
"BOOMMM.."
Tetua yang saling melindungi pun langsung terbang menyusul Tetua yang sebelumnya.
Bahkan setelah saling melindungi sisi masing-masing masih tidak bisa menghindari Serangan Tang si yang muncul secara tiba-tiba.
Beberapa Tetua tidak panik dan segera lebih waspada dengan serangan berikutnya. Tetua yang telah terkena serangan Tang si sudah kehilangan kesadaran nya.
Dalam kemampuan Ilusi Tang si memperhatikan para Tetua yang tidak panik dengan serangan diam-diam miliknya.
"Apa orang-orang Tua ini!! mengira dengan berkerja sama seperti itu bisa menahan serangan ku." Gumam Tang si pelan.
"Ketua apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Dia sangat kuat untuk seorang Spirit Douluo, serangan nya secara tiba-tiba dan keberadaan nya juga tidak diketahui. Bagaimana ini Ketua?." Tanya salah satu Tetua yang sedikit panik.
"Jangan panik semua nya harus tenang agar kita bisa merasakan kemunculannya." Jawab Ketua dengan serius.
"Baik Ketua."
Semangat semua kembali dan segera Lingkaran Cincin masing-masing langsung bermekaran dari kaki para Tetua.
Tetua kedua sudah mulai mengeluarkan kemampuan Rohnya. Roh Beladiri nya adalah tipe Alat berbentuk bulan sabit juga merupakan Roh Beladiri langkah yang memiliki kelebihan dalam serangan langsung dengan area yang cukup luas.
Sebuah pedang bulan sabit muncul di hadapannya bersama dengan Lingkaran Cincin ke Enam nya bersinar Langsung menggunakan kemampuan terkuat nya untuk serangan pertama.
Sabit mulai berputar disekelilingnya dan para Tetua menjadi pusat nya. Semakin cepat perputaran nya itu mulai menciptakan angin yang cukup kencang di sekitar para Tetua.
Bangunan Aula Kota juga sudah tidak bisa lagi menahan guncangan dan mulai menunjukkan tanda-tanda akan runtuh.
"Mengunakan kehancuran untuk mengetahui keberadaan ku?. Boleh lah." Selesai bergumam sendiri Tang si langsung terbang keluar dan melihat dari udara.
Semuanya akhirnya hancur berantakan rata dengan tanah.
Ditengah runtuh nya bangunan Aula Kota, pelindung yang terbuat dari elemen tanah dari salah satu kemampuan milik Tetua yang sejak tadi belum mengeluarkan kemampuan Rohnya.
Dengan Roh Beladiri Elemen Tanah walaupun hanya Roh Beladiri biasa namun digabungkan dengan Kultivasi Enam Lingkaran Cincin Roh itu juga bisa menjadi pertahanan yang kuat.
"Krakk.."
Pertahanan itu langsung hancur dan semua Tetua memandang ke langit.
__ADS_1
"Tuan muda apa kita bisa menghentikan pertarungan ini?, kami tidak tahu apa yang membuat Tuan muda tersinggung dari kami." Ketua berkata sambil memandang Tang si.
"Eh... Apa ini permohonan pengampunan?." Jawab Tang si dengan dingin.
"Yah bisa dikatakan seperti itu." Ketua tahu bahwa jika ini dilanjutkan lagi maka mereka semuanya akan berakhir bahkan mereka pun belum melihat batas kemampuan lawan yang seperti tidak ada habisnya.
Dan juga semua kemampuan nya sangat aneh dan Kekuatan Jiwa nya seperti tidak ada habisnya. Baiknya segera mencoba membuat kesempatan untuk segera pergi dari sini jika bisa.
Semua itu sudah dipikirkan dengan keras oleh Ketua pertama Serikat Pembunuh, baru saja menguasai Kota ini dan apa semua itu akan bisa digunakan untuk melepaskan diri dari pria misterius yang tidak tahu dari mana asalnya ini.
"Kami bersedia memberikan Kota ini untuk Tuan muda." Kata Tetua dengan keras membuat Tetua lainnya terkejut.
"Tetua ini.."
"Sudah.. DIAM jika kau bisa mengalahkan nya Kota ini akan kuberikan padamu." Berkata dengan marah kepada Tetua yang ingin memprotes keputusan nya.
Semua Tetua yang lainnya sudah mengangguk menyetujui Ketua mereka.
"Hahaha.."
"Kalian berkata seakan Kota ini milik kalian, apa nenek kalian seorang Ratu yang menghadiahkan kota ini untuk kalian?." Tang si merasa lucu dengan Para Tetua Pembunuh di bawah ini.
Para Tetua sudah tidak bisa lagi seperti ini mereka sudah serendah diri mungkin namun pria itu masih saja tetap tidak melihat mereka dimatanya.
"Cukup sudah.. Ketua kami bersedia bertarung sampai mati untuk melawannya." Seru semua Tetua yang tidak lagi bisa menahan keangkuhan Tang si.
Semua Roh Beladiri kembali bangkit bersama dengan kemarahan yang bisa terlihat dari keputusasaan mereka semua.
"Baiklah sudah waktunya mengakhiri semua ini.." Suara Tang si terdengar bersamaan dengan di langit Kekuatan Jiwa yang kuat langsung pecah keluar.
"Sebelum nya ku kira melawan sekumpulan Psikopat seperti kalian cukup menggunakan setengah Kekuatan saja tapi sekarang seperti nya aku harus lebih serius."
Lingkaran Cincin Roh Beladiri yang aslinya langsung muncul perlahan Empat Merah Darah, Dua Hitam Pola Emas dan Satu Biru Es Absolute.
"White..Blue.." Kedua Roh Beladiri nya juga keluar tapi dengan bentuk asli Roh mereka.
Ular Putih yang panjang nya lebih dari beberapa puluh meter langsung melayang di langit setelah menyatuh dengan Tang si itu juga mulai menyerap Kekuatan Dara Dewa Naga yang membuat nya sekarang terlihat lebih seperti Naga Putih.
Rubah Putih yang besarnya hampir sama dengan Ratu Ular juga memiliki perubahan dari penampilan nya yang mulai memiliki tanduk di dahinya seperti tanduk Naga.
__ADS_1
Kedua Roh Spirit Tang si juga dalam wujud aslinya memandang para Tetua yang pucat seperti kehabisan darah.
"Ini bukan lah manusia!!." Ucap salah satu Tetua yang sudah terduduk gemetaran.
"Lihat itu... Merah, Lingkaran Cincin 100.000 Tahun Jiwa dan juga Jiwa Spirit asli." Ketua sudah berkata dengan suara ketakutan.
"Sudah waktunya Serikat Pembunuh musnah."
Selesai berkata Es mulai terbentuk bersamaan dengan cahaya Ilusi yang langsung turun pada para Tetua yang sudah terduduk tidak menghindar lagi.
"Tidakkk...
"BOOMMM.."
Ledakkan dari serangan gabungan dua Ratu Beast seperti apa itu dampaknya.
Ruang seperti sedikit terkoyak dengan area dalam jarak seratus meter membeku seperti bekas di lalui badai salju ekstrem.
Ketujuh Tetua sudah membeku di tengah ledakkan Es Ilusi milik Tang si.
Tang si tidak menggunakan kemampuan penghancur yang bisa membuat kehancuran yang cukup dahsyat untuk menghilangkan setengah Kota kecil ini apalagi disekitar masih ada warga yang bersembunyi dirumah masing-masing.
Hanya menggunakan Kemampuan Blue Snow Ledakan Suhu yang dapat membekukan apa saja yang terkena dampak nya.
"Apa ini sedikit berlebihan?." Gumam Tang si melihat keadaan dibawah nya.
Semua menjadi area yang membeku.
"Sudah selesai akhirnya.." Tang si menghela nafas Kekuatan Jiwa nya juga hampir habis jika buka karena memiliki Inti Jiwa mungkin Kekuatan Jiwa nya sudah terkuras habis sejak tadi.
Tang si menjentikkan jarinya dan para Tetua yang membeku langsung naik ke udara dan terus naik sampai telapak tangan nya menutup.
"BOOMMM.."
Para Tetua yang membeku hancur di udara tidak tersisa sedikitpun.
Melambaikan tangan nya sekali lagi dan semua Es kembali mencair perlahan sampai semua nya kembali lagi.
"Tidak perlu berbelas kasih. Aku bisa merasakan Aura membunuh yang kuat dari para Tetua itu, tidak tahu beberapa nyawa yang sudah berakhir di tangan mereka." Tang si memandang ke langit yang seperti nya tidak lama lagi terang.
__ADS_1
Tidak sadar waktu malam terus berlalu, "Dong'er pasti sudah menunggu sangat lama." Gumam nya pelan.