
Jenderal Mu Chen yang memiliki kemampuan seorang Pemimpin yang adil dan baik hati juga memiliki temperamen yang gagah dan berani.
Memiliki Kultivasi yang tinggi membuat nya sangat ditakuti musuhnya. Seorang Spirit Douluo Berjudul dengan Level 84 Lingkaran Cincin Roh.
Memiliki Roh Beladiri Tipe Alat serangan 'Panah', Jenderal Mu Chen dikenal dengan Julukan nya 'Douluo Panah' setiap musuhnya akan gemetaran jika mendengar Julukannya.
Masih berlutut dihadapan sang Kaisar Jenderal Mu Chen memberikan Hormat nya.
"Bangun saudara Mu, apa harus melakukan seperti itu setiap bertemu." Kaisar berkata dengan tenang.
"Yah yang Mulia." Jawab Jenderal Mu Chen dengan tegas.
"Saudara Mu hari ini adalah hari bahagia tidak perlu seformal itu. Kaisar Bintang dan Kaisar Awan juga beberapa tamu penting akan datang. Apa saudara Mu akan tetap menggunakan Armor Kata seperti ini." Kaisar berkata langsung karena melihat Jenderal Mu Chen masih mengunakan Armor Jenderal.
Jenderal Mu Chen akhirnya berdiri menghadap Yang Mulia Kaisar sedikit menghela nafas. Dirinya juga sedikit lelah seperti ini namun sebagai Seorang Jenderal Utama dirinya harus memastikan keamanan seluruh Kekaisaran.
"Saudara Mu sebaiknya hari ini sedikit santai, lagi pula ini adalah hari Ulang tahun ku. Sebagai Jenderal Utama saudara Mu juga harus menikmati semua kegembiraan ini." Jelas Sang Kaisar.
Mendengar semua ini Jenderal Mu Chen berkata. "Baik lah Yang Mulia Kaisar, saya ijin kembali untuk bersiap-siap." Jenderal Mu Chen sedikit membungkuk.
Kaisar segera tersenyum hangat, "Saudara Mu bisa lebih santai." Ucap Kaisar dengan tersenyum.
Jenderal Mu Chen segera mundur dan langsung berjalan keluar dari Ruang Istana.
Memandang kepergian Jenderal Mu Chen, "Sudah Tiga Puluh tahun dan kau masih saja sama dengan sebelumnya." Gumam Kaisar masih memandang Jenderal Mu Chen yang sudah tidak terlihat lagi.
Saat Kaisar ingin berbalik mata nya langsung memandang Ketiga sosok yang menghampirinya dengan senyuman.
"Ayah.."
Seorang gadis cantik yang terlihat manja bergegas dan memeluk nya, "Ayah.. Semakin muda dengan bertambahnya usia Ayah.." Ucap gadis manis dengan manja.
"Ah.. Meng'er kau sudah dewasa apa kau akan manja seperti ini?." Kaisar hanya bisa pasrah dengan kelakuan putrinya.
"Ayah putri mu ini kan masih gadis kecilmu." Lan Mengqin berkata dengan suara manja nya.
Pada akhirnya Kaisar hanya pasrah dengan putri nya.
__ADS_1
Kedua sosok lain nya juga menghampiri nya.
"Ayah.. Putra mu juga datang." Selesai berkata Lan Yubing juga melompat ke Ayah nya.
"Kalian berdua masih saja seperti anak kecil. Kapan kalian memberikan orang Tua ini cucu?." Lan Xiao berkata dengan sedikit tertawa.
Seorang wanita cantik yang memandang ketiga nya dengan wajah penuh senyuman, "Mereka masih saja sama." Gumam nya pelan.
"Sayang.. Apa kau tidak mau bergabung?." Lan Xiao berkata dengan memandang wajah istrinya.
Tidak menjawab namun segera merapat dan segera bergabung dengan Suami dan kedua anaknya.
***
Di langit Sore yang tenang dua Sosok terbang dengan cepat melewati ratusan meter dalam sekejap.
Tang si segera melanjutkan perjalanan mereka setelah menyelesaikan sarapan nya. Ling Dong juga sudah kembali bersemangat setelah istirahat yang cukup sebelumnya.
"Guru apa rumah Bibi Luo masih jauh?." Tanya Ling Dong.
"Puff..."
Langsung terbang dengan kecepatan penuh.
Langit malam yang indah keduanya terbang dengan kecepatan tinggi, melewati hutan dan sungai tidak ada yang menghalangi keduanya.
Dari kejauhan cahaya kecil mulai terlihat semakin dekat semakin jelas.
"Guru itu sudah terlihat." Berkata sambil menunjuk ke cahaya yang terlihat.
"Yah kita akan segera sampai."
Kecepatan keduanya langsung kembali melambat dan segera turun.
Karena ini adalah Ibukota Kekaisaran dan penjagaan nya juga cukup ketat. Dengan kemampuan Tang si hanya perlu menggunakan kemampuan nya dengan mudah jika ingin masuk secara diam diam. Namun dia tidak ingin melakukan itu.
"Dong'er mari kita segera pergi. Akan ada pemeriksaan sebelum masuk jangan panik dan cukup ikuti Guru, Ok." Jelas Tang si.
__ADS_1
"Iya Guru." Jawab Ling Dong singkat.
Saat kedua nya tiba di depan gerbang kota yang cukup besar. Orang-orang sudah memenuhi jalan utama dan juga antrian panjang.
Tang si juga merasa sebelumnya saat dirinya kesini tidak seramai ini, pasti ada sesuatu yang terjadi didalam Kota.
Tang si menghampiri seseorang yang juga mengantri, "Permisi.. Tuan apa ada yang terjadi? Seperti nya cukup ramai dari biasanya." Tanya Tang si langsung.
Pria itu juga memandang Tang si yang menggunakan Topeng dan sedikit waspada namun masih menjawab dengan tenang, "Ya, Tuan pasti baru tiba dan belum mengetahui nya. Hari ini seluruh Kekaisaran Roh sedang merayakan ulang tahun 'Kaisar'. Dan juga banyak orang penting akan hadir, juga akan ada Kaisar dari Dua Kekaisaran yang akan datang juga." Pria itu menjelaskan semuanya yang diketahuinya.
Tang si langsung memikirkan itu, "Pantas saja ada keramaian seperti ini.., Jika seperti ini mungkin akan memakan banyak waktu untuk mengantri." Tang memandang kejauhan dan antrian sangat panjang.
"Seperti nya kita tidak bisa masuk dengan cara mengantri." Gumam Tang si pelan.
"Guru, guru, guru." Tang si yang masih memikirkan semua itu sampai tidak mendengar panggilan murid nya.
"Ah..
"Ada apa Dong'er?." Baru sadar dan bertanya pada Muridnya.
"Guru lihat antriannya sangat panjang, kita akan sangat lama menunggu disini!!." Ling Dong juga bisa melihat semua antrian ini dan tidak bisa tidak bertanya kepada Guru nya.
"Hehehe.. Yah Guru juga berfikir seperti itu. Maka kita hanya bisa mengunakan cara.." Tang si berkata dengan wajah polos dan memandang Gerbang kota.
Ling Dong hanya bisa melihat senyum jahat Guru nya yang seperti nya akan melakukan sesuatu yang sangat licik.
Tang si kemudian mengangkat murid nya, "Dong'er tutup mata.."Ling Dong tidak menanyakan apa yang akan Gurunya lakukan namun berikut nya dirinya tiba tiba merasakan seperti waktu sedikit membeku.
"Buka matamu." Suara Tang si datang lagi setelah beberapa detik yang lalu menyuruh nya menutup mata.
Saat Ling Dong membuka matanya dan melihat sekeliling nya, "Huh.. ini, Guru apa kita sudah berada di dalam Ibu Kota?." Ling Dong hanya bisa terkejut dengan apa yang dilakukan Guru nya, "Guru bagaimana ini dilakukan." Bertanya lagi kepada Guru nya.
Tang si hanya mengelus kepala Ling Dong dengan pelan, "Yah seperti Guru katakan sebelumnya, kita hanya bisa mengunakan cara lain untuk masuk jika tidak ingin mengantri." Tang si tersenyum dari balik topeng nya.
Tang si kemudian memandangi sekeliling nya dan tiba tiba teringat ketika dirinya datang ke Ibu Kota Kekaisaran ini dengan Luo'er untuk pertama kalinya.
"Huh ini sudah Dua Tahun lebih saat aku pergi dan ini masih terlihat seperti sebelumnya, namun ini lebih ramai." Gumam Tang si mengingat kembali saat dirinya pertama kali datang ke Ibukota Kekaisaran.
__ADS_1