
Sedikit melonggarkan pelukannya, "Ah ini sedikit tidak tepat untuk berpelukan Luo'er!" Tang si merasa ada beberapa tatapan mata yang mengarah pada nya.
Meski memiliki Kultivasi yang cukup tinggi tidak mempuni bahwa emosinya tidak akan terpengaruh oleh beberapa tatapan, namun Luo'er bahkan tidak melonggarkan sedikit pun pelukannya.
"Kau sudah membuat ku lama menunggu! Biarkan aku sedikit lama memelukmu.." Luo Er berkata dengan emosi bahagia.
Pada akhirnya Tang si merasa lebih baik dia melawan seluruh Kekaisaran dibandingkan harus menjadi canggung seperti sekarang.
"Ekhmm.. Kalian kita bisa masuk dulu? Kau pasti lelah kan?.." Luo Yun mencoba menolong Tang si yang terlihat sedikit malu-malu.
"Huh paman kamu harus menolong ku.." Tang si berkata pelan dengan wajah polosnya pada Luo Yun yang tidak jauh dari keduanya.
Luo Yun melihat itu dan menghela nafas, "Huff, ini urusan anak muda kami orang tua tidak akan ikut campur.." Selesai berkata Luo Yun berjalan dengan wajah tidak bersalah.
Melihat itu Tang si seperti kehilangan semangat.
"Guru, guru.. Aku merindukan mu" Ling Dong berlari kearah keduanya.
Sebelum nya Ling Dong dengan Luo Er sedang bermain sampai tiba tiba ada pelayan yang melaporkan yang terjadi di luar, dan pada saat itu juga Luo Er langsung menyuruh nya untuk menunggu dan segera berlari keluar.
Namun beberapa saat yang lalu dia mendengar suara yang sangat familiar yaitu Gurunya sendiri. Dan segera pergi juga dan betul saat dia sampai semua aman saja, malah Gurunya sedang bermesraan.
Melihat itu Tang si tidak bisa tidak senang, "Ah Dong'er Guru juga merindukan mu.." Mendengar itu Luo Er sedikit melonggarkan pelukannya dan menatap Ling Dong.
Kemudian memandang Tang si lagi, "Baiklah mari masuk dulu, kamu pasti lelah." Luo Er bertanya pelan.
Tang si hanya mengangguk mengiyakan itu.
"Huh kenapa tidak dari tadi.." Gumam Tang si dalam hati.
Akhirnya mereka berjalan masuk Tang si mengendong Ling Dong itu sedikit membuat Luo Er merasa iri namun dia juga tidak mau melepaskan menggenggam tangan Tang si.
"Apa tangan pria bisa sehalus ini?" Luo Er berkata dalam hati.
__ADS_1
Tang si yang tidak terbiasa menggenggam tangan seorang wanita sekarang hanya berharap ini segera selesai.
Semuanya sampai di Aula utama dan Luo Yun sudah menunggu dengan istrinya juga beberapa hidangan sudah di siapkan.
Beberapa pelayan wanita juga terpesona dengan Aura Tang si apalagi dengan wajah kecilnya yang sangat jernih seperti permata.
Tang si tidak menggunakan topeng karena ini adalah Kediaman Keluarga Luo itu juga akan canggung jika berbicara sambil memakai topeng.
Baru saja dia akan duduk di bagian nya, dan wajah Tang si tiba tiba berubah, "Apakah yang sebelumnya kurang?" Gumamnya dalam hati dan wajahnya langsung memandang ke satu arah.
Luo Yun juga bisa melihat ekspresi Tang si dan langsung bertanya, "Tang si apa ada yang salah?." Bertanya langsung.
Memandang nya lagi, "Yah seperti nya Kaisar tidak akan puas dan menyuruh beberapa tamu untuk menemui kita." Jelas Tang si.
"Apa!" Luo Er yang merespon Pertama dengan terkejut.
Luo Yun juga hampir sama dengan putri nya, "Apa ada yang menyerang?" Berharap dia hanya salah mendengar.
"Siapa kalian?" Luo Yun sudah berdiri dengan waspada dan sangat hati-hati juga langsung bertanya.
Tidak ada jawaban namun segera menyerang. Dua orang yang memancarkan niat Membunuh yang kuat langsung menyerang Luo Yun.
Kekuatan mereka berada di atas Luo Yun dan itu tidak bisa merasakan tingkat lawan. Luo Yun tidak gegabah namun segera merespon namun.
"Cukup.."
Tang si berkata cukup keras bersamaan dengan kedua nya berhenti bergerak dan tekanan yang kuat langsung membuat keduanya jatuh berlutut.
"Masuk tanpa ijin! Menyerang Patriak Keluarga Luo itu sudah cukup untuk mengantarkan kalian pada kehidupan berikutnya!!" Tang si masih duduk namun Aura nya sudah jauh dari pemahaman mereka.
"Tidak baik.. Seorang Master puncak.." Salah satu penyusup berkata dengan keringat dingin.
Mereka semua percaya diri dengan kemampuan menyusup mereka masing-masing. itu juga yang membuat mereka banyak mendapatkan misi penyusupan dan membunuh.
__ADS_1
Dan beberapa hari yang lalu Seorang datang untuk meminta membawakan kepala Patriak Luo Yun dengan harga yang tinggi.
Dan siapa sangka ada Master tingkat tinggi disini mereka tidak merasakan keberadaan nya bukan karena apa tapi kemampuan mereka tidak cukup. Namun sekarang setelah merasakan nafasnya baru mereka bisa merasakan kedalaman jurang itu sendiri.
"Aku akan bertanya! Apa kerajaan yang meminta kalian? Aku bisa melihat kalian bukan prajurit Kekaisaran.."Peryataan itu membuat ekspresi mereke berubah.
Luo Yun dan yang lainnya tidak lagi berbicara karena semua sadar dengan kemampuan Tang si. Meski ada yang sangat menghawatirkan nya.
Sama seperti sebelumnya tidak ada yang menjawab namun gerakan mereka seperti ingin mengakhiri hidup mereka sendiri.
"Tidak perlu melakukan itu sendiri aku akan membantu.." Cahaya kecil keluar dan langsung membungkus dua yang tidak bisa bergerak bersama yang disekelilingnya.
"Arggkk.." Beberapa teriak dan saat berikutnya semua sudah berubah menjadi Aura hijau dan kembali ke Tang si.
Setelah menembus Douluo Bergelar kemampuan Kaisar Perak Racun juga semakin murni dan Inti racun nya juga semakin jahat. Itu seperti akan memakan tubuh nya sendiri jika tidak memiliki System.
Dan sekarang beberapa orang bodoh telah menjadi nutrisi untuk Kaisar Perak Racun.
Semua yang melihat itu tidak bisa berkata namun semua bisa lihat sangat kejam, menghancurkan dan membuat tubuh lawan tidak tersisa.
Melihat ekspresi Keluarga Luo Tang si berkata, "Maaf, aku melakukan ini agar mereka mendapat pembalasan. Aura membunuh mereka sangat tebal dan tidak tahu berapa orang tidak bersalah yang sudah mereka bunuh.."
Tang si juga merasakan kekuatan nya yang sekarang untuk level di atasnya dia bisa melawan, apalagi yang di bawah levelnya itu seperti hanya menghancurkan tanpa banyak usaha.
"Ini!" Luo Yun sudah mencernah semua yang dilihatnya, "Seluruh Jenderal saja tidak sanggup apalagi cuma mereka.."Gumamnya dalam hati, sedikit takut dalam hatinya setelah menyaksikan sendiri kemampuan Tang si yang menurut nya sangat jauh berbeda dari pertama kali bertemu.
Luo Er masih memandang nya tidak peduli mau sekejam apapun dia, baginya lebih kejam jika dirinya kehilangan nya.
Tang si juga memandang nya dan memberikan senyuman, "Apa kita bisa segera makan?" Setelah hening Tang si berkata membuka jalan.
"Ah yah mari kita lanjutkan.." Luo Yun berkata cepat.
"Dong'er kamu seperti nya menambah berat badan mu." Tang si tiba tiba membuat lelucon yang untuk muridnya, baru sadar jika muridnya bertambah Cubi.
__ADS_1