
Setelah menjadi seorang Kaisar dia telah melupakan apa itu takut dan hanya ada kekuasaan dan perintah nya. Namun kemunculan pria misterius itu membuat nya tidak bisa menahan rasa takut yang muncul dari hati.
"Apa yang harus aku lakukan untuk masalah ini.." Kaisar sudah sakit kepala memikirkan itu.
"Segera bawa Patriak Keluarga Luo. Aku sendiri yang akan menanyakan pria misterius itu.." Tidak sabar dan langsung membuat perintah untuk menangkap Patriak Keluarga Luo.
"Baik Yang Mulia.."
Jenderal Mu Chen juga setelah pemulihan segera meminta untuk menghabiskan waktu nya bersama keluarga. Untuk sementara waktu dan juga agar mengistirahatkan Jiwa dan pikirannya.
Begitu juga untuk kelima Jenderal yang mengikuti Jenderal Mu Chen mereka juga memilih untuk mendapatkan waktu istirahat dan juga sedikit lebih santai dengan keluarga masing-masing.
***
Pagi yang cerah setelah kebangkitan Roh Beladiri nya Ling Dong bangun dengan wajah masih sedikit pucat. Aura Iblis yang tersisa dan berevolusi dengan Roh Beladiri nya meski sudah bergabung namun tubuhnya masih bisa merasakan niat gelap yang sangat kuat.
"Aghh, kepala ku masih terasa sedikit pusing.." Ling Dong memegang kepalanya dan mencoba mengingat semua yang terjadi sebelumnya namun saat itu tubuh nya sudah diambil ahli dan dia tidak bisa mengingat apapun. Namun dia bisa merasakan tubuhnya lebih kuat dan ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan namun itu adalah perasaan kuat.
"Guru!!" Ling Dong memanggil pelan sambil menoleh sekeliling nya, "Guru dimana?."
Pintu kemudian terbuka dan Tang si masuk dengan senyuman hangat memandang murid nya, "Dong'er akhirnya kau bangun.. Apa semua baik-baik saja?" Tang si bisa melihat wajah sedikit pucat murid nya. Segera mendekati Ling Dong dan segera Kekuatan Jiwa yang hangat langsung masuk ke tubuh murid nya.
"Ah Guru ini!!" Baru ingin menjawab saat seluruh tubuh kecilnya merasakan kehangatan yang halus dan perlahan menjalar ke setiap sudut tubuh nya. Perasaan segar dan seperti melayang membuat nya terdiam sejenak.
Tang si masih memandang muridnya, "Apa itu lebih baik?"
"Guru.. Apa ini? sungguh hangat dan sangat menyenangkan.."Ling Dong langsung bertanya dengan gembira.
Tang si kemudian memegang dagunya, "Hmm, itu seperti guru menyuntikkan sedikit Energi yang halus ketubuhmu. Sepertinya masih ada sedikit kegelapan yang belum menyatuh dengan Roh Beladiri mu, dan singkat nya Guru membantu mengabung kan nya.." Tang si menjelaskan dengan pelan.
Ling Dong cukup cerdas dan langsung mengerti yang dikatakan Guruhnya, "Guru apa aku sudah menjadi Spirit Master?" Ling Dong langsung ke intinya.
"Kau bisa mendapatkan dulu sebuah Lingkaran Cincin agar menjadi Spirit Master.." Tang si berkata santai.
__ADS_1
"Dong'er apa kamu ingin mencoba Roh Beladiri mu sekarang?" Tang si bertanya sekaligus mengingatkan murid nya.
Masih merasa kagum Ling Dong kemudian memandang Gurunya lagi, "Iya Guru.."
"Ok, ayok keluar dulu.." Tang si berbalik dan berjalan duluan.
Ling Dong langsung melompat dari ranjang nya dan mengejar Gurunya.
***
Di halaman yang cukup luas dua orang berdiri berhadapan dengan cukup jarak antara kedua nya.
"Dong'er coba lah perlahan merasakan dan keluarkan Roh Beladiri nya.." Tang si memberi tahu.
"Baik Guru.." Ling Dong langsung menjadi fokus dan perlahan merasakan Roh Beladiri miliknya.
Perlahan tubuh nya mengeluarkan Aura Gelap bersamaan dengan seluruh tubuhnya juga ikut menjadi sedikit hampa udara pun sedikit terpengaruh dengan Atribut Gelap yang meluap.
"Apa ini Roh Beladiri yang membuat pemilik nya segera berubah dari penampilan dan auranya. Ini seperti Mode Kematian milikku tapi perubahan nya langsung dari Roh Beladiri nya sedangkan Mode Kematianku itu Transformasi dari Jiwa dan Inti Kematian kaisar Iblis." Gumamnya masih memandang murid nya.
Ling Dong juga yang menyelesaikan Roh Beladiri nya langsung memandang Tang si dengan wajah setegah Iblis, "Guru aku bisa merasakan kekuatan yang kuat dan penuh.." Ling Dong berkata dengan semangat.
"Dong'er Roh Beladiri mu sangat spesial dan Guru bisa merasakan meskipun belum memiliki Lingkaran Cincin Roh namun kau sudah sekuat Spirit Master dengan Satu Lingkaran Cincin Roh"
"Dan karena ini Roh Beladiri yang tercipta karena ketidaksengajaan meski sangat kuat namun karena itu juga akan sulit mendapatkan Lingkaran Cincin Roh yang cocok, memiliki atribut Gelap dan Bayangan yang langka itu kelebihan Roh Beladiri milikmu."
Mendengar kan penjelasan Gurunya Ling Dong mengangguk juga memikirkannya, "Guru apa aku bisa mendapatkan Lingkaran Cincin Roh?. Ibu pernah bilang Sebuah Lingkaran Cincin Roh sangat mahal dan hanya orang yang.." Ling Dong langsung menunduk dia baru sadar jika dia akan menyusahkan Gurunya.
Tang si tersenyum dan berkata, "Kau tidak perlu memikirkan itu, serahkan saja pada Guru kau cukup berlatih dengan giat.." Tang si bisa mengerti apa yang ada di pikiran murid nya.
"Tapi Guru!!"
"Tidak ada tapi!! sebagai Gurumu kau hanya perlu mendengar kan apa yang Guru katakan Ok."
__ADS_1
Ling Dong mendengar kata-kata Guru nya dan matanya segera berkaca, "Baik Guru murid salah.."
Kembali ke wujud aslinya Ling Dong langsung berlari ke Tang si.
"Kembali dan stabilkan dulu dasar mu, tidak perlu tergesa-gesa untuk Kultivasi segera setelah kau sudah mendapatkan Lingkaran Cincin Roh pertama latihan yang sebenarnya akan dimulai." Tang si berkata serius namun dengan nada lembut.
"Dan satu lagi besok kita akan pergi ke Menara Jiwa untuk membeli Lingkaran Cincin Roh untuk mu.."
Ling Dong tidak bertanya lagi dan mengangguk terus pada Tang si.
"Mari kembali dulu, kau segera mandi dan bersiap untuk sarapan.." Jelas Tang si.
Kedua kembali ke kamar dan Ling Dong langsung berlari ke kamar mandi.
Tang si tersenyum melihat murid nya dan berjalan keluar.
***
Luo Erlong juga beberapa hari setelah Tang si kembali dia tidak lagi cemberut dan dingin namun sikap nya sekarang malah lebih beruba. Dia terlihat lebih ceria dan selalu memasak sendiri untuk Tang si dan Ling Dong.
"Sepertinya ini sedikit kurang terasa.." Luo Erlong bergumam sambil merasakan sup ayam yang dibuatnya.
Segera menambahkan sedikit bumbu perasa Luo Erlong tidak sadar seseorang sudah memandang nya cukup lama sambil tertawa kecil melihat tingkah nya.
Untuk seorang Putri dari sebuah Keluarga Bangsawan Luo Erlong cukup baik dalam memasak.
"Selamat pagi.." Tang si akhirnya menyapa setelah cukup memandang nya.
Luo Erlong dengan refleks nya langsung balik meskipun belum sadar bahwa itu suara Tang si.
"Ah.. Kau kenapa bisa ada disitu? Bukankah kau masih tertidur!" Berkata sedikit kaget melihat itu adalah Tang si.
"Ah sebenarnya aku sudah bangun sejak tadi namun aku hanya sedikit membantu Dong'er untuk menstabilkan Jiwanya.." Seperti biasa Tang si menjawab dengan santai nya.
__ADS_1