SYSTEM MARTIAL SOUL

SYSTEM MARTIAL SOUL
Bersenang Senang


__ADS_3

Menghilang dari pandangan Para Pembunuh Tang si langsung muncul di belakang Para Pembunuh dengan mengejutkan.


"Kau duluan..."


Selesai berkata salah satu dari Pembunuh tiba-tiba terangkat dari tempat dirinya berdiri. "Apa ini..." Tubuhnya langsung terangkat sendiri dihadapan teman temannya.


Kaisar perak milik Tang si sudah keluar bersamaan dengan kemampuan Ilusi dari Lingkaran Cincin Roh ke Tujuh. Itu membuat 'Kaisar Perak Racun' milik Tang si tidak terlihat dan mulai mengikat para pembunuh.


Para pembunuh pun mulai merasa ada yang salah dan langsung berpencar.


"Berpencar dia memiliki kemampuan yang aneh.." Jelas salah satu pembunuh yang sudah menyadari serangan diam-diam Tang si.


Tang si tidak memberikan kesempatan untuk para pembunuh berpencar, "Ingin menghindari? Coba saja kalau bisa.."


Satu demi satu sudah tertangkap oleh 'Kaisar Perak Racun' yang tidak terlihat. Bukan hanya dililit namun juga terkena racun pelumpuh milik Tang si.


Beberapa berhasil menjauh Tang si tidak mengejar dan hanya memandang mereka melarikan diri secepatnya.


"Sudah Dua Tahun ini aku sudah banyak berubah. Kalian tetap sama dengan kejahatan yang kalian buat." Tang si hanya bisa tersenyum canggung.


"Dong'er apa kau lihat Guru barusan?, bukan kh itu sangat menakjubkan?."


"Apa yang terjadi? Kenapa paman-paman itu tiba-tiba tidak bisa bergerak dan hanya terdiam Guru?." Jawab Ling Dong bingung melihat para pembunuh yang tiba-tiba berhenti seperti ditangkap sesuatu.


"Oh itu...


"Itu kemampuan Guru." Tang si memberikan senyuman tidak berdosa nya.


Mengangkat tangan nya semua Ilusi pun menghilang dan para pembunuh yang sebelumnya terikat langsung jatuh terduduk dengan lemah.


"Kalian apa pernah memikirkan menindas orang lain suatu saat akan di ditindas orang lain pula?." Tanya Tang si.


Namun tidak ada yang menjawab pertanyaan nya. Tang si tidak memperdulikan itu hanya saja sedikit merasa kesal dengan para pembunuh ini.


"Sudah lah melepaskan kalian hanya akan menyusahkan orang lain nanti. Ingin mengakhiri kalian juga akan membuat ku sama saja dengan kalian...


Tunggu lah disini, aku akan kembali setelah mengurus yang lainnya.."Kata Tang si langsung.


Tang si melangkah mendekati para pembunuh yang terduduk dengan lemah tidak bisa melakukan apapun. Tang si langsung menyegel kekuatan Jiwa mereka semua.


Dan dari Cincin penyimpanan nya tali pun langsung keluar. Tang si langsung mengikat mereka semua setelah menyegel kekuatan Jiwa mereka.


"Dark..


"Black.."


"Jaga lah mereka semua." Tang si langsung menunjuk kearah para pembunuh yang terikat.


"Dong'er kau tunggu lah Guru disini. Ini tidak akan lama.." Tang si selesai berkata langsung menghilang.


***

__ADS_1


"Hahaha Tetua kedua sungguh menakjubkan." Puji salah satu Tetua.


"Tidak perlu memuji hanya seorang Tuan dari kota kecil. Untuk mengurus itu tidak terlalu sulit.." Berkata sambil mengelus jenggut nya yang putih salah satu Tetua berkata dengan bangga.


Menangkap dan mengambil alih seluruh Kota Serikat Pembunuh bahkan Membunuh dengan sadis untuk keluarga yang tidak ingin membayar pajak Kota.


Setelah Kota di ambil alih oleh para pembunuh, seluruh kota langsung kacau dan banyak kekerasan terjadi.


"Sudah sudah lah. Sekarang kita harus merayakan semua ini, mari bersenang-senang dan menikmati semua ini." Ketua pertama berkata dengan semangat.


"Hidup Ketua..


"Hidup Ketua.."


Para pembunuh yang bersorak untuk Ketua Serikat Pembunuh.


Semua merayakan dengan penuh semangat sampai salah satu pembunuh masuk dengan nafas yang memburu dan langsung mencari Ketua.


Langsung menemukan Ketua pertama Serikat Pembunuh, "Lapor Ketua..." Segera berlutut saat melapor.


"Apa kau tidak lihat Ketua sedang bersenang-senang!!!.." Beberapa Tetua pun berkata dengan marah, merasa bahwa bawahan mereke tidak sopan.


"Maaf Tetua.., ini sangat penting..!!!" Mencoba menjelaskan agar tidak menambah kemarahan para Tetua.


"Sebaiknya kau benar.." Salah satu Tetua angkat bicara.


Sedikit gugup dan akhirnya berkata dengan suara tegas, "Ada seseorang yang baru saja tiba. Dia sangat kuat kami Tiga Puluh Pembunuh tingkat Ungu tidak bisa melawannya"


Para Tetua langsung berdiri bersamaan, "Apa Kau bilang...


"Seorang mengalahkan Tiga Puluh dari kalian tanpa ada yang melawan balik." Tetua kedua sudah mulai marah.


"Dia sangat kuat.." Berkata dengan tunduk takut membuat salah.


"Kuat bukan kh kalian menang jumlah? Apalagi kalian semua Pembunuh tingkat Ungu!! Dan masih tetap kalah..


Sebelum Tetua selesai berkata suara seseorang dari pintu masuk membuat semua yang berada di dalam mengalihkan perhatian ke pintu masuk.


Beberapa saat kemudian seseorang dengan menggunakan topeng masuk dengan santai dan memandang semua yang masih memandang dirinya juga.


Beberapa saat hanya hening sampai Tang si.


"EKKHHMM.."


"Oh sepertinya aku datang saat ada yang merayakan sebuah kemenangan." Tang si berkata dengan santai.


Ketua pertama langsung angkat bicara, "Siapa kau? Apa yang kau lakukan disini?."


"Siapa aku?..


"Apa yang kulakukan disini?.."

__ADS_1


"Apa aku harus ku jawab karena kau bertanya!!?." Kata Tang si dengan sedikit tidak peduli.


Mendengar itu Para Pembunuh semua sudah mulai kehabisan kesabaran.


"Ketua biarkan kami yang mengurusnya.."Salah satu Pembunuh tingkat hitam sudah sangat marah dan langsung meminta ijin menyerang.


"Yah kalian tangkap dia dulu."


Setelah kata kata dari Ketua keluar.


Para pembunuh yang semula menahan diri langsung bergegas kearah Tang si secara bersamaan.


"Hahaha Mati!! Kau berani datang sendiri dan menganggu orang yang salah.." Pembunuh yang sudah menyerang Tang si berkata dengan nada mengejek.


Melihat senyum Menakutkan dari para pembunuh yang terarah pada dirinya Tang si hanya menghela nafas.


"Huff... tidak sabaran, sangat emosional.."


Selesai berkata Tang si menghilang sebelum para pembunuh sampai.


Saat Tang si menghilang bahkan para Tetua pun tidak bisa merasakan keberadaan nya.


Para pembunuh tiba tiba kehilangan keberadaan Tang pun mencoba merasakan nya tapi tidak ada satu pun yang menemukan dirinya.


Dalam wujud Ilusi Tang si memandang para pembunuh yang kebingungan, "Bahkan tidak mengetahui keberadaan ku, tapi sudah berlagak di atas segalanya." Gumam Tang si dalam hati.


"Mengalahkan mereka sangat mudah namun sedikit bersenang-senang agar lebih seru." Tang si langsung bergegas menuju para Tetua.


Salah satu Tetua pun berbicara, "Menghilang begitu saja tanpa hawa keberadaan."


"Sungguh kemampuan yang sangat kuat."


Saat semua Tetua sedang membahas dirinya. Tang si sudah berada di dekat mereka.


"Mari siapa yang duluan ." Tang si mendekati salah satu Tetua dengan senyuman licik.


"Plakkk..."


Salah satu Tetua tiba tiba dipukul cukup keras di bagian kepala.


"Ahhkk.."


"Kenapa kau memukul ku.." Berkata dengan marah untuk tetua yang berada di sampingnya.


"Memukul apa?" Tetua yang di marah bertanya dengan bingung.


"Kau berani menyangkalnya.."


"Plakkk..."


Salah satu Tetua yang sebelumnya masih marah tiba tiba dipukul sekali lagi.

__ADS_1


__ADS_2