SYSTEM MARTIAL SOUL

SYSTEM MARTIAL SOUL
Serikat Pembunuh ll


__ADS_3

Para pembunuh pun tidak mundur namun malah melakukan serangan. Para pembunuh yang sudah melakukan banyak pembunuhan dan hal kejam mana mungkin takut dengan Tang si.


Tang si juga yang menyerang akhirnya mengeluarkan kemampuan bertarung nya, Tang si ingin mengalahkan para pembunuh satu persatu.


Menyadari apa yang dilakukan Tang si akhirnya salah satu pembunuh berteriak, " Serang dia bersamaan dan jangan berpencar....!!"


Para pembunuh melakukan serangan bersamaan, berbagai macam teknik jiwa dikerahkan .


Saat ini penginapan seperti arena bertarung, "Hahaha liat dia tidak melakukan apapun, mungkin dirinya menunggu kematian nya ." Salah satu pembunuh berkata.


Tang si hanya melihat serangan dari para pembunuh, dirinya belum melakukan apapun untuk menghadapi serangan lawan.


"Booomm....."


"Hahaha , mati berani menyombongkan diri dihadapan Serikat Pembunuh". Para pembunuh yang melihat serangan penuh milik mereka berhasil mendarat tepat pada Tang si.


Beberapa saat kemudian asap pun menghilang, namun seseorang masih berdiri bahkan tidak terluka sedikitpun.


"Apa para pembunuh semua sebodoh ini?." Suara Tang si mengejek mereka.


"Jika Armor Dua Kata mudah dihancurkan, maka itu bukan lagi Armor pertahanan ...."


Melihat Tang si bahkan tidak terluka, para pembunuh merasa bahwa sekarang mereka bukan lagi pembunuh, hanya seorang idiot yang mencoba menghancurkan matahari.


Tang si pun berjalan kearah para pembunuh, " Pilih lah sendiri kalian ingin mati seperti apa?."


Para pembunuh akhirnya sadar dari rasa tidak percaya yang baru mereka saksikan.


Bayangkan saja serangan sepuluh pembunuh Tingkat Hitam yang sama dengan sepuluh serangan Spirit Emperor bahkan tidak melukai lawan..


" Ini..... Monster ." Para pembunuh berkata. Biasanya mereka akan memilih bertarung sampai mati walaupun lawannya kuat, namun sekarang yang ada dalam pikiran mereka adalah melarikan diri.


Sekarang akhirnya mereka sadar. Seseorang yang memiliki Armor Dua Kata tidak mampu mereka kalah kan hanya dengan jumlah.


" Lari... Ayo cepat lari kita harus beritahu Ketua ternyata ada monster yang bersembunyi selama ini." Para pembunuh melarikan diri .


"Apa aku mengijinkan kalian pergi?." Cincin kelima Tang si pun bersinar. Dan pada saat itu waktu seketika sedikit berhenti.


Teknik pertama dari Cincin Kelima Tang si adalah Area Racun Perak Biru.

__ADS_1


Para pembunuh yang melarikan diri berhenti di tempat. "Aku sudah bilang sudah datang jangan berharap bisa pergi." Tang si berbicara sambil menatap mata para pembunuh.


Para pembunuh mencoba melepaskan diri namun semua nya hanya membuang energi mereka. Tidak bisa melakukan apapun membuat para pembunuh yakin mereka sudah berakhir.


Cahaya Hijau keluar dari dahi Tang si..


"Black jangan ada yang lolos, dan sisahkan satu untuk mendapatkan informasi." Tang si berkata dengan tenang.


Black pun bergegas ke para pembunuh, tidak mengatakan apapun Sembilan pembunuh tingkat hitam semua di tutupi kabut racun.


Para pembunuh hanya merasakan sakit yang amat sakit, dari setiap tubuh juga mengeluarkan darah.


Cara Black mengatasi para pembunuh hanya menggunakan racun yang sangat mematikan...


Para pembunuh hanya menjadi poin pengalaman untuk Tang si.


" Kembali ." Tang si kembali ke kamar penginapan, Black melumpuhkan salah satu pembunuh dan membawanya ikut Tang si.


***


Luo Er baru ingin kembali dan mendengarkan ledakan" Boommm." Luo Er langsung melihat ke arah penginapan.


Luo Er kembali secepat yang dia bisa, setelah berlari cukup jauh akhirnya dirinya sampai namun. Yang dilihat nya adalah beberapa bangunan yang hancur dan beberapa lubang bekas ledakan.


Tidak ingin berlama lagi, dirinya pun bergegas ke kamar yang dirinya dan Tang si tinggal. Untungnya cukup jauh dari tempat yang di hancurkan oleh pertarungan jadi tidak mengalami kerusakan.


***


Tang si masih membasuh wajahnya dengan air, Black masih memegang salah satu pembunuh di bahunya.


"Boomm." Suara pintu dibuka dengan kasar.


"Tang si apa kau baik-baik saja." Luo Er teriak setelah membuka pintu.


Luo Er sangat cemas, dirinya sangat mengetahui apa itu Serikat Pembunuh, mereka kejam dan juga bagi ada misi untuk membunuh seorang, maka akan mereka selesai kan dengan cara apapun.


Luo Er pun berhadapan dengan Black yang masih memegang salah satu pembunuh.


" Black dimana Tang si?."Luo Er langsung menanyakan keadaan Tang si.

__ADS_1


Black masih diam tidak mengatakan apapun, Luo Er pun ingin mengatakan sesuatu namun. " Aku baik-baik sja kok."Tang si berkata sambil keluar dari ruangan mandi sambil tersenyum.


Tang si sebenarnya sudah mengetahui Luo Er pulang, dengan kultivasi nya saat ini dirinya mampu merasakan Jiwa seseorang.


"Pantas saja kau mengijinkan ku pergi, ternyata kau sudah mengetahui mereka akan datang ."Luo Er berkata dengan kesal.


"Sudah sudah jangan marah lagi, aku hanya tidak ingin membahayakan dirimu, dan lagi pula kan aku baik baik saja."....


"Sebaiknya kita tanyakan salah satu pembunuh itu." Tang si menunjuk ke arah Black yang memegang pembunuh.


"Tak usah pura pura pingsan lagi."..Tang si langsung berjalan ke Black..." Black kau kembali dulu." Black pun menjadi cahaya dan kembali ke dahi Tang si.


Pembunuh itu membuka matanya, melihat sekeliling dan dirinya tidak melihat Black, sebenarnya dirinya sudah mencoba kabur namun pria yang menjaga nya tidak memberikan kesempatan untuk pergi, dan yang lebih para lagi dirinya tidak bisa merasakan kultivasi Black.


Pada akhirnya hanya bisa menyerah..


" Kau sebaiknya katakan dimana markas kalian." Tang si langsung tanya ke intinya.


Mendengar itu pembunuh itu pun berkata" Walaupun kau membunuh ku, kau tetap tidak akan mendapatkan lokasi markas serikat Pembunuh ." Pembunuh berkata sedikit pun tidak ada rasa takut.


Tang si memikirkan sesuatu lalu, " Siapa yang akan membunuhmu." Tang si tersenyum licik.


Pembunuh melihat senyum jahat Tang si, dirinya merasa dirinya masih pemula dalam hal jahat..


Tang si pun menyegel kekuatan Jiwa pembunuh.


Tang si juga membuka sepatu pembunuh," Astaga bau apa ini."Luo Er menutup hidungnya dan menjauh.


" Aaarrhhh, kau...!, berapa lama kau tak mencuci kaki mu ini." Tang si pun mengunakan kekuatan Jiwa untuk menghilangkan bau.


Tang si pun mengunakan metode yang ingin Tang si gunakan adalah mengunakan rasa geli namun siapa sangka kaki pembunuh sangat bau.


Setelah beberapa saat pembunuh yang tidak kuat lagi menahan tawa nya akhirnya menyerah..


" Baiklah, sudah cukup aku akan memberitahukan dimana markas kami." Pria pembunuh sudah tidak bisa menahan lagi, dirinya lebih memilih mati dibandingkan di gelitik.


Pada akhirnya pembunuh memberi tahu semua yang dirinya tahu..


Setelah mendengarkan pembunuh Tang si akhirnya memikirkannya, " Ah, ketua mereka dan beberapa tetua berada di Enam Cincin, sebaiknya jangan dulu menemui mereka...

__ADS_1


__ADS_2