
Ling Dong baru bangun setelah aroma harum dari masakan yang Tang si buat.
"Selamat pagi Guru"
"Guru masakan guru sangat harum." Ling Dong langsung bergegas membersihkan diri. Tang si sudah mengajarkan nya untuk membersihkan diri sebelum makan.
Beberapa saat kemudian setelah selesai membersihkan diri Ling Dong kembali dengan wajah tidak sabar untuk makan.
"Lihat wajahmu yang seperti anak singa yang ingin makan daging lebih besar." Tang si berkata setelah melihat wajah murid nya.
"Ah.. Guru lihat saja masakan Guru selalu sangat enak untuk di makan. Apa Guru berlatih masak sejak kecil."
"Hahaha kau murid nakal. Kau tidak akan mengerti kehidupan anak Kos yang harus masak untuk dirinya sendiri. Agar kau bisa makan sesuatu yang enak kau harus belajar masak dari anak Kos." Tang si menjelaskan semua yang terjadi di kehidupan sebelumnya.
"Guru, Anak Kos itu seperti apa." Tanya Ling Dong yang belum pernah mendengar kan itu.
"Makan lah. Kau tidak akan mengerti jika kau belum mengalami nya sendiri." Tang tersenyum kepada muridnya.
Ling Dong tidak mencoba menanyakan lagi dan segera makan dengan lahap.
Tang si memandang muridnya dan hanya bisa menghela nafas, Tang si ingin Ling Dong suatu saat nanti bisa masuk Akademi Shrak benua Douluo.
Dan untuk itu dirinya harus menjadi lebih kuat untuk bisa memasukkan murid nya kesana.
Walaupun dirinya juga ingin menjadi murid Akademi Shrak namun dengan System Soul Land dirinya tidak perlu kawatir untuk terus meningkatkan kemampuan nya.
"Setelah ini kita akan melanjutkan perjalanan kita." Tang si mengingat kan murid nya.
Setelah keduanya menyelesaikan sarapan pagi. Tang si kemudian merapikan semua dan menyimpan semuanya kembali dalam Cincin penyimpanan nya.
Dengan Cincin penyimpanan yang diberikan System Tang si memiliki ruang penyimpanan yang sangat luas.
"Ayok berangkat."
Keduanya Langsung terbang ke langit. Seperti sebelumnya keduanya terbang dengan kecepatan yang sangat santai namun juga sangat cepat.
Setengah hari terbang Tang si mulai merasa bosan, Ling Dong juga hanya main dengan angin, Tang si juga memberikan beberapa makanan kering untuk murid nya agar tidak merasa kelaparan dengan terbang seharian penuh.
Seminggu perjalanan akhirnya Tang si dan Murid nya hanya butuh sehari lagi untuk sampai.
__ADS_1
"Guru sudah seminggu kita hanya istirahat dan terbang, apa masih jauh lagi Guru?." Tanya Ling Dong langsung dirinya juga sudah mulai bosan dengan ini.
"Lewati satu Kota lagi dan kita akan sampai, mungkin hanya membutuhkan sehari lagi, bersabar lah sedikit." Dirinya juga sudah bosan, sebelumnya dirinya melakukan perjalanan sendiri jadi hanya melakukan apapun dalam perjalanan nya dan tidak merasa bosan.
Namun sekarang dirinya memiliki murid yang harus diperhatikan, membuat nya tidak bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya dirinya lakukan.
"Ayok sehari lagi semangat Ling Dong." Dirinya menyamangati dirinya sendiri.
***
"Hahaha Akhirnya kita bisa menguasai Kota ini." Seorang pria dengan wajah yang cukup menyeramkan berkata dengan semangat.
Dua setengah tahun yang lalu Sepuluh Pembunuh tingkat hitam di bunuh oleh seorang yang misterius itu membuat Serikat Pembunuh kemudian menyembunyikan diri dan akhirnya setelah beberapa tahun ini akhirnya mereka keluar.
Setelah memulih kan kembali Kekuatan mereka langsung mencoba merebut sebuah Kota kecil tidak terlalu jauh dari Kota Kekaisaran.
Beberapa bulan akhirnya mereka berhasil mengambil alih kota, dan untuk penjabat kota ada yang langsung di bunuh dan juga ada yang di penjarakan.
"Ketua panen kita sangat banyak, beberapa keluarga kaya juga telah kita bunuh dan mendapatkan banyak keuntungan dari mereka." Salah satu Pembunuh tingkat hitam melaporkan.
"Hahaha.. Bagus.. Bagus, segera ambil semua yang bisa kita ambil dan kita akan segera pergi. Mungkin nanti ada Spirit Master kekaisaran yang datang untuk memeriksa kota ini." Jelas salah satu Tetua Pembunuh.
Semua Pembunuh tingkat hitam yang berada didalam tempat pertemuan langsung menghilang dengan cepat.
***
Akhirnya langit menunjukkan akan segera malam. "Mari kita bermalam di kota dulu." Ucap Tang si kepada muridnya.
"Baik Guru.."
Tang si turun sedikit jauh dari gerbang kota dan segera bergegas agar bisa beristirahat sejenak.
Namun saat berada di depan gerbang kota Tang si merasakan ini terlalu sepi untuk sebuah kota. "Guru apa kota ini memiliki sedikit orang?." Tanya Ling Dong karena melihat Kota yang sangat sepi.
"Tidak.. Ini ada yang terjadi, sebelumnya Guru pernah melewati kota ini dan cukup ramai. Namun tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang pasti nya ini tidak baik."
Betul setelah selesai berbicara Sekitar Tiga Puluh orang langsung mengepung keduanya. Tang si sudah mengetahui nya namun dirinya ingin melihat mereka muncul sendiri agar tak perlu mencari lagi.
"Bagus ada yang mengunjungi kota kita." Salah satu pria berkata.
__ADS_1
"Hey serahkan semua yang kau punya dan ikuti kami."
Tang si tidak menjawab secara langsung namun mulai mengenal orang-orang yang berada di hadapan nya, "Kita bertemu lagi." Kata Tang si sambil tersenyum.
Para Pembunuh pun merasa bingung dengan perilaku Tang si, Mereka dengan jelas meminta barang-barang miliknya namun bukan takut atau membela diri, malah berkata sok akrab.
"Apa kau tidak mendengar yang baru ku katakan?." Pria yang sebelumnya merasa permintaan nya di abaikan oleh Pria bertopeng yang sedang mereka kepung.
"Yah kita bertemu lagi." Pernyataan Tang si kali ini semakin membuat mereka bingung.
"Bertemu lagi?. Kapan kita bertemu dengan mu?." Tanya salah satu pria berbadan besar.
"Sekiranya Dua Tahun yang lalu." Jawab Tang si singkat.
Ling Dong yang memperhatikan semua ini tidak mengerti sama sekali langsung bertanya, "Guru apa mereka temannya Guru?."
"Bukan teman Guru, tapi Guru mengenal siapa mereka.." Tang si tersenyum menjawab murid nya.
"Huh.. Cepat lah dan tangkap pria bodoh itu, aku semakin kesal melihat dia.."
Sepuluh Pembunuh langsung bergerak dengan cepat semakin mendekat Tang si dan murid nya.
Melihat ketidak sabaran mereka Tang si berkata, "Jika kalian menyerang seperti itu tidak masalah tapi jika kalian berani melukai muridku bahkan jika hanya sedikit goresan..
Tang si menarik nafas sedikit setelah itu berkata lagi.
"Tidak ada dari kalian yang akan melihat hari esok."
Selesai berkata Kesepuluh Pembunuh yang mencoba menangkap dirinya dan murid nya langsung terhempas kembali seperti menabrak angin tidak terlihat.
"BOOMMM.."
Kesepuluh nya terlempar kembali dan langsung memuntahkan darah segar.
"Apa yang terjadi." Seorang pria berkata dengan bingung.
Tang si pun berkata, "Yang terjadi karena seekor semut ingin mengigit kulit seekor Naga." Kata kata Tang si membuat para pembunuh menjadi semakin bingung.
"Serang dia bersama." Tidak tahan lagi dengan sikap Tang si semua yang masih berdiri pun langsung menyerang bersama.
__ADS_1
"Dong'er lihat bagaimana mana Guru membuat Paman-paman ini ke kehidupan setelah kematian." Selesai berkata Tang si langsung menghilang dari samping Murid nya.