
"Mungkin Ayah mu menikah kan kamu agar ada yang bisa melindungi mu"Kata Tang si sok tahu.
"Tapi" Suara Luo Erlong sedikit canggung. "Apa ada masalah di keluargamu".Tang si bertanya mungkin sesuatu terjadi hingga dirinya menolak menikah dan Melarikan diri ke hutan.
"Ayah ku Luo Xie adalah pemimpin salah satu organisasi dan demi mendapatkan kekuatan dan kekuasaan."Suara Luo Erlong semakin tak teratur.
Tang si yang melihat Luo Erlong menangis pun, Melangkah maju dan mencoba menenangkan Lou Erlong .
"Jangan sedih coba ceritakan semuanya mungkin diriku bisa membantu"Kata Tang si sedikit melembut.
Tang si memang bukan berasal dari dunia ini, namun dirinya masih memiliki hati untuk merasakan kesedihan yang mendalam dari Luo Erlong.
Luo Erlong pun menceritakan semua yang terjadi kepada dirinya, dirinya pun tanpa sadar menceritakan semua masalah nya kepada Tang si.
Tang si memang belum terlalu mengenal Luo Erlong, namun dirinya mendengar kan semua yang dikatakan Luo Erlong.
Luo Erlong pun setelah menceritakan semua masalah nya, merasa lebih baik karena membagikan keluhan hati nya.
Mendengar semua cerita Luo Erlong Akhirnya Tang si pun berkata "Baiklah kau boleh mengikuti ku, namun perjalanan ku berbahaya dan juga aku tidak memiliki keluarga atau sesuatu yang bisa melindungi mu"...
Luo Erlong sangat cantik namun dirinya bersikap dingin dan penuh dengan aura membunuh, walaupun Tang si mengijinkan Luo Erlong mengikuti nya, namun dirinya masih tetap waspada kepada Luo Erlong...
Berjalan cukup jauh tanpa ada yang berbicara, namun Tang si tidak tahu jika seseorang memperhatikan dirinya sejak mereka bersama sampai sekarang.
Tang si pun sedikit menoleh kearah belakang untuk melihat Luo Erlong, melihat bahwa mata yang besar dan wajah cantik memperhatikan dirinya.
"eakkhmmm. Apa ada yang bisa saya bantu Nona?."
Kaget karena suara Tang si, Luo Erlong pun salah tingkah " ini."
"Aku cuma memikirkan mu, walaupun sudah tidak memiliki keluarga dan hanya sendiri, namun memiliki kekuatan diusia semudah itu."Kata Luo Erlong sedikit memerah.
"Ah itu. Tidak perlu dipikirkan aku agak Spesial." Kata Tang si singkat.
__ADS_1
Luo Erlong tidak ingin bertanya lebih lanjut, "Lagi pula masing masing orang punya rahasia yang tidak bisa orang lain tahu." Pikir Luo Erlong.
***
Akhirnya langit sudah mulai gelap, Tang si dan Luo Erlong pun mencari tempat berteduh sekaligus beristirahat.
Menemukan sebuah Gua,Tang si pun memeriksa isi Gua. "Ok boleh masuk". Suara Tang si terdengar dari dalam Gua.
Luo Erlong langsung masuk ke Gua, setelah memasuki Gua melihat bahwa Tang si sedang duduk di atas batu Luo Erlong pun berjalan kearah Tang si.
Tang si juga melihat bahwa Nona Luo menghampiri dirinya, "Ah Nona, setelah diperiksa Gua ini cukup dalam namun karena sangat kita cuma bermalam tidak perlu memeriksa keadaan Gua lebih jauh".
Tang si menjelaskan semuanya ke Luo Erlong.
Tang si pun sebelum melakukan perjalanan. System memberikan Cincin penyimpanan Yang luas nya tidak diketahui, yah luas sekali penyimpanan Cincin System.
Tang si tidak memperdulikan luas Cincin hanya tahu ini diberikan oleh System untuk dirinya. Setelah Cincin dipakai di jari tangan nya itu langsung menyatu dengan jari Tang si.
Cincin penyimpanan hampir tidak ada yang memiliki, bahkan yang memiliki pun hanya orang tertentu saja.
Tang si pun pergi mencari kayu bakar, setengah jam kemudian Tang si kembali.
Dari jauh Luo Erlong memperhatikan Tang si. Tang si yang lebih fokus membuat api tidak memperdulikan sekeliling nya.
Tang si melambaikan tangannya dan setumpuk kayu pun keluar dari penyimpanan nya, mengatur nya Tang si menunjukkan jari ke arah kayu bakar, api pun menyala.
Luo Erlong yang melihat Tang si melambaikan tangan dan setumpuk kayu muncul dari udara tipis juga terpana bagaimana tidak, sudah dipastikan Tang si memiliki Alat penyimpanan.
"Pria ini masih sangat misterius sampai sekarang"Luo Erlong hanya menghela nafas dan berjalan ke arah Tang si.
Tang si dan Luo Erlong mengelilingi api, Luo Erlong mengambil selimut dari tas nya dan langsung menutup seluruh tubuhnya, dirinya pun melihat ke arah Tang si.
Tang si juga tidak ingin kalah, melambaikan tangan dan kasur dan bantal, selimut yah satu set lengkap untuk tidur pun keluar dari Cincin penyimpanan nya.
__ADS_1
Luo Erlong yang melihat itu pun tertegun," Ini terlalu mewah untuk sebuah perjalanan."pikir Luo Erlong.
Tang si pun memandang kearah Luo Erlong," Apa ada yang bisa saya bantu Nona?." Tang si pun bertanya dengan senyuman.
" Tidak-tidak" Kat Luo Erlong cepat.
"Apa Nona ingin tidur disini juga". Candaan Tang si membuat Luo Erlong memerah.
"Siapa yang mau tidur bersama orang mesum." Luo Erlong berkata dengan suara marah. Setelah itu dirinya langsung membalikkan badan.
Tang si hanya tersenyum melihat tingkah Luo Erlong yang menurut nya sedikit lucu, Tang si pun langsung berbalik dan menutup mata nya.
Ke esokan pagi, Tang si masih tidur dengan nyenyak.
Aroma daging yang sangat harum membangun kan Tang si dari mimpi indahnya. Melihat sekeliling Tang si melihat Luo Erlong sedang memanggang daging **** hutan.
melihat Tang si yang sudah bangun dan memperhatikan dirinya, Luo Erlong melempar kaki **** panggang ke arah Tang si.
Melihat itu tangan nya Tang si terangkat dan api membakar kaki **** sampai tak tersisa. Melihat itu Luo Erlong sedikit marah langsung bertanya" apa yang kau lakukan, aku membuat nya dengan susah payahnya untuk sarapan, dan kau malah menghilangkan nya.
Luo Erlong yang marah mentap Tang si membutuhkan penjelasan.
"Maafkan saya tidak memakan **** , penulis saya muslim". Kata Tang si singkat.
Mendengar itu Luo Erlong pun berkata" Apa hubungan nya dengan ini?."
" Mau bilang pun dirimu gak akan ngerti, aku akan pergi mencari sayur atau buah untuk sarapan". Sambil berbicara Tang si bangun dan berjalan keluar Gua.
Tang si berjalan keluar, " Tidak tahu tapi jawaban tadi spontan keluar dari hati saya." Gumam Tang si.
Yah iyalah mana loe tahu itu kata dari penulis untuk menjawab pertanyaan Luo Erlong.
Setelah itu Tang si tidak memperdulikan sesuatu yang aneh seperti itu, karena dirinya sudah mulai lapar dan secepatnya mencari sesuatu yang bisa di makan' Halal'.
__ADS_1
Tang si memasuki hutan dan mencari buah yang bisa di makan. Tang si menemukan sebuah pohon besar yang memiliki banyak buah segar...