SYSTEM MARTIAL SOUL

SYSTEM MARTIAL SOUL
Ibu Kota Kekaisaran lV


__ADS_3

Bangunan Rumah makan juga sedikit bergetar setelah Kekuatan Jiwa yang kuat langsung pecah dari Tetua Shi.


Beberapa orang sudah bergegas keluar dan menjauh tapi ada juga beberapa Spirit Master yang masih ditempat memandang dan ingin menyaksikan pertunjukan yang menarik.


Tetua Shi yang langsung mengeluarkan Kemampuan Jiwa untuk mencoba menekan Tang si. Menurut nya dilihat dari postur tubuh Tang si, ini hanya seorang anak muda yang tidak sopan. Ingin mengunakan Kekuatan untuk menekan Tang si dan menunjukkan kemampuan Rumah makan mereka.


Rumah makan mewah ini meskipun bukan yang terbaik di Ibu Kota Kekaisaran namun ini masih salah satu Rumah makan yang di miliki salah satu Keluarga Bangsawan Atas dan tidak diragukan lagi memiliki pengaruh yang cukup besar.


Dan sekarang ada yang membuat keributan dan ingin pergi begitu saja. Itu membuat Tetua yang menjaga Rumah makan ini merasa tidak senang dan lagi itu bahkan tidak menghiraukan perkataan nya.


"Jangan salah kan kami tidak berbelas kasih." Tetua Shi akhirnya bergerak cepat menuju Tang si yang bahkan tidak berbalik melihat nya.


"Kau bahkan tidak memandang wajah Orang Tua ini.. Serangan ini cukup untuk memastikan diri mu tetap di ranjang selama setahun." Meskipun sudah tua Tetua Shi masih berkata dengan wajah liciknya.


Karena ini merupakan Ibukota Kekaisaran dan membunuh itu di larang, namun membuat cacat seseorang itu selagi tidak diketahui penjaga Kekaisaran itu masih sering terjadi.


Tetua Yang sudah bergerak dengan cepat menutupi jarak antara diri nya dengan Tang si dalam sekejap mata. Namun saat tangannya akan meraih Tang si tubuh nya langsung terhenti dan menjadi kaku.


"Ini.. Apa yang terjadi?." Tangan nya bahkan tidak menyentuh sedikit pun tubuh Tang si sebelum dirinya berhenti tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Saat itu tanpa berpikir panjang Tujuh Lingkaran Cincin langsung mekar dari tubuhnya dengan warna yang indah, Dua Kuning, Tiga Ungu dan Dua Hitam.


Segera yang menyaksikan itu tidak bisa tidak kagum dengan kemampuan Tetua Shi dengan Tujuh Lingkaran Cincin dengan warna Kombinasi Cincin yang sangat baik.


"Seorang Spirit Douluo.." Ucap seseorang yang memandang Tetua Shi dengan kagum.


Untuk sekarang Seorang Spirit Douluo sangat jarang terlihat di tempat umum apalagi melihat nya menunjukkan kemampuan nya.


Namun yang tidak diketahui orang yang memujinya bahwa bahkan setelah Tujuh Lingkaran Cincin yang telah bangkit dari Tetua Shi pun masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Merasakan Tekanan Kekuatan Jiwa yang kuat Tetua Shi segera memandang seseorang yang berada di hadapan nya yang juga ingin dirinya serang sebelumnya.


"Ini tidak mungkin.. Apa tekanan yang kuat ini dari pemuda ini..!!" Tetua Shi mengumpat dalam hati sambil mencoba melepaskan diri dari tekanan ini.

__ADS_1


Saat itu suara yang berat langsung membuat Tetua Shi segera pucat.


"Menyerang dari belakang? Apa kau tidak malu dengan usia mu." Suara Tang si yang sudah dalam dan sedikit gelap membuat Tubuh Tetua Shi sudah bergetar merasakan tekanan yang mengerikan.


"Aku sebenarnya tidak ingin terlalu membuat keributan namun..


"Bahkan kalian tetap ingin mempersulit ku."


"Orang Tua ingat ini.. Bukan karena aku tidak ingin menangapi perkataan mu tapi..


Tang si berhenti berkata dan Fluktuasi Jiwa yang kuat langsung pecah dari dirinya dan bahkan semua orang yang sebelumnya memandang rendah dirinya sudah berlutut tidak bisa menahan tekanan yang kuat.


"Kau belum pantas untuk melawan ku." Tang si berkata pelan bersamaan dengan Tetua Shi melesat seperti peluru dan menghancurkan dinding yang menghalanginya.


"BOOMMMM.."


Semua terjadi begitu cepat bahkan tidak ada yang bisa melihat bagaimana Tetua Shi diterbangkan dan menghancurkan dinding Rumah makan.


Dan Perbedaan usia Cincin keduanya sangat jauh. Tang si juga memiliki Empat Jiwa nyata yang sangat kuat, di level yang sama bahkan satu level di atas nya tidak ada yang bisa satu lawan satu dengan nya.


Tang si langsung menarik kembali Aura Dewa Naga yang sebelumnya menekan semua nya.


"Biar kan ini menjadi pelajaran untuk kalian semua, bahwa jangan pernah menilai orang lain dari tampilannya." Selesai berkata Tang si bersama dengan Ling Dong menghilang dari Rumah makan tanpa meninggalkan sedikit jejak pun.


Semuanya hanya hening untuk beberapa saat.


Seorang wanita segera berlari ke arah tempat yang hancur.


"Tetua Shi.."


Wanita itu berlari dengan wajah yang pucat, sebelumnya dirinya juga sedikit meremehkan pria bertopeng sebelumnya yang dirinya syukur bahwa pria itu tidak membuat nya seperti yang terjadi pada Tetua Shi.


Saat dirinya sampai dan melihat ke adaan Tetua Shi yang penuh luka dan juga sangat menyedihkan itu membuat nya merasa ketakutan.

__ADS_1


Tang si hanya menggunakan tekanan Jiwa untuk menghempaskan Tetua Shi, jika dirinya mengunakan Kekuatan yang cukup itu bisa membuat Tetua Shi bahkan tidak menyisakan apapun lagi.


Segera mencoba mengangkat Tubuh Tetua Shi yang terkapar bersimbah luka dan darah, "Tetua apa masih bisa bertahan.." Wajah wanita itu sudah bertanya dengan rasa takut.


Tetua Shi hanya tersenyum paksa sambil berkata, "Tenang aku baik-baik saja.. Seperti nya Tuan muda tadi berbelas kasih jika tidak mungkin aku sudah tidak ada lagi." Hanya bisa menyesal dengan tindakan nya sebelumnya.


"Maaf Tetua.. Seharusnya aku tidak menyinggung Tuan muda tadi." Wanita itu berkata merasa bersalah.


"Hahaha itu tidak perlu lagi pula kita semuanya salah dan aku yang akan bertanggung jawab untuk semua ini.."


"Tapi Tuan.."


"Sudah sudah apa kau bisa memanggil seorang untuk merawat luka orang Tua ini.." Tetua Shi hanya bisa merasakan sakit luka luar.


Segera wanita itu langsung berlari mencari bantuan pelayan lain untuk membawa Tetua Shi.


***


Disebuah lorong yang cukup gelap kedua pria muncul seperti angin.


"Ah Guru.. Ini dimana?." Ling Dong bertanya setelah kembali bisa melihat sekeliling nya namun cukup gelap.


Ling Dong sebelumnya tidak melihat apa yang terjadi di Rumah makan karena Tang si menghalangi pandangan nya agar tidak melihat semua yang akan terjadi jadi dirinya tidak tahu apapun.


"Di belakang Rumah makan yang sebelumnya kita datangi.." Jawab Tang si.


Sebelum Ling Dong bertanya lagi Tang si berkata lagi, "Mari kita segera pergi ke Bibi Luo."


Setelah semuanya tidak lancar membuat Tang si memutuskan untuk segera langsung menemui Luo'er.


"Iya Guru.." Ling Dong segera mengangguk pada Tang si.


Tang si kemudian menggenggam tangan murid nya lagi dan melompat ke udara dan langsung melesat ke satu arah dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2