SYSTEM MARTIAL SOUL

SYSTEM MARTIAL SOUL
Spirit Master Roh Jahat


__ADS_3

Dark pun langsung turun dihutan yang tidak jauh dari Kota kecil yang mereka lihat sebelumnya.


"Kembali.." Tang si berkata kepada Dark.


"Sebaiknya aku segera bergegas dan beristirahat seharian, untuk beberapa tahun ini aku terlalu banyak berlatih sampai lupa untuk bersantai." Tang si pun langsung menggunakan Topeng nya dan berjalan langsung menuju ke Kota.


Tang si memasuki Kota seperti biasa tidak ada penjaga Kota yang menjaga di gerbang masuk, Kota ini cukup ramai karena Tang si bisa melihat cukup banyak orang yang beraktivitas.


"Dimana yah aku bisa menemukan penginapan yang memiliki makanan yang enak. Aku sudah cukup lama tidak merasa kan makanan enak, selama latihan hanya memakan Hewan biasa yang aku tangkap." Tang si bergumam sambil melihat lihat disekelilingnya.


"Bu coba lihat paman itu mengunakan topeng dan dia sangat tinggi." Seorang anak berkata kepada ibunya sambil menunjuk ke arah Tang si.


Tang si juga bisa merasakan beberapa orang yang membicarakan dirinya, juga dirinya baru sadar bahwa di tengah keramaian ini bahkan pria yang sangat tinggi pun hanya sampai pada bahunya.


Pada akhirnya dirinya pun berjalan cepat dan langsung mencari penginapan.


Tang si sampai di sebuah lorong yang cukup sepi, dirinya sudah mengetahui ada yang mengikuti nya jadi Tang si memilih jalan yang sepi.


Sudah cukup jauh Tang si pun berhenti, " Kalian tidak perlu bersembunyi lagi." Tang si tersenyum sambil memandang ke salah satu arah.


Saat tatapan nya menatap seorang pria yang mengikuti dirinya.


"Huh..., Bagaimana dirinya bisa menyadari ku, bahkan menemukan persembunyian ku." Pria itu berkata dalam hati nya.


Dirinya sudah menyembunyikan semua Aura nya bahkan jika Seorang Spirit Master dengan Lima Lingkaran Cincin Roh pun tidak akan bisa mengetahui keberadaan nya.


Memikirkan itu membuat pria itu tersenyum, "Aku cukup terkejut bahwa kau bisa menyadari keberadaan ku bahkan mengetahui tempat ku berada, namun hanya itu saja."


Selesai berkata lima orang berjubah hitam pun langsung menampakkan diri dan juga langsung mengepung Tang si.


"Kau tidak akan bisa lari...., kau sudah tahu ada yang mengikuti mu namun kau malah berjalan ke tempat sepi ini?." Para pria yang menggunakan jubah pun langsung menertawakan Tang si.


Selesai tertawa salah satu pria pun berkata, "Cepat tangkap dia."


Empat pria berjubah hitam pun langsung bergegas ke arah Tang si bersamaan.


Tang si memandang mereka bukan ketakutan atau panik malah sebaliknya Tang si memberikan senyuman senyuman kepada mereka.


"Bodoh..."


Pada saat Empat pria berjubah hitam sudah Sepuluh Meter dari Tang si berdiri.


Aura Membunuh yang sangat Kuat langsung keluar dari Tang si, ke Empat pria yang menyerang Tang si pun langsung jatuh tidak bergerak.


"Hanya sekumpulan badut dengan jubah hitam ingin menunjukkan kemampuan dihadapan diriku?"


"Kalian itu yang seharusnya tidak mengikuti ku, dengan hanya sedikit kemampuan berpikir untuk menakuti orang lain?"

__ADS_1


"Biar ku ingatkan, tidak semua orang itu lemah. Dan kalian sudah salah orang." Selesai berkata Aura Membunuh nya pun ditarik kembali.


Memberikan senyuman kepada salah satu Pria berjubah yang sebelumnya menyuruh untuk menangkap dirinya.


Pria itu gemetaran walaupun Tang si tidak mengarah kan niat membunuh kepada nya namun sebagai Seorang Spirit Master Roh Jahat dirinya sangat pekah terhadap Aura Membunuh.


"Tolong ampuni aku Tuan, aku menyesal mengikuti mu." Terjatuh ke tanah sambil memohon pada Tang si.


"Bangun kau tidak perlu memohon seperti itu"


"Aku bukan orang yang akan mengampuni seseorang hanya karena kau memohon ampun." Tang si berkata langsung.


"Tuan Tolong...!!!!


"Slaass.."


Kata-kata miliknya belum selesai saat kepala nya meninggalkan badan nya.


"Sangat menyebalkan." Tang si menghela nafasnya dan memandang ke arah Empat pria yang pingsan sebelumnya.


"Kalian juga tidak usah berpura pura pingsan..!!." Tang si berkata kepada mereka berempat.


Mendengar kata-kata Tang si mereka berempat langsung bangun dan bersujud ke arah Tang si, " Tuan tolong ampuni nyawa kami." Berkata serempak memohon kepada Tang si.


"Tidak usah memohon ampun, Aku bukan Tuhan. Aku hanya akan mengatakan ini sekali jadi dengar baik-baik"


"kalian berempat bertarung sampai mati, hanya boleh menyisakan satu di antara kalian." Tang si berkata dengan wajah polos.


"Kau.......


Pria yang tertusuk ingin mengatakan sesuatu namun dirinya sudah kehilangan nyawanya. Sisa tiga lainnya saling memandang ke dua nya langsung menyerang teman mereka bersamaan.


Melihat itu Tang si, "Sungguh iblis dengan penampilan manusia. Gumam Tang si dalam hati.


Ke dua nya pun langsung saling menyerang untuk mendapatkan siapa yang terakhir hidup.


"BOOMMM..."


Pria yang sedikit terlambat menghindar serangan teman nya dan langsung terbang menabrak dinding sebuah bangunan.


"Argh..., Kau menang.....


Sebelum kata terakhir nya dikatakan teman nya sudah menikamnya langsung membuat dirinya menyusul kedua temannya yang sebelumnya.


"Sudah selesai?." Tang si langsung angkat bicara.


Berjalan dengan tangan penuh darah Pria berjubah itu langsung terduduk dan berkata, "Sudah Tuan."

__ADS_1


Tidak banyak berkata dirinya langsung menarik nafas dalam-dalam, dirinya baru bertarung dengan teman nya sendiri dan membuat dirinya sangat kelelahan.


"Baiklah langsung inti nya, kalian berasal dari mana, aku bisa merasakan kalian berbeda dengan Spirit Master biasa nya, kalian sangat penuh dengan aura jahat." Kata Tang si.


"Ini..."


"Kami adalah Spirit Master Roh Jahat, kami hanya....


"Slaass.."


Pada akhirnya pria berjubah yang terakhir pun menyusul ketiga temannya.


"Oke cukup"


"Spirit Master Roh Jahat yah..." Tang si berkata bersamaan dengan itu Kelima pria yang tergeletak tidak bernyawa pun menghilang di udara.


Tang si mengunakan kemampuan Jiwa untuk menghancurkan tubuh mereka hingga tak tersisa.


"Ah dasar, aku baru sampai belum sempat beristirahat dan badut-badut ini malah menganggu."


Tang si langsung menghilang...


Bukan dirinya menghilang namun karena kecepatan nya membuat nya seakan menghilang dari udara tipis.


Pada akhirnya dirinya menemukan sebuah penginapan cukup besar di tengah kota, dirinya langsung mandi dan bersiap-siap untuk makan malam.


Diluar sudah gelap dan dirinya juga sudah selesai membersihkan diri.


Para pelayan sudah mengantarkan hidangan untuk orang yang menginap termasuk Tang si. Tang si masih menggunakan topeng nya agar tidak ada yang mengetahui wajah nya.


"Huh...., sungguh harum." Tang si yang sudah tidak bisa menahan lagi dan langsung mulai mencicipi hidangan nya.


"Hah sudah lama aku tidak memakan sesuatu yang enak seperti ini." Tang si terus makan dengan lahap nya.


***


"Apa......!!!!!!"


"Yan Chen belum juga kembali dengan anggota nya." Seseorang pria dengan wajah marah berkata sambil memukul meja.


"BOOMMM...!!!" Meja langsung pecah tak tersisa.


"Aku tidak peduli cepat cari mereka.."


Selesai berkata ruangan langsung sepi, semua yang berada di dalam ruangan langsung pergi untuk melaksanakan perintah.


Tidak ada seorangpun yang ingin terkena kemarahan pria yang lagi marah.

__ADS_1


"Huff, aku menyuruhnya mendapatkan beberapa wanita namun sampai sekarang pun dirinya belum kembali, apa dirinya ingin kupatah kan lehernya?." Berkata dengan suara dalam namun penuh tekanan.


"Tunggu saat kau kembali...!!." Dirinya tersenyum sendiri...


__ADS_2