
Memeluk Tang si secara tiba-tiba membuat Luo Er memerah namun secepatnya melepaskan diri.
"Tang si kau bodoh pergi selama ini meninggalkan seorang wanita sendiri" Luo Er yang marah dan berbalik karena malu.
"Maaf-maaf hanya ada sedikit masalah" Tang si coba membela diri sendiri.. " Jika ada masalah bisa diberitahukan mungkin saja saya bisa membantu."
Luo Er tidak ingin membahas masalah ini lebih jauh lagi pula tidak terlalu penting.
Pada akhirnya Tang si tidak menceritakan semua yang terjadi, lagi pula tidak penting untuk Luo Er tahu.
***
Pagi-pagi sekali Tang si sedang berolahraga diluar Gua. Luo Er pun baru bangun, melihat sekeliling tidak menemukan Tang si Luo Er pun melangkah keluar Gua.
Melihat sejuknya udara pagi Luo Er pun berjalan sedikit jauh dari Gua, melihat ke sebuah pohon besar Luo Er mendapati Tang si sedang melatih tubuh nya.
Tubuh Tang si tinggi dan ramping , rambut yang panjang berwarna biru sedikit hijau, dari jauh Tang si seperti sebuah lukisan yang sangat indah.
Luo Er yang melihat Tang si berlatih tanpa menggunakan atasan pun sedikit memerah namun mata nya tidak berkedip melihat keindahan di kejauhan.
Tang si pun menyadari kedatangan Luo Er , " Oh Nona Luo kemarilah di sini ada beberapa buah segar."
Luo Er yang tersadar pun sedikit malu , dirinya pun berjalan kearah Tang si. Bahkan sudah beberapa hari bersama Tang si namun dirinya masih tidak bisa percaya ada lelaki setampan ini.
Sampai di dekat Tang si, Luo Er tidak banyak bicara hanya memakan beberapa buah dan lanjut memperhatikan Tang si.
Tang si yang berlatih melanjutkan latihan, beberapa jam kemudian Tang si berhenti dan berjalan kearah Luo Er.
"Baiklah kau boleh kembali dulu, saya mau membersihkan diri sebelum kembali." Tidak menunggu jawaban Luo Er Tang si berbalik dan berlari kedalam hutan.
Beberapa saat kemudian Tang si kembali ke Gua, Luo Er pun sudah selesai dengan membersihkan diri.
"Baiklah lah mari kita lanjutkan perjalanan ke Ibukota Kekaisaran."Tang si penuh semangat.
Tang si dan Luo Er pun melanjutkan perjalanan mereka, sebenarnya Luo Er dari Ibu Kota Kekaisaran namun karena mengikuti Tang si, Luo Er terpaksa kembali lagi.
***
Setelah seminggu perjalanan akhirnya Tang si dan Luo Er hampir memasuki Kota Kekaisaran. Tang si mengunakan topeng sedangkan Luo Er menggunakan cadar.
Mereka berdua memasuki Kota Kekaisaran dengan lancar. Setelah memasuki Kota Tang si pun mencari penginapan.
Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Tang si dan Luo Er menemukan sebuah penginapan .
__ADS_1
Memasuki penginapan Tang si dan Luo Er disambut oleh para pelayan wanita.
" Selamat datang Tuan dan Nona" Para pelayanan pun menyambut Tang si dan Luo Er dengan sopan.
" Ini, Kami pesan dua kamar." Tanya Tang si kepada pelayanan.
Tiba-tiba suara dari samping Tang si " Ah maaf , kami pesan satu kamar saja". Suara Luo Er membuat Tang si hampir keselak.
Beberapa saat kemudian Tang si dan Luo Er sampai di kamar.
" Hey apa kau tidak tahu perbedaan laki laki dan perempuan? kenapa memesan satu kamar. Tidak perlu saya yang akan membayar." Tang si sangat kesal.
" Kan walaupun sekamar kau tidur di bawah." Luo Er seperti tidak bersalah.
Tang si sudah sangat kesal, " Sudah lah saya akan memesan kamar saya sendiri." Tang si pun berbalik dan ingin pergi.
" Tunggu " Suara Luo Er menghentikan langkah kaki Tang si." Apa lagi." Tang si masih di dekat pintu keluar.
"Ini. saya takut sendiri." Kata Luo Er membuat Tang si ingin berkata. " Takut apa, Kau sudah berada Lima Cincin masih Takut?." Tang tidak percaya dengan Luo Er.
Tang si yang merasa bahwa Luo Er hanya menipu dirinya pun , melangkah membuka pintu namun.
" ciikkk." Tiba-tiba dari belakang Luo Er memeluk Tang si.
Setelah itu Luo Er yang sudah menang kembali ke kasur penginapan, Tang si yang melihat itu hanya bisa menghela nafas.
Tang si pun mengeluarkan perlengkapan tidur dari Cincin penyimpanan milik nya.
Tang si langsung duduk di atas kasur milik nya. Tang si pun langsung ke System.
Tang si melihat status milik nya_
[ Nama ^ Tang sie ^ ]
[ Tingkat ^ Spirit Santo master ^ ][ 47 ]
[ Roh ^ Dewa Naga, Kaisar Perak Racun, Macan Mata Emas ^ ]
[ Jiwa ^ Naga air, Naga api, Laba laba Wajah Manusia, Kalajengking Hitam, Macan Tutul Petir ^ ]
[ Tulang Jiwa ^ Tulang Kaki kiri Naga Api ^ ]
[ Armor ^ Satu Kata 'Naga' ^ ].
__ADS_1
Tang si yang melihat Status milik nya, " Ok sampai di sini dulu ." Tang si pun keluar dari System.
Melihat bahwa Luo Er sudah tidur Tang si pun akhirnya juga langsung tidur.
Setelah melakukan perjalanan jauh Tang si pun tertidur lelap, walaupun tertidur Kekuatan Mental Tang si menyebar untuk memastikan semua nya aman.
***
Pagi-pagi sekali Luo Er bangun melihat kebawah ternyata Tang si masih tertidur pulas.
Luo Er memandangi wajah Tang si, " Sungguh tampan , walaupun tidur wajah nya tetap terlihat sempurna." Luo Er berkata sambil memandang terus wajah Tang si..
Tidak membangun kan Tang si, Luo Er pun mandi dan membersihkan kamar.
Tang si juga akhirnya terbangun karena mendengar suara Luo Er yang sedang membersihkan kamar.
Tang si pun membereskan barang-barang miliknya dan langsung pergi mandi. Setelah beberapa menit Tang si pun selesai .
" Baiklah mari kita keluar untuk sarapan." Kata Tang si sambil mengajak Luo Er keluar. Luo Er hanya mengangguk dan mengikuti Tang si.
Sampai di ruangan yang agak rame Tang si dan Luo Er menemukan tempat kosong dan langsung menduduki Nya.
Para pelayan pun menghampiri keduanya dan menunjukkan menu makanan yang bisa dipesan, setelah selesai memesan Tang si dan Luo Er menunggu.
" Oh Nona Cantik apa mau menemani paman ini." Pria gendut dengan beberapa pengawal berkata kepada Luo Er.
Pria itu pun melihat ke arah Tang si, Tang si pun juga menatap nya.
" Hey bocah berani sekali kau menatap bisa kami." Salah satu pengawal berkata dengan sombong.
Tang si tidak menanggapi hanya diam namun tangan nya menggenggam tangan Luo Er. Luo Er ingin berdiri namun Tang si sudah menahannya.
Pria gendut itupun berkata" Hey Nona sebaiknya mengikuti ku ku pastikan kau bahagia." Pria gendut tersenyum mesum.
" Dasar pria gendut, siapa yang mau mengikuti **** seperti mu" Luo Er sudah tidak tahan dengan pria gendut yang terus menggoda dirinya.
Mendengar itu Pria gendut pun sangat marah, " Tangkap wanita ****** ini ". Selesai berkata parah pengawal yang juga marah karena boss mereka dihina pun langsung menuju Luo Er.
" Hahaha wanita ****** seharusnya kau bersyukur wanita seperti mu bisa disukai boss kami". Salah satu pengawal tertawa mengejek.
Orang-orang disekitar sudah lari tidak ingin terkena masalah.
Para pengawal sudah sampai di depan meja Tang si dan Luo Er..
__ADS_1