
Bangun pagi sekali Tang si pergi keluar untuk mencari sarapan untuknya dan murid nya. Walaupun makanan di penginapan enak-enak namun, jatah makan pagi sedikit siang baru di antara kan, itu membuat Tang si pagi sekali sudah pergi mencari sarapan diluar penginapan.
"Sebaiknya aku cepat sebelum Ling Dong keburu bangun.." Gumamnya sendiri.
Langsung terbang dan tidak berjalan lagi Tang si langsung mencari tempat makan yang terdekat, "Seperti nya itu tempatnya." Selesai berucap Tang si langsung turun disalah satu bangunan.
Tang si langsung masuk segera ke dalam tempat makan yang cukup ramai.
***
Membuka mata perlahan Ling Dong langsung melirik di sekelilingnya namun dirinya merasa ini bukan kamar yang dirinya dan Guru nya tinggal.
"Di mana ini?. Guru apa kau ada di sana?." Ling Dong memandang ke sebuah kain yang menghalang pandangan nya.
Tidak ada jawaban atau suara Guru nya membuat Ling Dong langsung turun dari ranjang namun saat ingin turun, dirinya mendapati kaki kiri nya di rantai.
"Ahh kenapa ini?, apa yang terjadi?, Guru kau dimana?." Ling Dong mulai panik dan mulai memanggil Guru nya dengan berulang kali.
"Guru.. Guru....
Saat ingin meneriakkan Guru nya lagi, seorang wanita yang cantik dengan tiga pengawal wanita nya langsung masuk kedalam kamar yang menahan Ling Dong.
"Bocah kecil kau sudah bangun yah. Kau sangat berisik teriakan mu sia-sia tidak akan ada yang mendengar suara mu apalagi Guru mu." Suara wanita itu langsung pada Ling Dong.
Melihat kemunculan nya Ling Dong bisa mengenal pakean dari ketiga pengawal. Itu pakean para pelayan wanita yang sebelumnya di penginapan.
"Bibi aku dimana ini?, kenapa kakiku di rantai?." Tanya Ling Dong sudah hampir menangis.
"Yah kau kami tangkap agar Guru mu datang dan memohon melepaskan diri mu, dan satu hal lagi jika Guru mu ingin membebaskan mu maka dirinya harus membayar dengan mahal." Suara wanita berkata dengan senyuman manis.
"Guru sangat kuat!!!, kalian bukan lawannya Guru." Balas Ling Dong kepada wanita yang menculik dirinya.
"Plakkk..."
Wanita itu langsung menampar wajah Ling Dong dengan cukup keras, "Kau bocah kecil tahu apa kau tentang kekuatan ku, akan ku buat Gurumu berlutut dan memohon ampun." Berkata dengan marah langsung.
Darah segar mengalir dari bibirnya membuat mata nya sudah berkaca, "Guru tolong aku, ini sangat sakit.." Berkata dalam hati dan air mata nya sudah tak bisa di tahan lagi.
__ADS_1
"Kau berhenti menangis aku paling benci anak kecil yang menangis." Melihat Ling Dong sudah menangis membuat para wanita itu menjadi kesal.
"Cepat paksa dia diam." Berkata langsung menyuruh pelayan nya.
***
Tang si agak lambat dan segera terbang kembali dengan cepat, "Ah mungkin Ling Dong sudah bangun." Tang si pun semakin mempercepat terbang nya.
Beberapa menit kemudian akhirnya sampai di depan pintu kamarnya. Tang si langsung masuk dengan segera, namun dirinya tidak melihat Ling Dong.
"Dong'er ayok makan, Guru membawa sarapan." Tang si memanggil berulang kali namun Ling Dong tidak menjawab.
"Ini.. kemana anak nakal ini pergi, hah sebaiknya aku tunggu saja dulu mungkin dirinya keluar mencari ku." Tang si pun menunggu dan tidak makan duluan.
Setelah menunggu setengah jam berlalu pun Ling Dong tidak kembali, "Ini aneh kalau hanya keluar untuk mencari tidak akan selama ini." Tang si akhirnya memutuskan untuk mencari nya.
Memakai lagi topeng nya Tang si langsung berjalan keluar, setelah berjalan keluar Tang si merasa aneh karena sekarang sangat sepi pada hal ini masih pagi.
"Ini aneh, aku harus segera mencari Dong'er." Setelah itu Kekuatan Mental nya langsung meluas dengan cepat menutupi seluruh penginapan.
Walaupun penginapan ini cukup luas namun dengan Kemampuan Spritual nya yang sudah di dunia Spritual membuat Tang si dengan mudah memeriksa semua tempat di penginapan dan juga mencoba mencari Muridnya.
Setelah mengetahui dimana Murid nya di tangkap Tang si langsung menghilang dari tempat nya berdiri.
Tidak membutuhkan waktu lama Tang si muncul di depan pintu yang cukup besar di lantai paling atas dari penginapan.
Tidak ada yang menjaga membuat Tang si langsung masuk tanpa menunggu. Tang si langsung berkata tidak menunggu lagi.
"Kembali kan murid ku dan akan ku anggap ini tidak pernah terjadi." Tang si langsung berkata dengan nada suara yang sedikit tinggi.
"Apa ini cara nya kau memaksa?, aku tidak suka kekerasan namun jika kau memaksa lagi jangan salah kan aku." Balas wanita cantik dengan marah.
"Mari perkenalkan nama saya Ye Ying juga pemilik penginapan ini"
"Dan ini tidak akan sopan jika Tuan berbicara sambil mengunakan topeng kan.." Senyum jahat langsung terlihat dari raut wajah nya.
Tang si tidak menjawab dan langsung membuka topengnya di hadapan para wanita.
__ADS_1
Suasana langsung menjadi sunyi dan semua mata memandang tanpa berkedip. Suara Tang si langsung menyadarkan mereka.
"Cepat kembali kan murid ku."
"Kau sungguh tampan, jika kau ingin murid mu kembali kau harus menjadi milikku." Ye Ying langsung berkata dengan semangat setelah melihat wajah Tang si.
"Seperti nya cara meminta dengan baik-baik tidak mempan." Selesai berkata Aura Tang si langsung berubah.
Tekanan yang mengerikan langsung membuat pelayan wanita langsung jatuh terduduk ke lantai. Ye Ying yang semula sedikit bangga langsung sesak.
Tang si langsung berjalan melewati pelayan wanita dan juga Ye Ying yang masih terdiam menahan tekanan dari Tang si.
"Kau berani...
Selesai berkata Lima Lingkaran Cincin Roh langsung bangkit dari bawah kaki nya. Dua Kuning dan Tiga Ungu.
Tang si berhenti langsung berbalik menghadap Ye Ying, "Ingin menunjukkan Cincin Jiwa di hadapan ku, kau..
Belum selesai berkata Tujuh Lingkaran Cincin Hitam bangkit dari Kakinya, Tang si mengubah warna asli Cincin miliknya.
"Kau..
"Spirit Douluo..." Ye Ying ingin mengatakan sesuatu namun dirinya sudah kehilangan kesadaran nya.
Tanpa sadar, diri nya sudah terlilit 'Kaisar Perak Racun' milik Tang si. "Sangat lemah bahkan tidak bisa menahan sedikit racun"
"Itu menjadi pelajaran karena sudah menculik Murid ku." Tang si langsung masuk dan dengan cepat menemukan Ling Dong yang tertidur dengan kakinya di rantai, bukan hanya itu namun wajahnya juga sedikit lebam akibat tamparan pelayan wanita.
Melihat itu wajah Tang si langsung memerah. "Kalian berani...!!!" Tangan nya langsung terangkat..
"BOOMMM.."
Lubang besar langsung terbentuk di dinding. Wajah Tang si terlihat sangat marah namun dirinya segera mendekati Ling Dong.
Tang si langsung menghancurkan rantai yang mengikat kaki murid nya. "Kalian sangat kejam." Langsung. mengendong Ling Dong, Tang si langsung terbang keluar.
"Kalian berani menyakiti murid ku, maka kalian terima lah ini."
__ADS_1
Petir langsung berkumpul di tangan nya dan membentuk memanjang.
"Hancur..."