
Mencari sungai selama beberapa waktu akhirnya Tang si menemukan sungai yang cukup besar namun tenang.
Melihat kejernihan dan kesegaran sungai, Tang si melepaskan semua pakaiannya tanpa menunggu Tang si langsung bercebur ke sungai.
Merasakan kesegaran dan menghilangkan semua kotoran di badan, Tang si menyelam dan berenang ke sana ke sini.
Tang si sudah lama tidak merasa kan mandi di sungai seperti ini, merasa bahwa dirinya harus rileks dan menikmati suasana tenang ini.
Menutup mata Tang si terapung dipermukaan air sungai, merehat kan diri Tang si masih menutup mata.
" Ahhrrrrggg" Suara teriakan yang sangat keras, membuat Tang si terkaget dan membuka matanya. Tang si yang masih kaget dengan suara tersebut pun langsung mencari arah suara.
Tang si pun berbalik dan melihat ke arah belakang nya, Tang si melihat keindahan yang memerah dan memancarkan niat membunuh ke arahnya.
Mengetahui bahwa mata nya sudah salah memandang sesuatu yang seharusnya tidak boleh, Tang si ingin segera berenang ke tepi sungai dan secepatnya pergi.
Merasakan aura membunuh yang sangat pekat ke mengunci dirinya, Tang si ingin berkata namun.
"Dasar mesum, berani sekali mengintip ku mandi" Suara teriakan yang sangat marah kepada Tang si.
"Maaf saya tidak mengintip Nona, saya juga membersihkan diri dan sekaligus mandi, saya tidak tahu jika Nona sedang ada disini". Suara Tang si agak cepat.
Tang si sudah sampai di tepi sungai dan secepatnya memakai baju nya, Tang si ingin segera pergi tidak ingin berada di sini lagi.
"Tunggu selangkah lagi jangan salah kan saya jika kasar" Suara itu menghentikan langkah Tang si.
Tang si menghentikan langkah nya, namun dirinya waspada Wanita cantik di tempat yang sepi di tengah hutan pasti bukan seseorang yang lemah.
Tang si pun memikirkan mungkin ini adalah penunggu sungai yang menjaga sungai.
Di seberang wanita itu pun sudah selesai berpakaian, melihat punggung pria yang membelakangi dirinya wajahnya memerah namun ada niat membunuh.
"Berani sekali mengintip seorang wanita yang sedang mandi?." Suara wanita yang lembut namun tidak senang.
Mendengar itu Tang si menghela nafas," Maaf Nona saya tidak mengintip anda dan saya juga sedang mandi, ini kesalahpahaman."
__ADS_1
Wanita yang masih tenang pun nada suaranya naik," Sudah melihat semua tapi tidak mengaku, baiklah sebaiknya mati yang cocok untuk mu."
Mendengar bahwa wanita ini tidak ingin melepas kan dirinya, Tang si pun berkata "Nona saya sudah sabar dan menjelaskan semuanya, Nona terlalu melebih-lebihkan diri Nona. Apa Nona pikir saya ingin mengintip Nona?."
Tang si pun sudah tidak ingin menahan kata kata nya lagi.
Nona di kejauhan sudah tidak bisa menahan amarahnya, merasa dirinya yang dirugikan membuat nya tidak mau mengampuni Tang si.
Cincin jiwa pun bersinar disekelilingnya, dua kuning dan tiga ungu seorang Spirit Emperor.
Tang si meresakan fluktuasi jiwa dan berbalik. Melihat wanita yang sangat cantik menatap nya dengan marah.
Diseberang wanita itu pun melihat wajah Tang si, dirinya tertegun . Wajah Tang si sangat tampan dan cantik bersamaan.
"Sungguh tampan" Kata wanita dalam hati.
Namun dirinya tidak berfikir untuk mengampuni Tang si. Dirinya yang jauh dari keramaian dan jarang mengenal pria, namun sekarang tubuh nya sudah dilihat pria didepan nya.
Tang si yang melihat bahwa wanita ini diusia mudah sudah menjadi Spirit Emperor, "pantas di tengah hutan sendiri ternyata cukup kuat ." Pikir Tang si.
"Nona saya memang salah, tapi saya tidak sengaja apa Nona tetap ingin mengambil nyawa saya." kata Tang si sedikit tidak senang.
Tang si tidak ingin mencoba menjelaskan lagi, wanita ini menganggap nyawa seseorang seperti mainan.
"Mati"Sinar gelap berbentuk Phoenix terbang ke arah Tang si." Bommmm" Ledakan hebat menghancurkan tanah disekitar.
Asap dari serangan wanita yang masih misterius, dan tempat dalam radius lima puluh meter hancur. Melihat itu wanita itu pun merasa sedikit bangga.
Namun setelah asap disekitar mulai menghilang ada bayangan yang berdiri ditengah kehancuran.
Melihat bahwa Tang si tidak mati walaupun sudah menyerang dengan lima puluh persen kekuatan nya. Dirinya sedikit waspada dengan kekuatan lima cincin bahkan jika empat cincin yang menerima serangan tadi, jika tidak mati pasti terluka serius.
Tapi apa dia tahu bahwa Tang si memiliki Armor Satu Kata, dan tubuh Tang si diperkuat oleh darah Dewa Naga. Membuat Tang si lebih kuat dari Spirit Master dengan tingkat yang sama.
Asap pun akhirnya menghilang, Tang si berdiri dengan gagahnya di balut Armor Satu Kata berwarna biru membuat Tang si seperti Dewa yang mengunjungi bumi.
__ADS_1
Wanita itu juga kaget dan iri kepada Tang si, " Armor Satu Kata, siapa sebenarnya kamu."Kata wanita itu dengan masih memandang tubuh Tang si yang masih ditutupi Armor nya.
"Oh. Akhirnya dirimu bisa mencoba memperhatikan orang lain?."Kata Tang si dari balik topeng Armor nya.
"Perkenalkan Nama saya Tang sie, dan saya melakukan perjalanan untuk menambah pengalaman." Kata Tang si dan Armor di tubuh nya kembali kedalam tubuh nya.
Sadar dari lamunannya, wanita itupun berkata" Maaf saya selalu sendiri dan saya tidak suka diganggu."
"Nama saya Luo Erlong"Kata nya singkat.
Setelah canggung di antara kedua nya untuk waktu yang cukup lama.
Tang si angkat bicara" Maaf Nona Luo saya benar tidak mengintip anda, saya juga baru tiba di sungai itu".
"Dan saya juga melihat Nona karena kaget dengan teriakan Nona".Jelas Tang si.
Wajah Luo Erlong pun memerah, merasa bahwa dirinya yang salah karena mengira bahwa Tang si mengintip nya. Luo Erlong pun membalikkan badan," Masalah tadi anggap saja tidak pernah terjadi." Kata Luo Erlong .
"Baiklah Nona Luo sekali lagi saya mohon maaf, kalau gitu saya akan pergi." Kata Tang si sambil berbalik dan berjalan.
"Tunggu".
Tang si berhenti dan menoleh ke arah Luo Erlong, wajah nya cantik dan agak dingin.
"Apa masih ada yang Nona Luo inginkan"Kata Tang si .
"Ini. Apa saya boleh bertanya". Suara Luo Erlong agak malu.
"Ya". Kata Tang singkat.
"Apa saya bisa mengikuti mu". Wajah Luo Erlong memerah.
Tang si tidak berharap itu yang akan dikatakan Luo Erlong, Tang si terdiam beberapa saat kemudian " Nona Luo kita baru bertemu dan juga tidak saling mengenal, apa Nona yakin ingin mengikuti saya."
Tang si juga agak canggung jika bepergian dengan wanita cantik yang tidak dikenal, namun dia tidak ingin menolak yang bisa membuat Luo Erlong tersinggung.
__ADS_1
" Yah saya pergi dari rumah karena ayah saya ingin menikah kan saya." Kata Luo Erlong sedikit tak berdaya.
"Nona saya tidak tahu apa yang ayahmu lakukan baik atau tidak, namun semua ayah pasti i ingin putri nya bahagia"Kata Tang si sok bijak..