
Tang si mengatakan semuanya yang sebelumnya dia lakukan bersama dengan Ling Dong.
Luo Erlong sedikit malu-malu namun tetap memandang Tang si, "Ah aku akan melihat nya dulu.." Selesai berkata dirinya langsung berbalik untuk melihat masakannya.
Tang si hanya mengangguk dan berdiri dengan tenang memandang nya lagi. Setelah beberapa saat kemudian sepertinya itu sudah selesai.
Luo Erlong segera menyiapkan sarapan untuk Tang si dengan Ling Dong untuk yang lainnya itu sudah disiapkan tukang masak Keluarga.
Tang si sudah mengambil tempat nya lebih dulu, beberapa saat kemudian Ling Dong juga sampai.
"Huh Guru.." Ling Dong langsung sedikit membungkuk hormat.
"Dong'er kau bisa langsung mengambil tempat mu.." Tang si berkata dengan senyuman.
"Baik Guru.." Ling Dong segera duduk di tempatnya. Setelah kebangkitan Roh Beladiri nya dia sangat ceria dan setelah ini Gurunya akan membawa nya untuk mendapatkan Lingkaran Cincin pertama nya dan itu sangat bersemangat.
Tidak menunggu waktu dan ketiga nya segera makan. Mereka seperti sebuah Keluarga kecil yang bahagia dan melengkapi satu sama lain.
Tang si hanya tersenyum memberikan jempolnya pada Luo'er yang membuat nya segera menunduk merah. Tang si juga tidak lupa menyuruh murid nya untuk makan lebih banyak.
"Makan lah yang banyak kau membutuhkan banyak nutrisi untuk pertumbuhan mu.."
Semua sarapan dengan lahap nya. Setelah selesai Luo Er memberikan tanda untuk dia akan membereskan semuanya. Tang si hanya mengangguk kepadanya dan pamit untuk membawa Ling Dong.
***
"Guru apa kita akan pergi sekarang?" Tanya Ling Dong pelan.
Tang si memandang nya tanpa bersuara hanya mengangguk pada nya.
Wajah Tang si sedikit berubah dan kekuatan Spiritual nya yang pekah dengan cepat mendapatkan pasukan yang tidak lama akan segera sampai di kediaman Keluarga Luo.
Sedikit menyipitkan matanya dan memandang ke satu arah, "Apa ini?... Ada banyak pasukan Kekaisaran yang menuju kesini!"
"Jika hanya ingin membuat masalah..."
"Guru.." Ling Dong yang melihat Guru nya melamun dan Mandang ke satu arah tidak bisa tidak memanggil Gurunya.
Tang si sadar dan berbalik, "Dong'er kau tunggu lah dulu di kamar.."
"Baik Guru.."
Tang si kemudian menghilang tanpa suara.
***
"Panglima!!, kediaman Keluarga Luo sudah didepan. Apa langsung masuk dan menyeret Patriak Keluarga Luo?" Seorang bawahan bertanya dengan semangat.
__ADS_1
"Yah, tapi sepertinya semua warga tidak satupun terlihat.." Panglima yang memiliki wajah sedikit panjang dengan mata yang cukup kasar berkata.
"Itu pasti karena takut dan segera bersembunyi di rumah masing-masing.." Jelas bawahan dengan hormat.
"Hmmm.."
Saat semua sudah menunjukkan semangat karena diperintah langsung untuk menangkap Patriak Keluarga Luo, semua prajurit hanya bersemangat kapan lagi dengan status rendah mereka, mereka bisa menangkap keluarga bangsawan.
Namun saat semua sedang bersemangat terlihat sosok berjalan pelan dari depan gerbang kediaman Keluarga Luo.
Suasana pun hening dan semua mata tertuju pada sosok tampan yang tinggi dan terlihat setenang air. Semua mata sangat kagum dengan wajah itu sampai lupa mereka sesama jenis.
"Apa seorang pria bisa setampan itu.." Dengan mata berbinar seorang berkata pelan.
Tang si tidak tahu apa yang ada dipikiran mereka dan hanya terus berjalan meski terlihat tenang namun siapa yang tahu bahwa dia itu adalah seorang pria misterius yang mengalahkan Tujuh Jenderal mereka sebelumnya.
"Siapa kau?.." Bawahan yang sebelumnya bertanya dengan sombongnya.
Tang si tidak menanggapi nya dan masih diam memandang.
"Hey apa kau tuli!!"
Yah seperti sebelumnya itu tidak ditanggapi oleh Tang si.
"KAU.." Merasa di abaikan itu langsung marah dan berlari ke arah Tang si. Panglima tidak menghentikan nya dan hanya memandang, dia juga ingin melihat apa yang terjadi dia sudah mencoba merasakan namun dia tidak bisa mengetahui tingkat pria itu.
Tang si tidak bergerak sedikitpun atau melakukan gerakan menghindari namun saat semua mata sudah memastikan bahwa pria tampan itu mungkin akan kehilangan ketampanan nya sejak saat ini.
Saat itu sudah beberapa meter dari wajah nya seketika waktu disekitar nya berhenti.
Bawahan itu berhenti dengan pose ingin memukul di hadapan semua mata.
Tang si langsung membekukan waktu disekitar nya dengan tingkat Kultivasi nya yang sekarang bahkan waktu pun bisa berhenti.
"BOOMMMM.."
Seperti sebuah garis cahaya itu melesat menjauh langsung menembus dinding di kejauhan.
Tidak tahu apa yang terjadi dan bagaimana itu terjadi walaupun hanya memakan waktu beberapa detik namun yang pasti nya ini bukan hal yang baik.
Panglima yang melihat bawahan nya sudah tidak terlihat segara sadar dan memalingkan pandangan ke sebuah bangunan yang memiliki lubang besar di dindingnya.
"Ini tidak mungkin.." Wajah nya segera memucat tubuh sudah gemetaran.
Prajurit biasa tidak mengetahui apa yang terjadi namun sebagai panglima dengan Kultivasi Enam Lingkaran Cincin Roh bagaimana dia tidak merasakan kengerian yang sekilas dari pria itu.
Dan sudah dipastikan cahaya yang sebelumnya itu adalah bawahan nya yang terkena serangan pria itu. Tidak perlu bertanya keadaannya lagi itu sudah pasti mati.
__ADS_1
Suara yang pelan namun mengandung kengerian Gunung yang akan meletus kapanpun.
"Jika kalian tidak pergi.." Terdiam beberapa saat.
"Maka Mati.." Pelan pasti singkat namun sangat mendominasi.
Baru ingin mengatakan sesuatu namun semua prajurit Kekaisaran yang bingung dengan keadaan yang terjadi sebelum nya langsung maju menyerang tanpa menunggu perintah.
"Bunuh Bocah itu.."
"Berhenti.."
Karena sudah emosi semua nya bahkan tidak mendengarkan perintah Panglima. Ratusan prajurit Kekaisaran menyerang bersamaan.
Melihat itu wajah Tang si langsung dingin, "Memilih mati? akan ku kabulkan.."
Rumput Perak yang entah dari mana itu seperti sunami yang menerjang dari tanah dan melilit semua prajurit Kekaisaran tanpa ampun.
Kemampuan 'Kaisar Perak Racun' Hutan Racun.
"Arkhh.."
"Arkhh.."
"Arkhh.. Tolong.."
"Tolong.."
Dengan tanpa ampun semua menjadi pupuk racun yang bahkan tidak meninggalkan tulang dan segera semuanya terhisap habis dan kembali ke tanah dan menghilang tanpa bekas.
Melihat itu Panglima sudah mengencingi celananya sendiri.
Langsung terjatuh ke tanah, "Tolong jangan bunuh aku!, aku memiliki anak dan istri.." Langsung memohon ampunan tanpa memikirkan lagi.
Tang si kemudian sedikit menghela nafas, "Huff.."
"Katakan pada Kaisar aku akan mengunjungi nya sekali lagi..!!"
"Kau boleh pergi.." Tang si menunjukkan wajah yang biasa saja seperti tidak melakukan pembunuhan kejam sebelumnya.
Tidak mau mati dan itu balik dan mengunakan semua kemampuan terbaik nya dalam melarikan diri.
Memandang nya yang menjauh, "Sepertinya aku sedikit berlebihan? Ah sudahlah dibandingkan dengan itu mereka menjadi aman."
"Aku tahu ini sangat buruk, namun aku melakukan ini untuk melindungi mereka yang baik.."
Tang si langsung menghilang seperti sebelumnya bahkan seluruh Keluarga Luo tidak tahu apa yang terjadi di gerbang depan.
__ADS_1