
Menerima pujian dari Ayah dan Ibu Luo Er membuat Tang si sedikit malu, dirinya tidak terbiasa dengan pujian apalagi kehidupan sebelumnya di bumi hanya seorang yang biasa saja tidak memiliki sesuatu yang bisa di puji.
Tang si pun mengunakan kekuatan Jiwa untuk menutupi telinga nya.
Setelah mereka berbicara cukup lama, akhirnya Ayah Luo Er mengajak mereka untuk melanjutkan di dalam.
Tang si sebenarnya ingin menolak dan pergi namun dirinya terus di bujuk oleh Luo Er pada akhirnya Tang si pun mengalah.
Mengikuti Ayah dan Ibu Luo Er, mereka pun tiba di aula Keluarga.
Tang si kembali mengunakan topeng, dirinya tidak ingin terlalu menarik perhatian, Ayah dan Ibu Luo Er pun tidak ingin melarang nya, lagi pula itu hak Tang si.
Pada akhirnya Ayah Luo Er pun mengadakan perayaan untuk kembali nya putri mereka. Beberapa bangsawan juga hadir , beberapa keluarga besar juga datang.
Namun hal menarik pun terjadi..
Salah satu pengawal menghampiri Ayah Luo Er, "Tuan Keluarga Chen juga datang..." Mendengar itu Ayah Luo Er pun berdiri, bagaimana tidak ini adalah Keluarga Chen yang juga Keluarga Tunangan Luo Er.
Sebenarnya Keluarga Chen sudah mengetahui Luo Er melarikan diri karena tidak ingin dijodohkan, dan juga Ayah Luo Er juga sudah meminta maaf untuk putri nya.
Keluarga Chen adalah salah satu Keluarga bangsawan, mereka yang menguasai beberapa kota kecil dan juga memiliki banyak pengikut.
Walaupun Keluarga Luo salah satu Keluarga bangsawan namun dibandingkan dengan keluarga Chen mereka tidak se arogan Keluarga Chen.
Keluarga Chen terkenal arogan dan juga suka menindas yang lemah, Keluarga Luo sebetulnya tidak ingin menjodohkan anak mereka dengan Keluarga Chen namun Keluarga Chen sudah menginginkan Putri Keluarga Luo sejak lama karena kecantikan Luo Er.
Patriak Keluarga Chen sampai di aula Keluarga Luo.
"Hahah Pak tua Luo, kau semakin muda saja."Patriak Keluarga Chen berkata sambil tersenyum.
" Tak perlu memuji." Luo Yun tersenyum membalas senyuman Patriak Chen.
Patriak dari ke dua Keluarga walaupun di depan terlihat ramah namun di belakang masing-masing adalah rival bertarung.
"Selamat ku dengar putri mu sudah kembali?." Chen Long berkata dengan senyuman.
Keluarga Chen sebenarnya hanya datang untuk Luo Er, tapi sampai sekarang Luo Er belum terlihat, ini membuat putra Keluarga Chen, Chen Yan sudah gelisah.
__ADS_1
Dari Keluarga Chen Anak laki-laki hanya satu, itu membuat Patriak Keluarga Chen ingin menikah kan anaknya dengan jenius Keluarga Luo.
Chen Long Patriak Keluarga Chen memiliki tiga anak, Chen Yan, Chen Xie, dan Chen Xuu. Chen Xie dan Chen Xuu adalah kembar juga memiliki Roh Beladiri yang unik, itu disebut Kuku Yin dan Yang.
Mereka pun memiliki teknik Fusi Beladiri.
Berbeda dengan kakak mereka Chen Yan memiliki Jiwa beladiri Raja Kera dan juga masih seorang Spirit Saint tiga Cincin.
Chen Yan juga terkenal suka mempermainkan wanita dan juga menindas yang lemah.
Chen Yan sudah lama menyukai Luo Erlong, dirinya terus meminta Ayah nya untuk mendapatkan Luo Er untuk dirinya.
Setelah Ayahnya setuju dirinya sangat senang, namun beberapa bulan yang lalu Luo Er melarikan diri membuat dirinya sangat marah.
Pada akhirnya dirinya mendengar Luo Er telah kembali, dirinya pun datang bersama Keluarga nya untuk langsung melamar Luo Er, dirinya tidak ingin Luo Er pergi lagi.
***
"Ibu aku tidak ingin bertunangan dengan Chen Yan, dia itu sangat buruk dan suka bersenang-senang dengan banyak wanita."Luo Er tidak senang dengan kedatangan Keluarga Chen.
Selesai berkata Luo Er Keluar dari kamar nya dan mencari Tang si.
Tang si akhirnya berhasil menembus Langkah kedua 'Dunia Mental'. Wawasan nya semakin luas dan juga pemahaman nya tentang kekuatan Jiwa nya pun semakin meningkat.
Beberapa waktu yang lalu dirinya sudah merasa akan ada terobosan namun karena agak sibuk, akhirnya baru sekarang dirinya menerobos.
Setelah Evolusi Roh Beladiri nya, semakin hari dirinya merasakan peningkatan Kekuatan Jiwanya sangat cepat dan juga Roh beladiri Dewa Naga belum bisa dirinya gunakan.
Seperti nya ada tanda-tanda Evolusi, setiap Spirit Master jika ingin Roh Beladiri nya mengalami kebangkitan kedua, itu membutuhkan hidup dan mati atau sesuatu yang khusus untuk bisa Evolusi.
Namun untuk Tang si, Roh Beladiri nya berevolusi sangat mudah, juga setiap evolusi ada perubahan kualitas di Kekuatan Jiwanya.
Setelah menstabilkan Kekuatan Mental nya Tang si akhirnya bangun.
Dirinya sedang mencoba baju yang diberikan oleh Luo Er untuk dirinya gunakan di perayaan Keluarga Luo.
Namun tiba-tiba, "Tok²......"
__ADS_1
Diluar Luo Er sudah menunggu, akhirnya pintu terbuka.
Luo Er memandangi Tang si dari atas sampai ke bawah tanpa berkedip, "Kau sungguh tampan sekali."Luo Er berkata namun matanya tidak terali dari Tang si.
"Kau terlalu memuji." Tang si selesai berkata langsung mengunakan topeng nya.
"Ayok kita pergi, Ayah mu pasti sudah menunggu...."
***
"Ah, Ayah mertua dimana kh Tunangan saya." Chen Yan berkata dengan bangga nya.
Mendengar itu Luo Yun berkata," Ayah mertua?, putri ku akan segera tiba."
Selesai berkata pintu terbuka dan Luo Er berjalan mengunakan Gaun putih dan sangat pas di tubuh nya yang ramping dan tinggi.
Luo Er menjadi pusat perhatian..
Chen Yan yang melihat itu pun terpesona dan langsung menghampiri Luo Er.
Namun Chen Yan melihat di sebelah Luo Er ada seorang pria tinggi dan juga rambut panjang berwarna biru laut, juga mengunakan topeng.
Bukan hanya Luo Er yang jadi pusat perhatian namun pria disebelah nya yang sangat misterius itu.
Kembar Keluarga Chen juga melihat itu bahkan patriak Keluarga Chen. Tidak ada satu pun yang bisa melihat tingkat Kultivasi Tang si.
Banyak wanita juga sudah kagum walaupun wajah Tang si ditutupi topeng namun matanya yang terlihat Tajam dan cerah terlihat dengan jelas, para wanita tahu bahwa ini ada pria tampan yang bersembunyi.
Chen Yan sudah sampai di depan Luo Er , dirinya memandang ke arah Tang si, Tang si yang lebih tinggi pun melihat ke arahnya.
Dalam hati Chen Yan setelah menatap mata Tang si, dirinya seperti memandang angkasa yang tidak berujung, ada sedikit rasa takut dalam hatinya.
Namun dirinya berbalik lagi untuk memandang Luo Er, "Luo Er kau bertambah cantik setiap kali aku melihat mu." Goda Chen Yan.
"Jauh... Tang si ayok pergi tidak usah pedulikan kan dia."Luo Er memegang tangan Tang si dan berjalan pergi.
Di hadapan nya dan semua yang hadir bukan hanya di tolak namun di abaikan juga, dan bahkan Luo Er juga memegang tangan Tang si.
__ADS_1
Chen Yan sudah terbakar emosi..
"Tunggu...."