SYSTEM MARTIAL SOUL

SYSTEM MARTIAL SOUL
Ibu Kota Kekaisaran lll


__ADS_3

Setelah Dua Tahun berlalu dan akhirnya dia kembali lagi ke tempat ini. Walaupun tidak memiliki banyak kenangan di Kota ini, namun ada sedikit rasa rindu yang mengingatkan nya.


"Apa aku langsung pergi pada nya." Tang si berfikir untuk menemui Luo'er langsung atau melihat dulu suasana Ibu Kota yang lagi ramai.


Keduanya segera berjalan melihat suasana Kota yang ramai, "Guru.. Ini sangat ramai." Ling Dong yang hanya dari kota kecil sebelum nya baru pertama kali nya datang ke Ibukota Kekaisaran yang sangat ramai.


"Yah ini memang sangat ramai bahkan lebih dari biasanya." Tang si tersenyum menjawab pertanyaan Murid nya.


Keduanya berjalan di tengah keramaian kota, Tang si menjadi pusat perhatian beberapa orang karena kegagahannya. Tubuhnya yang tinggi dan lurus memberikan kesan yang kuat untuk para wanita muda yang melihatnya, meskipun wajah nya terhalang topeng nya.


Tang si juga tidak bisa apa-apa hanya terus melangkah dengan murid nya. Keduanya mencari sebuah Rumah makan untuk beristirahat dan sedikit bersantai. Melakukan perjalanan dengan terbang juga membuat Tang si sedikit lelah dan butuh sedikit santai dan istirahat.


Dihadapan keduanya ada sebuah bangunan yang sangat mewah dengan tiga lantai.


Ling Dong memandang bangunan tiga lantai dengan wajah kagumnya, "Ini sangat tinggi dan mewah.." Melihat itu Ling Dong hanya bisa memujinya.


"Ayo masuk.." Tang si berkata dengan pelan.


Keduanya melangkah langsung menuju bangunan mewah di depan mereka berdua.


Saat kedua nya masuk dihadapan mereka hanya mewah yang bisa dijelaskan. Banyak orang yang juga terlihat seperti bangsawan dan juga beberapa Spirit Master yang berbaur.


Beberapa saat kemudian seseorang dengan setelan baju rapi menghampiri keduanya, "Tuan apa yang bisa saya bantu." Wanita dengan pakaian rapi berkata dengan sopan.


Tang si bisa merasakan bahwa pelayan disini sangat ramah dan sopan.


"Saya dan murid saya membutuhkan meja yang cukup sepi." Tang si bisa melihat sekeliling nya yang cukup ramai dan dirinya tidak suka terlalu ramai.


"Baik Tuan.. Tapi hanya lantai dua dan tiga yang memiliki sedikit pelanggan tapi...


"Tapi apa.." Tanya Tang si langsung karena pelayan berhenti berkata.


"Itu hanya untuk Bangsawan atas atau keluarga kerajaan.." Jelas pelayan dengan pelan.


"Apa tidak ada cara lain untuk bisa mendapatkan tempat di lantai atas." Tanya Tang si masih tidak percaya bahwa hanya kalangan atas yang bisa merasakan lantai atas.

__ADS_1


Beberapa orang juga mulai penasaran melihat seorang yang menggunakan topeng masih bertanya dengan pelayanan rumah makan.


"Tuan sebenarnya bisa jika Tuan adalah Spirit Master di atas Lima Lingkaran Cincin." Pelayan berkata dengan sedikit rasa percaya diri.


Senyuman segera muncul dari wajah Tang si.


"Baiklah antar kan kami ke lantai atas." Selesai berkata Tang si langsung berjalan menuju tangga ke lantai atas.


Saat kedua nya ingin naik, dua orang segera menghalangi jalan mereka.


Jalan yang ingin dilalui di halangi oleh orang lain membuat Tang si mengangkat wajahnya dan memandang kedua pria yang tinggi nya sama dengan nya.


Mengangkat alisnya, "Apa yang kalian lakukan?." Tanya Tang si segera merasa keduanya tidak bersahabat.


Kedua pria dengan wajah sombong kemudian berkata dengan bangga, "Ini hanya untuk Keluarga kerajaan dan Bangsawan. Bukan untuk sembarang orang yang tidak mampu."


Mendengar itu membuat suasana menjadi canggung. Beberapa orang juga mulai berbisik bisik dengan pelan dengan memandang Tang si dengan murid nya.


"Apa pria bertopeng itu bodoh? dengan pakaian murah nya ingin naik ke lantai atas!!." Seorang bangsawan berkata mengejek.


Beberapa orang juga mulai menyuarakan ketidak sukaan kepada Tang si dan murid nya.


Pelayan wanita yang sebelumnya segera menghampiri Tang si dan Murid nya lagi, "Tuan maaf apa Tuan dari keluarga Kerajaan atau Bangsawan atas?." Meskipun bertanya dengan sopan Tang si bisa merasakan bahwa itu hanya untuk membuat dirinya semakin di permalukan.


Tang si kemudian berkata menjawab pelayan wanita, "Maaf saya tidak dari Keluarga kerajaan atau pun Bangsawan atas."


Mendengar itu Pelayan wanita berkata lagi, "Mohon agar Tuan tidak lagi melangkah untuk ke lantai atas."


Kedua pria yang menghalangi jalan kemudian berkata dan Fluktuasi Jiwa segera terpancar dari keduanya, " Mohon segera meninggalkan tempat ini jika tidak ingin terluka." Keduanya mencoba menekan Tang si dengan tekanan Jiwa.


Tang si segera menarik Ling Dong merapat padanya.


"Aku hanya ingin makan dengan tenang bersama muridku.. Tapi seperti nya itu tidak bisa." Selesai berkata Tang si langsung berbalik dan segera berjalan kearah pintu keluar.


Tidak menghiraukan kata-kata dari beberapa orang yang meremehkan nya dan bahkan menghina keduanya Tang si terus berjalan ingin segera keluar.

__ADS_1


Saat langkah kakinya akan mencapai pintu keluar sebuah kata yang sangat kasar terdengar di telinga nya.


"Mungkin Tuan ini bisa berbelas kasih jika kau memberikan anak kecil itu untuk menjadi budak ku." Berkata dengan bangga menunjuk ke arah Ling Dong.


Langkah kaki Tang si langsung berhenti ditempat.


Tang si berbalik dan menuju ke arah suara yang sebelumnya menghentikan langkahnya.


"Kau tahu kesalahan yang akan membuat mu tidak dikenali ibumu." Tang si berkata sambil terus berjalan kearah seseorang bangsawan.


Ling Dong hanya diam memandang Gurunya yang tiba-tiba berbalik. Sebelum nya Tang si mengunakan Kekuatan Jiwa untuk menghalangngi pendengaran Ling Dong.


Tidak ingin murid nya mendengar kata-kata yang tidak mendidik.


"Plakkk.."


Suara tamparan yang tidak keras namun membuat beberapa gigi seorang pria itu jatuh dari mulut nya.


"Aaarrrrkkhhh.." Suara menjerit segera terdengar setelah tamparan.


Para pengawal yang mengawal Tuan muda mereka juga hanya terdiam ditempatnya bahkan tidak bisa berkata apa-apa saat Tuan muda mereka di hajar pria bertopeng dihadapan mereka.


"Itu untuk murid ku." Tang si berkata dengan suara yang sedikit tidak senang.


Tang si juga segera berbalik lagi, "Dong'er mari pergi, disini tidak ada sesuatu yang kita butuhkan." Tang si memegang tangan murid nya lagi dan ingin segera meninggalkan rumah makan mewah ini.


Semuanya yang menyaksikan semua yang Tang si lakukan kepada Tuan muda dari keluarga bangsawan hanya bisa terdiam dan sekaligus terkejut.


"Tunggu.."


Pria Sepuh yang entah dari mana datangnya segera berkata dengan suara yang dalam.


"Kau pikir bisa melakukan apapun dan pergi begitu saja?." Kata pria Sepuh tidak pelan tapi semua yang ada bisa mendengar nya.


"Tetua Shi.." Pengawal wanita segera mengenali Sesepuh yang merupakan Tetua yang juga merupakan Spirit Master yang di miliki Rumah makan ini.

__ADS_1


Tang si tidak menanggapi nya dan hanya terus melangkah menjauh.


Aura yang kuat segera pecah dari Tetua Shi yang marah karena baru kali ini ada seseorang yang mengabaikan nya di hadapan banyak orang.


__ADS_2