
sesepuh keluarga Yun yang sangat marah masih menyerang Tang si, cincin ke empat pun bersinar.
dalam sekejap Tang si merasakan ketajaman cakar yang ingin merobek dirinya.
tanpa menunggu atau menyepelekan serangan sesepuh keluarga Yun. Tang si pun mundur sekitar 20 meter.
dalam sekejap tubuh Tang si bersinar dan armor satu kata milik nya, pun menutupi seluruh tubuhnya. Tang si juga tidak ingin menahan diri lagi," boommm"
seluruh tubuh memancarkan kekuatan, sesepuh keluarga Yun tidak bisa tidak terkejut melihat itu. "satu set pertarungan satu kata".
dia juga pernah ingin memiliki satu set armor satu kata, namun karena logam langka yang sangat mahal maka dirinya hanya bisa berhayal, tapi didepan nya sekarang se orang bocah mengunakan set lengkap.
bagaimana dirinya tidak iri dan juga terkejut, bisa memiliki satu set armor dan juga di usia mudah sudah sekuat ini.
pasti memiliki keluarga yang sangat kuat, baru sekarang dirinya yang penuh amarah pun sadar.
Tang si tidak ingin menahan dan menyembunyikan kekuatan nya, dan pada saat bersamaan tiga cincin merah muncul dari tubuhnya.
sesepuh yang masih terkejut, sekarang merasa surga tidak berpihak pada nya, dia yang selalu dihormati karena kekuatan nya, sekarang di hadapan bocah ini apalah arti diri nya.
yang membuat dia ingin muntah darah adalah usia cincin dari bocah ini, berpikir bahwa bahkan keluarga super kuat pun tidak memiliki cincin jiwa merah, apalagi ada tiga.
yang masih membuat nya bingung berapa usia bocah ini bisa menahan tekanan cincin ratusan ribu tahun.
yah tak perlu tanyakan itu , Tang si yang memiliki system itu, ibarat mobile legend Tang si memiliki banyak diamond, bisa membeli apapun yang dirinya mau.
mana mungkin sesepuh itu tahu Tang si memiliki system.
Tang si pun yang juga sudah serius pun langsung menyerang sesepuh keluarga Yun.
cincin jiwa pertama Tang si pun bersinar , cincin pertama kemampuan ke dua ' jaring perak biru'.
dan bersamaan dengan cincin kedua pun bersinar, cincin kedua kemampuan pertama 'tombak perak biru'.
jaring perak biru pun mulai mengikat sesepuh keluarga Yun, walaupun dihancurkan malahan bertambah, dan bahkan ada racun yang terus melemah kan sesepuh.
tombak perak biru pun langsung melesat ke arah sesepuh keluarga Yun, melihat serangan itu sesepuh keluarga Yun pun mencoba menghindar namun.
tombak perak biru berhasil melukai dirinya, racun pun mulai memberikan efek lumpuh, sesepuh keluarga Yun merasakan tubuhnya melemah namun" booomm"!!!.
dirinya terpental sejauh 30 meter, yah tendangan kaki kiri Tang si berasal dari ratusan ribu tahun naga api"tulang jiwa".
__ADS_1
terlempar sejauh 30 meter membuat sesepuh keluarga Yun, memuntahkan banyak darah bahkan beberapa tulang rusuk patah.
sesepuh mencoba bangun namun, seluruh tubuhnya sakit dan terjatuh kembali.
tidak pernah dibayangkan dirinya akan kalah dari seorang bocah, bahkan di hajar sampai separah ini.
tadi dirinya yang berada di atas angin sekarang terjatuh sampai ke dasar bumi.
"anak mudah ampuni aku, semua harta keluarga Yun akan menjadi milik mu, asalkan engkau mengampuni ku".kata sesepuh
"oh apa dirimu masih sesepuh yang mengamuk seperti tadi".kata Tang si
"maaf anak mudah orang tua ini tidak mengenali seorang master seperti yg tuan muda".
mendengar kata-kata mutiara dan manis dari sesepuh keluarga Yun Tang si." maaf aku tidak akan terpengaruh oleh rayuan seorang kakek yang berjiwa iblis seperti mu".
" satu lagi setelah menghancurkan keluarga Yun, maka aku akan mengambil semua harta kalian".
mendengar itu, sesepuh tersebut sangat marah dan langsung menyerang Tang si, "serangan sedekat ini tidak mungkin kau hindari nak, terima kematian mu".
Tang si hanya mendengus dingin," dasar manusia yang tidak tahu mana langit dan bumi".
mati ......
"arrrrggggg ahhhhhh bocah bau dirimu akan mati yang sangat kejam".
selesai berkata tubuh nya pun hangus tak terpisah.
Tang si hanya menghela nafas, "bodoh ".
armor naga pun kembali kedalam tubuh Tang si, mendapatkan banyak poin dari kehancuran keluarga Yun.
Tang si pun pergi dan menuju kediaman keluarga Yun, mungkin banyak harta yang dimiliki keluarga serakah ini.
Tang si pun mendapat kan banyak harta, koin emas, dll. Tang si tidak memperdulikan harta ini tidak ada guna bagi nya, Tang si berniat membagikan ke pengemis yang berada di kota daun merah.
setelah itu Tang si meninggalkan kediaman keluarga Yun yang tersisa nama.
Tang si pun pergi dan bertemu para pengemis, Tang si pun membagikan emas yang di dapat dari keluarga Yun.
setelah beberapa saat kemudian parah pengemis pun berlutut tuan terima kasih," kami tidak tahu harus membalas gimana".
__ADS_1
"hahah tidak perlu, emas ini kalian lebih membutuhkan nya, dan ingat satu hal demikian diri kita jangan pernah mencuri, dan juga ingat walaupun kita miskin kita harus saling membantu".
mendengar kata-kata Tang si para pengemis pun semakin menghormati nya.
"baiklah sudah waktunya aku pergi, semoga dengan uang itu bisa membantu kalian". selesai berkata Tang si pun pergi.
melihat kepergian itu, para pengemis hanya bisa menghormati orang sebaik anak mudah itu.
***
Tang si yang kembali ke penginapan pun ,mandi dan ingin sarapan, namun dia mendengar pembicaraan orang orang di penginapan.
mereka berbicara tentang kehancuran keluarga Yun, dan juga keluarga Yun di hancur kan oleh seorang anak mudah.
" biar saja keluarga mereka hancur, mereka hanya tahu menindas yang lemah, membunuh dengan sesuka hati, sekarang mereka kena hukuman surga".
mendengar itu Tang si hanya bisa pasrah, mau gimana lagi sudah terjadi.
Tang si pun makan dan setelah itu kembali ke kamar nya, sebelum beristirahat Tang si pun memikirkan bahwa sudah cukup lama dirinya berada di kota ini.
mungkin sudah waktunya aku bertualang keluar dan mencari pengalaman di kota lain, kalau tidak salah ini adalah salah satu kota di 'kekaisaran merah'.
aku ingin pergi ke ibu kota kekaisaran, mungkin disana banyak hal baru, Tang si pun membereskan kan semua barang-barang miliknya.
Tang si pun langsung tidur......
setelah pagi tiba Tang si masih tidur, mungkin karena kelelahan membuat dia agak terlambat.
sudah hampir siang, Tang si pun bangun , membuka jendela" selamat pagi dunia impian".
melihat waktu di dinding " aahhhhh sudah siang, oh tuhan seperti nya aku kecapean dan tertidur dengan pulas.
Tang si pun segera mandi dan langsung sarapan," yah hati ini aku akan meninggalkan kota daun merah".
Tang si pun keluar dari penginapan dan langsung menuju ke toko yang menjual peta untuk pergi ko kota kekaisaran.
Tang si pun membeli peta dan langsung pergi....
**maaf yah kalau masih banyak yang kurang , jika ada salah atau kekurangan dalam karya ini, saya berharap diberikan masukkan dan saran dari kalian yang membaca dan sudah lebih berpengalaman.
dan semoga cerita ini bisa menghibur kalian yah.
__ADS_1
terimakasih dari saya**.