
"Bibi.." Tang si kembali memanggil setelah panggilan pertama nya tidak di dengar Bibi Luo.
"Apa ini benar kau.." Bibi Luo memperhatikan wajah Tang si dengan lebih teliti, namun semakin dilihat rasanya wajah Tang si memang sama namun lebih dewasa.
"Ini aku Tang si. Apa Bibi tidak mengenali ku lagi.." Tang si berkata sambil memegang tangan Ling Dong.
"Dong'er cepat beri salam buat Bibi Luo.."
Ling Dong kemudian muncul dari belakang Tang si dan memandang wanita cantik dihadapan nya. Meskipun sudah memiliki satu anak namun penampilan nya masih terlihat sangat cantik di usianya yang sekarang.
"Salam Bibi.." Ling Dong berkata dengan malu.
Saat Ling Dong memberi salam nya pada saat itu wanita cantik itu baru mengalihkan pandangannya pada nya.
Melihat anak laki-laki kecil di hadapan nya segera langsung melebarkan matanya.
Melihat ekspresi nya Tang si segera berkata, "Bibi.. Ini murid ku, Nama nya Ling Dong." Tang si bisa menebak dari ekspresi wajah Bibi Luo yang berfikir sesuatu yang aneh tentang nya.
Ling Dong memang terlihat imut dan juga tampan namun itu masih beberapa % dari Tang si juga keduanya terlihat berbeda.
Bibi Luo akhirnya mengerti dan tidak lagi membahas lagi. Sebelum nya dirinya sudah berfikir itu adalah putra Tang si dengan wanita lain. Sebenarnya itu hak Tang si namun dirinya tidak ingin melihat putrinya semakin bersedih lagi.
Kemudian Tang si dan Ling Dong langsung di ajak masuk ke kediaman Keluarga Luo.
"Mari kita bicara di dalam.."
"Baik Bibi.." Jawab Tang si langsung berjalan dengan murid nya mengikuti Ibu Luo Er.
Berjalan mengikuti Nyonya Keluarga Luo dan langsung masuk kedalam. Tang si tidak tahu bahwa beberapa pelayan wanita sudah memandang nya dari jauh. Untungnya dirinya berjalan bersama Nyonya besar jika tidak mungkin para pelayan wanita sudah menghampiri nya dan itu akan sangat merepotkan.
Memandang sekeliling nya Ling Dong berkata pelan pada Guru nya, "Guru apa ini Istana? Sangat mewah.." Meskipun ini bukan istana namun bagi orang biasa itu seperti istana yang sangat mewah.
Tang si memberikan senyum kecil, "Yah bisa dibilang seperti itu.."
__ADS_1
Keduanya mengikuti Nyonya Luo terus sampai ke Aula Utama Keluarga Luo.
Tang si tidak lagi bisa menahan bertanya, "Bibi, Luo'er tidak disini? Apa dia sedang keluar bersama paman?."
"Yah itu.. Pergi bersama Ayahnya untuk menghadiri Ulang Tahun Kaisar.." Tidak menyembunyikan apapun langsung memberi tahukan keberadaan putri nya, dia tahu lebih cepat keduanya bertemu itu lebih baik untuk putrinya yang sudah menunggu nya kembali.
"Aku akan menemui nya sekarang.." Tang si langsung berkata dengan cepat.
"Dong'er kau tunggu lah disini bersama Bibi, Guru pergi menemui Nona Luo. Jangan nakal, Ok.." Tang si berkata dengan sungguh sungguh pada muridnya.
Ling Dong hanya mengangguk pada Guru nya. Walaupun kecil dia mengerti Guru nya dengan baik.
Tang si langsung memandang ke arah Bibi Luo, "Bibi aku titip murid ku.." Bibi Luo ingin mengatakan sesuatu namun Tang si sudah menghilang dari hadapan nya.
Hanya menghela nafasnya dan memandang Murid Tang si kecil di hadapannya, "Mari Bibi antar untuk makan.."
Ling Dong meski tidak terbiasa namun segera mengangguk mengiyakan.
***
Ruang Utama sudah di penuhi para bangsawan dan Keluarga besar yang memiliki status tinggi.
Semua Keluarga besar sudah berkumpul menunggu Kaisar untuk memulai acaranya.
Semuanya disediakan dengan mewah berbagai hidangan yang dipastikan harga nya selangit sudah memenuhi setiap meja dan setiap orang yang hadir memiliki kedudukan yang tinggi di bidang masing-masing.
Saat semuanya sedang menunggu akhirnya Kaisar Tiba bersama dengan kedua Kaisar Kekaisaran Bintang dan Kekaisaran Awan. Di ikuti oleh Permaisuri dan juga putra dan putri Kaisar.
Langsung menempati Meja utama yang cukup untuk semua Keluarga Kaisar.
Kaisar langsung drmemandangi semua yang hadir dari sebuah Mejah mewah yang terdapat Empat orang paling penting yang duduk bersama dengan nya. Yah itu adalah Kaisar Bintang, Kaisar Awan dan Jenderal Mu Chen.
Hanya Keluarga Kaisar yang bisa duduk bersama dengan Kaisar. Semua Keluarga Kaisar berkumpul di meja yang sangat panjang untuk menikmati hidangan mewah bersama Kaisar.
__ADS_1
Tidak menunggu lagi Kaisar segera berkata, "Saya sebagai Kaisar Kekaisaran Roh sangat berterima kasih kepada semua yang telah hadir sekarang"
"Tidak akan menunda lagi, mari kita segera mulai saja langsung ke acaranya"
Segera setelah pernyataan dari Kaisar semua langsung bersulang untuk Kaisar dengan bahagia dan penuh hormat.
Masing-masing Kepala Keluarga segera memberikan ucapan selamat untuk untuk Kaisar bersama dengan hadiah mewah.
Tiba Keluarga Luo yang langsung mengucapkan selamat pada Kaisar dengan hadiah yang dibawa. "Patriak Keluarga Luo, Luo Yun memberikan selamat kepada Kaisar.." Sambil berkata sedikit membungkuk pada Kaisar.
Dari samping nya seorang wanita yang sangat cantik dengan wajah kecilnya meski sedikit terlihat dingin namun itu memberikan kesan yang dalam untuk yang melihatnya, "Luo Erlong, Putri Keluarga Luo memberikan selamat untuk Kaisar.." Luo'er melakukan semua ini demi Ayahnya.
Melihat wanita cantik itu Kaisar langsung memandang Patriak Luo, "Apa ini Putri mu?.." Tanya sang Kaisar langsung.
"Yah yang mulia, Ini putri saya.." Luo Yun segera menjawab pertanyaan Kaisar tidak ingin membuat kaisar menunggu.
"Bagus-bagus.. Kau memiliki putri yang sangat cantik.." Kaisar tersenyum kepada Luo Yun dan berkata lagi, "Apa kau bisa memperkenalkan Putri mu pada pangeran?." Pernyataan Kaisar segera membuat semua yang hadir langsung memandang Patriak Keluarga Luo.
Seorang pria tampan yang tinggi sekitar Satu Delapan dengan penampilan yang menarik sudah memandang wanita cantik yang berada di hadapan Ayah nya.
Tidak mengedipkan mata nya sekalipun, hanya memandang terus wajah wanita cantik dihadapan Ayahnya, "Apa ini, wanita yang sungguh cantik.." Gumamnya pelan.
Saat itu suara Ayahnya langsung memanggil nya, "Yu'er." Lan Yubing langsung berjalan ke Ayahnya.
"Yah Ayah.."
"Kau cepat sapa Putri Luo.." Jelas Kaisar untuk putranya.
Segera melangkah di hadapan Luo Erlong, "Hay.. Nama Saya Lan Yubing, Putra Kaisar Roh. Roh Beladiri saya adalah 'Naga Bumi', tipe serangan dan bertahan, dengan Level Jiwa 63 Spirit Lord Enam Lingkaran Cincin Roh." Menjelaskan semuanya tanpa menyembunyikan sedikit pun kemampuannya.
Semua orang yang hadir juga sudah terkejut, di usia semuda itu sudah menjadi Seorang Spirit Lord Enam Lingkaran Cincin. Apa lagi itu sudah menjadi jenius yang langkah.
Ingin melihat kejutan dari Gadis di hadapannya namun semua itu sia sia. Bahkan Luo Erlong tidak memperlihatkan sedikit pun ekspresi masih dengan wajah dingin nya.
__ADS_1
Luo Er menghormati Kaisar dan juga memperkenalkan diri nya untuk Putra Kaisar di hadapannya ini.
"Luo Erlong, Roh Beladiri 'Merak Bulan' Level Jiwa 65 Spirit Lord Enam Lingkaran Cincin. Tipe serangan.." Luo Erlong berkata dengan singkat dan jelas.