
Setelah mendapatkan peta untuk kota kekaisaran, Tang si pun langsung pergi meninggalkan kota daun merah.
Walaupun kota daun merah adalah kota kelahirannya, itu hanya masah lalu, dari tubuh yang system berikan kepada dirinya.
Tang si memiliki ambisi untuk menjadi dewa, dan untuk itu dirinya harus berkelana ke berbagai tempat, bahkan suatu saat dirinya ingin pergi ke planet lain.
Setelah meninggalkan kota daun merah, Tang si pun susah cukup jauh dari kota daun merah, membuka peta dan melihat arah lagi.
" Seperti nya jalan yang ku lalui sudah benar" gumam Tang si.
melanjutkan perjalanan lagi, Tang si pun melihat ada sebuah pemukiman. Sebuah desa kecil yang cukup ramai, Tang si yang melihat itu pun membuka peta lagi.
Terlihat benar bahwa sebuah desa kecil bernama" Desa Bulan".
Desa bulan terletak diantara ibu kota kekaisaran dan tempat tinggalnya yang sebelumnya.
Tang si pun memasuki desa , tidak ada penjaga Tang si pun masuk dengan mudah, Tang si juga merasa bahwa sebaiknya beristirahat di desa ini dulu.
Tang si menemukan penginapan sederhana , seorang nenek menghampiri Tang si. "Anak muda silahkan masuk dulu."
Tang si dan nenek pemilik penginapan pun memasuki penginapan, setelah berada di dalam. Nenek pun membuka suara "Nak jika engkau ingin menginap disini malam ini, maka hanya ada satu kamar yang ku miliki."
Kata Tang si, "Yah aku melakukan perjalanan jauh, dan hari pun sudah sore. Jika bisa menginap maka aku akan sangat berterima kasih."
" Baiklah nak, namun dua emas untuk semalam." Kata nenek agak ragu.
Humm " Baiklah ,ini bayaran nya Nek." Tang si menyerahkan dua koin emas kepada nenek pemilik penginapan.
Tang si penasaran pun bertanya "Nek apa ada yang terjadi ?.Melihat Nenek masih ragu untuk membiarkan ku disini."
Nenek akhirnya berlutut "Nak maafkan aku, sebenarnya desa ini sedang kedatangan beberapa Spirit Master."
Mendengar kata Nenek yang seperti ketakutan, Tang si pun berkata " Ada apa dengan Spirit Master itu, sepertinya tidak baik-baik saja."
__ADS_1
Nenek pun menetes kan air mata sambil berkata" Nak beberapa bulan lalu, seorang Spirit Master datang ke desa ini. Namun dia memeras warga desa, bagi yang tidak memberikan koin emas akan dibunuh."
" Bahkan dia menyuruh semua warga menaikkan harga untuk para pengalana yang singgah didesa, dan mengancam warga yang berani melaporkan akan langsung dibunuh." Nenek berkata dengan air mata yang terus jatuh.
Tang si pun membantu Nenek menenangkan diri, beberapa saat Nenek pun sedikit tenang namun masih sedikit memikirkan keadaan nya jika ada yang memberi tahu dirinya kepada Spirit Master itu.
Tang si pun menghela nafas " Nek tak usah terlalu berpikir, biarkan diriku yang mengurus sampah itu."
Selesai berkata, Tang si pun melangkah keluar penginapan, melihat Tang si yang pergi. Nenek pun langsung berlari mengikuti Tang si, Nenek tahu bahwa dia sudah membuat masalah besar.
Walaupun menyesal menceritakan semua kepada Tang si, namun yang Nenek sesali adalah membuat anak mudah itu dalam bahaya.
Tang si sangat membenci orang yang mengunakan kekuatan untuk menyakiti orang lemah, apalagi memeras harta orang lain.
Melesat menuju pusat Desa , akhirnya sampai Tang si tidak ingin basa basi basi lagi.
Melihat keliling Tang si pun teriak "Keluar pengecut yang cuma bisa menindas yang lemah."
Melihat seorang bocah berteriak banyak warga yang merasa bocah liar ini gila, apa dia ingin mati disini. Beberapa warga pun mencoba menjauh mereka takut jika Spirit Master jahat akan marah.
" Keluar pengecut yang cuma bisa menindas yang lemah".
Mendengar suara itu tertuju untuk dirinya, membuat pria itu marah, parah wanita yang berada di dekat pria itu pun sangat ketakutan.
" Siapa?. Siapa yang berani kepada ku". Berkata dengan marah pria itu pun berdiri dan berjalan keluar ruangan.
Mengaum marah pria itu pun langsung ke pusat kota, dirinya ingin merobek orang yang membuat nya marah, merasa dirinya yang terkuat di desa membuat diri nya bangga dan sombong.
Beberapa saat kemudian dirinya tiba di pusat kota, melihat sekeliling sepi, namun di depannya seorang bocah melihat ke arah nya.
Melihat bahwa hanya ada bocah ini, pria itu bersuara " Apa dirimu yang berteriak?."
Tang si yang menunggu cukup lama pun angkat suara" Yah itu saya." singkat tapi jelas.
__ADS_1
Mendengar bocah itu, membuat pria itu tersenyum lebar. "Nak apa orang tua mu tidak lagi membutuhkan dirimu?."Pria itu tersenyum jahat.
Tang si hanya membalas senyuman pria itu, dan berkata" Oh orang tua saya masih membutuhkan saya, hanya saja saya membenci pria sampah seperti dirimu."
"Sungguh bocah yang sombong, sebaiknya dirimu mati agar tidak tumbuh menjadi pria yang tidak tahu sopan."Senyuman penuh niat membunuh.
" Hahaha apa aku salah dengar?. Baru kali ini ada orang yang sungguh bodoh, apa ibumu ngidam dirimu makan otak Kutu?."Tang si hanya tertawa meremehkan.
Tidak mau membuang waktu lagi, Tang si pun melaju ke arah pria didepan nya. Melihat bahwa bocah didepan nya melesat ke arahnya. Dirinya mengeluarkan pisau belati pendek bersiap menyambut kedatangan Tang si.
Tang si melihat itu pun hanya tersenyum, dalam sekejap armor satu kata menutupi seluruh tubuhnya, tiga cincin hitam bangkit disekelilingnya.
Spirit Master yang melihat itu ingin berkata sambil terkejut namun sudah terlambat.
Tang si tidak ingin membiarkan orang jahat seperti itu menyakiti banyak orang lagi, dan langsung menendang dirinya.
"BOOOOMM" pria itu terhempas seperti sebuah peluru, menabrak beberapa rumah sebelum tewas, hanya Spirit Master biasa namun sombong nya seperti Dewa.
Setelah itu beberapa warga yang bersembunyi sebelumnya pun bersorak gembira, mereka pun membungkuk ke arah Tang si terus menerus.
Tang si hanya berjalan kearah pria yang sombong sebelumnya, melihat pria tersebut penuh darah dan luka, Tang si hanya membungkuk " Semoga kehidupan berikutnya dirimu bisa lebih baik."
Tang si membakar tubuhnya sampai tidak tersisa, tidak ingin terlalu mencari perhatian warga. Tang si pun berlari kembali ke penginapan sebelumnya.
Sampai di penginapan Tang si langsung masuk, namun Nenek pemilik penginapan tidak ada, Tang si hanya menunggu Nenek kembali.
Beberapa saat kemudian Nenek kembali, namun kali ini dengan wajah yang penuh senyuman, walaupun ada sedikit rasa takut.
Bagaimana tidak tersenyum Spirit Master yang ditakuti warga sudah tidak ada lagi, dan juga dirinya sendiri melihat bagaimana Tang si mengalahkan Spirit Master itu.
Namun demikian dia sedikit takut setelah mengetahui bahwa bocah yang sekarang didepan nya , sepuluh kali lipat lebih kuat dari Spirit Master yang membuat Desa menengang.
"Baiklah anak muda dirimu istirahat dulu, aku akan menyiapkan makan untuk mu" Nenek berkata dengan cepat lalu berjalan pergi...
__ADS_1
Tang si pun langsung istirahat sambil menunggu Nenek selesai menyiapkan makanan.....