilangan Merisa ke polisi karena selama ini kita hanya mencari sendiri dan tidak melibatkan polisi" ucap Dercy ke papanya. "Baiklah, nanti akan papa laporkan kepada polisi dan menyewa tim SAR" ucap papa Dercy setuju dengan Dercy.


Disekolah Merisa dan Dercy


"Eh girl, katanya ya kan. Disekolah ini ada dua murid yang mau masuk sekolah ini, dan mereka berdua lulus. Kok yang sekolah disini cuma satu ya?" Ucap salah satu siswi ke teman temannya.


"Oh iya. Satu lagi itu cewek, dan kalau gak salah namanya Merisa" ucap siswi lainnya. Lalu datang seorang siswi. "Eh, aku denger kalian lagi bicarain Merisa ya?" Tanya siswi yang baru datang tadi. "Iya. Kami bertanya-tanya, kemana dia? Kenapa gak sekolah?" Jawab salah satu siswi. "Oh, aku tau kenapa dia gak sekolah. Kebetulan juga dulu aku satu sekolahan sama dia. Tau gak sih, dia itu anaknya manja, pemarah, egois, pemalas, sok cantik, sok kaya. Jadi, dapat aku simpulkan bahwa dia itu malas sekolah atau bolos. Aku dengar-dengar juga dari temen sekolah lamaku kalau Merisa dikeluarkan karena udah gak pernah sekolah, dan kata ortunya dia kabur dari rumah karena gak mau sekolah" ucap siswi yang baru datang tadi, yang tidak lain adalah teman Merisa dulu yang sangat membenci Merisa. "Oh ya? Berarti kita gak boleh deket deket sama anak itu, nanti kita malah ketularan sifat dia" ucap salah satu siswi.


Setelah kejadian tersebut banyak sekali murid yang menggosip tentang Merisa. Padahal Merisa sudah tidak seperti dulu lagi


Keesokan harinya


Mereka duduk di bawah pohon


"Darchell aku udah lelah nih" keluh Merisa. "Tapi gimana nih kita belum ketemu jalan pulang" jawab Darchell. "Aku punya ide, kenapa kita nggak pakai teleport aja?" tanya Merisa mengusulkan idenya. "Nggak bisa Merisa tenaga kita udah habis dan sepertinya jalan pulang masih jauh dari sini" ucap Darchell menjelaskan. "Lalu kita gimana nih?" tanya Merisa. "Sebentar aku cari akal dulu" jawab Darchell. "Iya iya aku juga mikir deh" ucap Merisa


Lalu mereka berdua berfikir


°•°•°•° 2 menit kemudian °•°•°•°


"Hah aku punya ide!!!" ucap Merisa dan Darchell bersamaan. "Aduh ide siapa duluan nih?" tanya Merisa. "Kamu aja duluan" jawab Darchell mempersilahkan

__ADS_1


Lalu Merisa mengatakan bahwa mereka harus mencari sungai terlebih dahulu karena mereka bisa sampai di hutan itu karena terhanyut di sungai, ternyata ide Darchell juga seperti itu, lalu mereka berdua jalan mencari sungai, lalu mereka mendengar suara air mengalir dan mereka berusaha mencari sumber dari suara air mengalir itu, lalu mereka menemukan sungai itu tetapi sungai yang mereka temukan itu berbeda dari sungai sebelumnya, lalu tak lama kemudian ada orang yang sedang menaiki sampan, lalu mereka berusaha memanggil orang itu, untungnya orang itu mendengar panggilan Merisa, lalu orang itu menghampiri Merisa, orang tersebut adalah orang biasa, orang tersebut tidak bisa melihat Darchell


"Pak tolonglah saya, bawa saya pergi dari hutan ini" ucap Merisa memohon. "Baiklah, ayo silahkan naik dek" ucap orang tersebut


Lalu Merisa menaiki sampan orang tersebut, Darchell juga ikut menaikinya


_"Orang ini tidak bisa melihatku, berarti dia memang ikhlas menolong merisa"_ batin Darchell


Lalu sampailah Merisa di tepian sungai, dan disana ramai, banyak sekali orang


"Wah terima kasih banyak pak, saya berhutang budi padamu pak" ucap Merisa. "Iya sama-sama dek, kayaknya saya pernah melihat wajah adek" ucap pak penolong sambil memperhatikan wajah Merisa. "Ah masa sih pak" ucap Merisa. "Iya, bukannya adek orang kaya yang waktu itu pernah syuting iklan di dekat sungai ini kan?" tanya pak penolong. "Oh iya pak saya pernah syuting iklan disini, tapi sekarang saya gak kaya lagi pak" ucap Merisa


Lalu pak penolong dipanggil seseorang


"Oh kalau begitu saya pergi dulu ya" pamit pak penolong. "Iya pak, terimakasih banyak" jawab Merisa sedikit berteriak


Lalu Darchell dan Merisa pergi dari sana


"Tempat ini dekat sekali dengan rumahku, aku mau lihat rumahku yang sekarang ah, lagian kan itu milikku harusnya rumah itu kan jadi warisanku" ucap Merisa


Lalu mereka pergi ke rumah Merisa


Lalu Merisa masuk secara diam-diam ke dalam rumahnya


"Ternyata rumahku masih sama saja, yang berbeda dari rumah ini cuma satu" ucap Merisa. "Apa yang berubah Merisa?" tanya Darchell. "Penunggunya yang berbeda" ucap Merisa


Lalu Merisa memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumahnya, lalu ia membuka pintu rumahnya

__ADS_1


"Halo semua apa kabar, apa kalian tenang hidup tanpa aku" ucap Merisa berani


Lalu papa dan mama tirinya langsung menoleh ke arah Merisa


"Ternyata pewaris asli rumah ini telah kembali" ucap Mama Tiri Merisa. "Iya aku sudah kembali, sepertinya kalian sangat menikmati hidup kalian tanpa aku" ucap Merisa.


"Kamu udah hamil? Kalian udah punya anak? Itu anak siapa? Beneran anak kalian berdua ya?" Ucap Merisa memberikan banyak pertanyaan. "Iya itu anak beneran anak kami" jawab papa tiri Merisa. "Oohh gitu. Kenapa kalian nggak adopsi anak aja untuk gantiin aku?" Tanya Merisa lagi. "Ya kami berdua sebenarnya ingin mengadopsi anak untuk menggantikan kamu, tapi kalau di pikir-pikir untuk apa kami mengadopsi anak orang lain yang kami tidak tahu asalnya sedangkan kami bisa mempunyai anak sendiri. Jadi mending kami ngurusin anak kami aja sendiri" jawab papa tiri Merisa. "Terus terus, itu istri kamu hamil lagi ya? Itu benar-benar anak dari kalian berdua?" Tanya Merisa yang mencurigai mama tirinya "iya istriku sedang hamil lagi, kami emang ingin merawat dua anak" jawab papa tiri Merisa lagi.


"Hah? Apaan? Kalian mau mengurus dua anak? Di rumah orang lain yang jelas-jelas masih ada pemiliknya? Dasar kalian pengen ngurus anak tapi hidup di tempat orang lain"ucap Merisa


{Hoek.... hoek... huaahhhhh.... hoekk...} tangisan bayi


"Lihat nih anak kami menangis karna kamu" ucap mama tiri Merisa. "Dih menangis karna aku? Halu ya kamu, yang lebih jelasnya itu karena kamu tu yang gendong bayi nya nggak bener dia jadinya nggak nyaman. Kalian kan nggak bisa ngurus anak" ucap Merisa. "Mana ada begitu, dia nyaman kok" ucap papa tiri Merisa. "Gini aja coba kamu gendong dia kalau dia masih menangis itu artinya dia nggak suka kamu ada disini" ucap mama tiri Merisa


Lalu Papa Merisa memberikan bayinya kepada Merisa dan ajaibnya bayinya langsung diam


"Nih lihat dia diam aja tuh kalau aku yang megendongnya" ucap Merisa bangga. "Hanya kebetulan, sini nggak usah kamu pegang pegang anakku" ucap mama tiri Merisa


Lalu Mama tiri Merisa mengambil bayinya dari tangan Merisa


Lalu papa Merisa memanggil satpam dan mengusir Merisa


"Pergi kamu dari sini dan nggak usah kesini lagi" ucap papa Merisa. "Aku akan pergi, dan kembali lagi kesini untuk mengambil semua hartaku" ucap Merisa


Lalu Merisa pergi dari sana


Diperjalanan pulang ke rumah Dercy

__ADS_1


"Wah kamu tadi hebat sekali, gitu dong berani melawan orang jahat" ucap Darchell. "Aku memang hebat dan berani baru tau ya?" tanya Merisa. "Nggak aku udah tau dari lama" ucap Darchell sambil mencubit hidung Merisa. Seketika pipi Merisa langsung memerah. "Ih Darchell apaan kamu pakek nyubit-nyubit hidung aku segala" ucap Merisa berpura-pura kesal pada Darchell. "Dih langsung merah pipimu cuman aku cubit hidungnya aja, mana pake pura-pura kesal segala lagi" jawab Darchell. "Ih Darchell apaan sih nggak jelas banget" jawab Merisa yang semakin malu. "Iya deh iya aku minta maaf" ucap Darchell sambil mentertawakan tingkah Merisa


__ADS_2