SYSTEM MARTIAL SOUL

SYSTEM MARTIAL SOUL
Tujuh Jenderal ll


__ADS_3

Tidak malu dengan jumlah mereka, ketujuh nya langsung mengaktifkan masing-masing Roh Beladiri.


Segera langsung ingin mengunakan formasi penekanan, Tujuh Jenderal yang dipimpin oleh Jenderal Mu Chen segera membuat segel.


Dari Tujuh sisi sebuah pola rumit yang saling berhubungan segera bersinar membangun sebuah penghalang yang melingkar dengan Tang si sebagai pusat.


Tang si masih memperhatikan yang dilakukan ke tujuh Jenderal di hadapannya sambil menggelengkan kepalanya.


"Sudah cukup!!, Apa kalian semua berniat menekan aku dengan formasi ini? Sebaiknya itu tidak dilakukan." Tang si menjelaskan dengan jelas.


Jenderal Mu Chen sebagai pemimpin tidak memperdulikan kata kata Tang si dan terus memasukkan Kekuatan Jiwa nya untuk memperkuat formasi.


Perlahan Formasi penekanan dari Tujuh Jenderal akan segera terselesaikan. Masing masing Jenderal sudah mulai mengeluarkan senyum dan rasa kemenangan.


Saat bagian akhir dari proses penggabungan Kekuatan Jiwa dengan formasi hampir selesai, semua dari masing-masing Jenderal berteriak bersama.


"Formasi selesai.."


Saat pernyataan itu disampaikan tekanan yang luar bisa segera langsung menekan Tang si.


Melihat itu Jenderal Mu Chen berkata pelan, "Nak kau harusnya bangga karena, kau adalah manusia pertama yang merasakan formasi ini. Formasi ini hanya digunakan untuk menahan Beast Suci dan hari ini untuk menahan manusia, kau sangat tidak mungkin selamat"


"Formasi ini akan mengikis Kekuatan Jiwa mu sedikit demi sedikit sampai kau kehabisan Kekuatan Jiwa. Sayang sekali Jenius muda.." Jenderal Mu Chen berkata dengan nada yakin dan puas.


Tang si mengangkat wajahnya dan memandang Jenderal Mu Chen, "Aku bisa saja menghindari Formasi ini namun itu tidak kulakukan, apa kau tahu kenapa orang Tua?."


Jenderal Mu Chen dan ke enam Jenderal segera menyadari perkataan itu.


Jenderal Mu Chen kembali berkata, "Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan. Tapi semua yang terkurung dalam formasi ini tidak ada yang bisa hidup lagi.. Bahkan Beast Suci akan pasrah dan mati dengan perlahan."


Tang si segera berkata, "Yah itu jika kau menahan satu Beast Suci.. Bagaimana kalau Empat Beast Suci? Apa formasi ini bisa menahannya?." Ejekan Tang si langsung membuat wajah para Jenderal memburuk.


"Kau..


Salah satu Jenderal sepuh pun berkata dengan kasar, "Nak jangan terlalu bangga, kau pikir kau itu sekuat langit. Kau akan mati disini.." Peryataan itu membuat Jenderal yang lainnya mengangguk puas.


"Hahaha, baiklah maka buka mata kalian dengan baik dan lihat ini.. Tang si tertawa dan berkata pelan.


"Keluar.."


Black langsung muncul dan dalam sekejap udara seperti terkorosi dengan Aura Racun yang sangat kuat.


White juga muncul dan semua seperti Ilusi yang sangat mempengaruhi lingkungan sekitar.


Dark muncul dari kehampaan dan Aura Kematian yang sangat kuat segera membuat formasi bergetar.

__ADS_1


Terakhir Blue muncul dan suhu turun langsung hampir Nol mutlak.


Semua Jiwanya muncul dalam bentuk Tubuh Aslinya namun dengan ukuran yang lebih kecil dan melayang di sekitar nya.


Para Jenderal segera merasakan Kekuatan besar dari dalam akan segera menghancurkan Formasi dengan paksa.


"Ini tidak mungkin Jiwa nyata?. Bagaimana anak ini bisa sekuat itu.." Jenderal Bai tidak bisa menahan nafas berat lagi.


"Ini tidak nyata?." Jenderal Mu Chen sudah kehabisan kata.


Semuanya memandang Tang si dengan wajah tidak percaya.


"Kalian cepat hancurkan formasi itu." Tang si segera berkata pada Jiwanya.


Segera Formasi Tujuh Gabungan bergetar..


Black segera menyerang Formasi dengan gelombang Racun yang sangat merusak jika setetes saja racun ini tertelan manusia itu akan langsung meleleh.


"BOOMMM.."


Serangan itu membuat ledakan besar di dalam formasi juga membuat retakan yang cukup untuk serangan selanjutnya.


Blue yang memiliki kebencian terhadap manusia langsung menyerang dengan Kekuatan penuh.


"Click.."


Itu melesat dengan cepat dan langsung mengenai Formasi.


"Puff.."


Saat mengenai Formasi tidak ada yang terjadi namun saat semua akan menghela nafas.


"Krakkkk.."


Es segera menyebar dengan cepatnya dan dalam hitungan detik semua formasi dibekukan bahkan ketujuh Jenderal sudah memuntahkan Darah.


"Ughhh.."


Jenderal Mu Chen juga memuntahkan Darah dan memiliki wajah yang pucat namun tidak menurunkan kesiagaan nya.


Tang si juga baru melihat serangan Blue yang baru saja digunakan. Absolute Zero Kemampuan mengendalikan Suhu sampai ekstrim 'Nol Absolute' Serangan menghancurkan segalanya yang disentuh nya.


Tang si juga langsung turun ke tanah, "Ini... Kekuatan Jiwa ku sangat terkuras hampir habis.." Gumamnya pelan memandang Jenderal Mu Chen yang seperti nya juga terluka.


"Kau seperti nya kehabisan Kekuatan Jiwa.." Jenderal Mu Chen tersenyum sedikit melihat keadaan Tang si.

__ADS_1


Tang si tidak menyembunyikan itu dan berkata, "Yah seperti yang kau lihat Orang Tua.."


"Cepat habisi dia.." Perkataan Jenderal Mu Chen membuat Tang si mengangkat alisnya. Tidak ingin melewatkan kesempatan saat Tang si melemah dan segera memberikan perintah nya.


"Membunuh ku?"


Beberapa prajurit Kekaisaran segera menyerang Tang si. Melihat keadaan Tang si yang melemah membuat para prajurit segera menyerang dengan gila.


Tang si segera berdiri dengan pelan memandang Prajurit Kekaisaran yang berlari ke arah nya, "Mungkin aku kehabisan Kekuatan Jiwa tapi apa kalian pikir bisa membunuhku dengan mudah?."


"Jangan memohon belas kasih.."


Mengangkat Tangan nya dan Dari udara tipis sesuatu yang besar segera muncul.


***


Kediaman keluarga Luo_


"Lepaskan aku, lepaskan aku.." Ling Dong tidak bisa menahan lagi setelah mendengar Gurunya bertarung melawan Kekaisaran. Dia tahu apa itu Kekaisaran karena ibunya pernah menceritakan Kekaisaran padanya.


Meskipun dia tahu bahwa dia lemah tapi masih tetap ingin pergi ke Gurunya.


"Lepaskan aku..


Ling Dong hanya bisa berteriak terus agar dirinya dilepaskan namun itu hanya sia sia.


Di kamar yang cukup mewah seorang wanita masih menyesali perbuatannya yang sangat egois. Namun yang lebih disesali nya adalah karena melindungi nya pria itu bertarung melawan Kaisar.


"Ayah aku akan pergi membantu nya, bahkan jika aku akan kehilangan nyawa sekalipun.." Luo Er berkata kepada Ayahnya dengan sungguh sungguh.


"Maafkan Ayah.. Dia tidak ingin kau terluka dan sebagai Ayah aku juga tidak ingin kau terluka, cobalah untuk mengerti ini demi kebaikan mu.." Luo Yun berkata sedikit tidak berdaya.


"Ayah.. Aku tidak ingin kehilangannya lagi.." Air mata sudah mengalir lagi.


"Percaya padanya.."


Saat itu pintu terbuka dan seorang wanita masuk dan menggenggam tangan bocah lelaki yang matanya terlihat bengkak seperti nya baru saja menangis.


Melihat wanita cantik itu Luo Er segera berlari kearahnya, "Ibu..."


Memeluk nya dan menangis di bahu ibunya.


"Bibi.. Apa kau Bibi Luo'er?." Ling Dong mengangkat wajahnya dan memandang wanita cantik yang juga menangis.


Luo Er yang mendengar suara anak kecil segera menghapus air mata nya dan memandang kebawah melihat seorang Bocah manis dengan mata besarnya.

__ADS_1


__ADS_2