
Membereskan yang tersisa Tang si mengunakan kemampuan Spritual nya untuk mencari dimana orang yang di tahan Serikat Pembunuh.
Tidak jauh dari Aula Kota ada tempat tahanan kota yang kali ini digunakan oleh para pembunuh untuk menahan keluarga Tuan Kota.
Tang si langsung bergegas menuju tahanan kota dengan cepat. Saat dirinya tiba terlihat masih ada pembunuh yang menjaga dan belum mengetahui kehancuran saudara nya yang lain.
Saat Tang si muncul itu menarik perhatian beberapa pembunuh yang menjaga.
"Hey cepat kembali ini bukan tempat untuk sembarang orang datangngi." Ucap salah satu pembunuh yang menjaga.
"Aku tidak ada waktu untuk berurusan dengan kalian." Selesai berkata Es langsung terbentuk dihadapan nya itu bergerak dengan cepat sebelum mereka menghindari itu sudah menembus dada mereka.
Tidak memperdulikan itu Tang si melangkah masuk kedalam tahanan kota dengan segera.
Melewati satu satu Sel tahanan Tang si tidak bisa tidak terkejut karena semuanya terlihat tidak terurus banyak yang sangat kurus kering bisa dilihat bahwa mereka jarang diberikan makan.
Ada beberapa orang tua yang sudah usia lanjut juga tidak sanggup menahan lagi dan sebagian nya sudah memilih mengakhiri hidupnya.
Bagi anak-anak, orang tua mereka rela memberikan jatah makanan mereka walaupun rasa lapar yang akan bisa saja memisahkan diri mereka dengan anak mereka untuk selamanya.
Tang si masuk semakin dalam dan menemukan beberapa pembunuh yang menjaga tidak ada ampunan lagi untuk mereka. Tang si menghabisi mereka lebih kejam dari yang sebelum dirinya melihat kondisi di sel pertahanan.
Dirinya tahu Pembunuh pasti nya kejam dan tidak akan berbelas kasih untuk membunuh tapi setelah melihat sendiri apa yang dilakukan mereka pada orang yang lebih lemah. Itu tidak ada berbelas kasih untuk mereka lagi.
Akhirnya Tang si sampai di Sel paling terakhir yang sedikit berbeda karena yang menjaga disini lebih dari lima orang Pembunuh Tingkat Hitam.
Saat Tang si muncul ke tujuh Pembunuh secara bersamaan memandang nya dengan terkejut.
"Huh.. Bagaimana kau masuk? Bukannya mereka yang menjaga di luar." Salah satu Pembunuh tingkat hitam berjalan keluar dari temannya.
Tang si bahkan tidak memandang dirinya dan hanya melihat sekeliling nya.
"Hey!!, Apa kau tidak mendengarkan ku?." Berkata dengan marah dan langsung ingin menyerang Tang si.
"Aku sedang dalam Mood yang buruk." Aura membunuh yang kuat langsung pecah ke arah para pembunuh.
"Blaakk.."
Ketujuh semua nya langsung berlutut dengan darah yang keluar perlahan dari mata dan telinga masing-masing.
__ADS_1
"Ini.. Tekanan Membunuh yang sudah membunuh ratusan ribu nyawa...
Belum selesai berkata ketujuh dari mereka semua langsung naik ke udara perlahan.
Tang si mengangkat tangan nya saat kemudian Ketujuh nya langsung hancur seperti diledakkan dari dalam dengan sebuah bom.
"BOOMMM.."
Semuanya nya pecah bahkan darah pun tidak membekas dari ledakan itu. Kemarahan dan kebencian yang membuat Tang si melakukan serangan paling kejam itu.
"Mati pun belum cukup untuk kalian." Wajah Tang si sekarang jika bisa di ucapkan dengan kata maka penuh amarah dan kebencian.
"Click.."
"BOOMMM.."
Pintu Besi itu hancur tidak tersisa.
Tang si langsung masuk setelah menghancurkan pintu dengan keras.
Setelah masuk Tang si bisa melihat semua yang ada di sini adalah Keluarga Penguasa Kota.
Tang si baru sadar diri nya masih dalam Mode Kematian dan Aura Membunuh yang kuat dari dirinya membuat mereka sangat takut.
"Ah.. Kalian tidak usah takut. Aku disini untuk membebaskan kalian semua." Selesai berkata dirinya kembali ke sebelumnya yang cerah dan tampan.
Tang si segera membebaskan semua yang ditahan dan juga tidak menyisakan satu pun Pembunuh.
Semuanya walaupun sudah keluar dengan bebas namun masih memiliki trauma yang membuat beberapa masih ketakutan.
Seorang pria paruh baya bersama dengan anggota Keluarga nya segera menghampiri Tang si.
"Tuan Kami tidak tahu harus bagaimana untuk membalas kebaikan Tuan." Pria paruh baya itu berkata dengan membungkuk.
"Itu tidak perlu, Aku hanya lewat dan kebetulan para pembunuh itu juga memiliki dendam di antara kita, jadi tidak perlu berterimakasih.." Jawab Tang si.
Tang si tidak membahas lagi dan segera mengeluarkan beberapa makanan dan membagikan kepada semuanya.
Saat Tang si masih membagikan semua itu seseorang menghampiri nya, "Tuan apa saya bisa membantu." Suara yang halus datang dari belakang nya.
__ADS_1
Tang si belum membalik dan hanya melambaikan tangan nya dan beberapa makanan lagi keluar, "Itu bisa kamu bagikan kepada yang belum mendapatkan makanan." Ucap Tang si.
Terus membagikan semua makanan dan akhirnya selesai saat Tang si ingin berbalik, "Tuan apa saya bisa mengetahui nama Tuan?." Tanya seorang wanita pelan.
Tang si langsung berbalik dan keduanya saling bertatapan keduanya sedikit terkejut juga.
Wanita ini Sebelas Dua Belas dengan Luo'er dalam penampilan dan wajahnya yang kecil dan ceria, beda nya Luo'er memiliki temperamen yang dingin dengan orang lain.
"Itu.. Nama ku Tang si." Jawab Tang si setelah tertegun beberapa saat.
Tidak langsung menjawab wanita itu juga akhirnya bisa melihat dengan jelas wajah Tang si, sebelumnya Ayahnya yang berbicara itu membuat nya tidak memiliki kesempatan untuk melihat Tang si.
Baru sadar bahwa Tang si memandang nya wajahnya langsung memerah dan berbalik dan segera berlari dengan wajah yang memerah.
"Huh kenapa?." Tang si bingung karena wanita itu berlari bahkan sebelum memberitahu namanya.
"Apa wajah ku sangat menakutkan." Gumam nya pelan.
Tang si kemudian menghampiri Keluarga Tuan Kota dan ingin pamit pergi karena muridnya sudah cukup lama menunggu nya lagian ini juga sudah hampir pagi.
Melihat kedatangan nya Tuan kota langsung berdiri, "Tuan apa ada yang bisa saya lakukan?." Tanya nya langsung.
"Tidak aku hanya ingin pamit, murid ku sudah menunggu ku." Jelas Tang si.
"Tuan.. Apa Tuan akan langsung pergi setelah ini?." Tanya Tuan kota langsung.
"Yah saya akan segera pergi setelah ini." Jawab Tang si.
Sebelum Tuan Kota berkata lagi seorang berkata dari samping nya, "Tuan apa kau akan kembali?." Pernyataan itu segera membuat Tuan Kota terdiam, sejak kapan putri nya yang bahkan tidak berdekatan dengan pria berkata semanis itu.
Tang si juga mendengar itu dan langsung memandang nya dengan senyuman, "Yah jika ada kesempatan dimasah depan."
Wajah nya sudah sangat memerah.
"Oh iya, siapa nama Nona?." Tanya Tang si langsung.
Dengan wajah yang memerah, "Bai Xiu." Berkata dengan singkat.
"Oh Nona Bai semoga kita bisa bertemu di lain waktu." Selesai berkata Tang si langsung menghilang dari hadapan semua orang seperti tidak pernah ada sebelumnya.
__ADS_1