
Dalam hati Tang si berkata, "Sebelumnya dia datang ingin melawan ku dan sekarang datang membawa hadiah? Apa dia keselak kulit kelapa!!."
"Yah kau bisa meletakkan nya disana." Tang si menunjuk ke lantai kosong disebelah nya.
"Baik Tuan Tang.." Ye Bei langsung menyuruh anggota Keluarga nya untuk meletakkan semua hadiah yang mereka bawah.
Dan pada akhirnya semua hanya membahas hal yang tidak penting. Tang si hanya diam dan mengangguk dengan sedikit malas, dirinya ingin beristirahat namun Pria Tua ini datang di waktu yang tidak tepat di saat dirinya ingin beristirahat.
Cukup lama sampai Patriak Keluarga Ye berpamitan dengan tunduk pada Tang si.
"Tuan Tang kami pamit pulang. Semoga Tuan Tang menyukai hadiah kami." Ye Bei pamit dan segera kembali.
Menyimpan semua hadiah ke dalam Cincin Penyimpanan, Tang si juga tidak ingin berlama lama lagi dan langsung kembali ke kamar.
***
Pagi_
Tang si bangun dari ranjangnya, "Hanya tidur yang bisa membuat semua kelelahan menghilang. Dan lebih indah lagi kalau sarapan pagi dulu." Tang si langsung turun dari ranjang dan segera ke mandi.
Selesai membersihkan diri dan menganti pakaian, Tang si langsung membangun kan Murid nya, "Bangun... Waktu nya sarapan." Tang si langsung mengendong Ling Dong dan membawanya ke kamar mandi.
Mau tidak mau Ling Dong langsung segera mandi, "Guru aku masih ngantuk.., apa aku boleh tidur setelah ini?." Masih menguap Ling Dong berkata.
"Kau murid nakal, apa tidur mu sebelum nya kurang lama?. Cepat mandilah dan segera sarapan dulu."
Ling Dong segera menyelesaikan mandi nya dan langsung datang ke tempat Tang si, yang sudah menunggu dirinya dengan berbagai hidangan yang sudah di sajikan oleh penginapan.
"Segera lah makan sebelum dingin." Ucap Tang si dan juga langsung mulai menyantap hidangan pembuka. Di Kultivasi nya yang sekarang susah untuk bisa merasakan lapar namun Tang si lebih suka makan karena itu bisa memuaskan dirinya akan makanan enak.
Semua hidangan pun habis tidak tersisa. "Guru ini sungguh sangat enak sekali. Aku juga sangat kenyang." Ling Dong berkata sambil mengelus perut nya yang sedikit membuncit.
"Dong'er karena kau sudah baikan, hari ini kita akan langsung pergi dari kota ini. Kita akan mengunjungi teman lama Guru." Berkata Tang si langsung memikirkan seseorang.
"Luo Er apa kau baik-baik saja sekarang. Kita akan segera bertemu lagi." Tang si tersenyum sendiri di depan murid nya.
Ling Dong yang melihat Guru nya tersenyum sendiri pun berbicara, "Guru pasti memikirkan seseorang kan." Ganggu Ling Dong kepada Guru nya.
"Ah, kau murid nakal...
__ADS_1
"Sudah.. Sudah, ayok bersiap untuk berangkat." Tang si langsung alihkan pembicaraan dengan cepat.
Setelah membersihkan semua nya dan juga selesai bersiap siap Tang si dan murid nya langsung menemui Pemilik penginapan untuk membayar semua yang beberapa hari ini mereka tinggal dan makan dengan gratis.
Tapi Pemilik penginapan mengatakan itu semua Gratis untuk semuanya. Jadi keduanya langsung pergi setelah berterima kasih.
Tang si tidak tahu bahwa Keluarga Ye sudah membayar semuanya untuk dirinya.
***
"Nak sampai kapan kau mau menunggu nya? Dia ada di dunia yang berbeda, apa kau akan terus menunggu nya?"
"Kau juga tahu di usia muda dirinya sudah memiliki kekuatan yang sangat besar. Dan sekarang sudah hampir tiga tahun mungkin saja kekuatan nya sudah berada di level yang tidak bisa kita capai lagi"
"Dan juga sebelum dirinya pergi, bahkan dirinya meninggalkan banyak permata berharga yang sangat mahal untuk kita. Ayah tahu dia pasti berasal dari keluarga Kuno."
Luo Yun juga merasa sedih melihat putrinya menunggu seseorang yang tidak mungkin untuk bersama nya. Dan mencoba membuat nya menerima kenyataan dan tidak terus seperti ini.
"Ayah dia hanya yatim piatu... Keluarga kuno apanya?, aku akan selalu menunggu nya sampai kapanpun." Luo Er akhirnya angkat bicara tentang Tang si kepada ayahnya.
"Apa yatim piatu?..."
"Armor set lengkap, Lingkaran Cincin Ratusan Ribu Tahun Jiwa, dan yang lebih nya lagi sebuah Roh nyata yang sepertinya itu adalah Spirit Beast berumur Ratusan Ribu Tahun Jiwa"
"Apa seorang anak yatim bisa memiliki semua itu?."Luo Yun langsung bertanya kepada putrinya.
"Tapi Ayah...
Belum menyelesaikan kata-katanya Luo Er sudah melarikan diri kembali ke kamar nya.
Memandang putri nya yang melarikan diri Luo Yun hanya menghela nafas, "Huff... Ayah pasti nya ingin kau bahagia namun, lihat lah dia sangat berbeda dengan kita." Luo Yun berkata dalam hati.
Air mata sudah mengalir di wajahnya yang cantik, "Tang si kau dimana? aku sangat merindukanmu, apa kau tidak akan kembali?"
"Setelah kepergian mu saat itu baru ku rasakan yang namanya merindukan seseorang. Kumohon kembali lah padaku." Pada akhirnya dirinya menangis sampai tertidur dengan sendirinya.
***
Di langit sebuah benda terbang dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Wow Guru ini sangat cepat." Ling Dong berkata dengan semangat.
Untungnya Tang si melindungi sekeliling nya dengan Kekuatan Jiwa untuk menstabilkan oksigen karena dengan kecepatan ini bisa menganggu pernafasan.
"Apa ini keren?." Tanya Tang si langsung.
"Ini sangat keren Guru." Jawab Ling Dong dengan cepat.
"Guru apa suatu saat aku bisa memiliki sepasang sayap seperti Guru?." Ling Dong bertanya dengan senyuman mengagumi sayap Jiwa milik Tang si.
"Yah Guru akan membelikan mu satu suatu hari nanti, tunggu kau menjadi Spirit Master yang kuat, Ok." Tang si berkata dengan santai.
Ling Dong langsung bertambah semangat, sejak bersama Guru nya diri nya sudah melupakan semua yang terjadi pada nya sebelumnya.
Terus terbang dengan kecepatan tinggi namun tetap stabil.
"Dengan kecepatan ini mungkin akan membutuhkan sekitar Empat hari untuk sampai." Gumam Tang si.
Terbang terus seharian sudah melewati hutan dan beberapa kota kecil, belum berhenti karena Tang si tidak ingin membuang waktu nya lagi.
Sampai langit terlihat sudah mulai gelap.
"Sebaiknya turun dulu setelah paginya baru lanjut."
Tang si pun langsung turun di hutan yang cukup lebat dan sangat gelap.
"Guru ini sangat gelap.." Ling Dong berkata sedikit takut.
"Ada Guru kau tidak perlu takut.."
Selesai berkata rumah kecil yang sebelumnya langsung muncul. Juga barang yang akan digunakan semua keluar dari Cincin penyimpanan nya.
keduanya langsung masuk kedalam.
"Istirahat lah kau pasti lelah setelah terbang seharian, besok masih akan melanjutkan perjalanan jadi istirahat lah Dong'er." Tang si berkata pada muridnya.
"Baik Guru." Ling Dong langsung tidur karena sudah lelah.
Tang si menutup nya dengan selimut dan berjalan keluar. Dirinya ingin melakukan sesuatu sebelum istirahat.
__ADS_1